
Sementara itu Fan Xing yang hendak melesat ke arah Fan Miao, tampak ingin menolong saudaranya itu yang tengah mendapatkan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh 4 komandan iblis dari ras iblis Asura.
Namun keempat komandan iblis yang melihat Fan Xing hendak menolong Fan Miao pun langsung melancarkan serangannya ke arah Fan Xing agar pria itu tidak dapat menyelamatkan saudaranya yang sedang di serang secara brutal.
Mendapatkan dirinya hendak diserang, Fan Xing pun tidak ambil pusing. Dia tetap melaju melesat ke arah Fan Miao.
"Bagaimana saudara Fan Miao? Apakah kamu sudah mengerti perkataanku yang sebelumnya agar tidak bertindak secara gegabah?" tanya Fan Xing menyindir, sambil membantu Fan Miao bangkit dari tersungkurnya.
Tapi Fan Miao bukannya berterima kasih karena Fan Xing telah membantu dirinya akan tetapi ia malah marah dan mendorong Fan Xing agar menjauh dari dirinya.
"Kurang ajar! Seumur hidupku baru kali ini aku dibuat seperti ini. Aku bersumpah akan membalas perbuatan dari mereka hingga berkali-kali lipat kejinya." sarkas Fan Miao dengan emosi yang meledak-ledak, dikarenakan ia terluka akibat terkena serangan dari empat komandan iblis Asura sebelumnya.
Setelah itu, dia pun menunjukkan jarinya ke arah 4 komandan iblis itu.
"Hei Kalian semua! Selama ribuan tahun ini tidak pernah ada yang bisa membuatku terluka sampai seperti ini. Hebat hebat. Kalian sungguh hebat." ucap Fan Miao tersenyum miring.
Lalu terlihat Fan Miao menggenggam kedua tangannya erat sambil ia berkata kembali dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kalau kalian tidak mati. Maka aku yang harus mati. Rasa malu yang ada dalam hatiku ini harus dibayar dengan kematianju atau kematian kalian semua." teriak Fan Miao sambil melesat hendak menyerang ke 4 komandan iblis itu
Hingga detik kemudian, pertarungan antara Fan Miao dan keempat komandan iblis dari klan iblis Asura pun tak dapat terhindarkan lagi. Pukulan demi pukulan dan teknik demi tekhnik serta kekuatan spiritual antara mereka silih berganti saling bertabrakan antara satu dengan yang lainnya, yang akibatkan seluruh bagian dari tempat pertarungan di wilayah itu menjadi hancur berantakan.
Fan Xing yang melihat pertarungan itu pun langsung memanggil para bawahannya untuk segera membantu Fan Miao.
"Hei kalian semua! Cepat bantu mereka untuk segera mengalahkan bocah-bocah itu. Kita tidak punya waktu yang banyak untuk meladeni pertarungan ini." perintah Fan Xing dengan tegas.
Mendapatkan perintah dari Tuannya, para bawahan dari Fan Xing itu pun langsung melesat untuk membantu ketiga saudara dari Fan Xing.
Sedangkan Chen Feng yang sedari tadi memperhatikan gerakan mereka untuk menyerang para saudaranya, akhirnya Chen Feng yang sedari awal masih berada di tempat persembunyiannya, langsung keluar dikarenakan ada beberapa orang yang akan membantu Fan Miao dalam pertarungan melawan anggota kelompoknya.
__ADS_1
Dengan mengeluarkan pedang di tangannya yang dialiri kekuatan petur, Chen Feng langsung menyerang dan menebas beberapa orang yang hendak membantu Fan Miao yang sedang menyerang anggota kelompok Chen Feng.
Melihat serangan yang akan diarahkan kepada mereka , para bawahan dari Fan Xing itu pun langsung membentuk dinding pertahanan untuk menyelamatkan diri mereka dari serangan yang dilesatkan oleh Chen Feng.
Melihat apa yang dilakukan oleh para musuh, Chen Feng pun dengan cepat langsung naik ke atas udara dan ia melesatkan niat pedang pembunuhnya ke arah para bawahan Fan Xing yang sedang menahan serangan pedang dari Chen Feng sebelumnya.
Dan langsung saja niat pedang pembunuh itu pun dapat dengan telak menghancurkan dinding penghalang yang dibentuk oleh para bawahan Fan Xing, hingga pada akhirnya membuat para bawaan Fan Xing terpental jauh dan menabrak dinding batu.
Fan Xing yang melihat hal itu menjadi sangat terkejut.
"Apa itu apa itu! Mengapa bocah itu dapat mengalahkan para bawahanku dengan begitu mudah." gumam Fan Xing di dalam hatinya sambil terus berpikir dan mengingat-ingat siapa bocah itu sebenarnya.
Hingga tak lama kemudian, Fan Xing dapat mengetahui siapa anak muda yang memusnahkan para bawahannya tersebut
Tanpa banyak mengulur waktu, Fan Xing langsung melesat dan mendarat tepat di atas udara yang di mana Chen Feng sedang berada di hadapannya.
Lalu Chen Feng yang berada tepat dihadapannya pun tertawa dengan keras h
"Haaaaahaaaaaaa haaaaahaaaaaa!" Tawa Chen Feng menggema di dalam hutan tersebut, hingga kemudian Chen Femg pun berkata.
"Iya! Memang akulah yang telah membunuh mereka semua. Dan sekarang ini yang akan terbunuh selanjutnya adalah kau serta para saudaramu. Kalau aku sudah berkata seperti ini, selanjutnya apa yang bisa kau lakukan kepadaku!" tantang Chen Feng dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Mendengar jawaban Chen Feng, Fan Xing pun merasa sangat geram, tanpa banyak berkata-kata, Fan Xing yang awalnya berdiri di hadapan Chen Feng kini sudah menghilang dari tempat awal ia berdiri dan langsung berada tepat di belakang tubuh Chen Feng.
"Matilah kau bangsat!" teriak Fan Xing yang sudah bergerak untuk memenggal kepala Chen Feng.
Tapi sangat disayangkan, karena ketika pedang dari Fan Xing telah menebas leher Chen Feng, tiba-tiba saja tubuh Chen Feng berubah menjadi cahaya merah hitam pekat dan langsung mengarah ke belakang Fan Xing.
Lalu cahaya merah hitam pekat itu pun berubah menjadi sosok Chen Feng kemby yang kemudian dengan pedang yang dia pegang, Chen Feng menebas ke arah Fan Xing.
__ADS_1
"Ingin mengelabuiku kau belum cukup mampu Bocah!" teriak Fan Xing berhasil menghindar.
Lalu Fan Xing memblokir serangan dari Chen Feng tanpa menatapnya sedikitpun. Di dalam hati Chen Feng terbesit sebuah pikiran bahwa orang yang sedang bertarung dengannya adalah orang terkuat yang selama ini pernah dia lawan.
Setelah serangannya berhasil ditahan oleh Fan Xing. Chen Feng pun kemudian mundur ke belakang beberapa langkah, sementara Fan Xing tidak bergeming sedikitpun dari berdirinya, hingga akhirnya dia tampak membalikkan tubuhnya sambil berkata.
"Hei bocah! Sekarang aku ingin melihat seberapa besar kekuatanmu yang telah membunuh Fan Ji Hoo."
Setelah ucapannya itu selesai, Fan Xing langsung menghunuskan pedangnya dan melesat menyerang Chen Feng.
Sedangkan Chen Feng yang memang telah bersiap untuk bertarung langsung menggunakan kekuatan spiritual miliknya dan dia gabungkan dengan pedang kuno yang ia miliki.
Hingga detik kemudian, pertempuran antara kedua pendekar pedang pun terjadi. Suara tabrakan dari kedua pedang yang beradu itu pun mengandung suara yang sangat mekakkan telinga, bahkan akibat dari dua benturan pedang itu memiliki bunyi yang dapat menghancurkan daerah di sekitarnya. Dan akibat dari pertempuran antara Fan Xing dan Chen Feng. Seluruh orang yang berada di dekatnya menghentikan pertarungan mereka dan melihat betapa sengitnya pertarungan yang terjadi antara Fan Xing dan Chen Feng saat ini.
"Apa! Bagaimana bisa bocah itu dapat mengimbangi kecepatan dan teknik kekuatan yang dimiliki oleh saudara Dan Xing! Pantas saja jika dia dapat membunuh Fan Ji Hoo." ucap Fan Long heran.
"Hei kalian! Aku yakin bahwa saudara Fan Xing saat ini belum mengeluarkan kekuatan terbaiknya, ia hanya sedang membaca kekuatan dari bocah itu. Mana mungkin orang dengan level kultivasi di tingkat ranah alam suci dapat bertarung dengan kita yang sudah berada di level kultivasi di tingkat ranah alam dewa akhir puncak, kalian terlalu memandang tinggi bocah itu." sanggah Fan Miao yang kembali bertarung serius melawan keempat komandan iblis Asura, dikarenakan dia telah dilukai oleh keempat komandan iblis dari kla iblis Asura itu.
"Saudara Fan Miao! Bukankah kau telah diperingatkan oleh saudara Fan Xing, agar jangan sekali-kali meremehkan kekuatan dari lawan-lawanmu. Apakah kau belum merasakan akibat dari tindakanmu dan sifatmu itu? Lihatlah dirimu yang sekarang apa mungkin kau masih menyangkal bahwa orang dengan tingkat kultivasi di tingkat ranah alam suci ternyata dapat melawan orang yang berada di tingkat ranah alam dewa?" tanya Fan Ming merasa geram kepada saudaranya itu.
"Ya benar yang saudara Fan Ming katakan. Coba lihatlah keadaanmu sekarang saudara Fan Miao. Kau bahkan terlihat tidak baik-baik saja karena melawan orang-orang di tingkat kultivasi ranah alam suci." timpal Fan Long mengingatkan sambil tersenyum mengejek.
"Kurang ajar kalian berdua! Kalian sengaja menghinaku. Ini adalah sebuah kesalahan,lihatlah jika sekarang aku mulai serius apakah sampah seperti mereka berempat dapat menyentuhku." teriak Fan Miao yang langsung melesat menyerang empat komandan iblis dari klan iblis Asura itu.
Hingga lagi dan lagi, pertarungan sengit antara Fan Miao dan 4 komandan iblis dari klan iblis Asura itupun kembali terjadi.
Sedangkan Fan Mouji dan Fan Kiyoung juga langsung melesat menyerang Fan Long dan Fan Ming.
Terlihat keseluruhan kekuatan yang tengah bertarung itu pun saling beradu pukulan, antara teknik dan aura pembunuh terus-terusan memenuhi daerah tersebut, hingga akibat dari pertempuran yang terjadi itu, telah membuat seluruh wilayah yang mereka lewati ketika bertarung menjadi hancur luluh lantak berantakan.
__ADS_1