
Kemudian setelah mereka semua telah masuk ke dalam istana kerajaan Xuan, yang mulia raja langsung mempersilahkan mereka untuk duduk di bangku yang sudah tersedia.
"Anak muda. Silahkan duduk dan makanlah apa yang telah kami sediakan ini." titah yang mulia raja.
"Terimakasih atas kebaikan yang mulia." jawab Chen Feng tersenyum hormat.
"Oh ya, kalau boleh aku tahu, siapakah nama anak muda ini yang kelihatannya kamu adalah ketua rombongan dari kelompok ini?"
"Perkenalkan yang mulia, mamaku adalah Chen Feng. Dan aku adalah penanggung jawab dari kelompok ini." jawab Chen Feng terdengar tegas.
"Chen Feng ya! Hemmmmm….nama yang bagus." timpal yang mulia raja.
"Kalau begitu kalian semua berasal dari mana? Karena aku lihat kalian bukanlah kultivator yang berasal dari kerajaan Xuan ini." tanya yang mulia raja kembali.
"Maaf yang mulia, kami berasal dari pelosok kota Ling An. Di daerah pegunungan monster,"
"Oh, ternyata kalian berasal dari pegunungan monster ya! Pantas saja jika kamu memiliki kekuatan yang amat sangat besar." puji yang mulia raja.
"Benar yang mulia, karena jika kami tidak berlatih menjadi kuat, maka kami akan mati dimakan oleh monster-monster itu yang mulia.",jelas Chen Feng sambil tertawa bercanda.
Kemudian yang mulia raja juga ikut tertawa dan lalu bertanya kembali kepada Chen Feng.
" Lantas benarkah kalian adalah kultivator yang tidak memiliki nama klan sama sekali?" tanya yang mulia raja.
"Benar sekali apa yang dikatakan oleh yang mulia, kami adalah kultivator yang tidak memiliki klan atau keluarga, dan kami semuanya adalah saudara yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali, dengan kata lain kami semua adalah kultivator lepas atau liar. Maka dari itu niat kami mengikuti sayembara yang yang mulia adakan adalah, bukan hanya untuk menjadi pengawal dari para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan . Akan tetapi niat kami juga ingin mendapatkan identitas sebagai kultivator dari kerajaan Xuan ini yang mulia. itupun jika yang mulia raja mengizinkan kami menjadi kultivator dari kerajaan Xuan." jelas Chen Feng kepada yang mulia raja.
"Hahaha hahaha….Tentu aku bersedia menerimamu sebagai kultivator dari kerajaan Xuanku ini. Mana mungkin aku menyia-nyiakan anak muda yang mempunyai bakat serta kekuatan yang sangat hebat seperti kamu Chen Feng. Tapi dengan satu syarat. Tidak peduli dengan keadaan apapun, kamu harus selalu berjuang dengan nama kerajaan Xuan Chen Feng. Bagaimana apakah kau menyanggupinya?" tanya yang mulia raja menatap lekat.
"Tentu, tentu aku bersedia yang mulia. Asalkan kerajaan Xuan selalu bertindak dengan cara kebenaran dan keadilan, maka sudah pasti aku akan selalu bertindak atas nama kerajaan Xuan." jawab Chen Feng tegas.
"Bagus bagus Chen Feng. Aku putuskan mulai saat ini, kamu dan para kelompokmu adalah kultivator dari kerajaan Xuan ku. Dan mulai saat ini kau berhak berbuat apa saja di dalam daerah kekuasaan kerajaan Xuan asalkan kau selalu bertindak dengan cara yang benar dan berkeadilan. Karena jika tidak, maka aku sendiri yang akan menyakitimu, tidak peduli sekuat dan sehebat apa dirimu aku akan melumpuhkanmu Chen Feng." ucap yang mulia raja dengan serius.
"Tenang yang mulia, dalam hidupku aku tidak pernah berbuat yang melanggar nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Karena itu adalah hal yang terakhir kali didengungkan di telingaku oleh kedua orang tuaku. Jadi tenanglah, aku tidak akan pernah melanggar apapun perintah dari kedua orang tuaku itu. Jadi yang mulia harus percaya kepada diriku ini." jawab Chen Feng meyakinkan.
"Baiklah, kalau begitu baguslah aku percaya kepadamu. Selanjutnya biarkan tuan Mo yang memberitahu kepadamu, tentang apa-apa saja yang akan menjadi tugasmu dan tempat kalian dapat beristirahat. Saat ini aku mempunyai suatu urusan yang harus aku lakukan, jadi aku harus pergi terlebih dahulu. Selanjutnya kalian bisa menanyakan keseluruhannya kepada Tuan Mo." titah yang mulia raja.
"Baik-baik yang mulia." jawab Chen Feng.
Kemudian yang mulia raja pun meninggalkan Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya. Di susul oleh Tuan Mo yang gantian mendekati Chen Feng.
"Nak Chen Feng kalau begitu aku akan mengantarkan kalian semua ke tempat kalian beristirahat, selanjutnya di sore hari nanti barulah aku akan memperlihatkan kalian semua pusat pelatihan dari kerajaan Xuan tempat seluruh jenius jenius muda dari seluruh penjuru kerajaan Xuan berlatih. Mari nak Chen Feng." ajak Tuan Mo kepada mereka semua.
Kemudian Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya pun mengikuti Tuan Mo.
Hingga selang beberapa waktu mereka semua pun telah tiba di sebuah mansion.
"Inilah tempat kalian beristirahat untuk sementara nak Chen Feng." ucap Tuan Mo.
"Terima kasih Tuan atas segala sesuatu yang telah kerajaan Xuan berikan kepada kami semua." kata Chen Feng kepada Tuan Mo.
"Sama sama nak Chen Feng. Kalau begitu beristirahatlah terlebih dahulu, aku tidak akan mengganggu kalian lagi." titah Tuan Mo, lalu ia pun pergi meninggalkan Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya.
Setelah itu Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya pun beristirahat. Menghilangkan rasa lelah yang melekat di tubuh mereka semua.
Sedangkan di tempat yang lain, di mana ada beberapa sosok yang berada di dalam ruangan tersebut yang tidak lain mereka adalah kedua pangeran, komandan Han, Tuan muda Xu beserta beberapa rekan yang lainnya.
"Kurang ajar bocah itu! Berani sekali dia berbuat seperti itu, padahal ia baru saja tiba di dalam kerajaan Xuan ini.
"Benar pangeran Lan, kita harus segera membalaskan apa yang telah ia perbuat kepada kita sebelumnya." timpal Tuan muda Xu.
"Sebaiknya niat kalian itu kalian hentikan pangeran." sanggah komandan Han kepada mereka semua.
"Mengapa seperti itu komandan?" tanya pangeran Lan.
"Benar adikku, ayah telah mendukungnya kalau terjadi sesuatu hal nantinya kita berdua yang akan terkena imbasnya." timpal pangeran Lin.
"Bukan hanya itu saja pangeran Lan, anak itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat." ucap komandan Han.
"Tapi komandan Han, bukankah dia hanya di ranah alam dewa tingkat awal! Kemungkinan kejadian sebelumnya hanyalah dikarenakan komandan lengah atau dia telah memakai teknik rahasia." ujar Tuan muda Xu.
__ADS_1
"Tidak tuan muda Xu.
Aku yakin anak itu memiliki sebuah teknik yang memungkinkan dirinya untuk menyembunyikan tingkat basis kultivasi miliknya, karena ketika aku bertukar pukulan dengannya aku merasakan kekuatanku takut akan kekuatan miliknya. Bahkan aku yakin kekuatannya setara dengan kekuatan dari yang mulia raja. Itulah sebabnya yang mulia raja juga tidak ingin berkonflik dengan dirinya. Belum lagi dengan para kelompoknya aku juga yakin bahwa mereka semua pasti memiliki tingkat kekuatan yang mengerikan." jelas komandan Han.
Mendengar penjelasan dari komandan Han, seluruh orang menjadi tidak percaya.
"Apakah kau tidak salah komandan Han? Mana mungkin orang yang seumuran dengan kami memiliki tingkat kultivasi yang setara dengan ayahku. Apakah kau terlalu meninggikan dirinya komandan Han?" tanya pangeran Lan tidak percaya.
"Tidak pangeran. Aku sedang tidak meninggikan dirinya, karena dalam hidupku aku jarang sekali memuji kekuatan orang lain. Akan tetapi anak muda itu adalah sesuatu yang mungkin aku bisa mati hanya dengan satu tangannya. Dan lagi sekarang yang mulia raja telah berada di pihaknya. Jika pangeran bertindak bukan hanya mengalami kerugian saja, bisa jadi pangeran akan mati. Sorot mata anak itu kelihatannya ia tidak pernah takut oleh siapapun. Lihatlah bagaimana ia mengancam kita semuanya, aku yakin dia tahu bahwa yang mulia raja telah mengamatinya dari kejauhan, tetapi dia masih berani mengancam kita. Kalau dia tidak yakin untuk bisa menghancurkan kerajaan Xuan. Maka dapat dipastikan ia tidak akan berani berkata dengan sebegitu arogan." sanggah komandan Han menjelaskan.
"Lalu apakah kita akan melupakannya begitu saja komandan?" tanya pangeran Lan menatap intens.
"Ya kau harus melupakannya adikku." jawab pangeran Lin.
"Tapi kak….!!!"
Sebelum pangeran Lan menyelesaikan perkataannya, pangeran Lin pun langsung memotong perkataannya itu.
"Sudahlah! Jangan bertindak kepada sesuatu yang tidak dapat kau menangkan adikku, jika pada akhirnya kau sendiri nantinya yang akan dirugikan."kata pangeran Lin dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh komandan Han yang menyusul dirinya.
"Pangeran bagaimana ini? Aku tidak terima diperlakukan seperti sebelumnya, mau ditaruh ke mana harga diriku jika sampai kejadian sebelumnya tersebar di dalam kerajaan Xuan?" tanya tuan muda Xu merasa geram.
"Kalau begitu, apakah kau memiliki rencana? Karena aku tidak memilikinya dan aku yakin seluruh orang-orang kuat di dalam kerajaan telah diperingatkan oleh ayahku untuk tidak menyentuh bocah itu." ucap pangeran Lan.
"Tenanglah pangeran, kalau masalah itu sangat lah mudah. Aku hanya tinggal berbicara kepada ayahku lalu pasti ayahku akan mengirim seseorang untuk memberikan pelajaran kepada bocah itu." ucap tuan muda Xu tersenyum menyeringai.
"Baiklah, kalau begitu terserah kau saja, tapi ingat jangan pernah bertindak di dalam kota kerajaan, karena jika itu terjadi, maka ayah ku pasti akan menghukummu dan keluargamu." ucap pangeran Lan mengingatkan.
"Tenang pangeran. Kita dapat melakukan itu di saat perjalanan kita menuju ke kota Cang An, Pada saat itulah kita akan memberikan pelajaran kepada bocah sialan itu." ucap tuan muda Xu.
****
Tidak terasa sore hari pun tiba, dan tuan Mo telah datang tepat di depan tempat peristirahatan Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya.
"Nak Chen Feng! Mari aku akan mengantarkan kamu untuk melihat-lihat tempat pelatihan dari jenius jenius muda yang berada di dalam kerajaan Xuan!" ajak Tuan Mo kepada Chen Feng.
"Kalau begitu mari Tuan." jawab Chen Feng.
Hingga tak butuh waktu yang lama, mereka berdua pun telah tiba di dalam sebuah pelataran yang telah dipadati oleh beberapa orang-orang yang tengah berlatih.
"Inilah tuan, tempat pelatihan bagi jenius jenius muda di dalam kerajaan Xuan." kata tuan Mo.
Melihat tempat pelatihan yang begitu besar dan memiliki aura spiritual yang besar, di dalam hatinya Chen Feng benar-benar merasa takjub.
"Sangat bagus tempat ini, untuk berlatih kultivator-kultivator dari alam atas memiliki kekuatan yang sangat kuat ternyata mereka didukung dengan tempat pelatihan yang begitu sangat bagus." gumam Chen Feng di dalam hati.
Melihat Chen Feng hanya terdiam, tuan Mo pun menepuk pundak dari Chen Feng.
"Nak Chen Feng, mari ikut aku." ajak tuan Mo.
Dengan tersentak Chen Feng pun mengikuti tuan Mo yang berjalan menuju ke tengah-tengah tempat pelatihan itu.
Seluruh orang-orang yang sedang berlatih pun menyapa Tuan Mo. Dan kemudian ada sosok kakek tua yang menghampiri tuan Mo dan juga Chen Feng.
"Tuan Mo apa yang membuat tuan datang kemari?" tanya sosok kakek tua itu.
"Guru Xun, aku hanya melihat-lihat sambil memperkenalkan kepada nak Chen Feng tempat pelatihan dari kerajaan Xuan kita." jawab tuan Mo.
Sambil memperhatikan anak muda di depannya, kakek tua yang bernama guru Xun itu bertanya kepada tuan Mo.
"Kalau boleh saya tahu, siapakah anak muda ini? Apakah ia salah satu jenius yang akan mewakili kerajaan Xuan kita dalam kompetisi ke kota Chang An? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya?" tanya kakek tua yang bernama guru Xun itu.
"Bukan guru Xun, dia bukanlah jenius muda yang akan mewakili kerajaan Xuan kita. Akan tetapi ia dan seluruh anggota kelompoknya adalah pelindung bagi jenius jenius muda kita yang akan berangkat ke kota Chang'An yang telah dipilih langsung oleh yang mulia raja guru Xun."
"Mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Mo, guru Xun tidak mempercayainya sama sekali. Sedangkan Chen Feng langsung menunduk hormat kepada guru Xun.
"Salam guru Xun! Perkenalkan nama saya Chen Feng." ucap Chen Feng memperkenalkan dirinya sambil menangkupkan kedua tangannya tanda menghormati kakek tua Xun itu.
"Apakah yang mulia raja tidak salah dalam memilih pelindung tuan Mo? Bagaimana mungkin orang di tingkat basis kultivasi alam dewa tingkat awal, dapat melindungi jenius jenius muda kita pergi ke kota Cang' An, apakah yang mulia sedang bercanda tuan Mo?" tanya kakek tua Xun itu sambil menatap tajam kearah Chen Feng.
__ADS_1
Mendengar kakek tua itu menilai dirinya rendah, Chen Feng hanya tersenyum kecil, sambil matanya melihat ke sekelilingnya.
"Sudahlah guru Xun. Kamu tidak perlu mempertanyakan apa yang telah menjadi keputusan dari yang mulia raja." sarkas tuan Mo kepada guru Xun.
"Akan tetapi jika guru Xun masih ragu akan kekuatan yang dimiliki oleh nak Chen Feng, maka guru Xun dapat menjajal kekuatan dari nak Chen Feng ini." saran tuan Mo kembali
"Tidak! Bagaimana mungkin, aku yang sudah senior ini menjajal kekuatan dari anak muda seperti nak Chen Feng ini?" sanggah kakek tua Xun itu.
Chen Feng yang pada dasarnya tidak ingin terlibat sama sekali dengan omongan dari dua orang di hadapannya, lama-kelamaan juga tidak tahan mendengar kakek tua Xun itu menganggap remeh dirinya.
Lalu Chen Feng pun berkata kepada kakek tua itu.
"Maaf senior, tidak mengapa jika kau ingin bertukar pukulan bersamaku. Aku ingin melihat bagaimana hebatnya guru Xun ini." ucap Chen Feng menatap Guru Xun.
Sedangkan guru Xun yang mendengar ucapan yang dilontarkan oleh anak muda di hadapannya menjadi agak terkejut, dan bukan hanya guru Xun saja yang terkejut melainkan seluruh jenius jenius muda yang sedang berlatih di tempat pelatihan itu juga ikut terkejut.
"Siapa anak muda itu? Berani sekali ia menantang guru Xun untuk beradu pukulan dengannya? Benar-benar tidak tahu tingginya langit. Hanya di tingkat awal ranah alam dewa, beraninya menantang guru besar di dalam kerajaan Xuan kita."
Terjadi perbincangan hebat di dalam tempat pelatihan itu dan banyak pasang mata yang menyorot Chen Feng di sekitar area pelatihan tersebut.
Tidak terkecuali ada seorang wanita yang amat sangat luar biasa kecantikannya sedang memperhatikan Chen Feng yang dengan gamblang berkata ingin beradu pukulan bersama guru Xun.
Yang tak lain, wanita itu adalah salah satu jenius muda paling berbakat di dalam kota kerajaan Xuan dan sekaligus ia adalah Putri dari yang mulia raja.
"Bagaimana guru Xun? Apakah kau menyetujui tantanganku ini? Jika aku tidak sanggup menahan 3 dari serangan andalanmu, maka di ke depan hari jangan pernah meremehkanku lagi, dikarenakan seumur hidupku aku paling tidak suka diremehkan oleh orang lain." ujar Chen Feng memberikan peringatan.
Namun perkataan Chen Feng itu langsung dijawab oleh seorang pria muda bertubuh kekar dari atas sebuah bangunan yang langsung melesat turun ke tempat di hadapan Chen Feng dan guru Xun.
"Hei kau, tidak perlu guru yang menghadapimu. Cukup aku itu sudah cukup anak muda." tantang pria muda bertubuh kekar yang tidak lain bernama Mao Ling.
"Kau Mau Ling. Ini bukanlah giliranmu untuk berbicara. Di mana sopan santunmu itu hah?" tanya tuan Mo.
"Maafkan aku tuan Mo, maaf atas kelancanganku ini. Aku hanya tidak suka ada seseorang yang bertindak kurang ajar terhadap guru Xun."
"Kau….!
Ketika tuan Mo hendak menjawab apa yang diucapkan oleh Mau Ling. Chen Feng melarangnya lalu berkata kembali.
"Bagaimana guru Xun? Apakah kau berani beradu pukulan dengan anak muda ini?" tanya Chen Feng kembali.
Mau Ling yang mendengar kata-kata dari Chen Feng semakin berang dan emosi tersulut jelas di wajahnya.
"Kau berani sekali kau berkata seperti itu hah? Jangan kira karena kau memiliki tuan Mo disampingmu, maka kau dapat berlaku dengan seenak hatimu." teriak Mau Ling.
Namun seketika saja, Chen Feng dengan jentikan jarinya menekankan aura spiritualnya ke arah Mau Ling dan membuat Mau Ling tersungkur ke tanah sambil terus tertekan dengan tekanan yang dikeluarkan oleh Chen Feng, dan kejadian itu membuat seisi tempat pelatihan dari para jenius jenius muda kerajaan Xuan menjadi terdiam. Bahkan seluruh jenius jenius muda itu terkejut tidak percaya akan apa yang mereka lihat.
Dan keterkejutan itu pun dirasa oleh putri dari yang mulia raja yang sedang berada di sebuah ruangan di dalam tempat pelatihan jenius-jenius itu.
"Kekuatan apa ini? Bagaimana mungkin Mau Ling yang berada di tingkat kedua alam dewa dapat ditekan oleh anak itu yang hanya berada di tingkat alam dewa tingkat awal? Benar-benar tidak mungkin. Siapa sebenarnya anak muda itu?" tanya putri yang mulia raja itu.
Sementara itu guru Xun yang berada di samping Mau Ling melihat tajam sosok pria muda yang tepat berada tidak jauh di depannya.
"Seharusnya kekuatan anak ini berada di tingkat ketujuh dari alam dewa, tapi itu tidak mungkin, bagaimana bisa ada anak muda yang memiliki basis kultivasi di alam dewa tingkat ketujuh. mampu menekan seorang kultivasi yang berada di ranah atasnya, Padahal jelas terlihat ia hanyalah kultivatir di tingkat alam dewa tahap awal. Tidak tidak mungkin, kekuatan ini benar-benar di tingkat ketujuh alam dewa apakah mungkin anak ini memiliki teknik rahasia untuk menyembunyikan kekuatan aslinya? Tetapi apa iya pria muda seperti dirinya memiliki basis kultivasi tingkat ke-7 dari alam dewa. Apakah ini mungkin?" tanya guru Xun di dalam hatinya.
Dia sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi, dengan apa yang ia lihat barusan. Sementara itu Mau Ling yang tersungkur ke tanah akibat tekanan dari aura spiritual yang dilepaskan oleh Chen Feng terus mengerang kesakitan sampai pada akhirnya tuan Mo pun berkata kepada Chen Feng.
"Nak Chen Feng, sudah tolong hentikanlah tindakanmu itu. Aku merasa anak bodoh itu telah mengerti perbedaan kekuatan di antara dirinya dan dirimu! " ucap tuan Mo.
Lalu Chen Feng pun menarik kembali aura kekuatannya yang ia tekankan ke arah Mau Ling sambil berkata.
"Jika kau adalah lelaki sejati, maka kau tidak perlu banyak berbicara karena seorang lelaki itu harus banyak menggunakan tangannya dari pada menggunakan mulutnya."
Mau Ling yang telah terbebas dari tekanan aura spiritual yang dilepaskan oleh Chen Feng pun hanya dapat mundur ketakutan.
Dan selanjutnya guru Xun pada akhirnya mengatakan bahwa ia telah salah dalam menilai Chen Feng, dan ia pun kemudian meminta maaf untuk kesalahannya karena telah meremehkan Chen Feng.
"Nak Chen Feng. Maafkan orang tua ini karena telah meremehkanmu sebelumnya."
"Tidak mengapa senior, aku telah sering mendapatkan hal seperti itu, jadi aku tidak terlalu menghiraukannya." jawab Chen Feng lalu berkata kembali kepada tuan Mo.
__ADS_1
"Tuan, kelihatannya aku sudah cukup untuk melihat-lihat tempat pelatihan ini, sebaiknya sekarang kita pergi agar tidak mengganggu pelatihan dari para jenius jenius muda yang berasal dari kerajaan Xuan ini tuan." ucap Chen Feng sambil melangkah pergi dari tempat pelatihan itu.
"Hai kau Mau Ling, di masa depan ku harap kau dapat menjaga ucapanmu ketika kau berada di dekat nak Chen Feng, karena jika anak Chen Feng ingin menghilangkan nyawamu, bahkan yang mulia raja pun tidak akan dapat menolongmu , begitu juga untuk guru Xun, aku harap di ke depan hari kau dapat menghormati nak Chen Feng, jangan membuat dirimu yang sudah tua ini mendapat masalah." ucap tuan Mo memperingatkan guru Xun dan juga Mau Ling dan setelah itu langsung berjalan pergi meninggalkan tempat pelatihan dari jenius jenius muda kerajaan Xuan itu.