
Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya kelompok kulivator kultivator yang berasal dari klan iblis darah alam atas itupun telah tiba di depan pintu gerbang tanah terlarang penjara kuno para dewa.
Namun alangkah terkejutnya mereka semua, ketika melihat bagian depan dari tanah terlarang penjara kuno para dewa itu telah hancur berantakan.
"Apa ini? Ada apa ini sebenarnya? Apa yang telah terjadi di tempat ini sebelumnya?" tanya Fan Long merasa terkejut.
Sedangkan Fan Xing yang melihat hal itu pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk melakukan formasi pembentukan jiwa. Hingga tak lama berselang formasi pembentukan jiwa pun akhirnya dapat dilakukan oleh para bawahan Fan Xing.
Lalu terbentuklah sebuah rekam kejadian yang terjadi di tanah terlarang penjara kuno itu sebelumnya, dan semakin terkejutnya mereka kala melihat apa yang telah terjadi.
"Itu! Itu adalah bocah yang telah membunuh Fan Ji Hoo. Tapi apa itu? Mengapa ada kesengsaraan Guntur 9 naga legendaris di sekitar anak itu? Apakah anak itu yang membangkitkan kesengsaraan Guntur tersebut? Apakah langit begitu kebingungan sampai-sampai anak di alam bawah ini harus mendapatkan kesengsaraan Guntur surgawi legendaris seperti itu? Bahkan berkat anak itu para kelompoknya pun mendapat keuntungan dengan mendapat kesengsaraan naga Guntur Surgawi. Ini semua benar-benar sangat tidak mungkin. Bagaimana bisa kejadian seperti itu telah terjadi di alam bawah ini? Seumur hidupku aku baru sekali ini melihat ada orang yang mendapat kesengsaraan naga Guntur surgawi secara bersamaan." ucap Dan Xing dengan wajah terkejut.
Melihat ekspresi wajah yang di tampilkan oleh Fan Xing. Fan Long pun langsung berkata kepada Fan Xing.
"Sudah cukup rasa keterkaguman kalian semua kepada bocah itu. Karena saat ini ada hal yang lebih penting daripada mengagumi hal semacam itu. Aku ingin bertanya kepada kalian. Bagaimana rencana kita selanjutnya? Apakah kita tetap harus mencari orang-orang itu atau melaporkan kejadian ini kepada Tetua Agung yang berada di alam atas sana?" tanya Fan Long menatap serius.
"Apa maksud pertanyaanmu itu saudara Fan Long? Kelompok bocah bocah itu hanyalah berada di tingkat alam suci. Jadi untuk apa melapor ke Tetua Agung. Apakah kalian semua tidak yakin dengan kemampuan kalian sendiri? Jangan samakan diri kita seperti Fan Ji Hoo yang lemah itu, karena kita berbeda dari dirinya. Kita semua memiliki tingkat basis kultivasi lebih tinggi dari Fan Ji Hoo. Dan aku sangat yakin jika kita tidak akan bisa dikalahkan oleh gerombolan bocah-bocah tengik itu." ujar Fan Miao kepada para saudaranya.
"Saudara Fan Miao. Kau jangan terlalu menganggap remeh musuh yang ada di hadapanmu, karena pada akhirnya dirimulah yang akan dirugikan karena telah memiliki sifat meremehkan seperti itu. Saat ini kita harus tetap berhati-hati kepada para bocah-bocah itu, karena jika tidak maka dapat dipastikan nasib kita tidak lebih baik dari Fan Ji Hoo." sarkas Fan Xing mengingatkan para saudaranya.
Mendengar peringatan dari Fan Xing. Mereka pun tersenyum tipis.
"Saudara Fan Xing. Kau itu terlalu berhati-hati kepada bocah itu, sepertinya kau takut jika harus menghadapi bocah-bocah itu. Jika saudara Fan Xing memang merasa takut, maka saranku lebih baik saudara Fan Xing kembali saja ke markas klan iblis darah alam bawah untuk duduk manis sembari menunggu kabar baik dari kami bertiga." ejek Fan Miao menatap Fan Xing.
Melihat senyuman yang tersungging di bibir para saudaranya, Fan Xing pun menjadi marah.
"Tutup mulutmu Fan Miao. Kau benar-benar telah merendahkanku. Ingatlah Fan Miao! Jika kekuatanku lebih besar daripada kalian bertiga!" teriak Fan Xing menatap nyalang.
"Ya, kau memang benar saudara Fan Xing. Kami bertiga pun dapat menyadari jika kekuatanmu lah yang paling besar di antara kami semua, tapi yang perlu kau ingat Fan Xing. Tidak hanya membutuhkan kekuatan yang besar untuk menghadapi seorang lawan, tetapi nyali juga dibutuhkan saudara Fan Xing. Dan sayangnya kau tidak memiliki nyali yang besar untuk melawan para bocah bocah itu, bukankah begitu saudara Fan Xing?" ejek Fan Long tersenyum miring.
Melihat perdebatan itu, Fan Miao pun berusaha menyudahi pembicaraan mereka.
"Sudah sudah, tidak perlu diperdebatkan lagi. Saudara Fan Xing aku ingin bertanya sekali lagi kepadamu. Apakah kau ingin ikut dengan kami untuk mencari bocah-bocah itu atau kau ingin kembali ke markas klam iblis darah alam bawah lalu melaporkan kejadian ini kepada Tetua Agung di alam atas sana? Semua pilihan itu terserah padamu, namun yang dapat kami beritahu kepadamu. Kami akan tetap mencari keberadaan dari bocah-bocah nakal itu." jelas Fan Miao sambil melesat ke udara.
lalu tak lama berselang Fan Ming dan Dan Long ikut melesat kearah Fan Miao.
Sementara Fan Xing yang melihat ketiga saudaranya sudah pergi, hanya diam sambil menatap ketiga saudaranya itu yang sudah pergi melesat ke udara.
__ADS_1
Lalu para bawahan Fan Xing pun bertanya kepada Fan Xing.
"Ketua! Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya mereka penasaran.
Mendapatkan pertanyaan tersebut, Fan Xing pun tampak lama terdiam.
Kemudian ia pun berkata kepada para bawahannya dengan nada yang kesal.
"Dasar kurang ajar! Ayo kalian semua ikut aku untuk mengejar ketiga orang bodoh itu. Karena jika sampai terjadi sesuatu kepada mereka bertiga, maka akulah yang akan menanggung seluruh kemarahan dari Tetua Agung klan pusat iblis darah alam atas." ajak Fan Xing.
Setelah itu dengan cepat Fan Xing dan para bawahannya akhirnya melesat mengejar ketiga saudara dari keluarga Fan.
*****
Sedangkan di tempat yang berbeda, di mana Chen Feng dan para anggota kelompoknya berada, mereka semua telah tiba di perbatasan antara domain atas dan domain tengah, tepatnya di sebuah perbukitan yang dipenuhi dengan hutan-hutan yang sangat lebat yang kelihatannya tidak pernah terjamah oleh satu manusia pun.
Setelah itu tak lama kemudian akhirnya Chen Feng pun menghentikan langkahnya lalu turun ke bawah. Melihat hal itu, kelima leluhur alam surga pun mengikuti Chen Feng dan mendekati dirinya.
"Adikku! Kamu memang sangat pintar dalam mencari tempat yang aman." puji leluhur Le Gong Gi menatap Chen Feng.
"Benar kak. Ini adalah tempat yang cocok untuk kita melakukan perjalanan kaki mulai dari sekarang. Karena kita tidak mungkin untuk terus-menerus mengeluarkan kekuatan spiritual kita untuk terbang di atas udara." jawab Chen Feng tersenyum.
"Bukannya aku tidak ingin memakai formasi teleportasi kak, akan tetapi tempat yang telah ku tandai hanyalah di daerah domain Tengah di arah barat dari tanah terlarang Tuan Xue yang dapat langsung menembus ke alam bawah tepatnya di tempat dahulu aku pernah tinggal, yang sekarang ini akan aku jadikan tempat tinggal dari para teman-teman Fan Hai itu." jelas Chen Feng kepada para kakaknya.
"Wah, ternyata seperti itu formasi teleportasi milikmu, jika sebelumnya belum pernah kamu tandai maka kamu tidak dapat berpindah ke tempat yang kau inginkan?" tanya leluhur Mou Yuan.
" Bukan seperti itu juga kak. Jika aku hanya membawa diriku dan kedua istriku, maka aku bisa berpindah kemanapun yang aku mau sejauh 1 mil jauhnya. Akan tetapi sekarang ini aku harus membawa orang yang begitu banyak. Dengan basis kultivasi yang aku miliki sekarang, sepertinya aku belum dapat membawa anggota kelompokku untuk berteleportasi ke tempat lain dengan cepat. Dan mungkin di masa depan aku dapat melakukannya, aku harap begitu. Dan ini juga demi keselamatan para anggota kelompokku jika dalam bahaya." jelas Chen Feng kembali.
"Jika dilihat di umurmu yang masih sangat muda saat ini, kamu telah memiliki teknik seperti ini, itu sungguh benar-benar sangat hebat dirimu adik." puji leluhur Song Jian tersenyum.
"Kakak terlalu memujiku, baiklah sekarang ayo kita masuk ke dalam hutan ini." ajak Chen Feng kepada para kelompoknya sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam hutan itu.
Hingga pada akhirnya para anggota kelompok Chen Feng pun mengikuti Chen Feng masuk ke dalam hutan.
*****
Sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di sebuah tempat yang begitu amat sangat megah, dipenuhi dengan tanaman-tanaman yang begitu berwarna-warni serta bangunan-bangunan megah yang mengelilinginya.
__ADS_1
Tampak ada tiga orang yang amat sangat gagah sedang duduk di atas singgasana masing-masing. Sementara itu di kursi-kursi di bawahnya terdapat beberapa orang-orang yang sedang berbincang-bincang.
Lalu ada seseorang kakek tua yang baru saja masuk dan segera memberi hormat kepada ketiga orang yang sedang duduk di atas singgasana tersebut.
"Maafkan aku, karena aku datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu." ucap sosok kakek tua yang baru saja tiba itu.
Melihat kedatangan kakek tua itu, lalu salah seorang yang duduk di singgasana itu pun berkata.
"Ada apa Tetua hadir ke dalam perjamuan ini? Apakah ada sesuatu yang mendesak hingga Tetua tidak dapat menundanya?" tanya salah satu sosok itu merasa penasaran.
"Maaf Tuan! Menurut informasi yang hamba terima dari para bawahan yang hamba kirim ke alam bawah, kelihatannya berita ini tidak dapat hamba tunda lagi." ucap kakek tua itu yang ternyata adalah Tetua Agung dari klan pusat iblis darah alam atas.
Sedangkan yang menyambutnya adalah Dewa iblis darah Fan Hao.
"Apa! Tetua mengirimkan utusan ke alam bawah? Memangnya ada masalah apa sampai Tetua mengirimkan utusan ke alam bawah sana?" tanya Dewa iblis Fan Hao.
"Maaf Tuan.Maafkan hamba, sebenarnya ada masalah yang amat sangat serius yang terjadi di klan cabang iblis darah yang berada di alam bawah." jelas Tetua Agung itu.
"Masalah yang sangat serius! Masalah apa? Cepat ceritakan dengan lengkap dan jangan terlalu berbelit-belit?" tanya Dewa iblis darah Fan Hao sambil mengeluarkan tekanan spiritual miliknya.
Akibat dari tekanan spiritual yang dilakukan oleh Dewa iblis darah Fan Hao, seluruh praktisi-praktisi alam dewa yang berada di dalam ruangan perjamuan itu menjadi sedikit terguncang.
"Maaf Tuan. Maaf, sebenarnya ada beberapa kelompok orang yang telah membunuh orang-orang penting dan kuat kita yang berada di klan cabang klan iblis darah alam bawah kita. Beberapa utusan yang hamba kirim ke sana tidak pernah kembali dan yang terakhir hamba mengirimkan Fan Ji Hoo dan juga itu pun tidak ada hasil serta kabar sama sekali. Dan yang terbaru hamba mengirimkan 4 komandan utama milik klan iblis darah alam atas kita untuk mencari keberadaan dari para utusan yang telah hamba kirim sebelumnya. Dan ini adalah berita yang lebih mengejutkan Tuan. Menurut orang-orang dari klan cabang kita di alam bawah, ada sekelompok orang yang mengaku-ngaku sebagai sisa-sisa dari klan Ibis Asura Tuan." ucap Tetua Agung dengan nada serius.
Mendengar penjelasan dari Tetua Agung itu, bukan hanya ketiga dewa utama saja yang terkejut melainkan satu ruangan itu seakan-akan tidak percaya apa yang tengah mereka dengar.
"Apa yang telah kau katakan Tetua! Tidak mungkin, itu sangat tidak mungkin sama sekali terjadi, karena klan itu sudah musnah ribuan tahun yang lalu. Jadi mana mungkin mereka dapat hidup kembali dan lagi pula, Dewa iblis Asura telah mati dan tersegel di alam bawah tepatnya di tanah terlarang. Dan dan tidak mungkin ada yang dapat membuka segel mereka karena segel itu telah kami berikan larangan yang amat kuat yang tidak mungkin dibuka oleh siapapun terkecuali kami bertiga." sanggah Dewa iblis darah dengan emosi yang membara.
"Hei Tetua! Kemungkinan orang-orang dari klan cabang kalian itu hanyalah asal bicara ataupun hanya ditipu oleh orang-orang yang mengaku-ngaku mengatasnamakan klan iblis Asura. Jadi saat ini kalian semua tidak perlu menanggapi serius tentang isu itu." sangkal seseorang yang duduk di Tengah singgasana itu yang tidak lain ia adalah kaisar Surgawi Lee Mo Cho.
"Tapi saudara Lee Mo Cho, kita tidak boleh menyepelekan isu yang berkembang ini, alangkah baiknya jika kita memeriksa segel yang kita pasang di penjara yang telah memenjarakan mayat dari dewa iblis Ashura." ujar Dewa iblis jiwa Hun Tian Dao.
"Benar yang diucapkan oleh saudara Hun, mengapa kita tidak memeriksa segel itu saja untuk memastikan bahwa berita itu bukanlah fakta melainkan hanyalah isu belaka." timpal kaisar langit Lee Mo Cho sambil mengeluarkan sebuah piringan cakram lalu ia pun mengaktifkan piringan cakram itu dan terbentuklah sebuah titik-titik formasi yang merupakan segel segel yang dipasang di sekeliling penjara yang memenjarakan mayat dari dewa iblis asura.
"Lihatlah para saudara-saudaraku sekalian. Segel segel ini masih terpasang baik, bahkan masih seperti pada waktu pertama kali kita pasang dan tidak ada satupun yang berubah selama ribuan tahun ini. Jadi tidak perlu dikhawatirkan tentang isu dari kebangkitan ras iblis Asura itu." Kata kaisar Surgawi Lee Mo Cho.
"Kamu mendengar itu kan Tetua! ingat jangan kau hiraukan tentang orang-orang dari ras iblis Asura, karena yang perlu kau selidiki saat ini adalah siapa yang telah membunuh orang-orang dari klan cabang kita dan utusan yang telah kau kirim. Tapi ingat lakukan dengan cepat jangan membuat masalah ini semakin berlarut-larut." perintah Dewa iblis darah Fan Hao.
__ADS_1
Mendengar perintah yang diucapkan oleh ketiga dewa utama tersebut. Tetua Agung dari klan iblis darah pusat yang berada di alam atas pun mengangguk dan meminta izin untuk kembali ke alam atas.