
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Komandan iblis Fan Mo. Chen Feng pun kembali melanjutkan perkataannya.
"Saat ini kita hanya berada di tingkat alam suci tahap awal. Walaupun diriku mampu untuk melawan mereka yang berada di ranah alam Dewa tingkat 2 awal. Itu tidak mungkin aku lakukan, karena kalau aku melakukan hal itu maka harus banyak yang aku korbankan. Bukankah itu akan menjadi sesuatu yang sangat merepotkan? Lebih baik untuk saat ini kita tidak usah melakukan tindakan yang dapat mengundang kecurigaan dari para iblis-iblis itu." ujar Chen Feng kepada Komandan iblis Fan Mo.
"Lalu sekarang ini apa yang harus kita lakukan Tuan?" tanya Komandan iblis Dixin menatap Chen Feng.
"Kalian jangan melakukan apapun untuk saat ini. Tetaplah di dalam markas klan pedang surgawi ini, dan teruslah berkutivasi untuk memperkokoh basis kultivasi milik kalian. Hal ini harus kalian sampaikan kepada saudara-saudara kalian yang lainnya dan jangan sekali-kali mengeluarkan aura spiritual milik kalian." ucap Chen Feng mengingatkan para Komandannya.
"Baik Tuan! Sekarang juga kami akan memberitahu kepada saudara yang lainnya," jawab 4 komandan iblis seraya meninggalkan ruangan peristirahatan milik Tuan Chen Feng.
Tak lama berselang giliran 3 lebah penyerap Qi yang masuk menghampiri Chen Feng.
"Kakak! Apakah ada tugas untuk kami bertiga?" tanya ketiga lebah penyerap Qi itu.
"Saudara-saudaraku! Kirimlah beberapa saudara-saudara kita untuk memata-matai pergerakan dari iblis-iblis itu. Perhatikanlah setiap gerak-gerik mereka, tapi ingat jangan sampai mengundang kecurigaan dari para iblis iblis itu." ucap Chen Feng memerintah.
"Baiklah Kak! Kami akan segera menjalankan perintah darimu," jawab ketiga lebah penyerap Qi.
Setelah itu ketiga lebah penyerap Qi pun pergi dari ruang peristirahatan Chen Feng untuk menjalankan misinya menjadi memata-matai klan iblis darah dari alam atas. Lalu Ling Ling berkata kepada Chen Feng.
"Sampai kapan kita harus bersembunyi seperti ini Chen Feng? Mengapa kita tidak langsung pergi ke alam atas sana? Di sana lebih banyak kesempatan kita untuk meningkatkan basis kultivasi milik kita, karena di sana lebih banyak energi spiritual yang dapat memungkinkan kita untuk dapat menaikkan basis kultivasi milik kita." kata Ling Ling kepada Chen Feng.
"Sabarlah Ling Ling. Ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Aku yakin ketika kita sampai ke alam atas dengan keadaan kita yang belum bertambah kuat, pasti akan menjadi kehebohan di seluruh alam atas apa yang terjadi kepada kita. Mereka akan berpikir bagaimana mungkin anak-anak muda seperti kita bisa mencapai tingkat kultivasi yang sangat tinggi? Dan aku yakin kita akan menjadi sasaran dari setiap kelompok yang ada di alam atas sana. Aku tidak ingin kau dan Qian Xue terluka, karena itu kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan. Menjadi sabar adalah sesuatu yang bagus untuk saat ini," jawab Chen Feng menjelaskan kepada Ling Ling.
Di tengah tengah Chen Feng dan Ling Ling yang sedang berbincang. Leluhur Qian Mo, Qian Xue dan juga Qian Er sudah tiba di dalam markas. Chen Feng yang melihat kedatangan mereka bertiga pun langsung berkata.
"Oh ternyata ada senior! Selamat senior. Anda telah berhasil memadatkan inti suci. Itu artinya tidak lama lagi anda akan dapat naik ke alam atas." ucap Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.
"Chen Feng! Aku dapat berhasil juga karena bantuanmu Nak Chen Feng. Jadi kamu tidak perlu berkata seperti itu kepadaku! Aku yang harusnya berterima kasih kepadamu karena kau telah membantuku untuk menembus penghalang yang telah menghalangiku selama ratusan tahun ini." ujar leluhur Qian Mo kepada Chen Feng.
"Tidak, tidak senior! Aku hanyalah memberikan sebuah masukan kepadamu. Soal berhasil atau tidaknya dirimu sendirilah yang menentukannya. Semuanya adalah murni dari usahamu sendiri, jadi di masa depan kau harus yakin akan kekuatan yang kau miliki dan yang paling penting adalah tekad. Kau harus memiliki kemauan yang besar Jika ingin mencapai sesuatu yang besar pula." ucap Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.
"Kamu benar-benar anak muda yang mengesankan Chen Feng. Tidak heran kalau Guruku mempercayakan plakat giok khusus miliknya kepadamu. Kau memanglah jenius yang sangat hebat Chen Feng." puji leluhur Qian Mo.
Mendengar pujian dari leluhur Qian Mo. Chen Feng hanya tersenyum tipis, sesekali ia memandang wajah yang tampak muram dan sedih yang berada di samping leluhur Qian Mo. Kemudian Guru Qian Er berlutut meminta maaf kepada Chen Feng sambil menangkupkan kedua tangannya di depan Chen Feng.
Melihat hal itu Chen Feng pun bergegas menahan apa yang akan dilakukan oleh Guru Qian Er.
__ADS_1
"Senior Qian Er! Ada apa ini? Kesalahan apa yang telah engkau lakukan kepadaku hingga aku harus memaafkanmu? Kau adalah orang terpenting di dalam hidup Qian Xue. Jadi kau tidak boleh seperti ini. Bangkitlah Senior! " seru Chen Feng kepada Guru Qian Er
"Maafkan aku yang telah menuduhmu Chen Feng."
"Tidak! Sebenarnya aku tidak ingin membantu kakakmu dalam usaha kultivasinya agar dia dapat memahami jalan dao surgawi miliknya. Jadi kau tidak perlu seperti ini. Kau tidak perlu meminta maaf untuk hal ini. Aku benar-benar tidak menganggapnya serius, jadi kamu tidak perlu meminta maaf kepadaku. hal-hal yang kecil tidak perlu diperbesar Senior. Aku tulus membantu, jadi aku tidak ingin bantuanku diketahui oleh siapapun." ucap Chen Feng menjelaskan.
"Tapi Nak Chen Feng. Mereka berdua telah salah paham kepadamu. Aku mohon maafkanlah mereka," kata leluhur Qian Mo menatap wajah Chen Feng.
"Senior! Aku benar-benar tidak menganggap masalah ini. Terlebih Qian Xue adalah wanitaku, jadi aku pastikan ini bukanlah masalah." ucap Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.
Lalu Qian Xue yang sudah tidak bisa lagi membendung air matanya. Dia pun menangis lalu berlari memeluk Chen Feng.
"Qian Xue! Ada apa ini?" tanya Chen Feng terkejut sambil memeluk Qian Xue.
"Maaf kan aku Chen Feng! Karena aku telah meragukanmu." ucap Qian Xue dengan menangis sambil memeluk Chen Feng.
"Apa yang kau ucapkan! Aku tidak apa-apa. Aku mengerti akan perasaanmu jadi berhentilah menangis," ujar Chen Feng sambil menepuk nepuk pundak Qian Xue.
"Sekarang aku sudah menentukan sikapku. Aku memilihmu Kakak Ling Ling dan saudara-saudara Ku yang lainnya. Kakek guru! Terimakasih selama ini telah merawatku hingga sampai saat ini. Sekarang aku telah memiliki keluargaku sendiri. Jadi di masa depan aku akan selalu menuruti kata-kata dari suamiku dan juga Kakakku," ucap Qian Xue sambil melihat ke arah kakek dan Gurunya.
"Lambat laun seorang gadis memang harus pergi untuk mengikuti suaminya, jadi untuk apa kau bersedih Qian Xue."
"Benar itu Nak! Benar yang dikatakan oleh Kakekmu. Kau harus selalu mengikuti dan mempercayai apapun yang dikatakan oleh suamimu itu. Semua adalah demi kebaikan untukmu." ucap Guru Qian Er.
"Adik Qian Xue! Apa yang dikatakan oleh suami kita adalah benar. Sekarang kau resmi menjadi anggota keluarga Chen Feng," ucap Ling Ling tersenyum kearah Qian Xue.
Di saat mereka sedang berbincang-bincang. dari arah markas milik klan iblis darah terjadi guncangan energi yang sangat kuat. Bahkan guncangan Itu sangat terasa sampai di markas klan pedang surgawi.
"Itu adalah pancaran kekuatan dari harta pusaka klan iblis darah yang bernama pagoda kematian." ucap leluhur Qian Mo menjelaskan kepada mereka semua.
"Senior! Apakah anda mengenali fluktuasi energi itu? Sebenarnya apa itu pagoda kematian?" tanya Chen Feng menatap leluhur Qian Mo.
"Pagoda kematian itu adalah harta pusaka milik klan iblis darah yang dimiliki oleh Komandan komandan dari pasukan klan iblis darah yang memiliki status yang cukup lumayan di dalam kesatuannya. Kalau seorang komandan telah diturunkan ke alam bawah ini, itu artinya masalah yang mereka terima sangatlah besar. Bukan sembarang musuh yang akan mereka lawan. kemungkinan musuh itu sama kuatnya dengan mereka," jawab leluhur Qian Mo membalas tatapan ke arah Chen Feng.
"Sebenarnya apa yang telah kalian lakukan Nak Chen Feng? Kalian tidak perlu menutupinya lagi. Karena aku tahu, kalau yang sedang mereka cari adalah kamu. Karena di alam bawah ini hanya dirimu yang terkuat dan aku yakin kamulah yang telah membinasakan pasukan-pasukan klan iblis darah dan juga para iblis yang berasal dari klan iblis darah alam bawah dan alam atas." ucap leluhur Qian Mo menatap Chen Feng lekat.
Mendengar pernyataan dari leluhur Qian Mo. Mereka bertiga pun sedikit terkejut. Tapi Chen Feng tetap bersikap santai.
__ADS_1
"Senior! Ternyata kau mempunyai penglihatan yang bagus. Benar! Kalau akulah yang telah membunuh mereka semua. Tapi aku mempunyai alasanku tersendiri untuk menghabisi nyawa mereka. Bahkan aku sanggup untuk menanggung setiap resiko yang akan menimpa diriku." jawab Chen Feng memasang wajah yang tegas.
"Aku pun siap mendampingimu dalam keadaan apapun." ujar Ling Ling yang berada di belakang Chen Feng. dan Qian Xue yang masih berada di dalam dekapan Chen Feng pun merasa sanggup untuk memikul beban yang ada di pundak Chen Feng.
Mendengar perkataan kedua wanitanya, Chen Feng pun merasa tidak setuju.
"Kalian ini! Untuk apa berkata semacam itu? Aku tidak ingin kalian berada dalam bahaya. Ketika masanya datang kalian harus menyingkir dan pergi sejauh-jauhnya dariku. Ingat apa yang aku ucapkan ini." ujar Chen Feng menatap Ling Ling dan juga Qian Xue.
"Tidak Chen Feng! Bukankah kau telah berjanji kepadaku akan sehidup semati. Aku tidak mengizinkanmu untuk bertindak sendirian. Aku akan terus berada di sisimu jika iblis-iblis itu datang kepadamu." kata Ling Ling dengan tegas.
"Benar yang dikatakan oleh kakak Ling Ling. Aku pun akan selalu berada di sisimu hingga nyawaku hilang dari tubuhku Chen Chen Feng." ucap Qian Xue tak mau kalah.
Mendengar perkataan dari kedua wanitanya, Chen Feng pun menjadi pusing sendiri. Lalu leluhur Qian Mo berkata kepada Chen Feng.
"Nak Chen Feng! Selama kalian semua berada di klan pedang surgawi ini. Aku jamin tidak akan pernah ada iblis yang berani mengganggu kalian. Aku bisa menjanjikan itu kepada kalian semua." ucap leluhur Qian Mo berkata serius.
"Terima kasih Senior! Sekali lagi aku ucapkan terima kasih kepada Senior," ujar Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.
"Iya, tidak masalah Nak Chen Feng.Lantas sekarang apa rencana kalian selanjutnya?" tanya leluhur Qian Mo menatap Chen Feng.
"Rencana kami selanjutnya.Tentu saja kami harus secepatnya menjadi lebih kuat agar kami dapat tetap Bertahan. Karena untuk pergi ke alam atas itu tidak mungkin kami semua dalam keadaan yang belum bertambah kuat, karena jika itu terjadi maka kami semua akan menjadi sasaran yang empuk oleh para kultivator kultivator yang ada di alam atas sana." jawab Chen Feng menjelaskan.
"Chen Feng! Sebenarnya mesti sampai di tingkat berapa kalian harus berkutivasi?" tanya leluhur Qian Mo kembali.
"Setidaknya aku harus berada di tingkat alam suci tahap 2. itu baru aku berani membawa keluargaku untuk untuk menuju ke alam atas sana," jawab Chen Feng.
"Ranah alam Suci tingkat kedua! Harus berapa lama kalian agar sampai berada di tingkat itu? Karena melihat tingkat kultivasi milik kalian saat ini setidaknya akan memakan waktu yang cukup lama," ujar leluhur Qian Mo merasa tidak yakin.
"Senior tidak perlu mengkhawatirkanku dan juga keluargaku. Aku memiliki banyak cara untuk mencapai tingkat itu, yang terpenting sekarang bagaimana caranya agar kami tidak terlihat oleh iblis-iblis itu." ucap Chen Feng kembali.
"Tenanglah Nak Chen Feng. Aku pastikan kalau iblis iblis itu tidak akan berani berbuat sesuatu di markas klan pedang surgawi milikku. Karena status kami di alam atas sana lebih besar dibandingkan dengan klan iblis darah yang ada di alam atas sana," ucap leluhur Qian Mo.
"Kalau begitu aku hanya bisa mengandalkan Senior untuk hal ini." ujar Chen Feng tersenyum.
***
Sementara itu di dalam markas klan iblis darah. Komandan Fan Jie Hoo dari klan iblis darah pusat, yang sedang menggunakan senjata pusaka miliknya terus menyebarkan aura kekuatan dari pagoda kematian untuk mengawasi kekuatan asing yang berada di wilayah di domain atas itu. Hingga tak lama berselang, para bawahan dari komandan Fan Jie Hoo pun telah kembali dalam tugasnya untuk mencari informasi dari terbunuhnya orang orang dari klan iblis darah. Namun mereka kembali dengan memasang wajah yang kecewa.
__ADS_1