
Mereka semua masih menatap terkejut melihat para kelompok Chen Feng yang mengeluarkan aura darah persis seperti milik klan iblis darah. Termasuk para jenius jenius muda yang merasa tidak percaya akan apa yang mereka saksikan saat ini.
"Sebenarnya apa status dari pengawal Chen? Mengapa ketiga saudara dari pengawal Chen memiliki aura dari klan iblis darah?"
"Ya benar. Tidak salah lagi itu memang lah aura dari klan iblis darah." timpal para jenius jenius dari kerajaan Xuan.
Melihat kengerian itu, pangeran Lin pun langsung memberikan peringatan kepada adiknya.
"Adikku! Ingatlah di masa depan jangan sekalipun kau mencari masalah dengan pengawal Chen lagi." papar pangeran Lin kepada pangeran Lan.
"Baik kak. Aku janji tidak akan cari masalah lagi dengan pengawal Chen." jawab pangeran Lan yang masih terkejut karena melihat para saudara dari pengawal Chen ternyata memiliki aura dari klan iblis darah.
Begitu pula dengan tuan muda Xu. Melihat kejadian itu seluruh tubuhnya menjadi gemetar ketakutan.
"Gawat! Jika sampai pengawal Chen mengetahui siapa dalang di balik kerusuhan sebelumnya adalah aku, maka aku pasti segera mati di tangan mereka semua, begitu pula seluruh keluarga Xu." batin tuan muda Xu ketakutan.
Sementara itu para pengawal dari pangeran Zhao yang terhempas dan terluka diakibatkan terkena serangan gabungan yang dikeluarkan oleh Fan Mouji, Fan Kiyoung dan Fan Hai, tampak tergeletak tidak sadarkan diri di atas tanah.
Nyawa para pengawal itu tidak tertolong lagi akibat tak mampu menahan kekuatan yang ketiga anggota kelompok Chen Feng lepaskan.
Melihat hal itu pangeran Zhou pun menjadi panik, apalagi setelah mengetahui jika ketiga pasang mata yang tertuju menatap tajam kearah dirinya, benar benar membuat pangeran Zhou merasa ketakutan.
Ketiga orang itu masih betah melayang di atas udara, sambil menatap tajam kearah pangeran Zhou. Mendapati dirinya terus terusan di tatap tajam oleh ketiga orang itu, pada akhirnya pangeran Zhou pun memberanikan dirinya untuk mendatangi ketiga anggota kelompok Chen Feng tersebut.
"Maaf tuan! urusanku bukanlah bersama ketiga Tuan ini, melainkan dengan bocah itu!" tunjukknya kearah Chen Feng.
"Tapi mengapa tuan ikut campur dalam masalah kami? Setidaknya biarkan aku dan bocah itu menyelesaikan masalah kami berdua." pinta pangeran Zhou yang nyatanya malah membuat ketiga orang itu menjadi marah besar.
"Lancang mulutmu! Berani sekali kau berkata seperti itu kepada Tuan kami! Kau pantas untuk dibunuh." pekik Fan Hai hendak melesat untuk menyerang ke arah pangeran Zhao.
Namun Chen Feng pun melarang Fan Hai untuk bertindak, dikarenakan mereka telah berada di dalam wilayah kerajaan Chang An saat ini.
Tapi selang beberapa detik, Fan Hai bertanya kepada Chen Feng.
"Tuan! Pria seperti dia harus diberikan pelajaran agar suatu saat nanti dia tidak akan berani mengolok-olok tuan lagi." sangkal Fan Hai kepada Chen Feng.
Hingga tak lama muncullah dua sosok yang tiba-tiba sudah berada atas udara dengan aura kekuatan yang mendominasi.
Kedua sosok itu lalu memperhatikan kesekeliling mereka, untuk mencari seseorang, mengetahui hal itu dengan cepat pangeran Zhou langsung melesat ke arah kedua sosok tersebut.
"Saudara Hong, Saudara Chang." sapa pangeran Zhao memanggil kedua sosok yang baru saja tiba itu.
"Ternyata kau saudara Zhao." ucap pemuda yang bernama Hong Lei.
Melihat kedekatan di antara pangeran Zhao dan dua sosok yang baru saja tiba itu, membuat Chen Feng menatap kearah mereka bertiga.
__ADS_1
Sedangkan tuan putri Xiao Xan, pangeran Lan serta pangeran Lin, langsung melangkah menghampiri Chen Feng.
"Pengawal Chen. Aku tahu kau pasti bertanya-tanya siapakah dua sosok yang baru saja tiba itu bukan?" tanya pangeran Lin.
Mendengar perkataan mereka, Chen Feng lalu menoleh ke arah pangeran Lin.
"Pengawal Chen. Pria muda yang berambut merah itu adalah Hong Lei. Dia juga merupakan pangeran dari Kerajaan Ling Yan. Sedangkan di sebelahnya adalah Chang Lei. Mereka berdua adalah pangeran dari Kerajaan Ling Yan. Dan mereka juga adalah jenius teratas yang tidak ada tandingannya di kerajaan Ling Yan." jelaa pangeran Lan.
"Oya benar Chen Feng,apa yang dikatakan oleh saudara Lan itu benar sekali. Mereka berdua adalah pendekar pilih tanding yang telah banyak mengalahkan para genius muda di benua Barat ini. Maka kamu harus hati-hati kepada mereka berdua." ucap putri Xuan. menanggapi ucapan dari mereka bertiga.
Mendengar perkataan mereka, Chen Feng hanya tersenyum. Lalu dia pun berkata.
"Para pangeran dan tuan putri, jangan khawatir. Selama aku ada di sini tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita,.percayalah padaku ini. Aku akan membawa kalian menuju yang teratas." jawab Chen Feng meyakinkan.
Lalu kembali melihat ke arah pangeran Zhou berada, dia menceritakan tentang keributan yang terjadi antara dirinya bersama seorang pemuda, kepada Hong Lei dan juga Chang Lei. Lalu Hong Lei dengan tatapan tajam menatap ke arah Chen Feng berdiri.
Setelah itu dia pun turun kebawah dan melangkahkan kakinya ke arah Chen Feng.
"Kalau tidak salah kalian adalah orang-orang dari kerajaan Xuan bukan? Kau yang bernama Lan ge bukan?" tanya pangeran Hong Lei melirik tajam kearah Chen Feng.
"Ia, anda benar pangeran Hong. Aku adalah Kan Ge, dari kerajaan Xuan." jawab pangeran Lan.
"Kalau begitu apa hubunganmu dengan pria itu?* tanya Hong Lei menatap Chen Feng.
Mendengar pertanyaan itu, lalu Chen Feng pun melangkahkan kakinya ke depan sambil berkata kepada pria tersebut.
Lalu dengan mengeluarkan aura spiritualnya Hong Lei berteriak. geram.
"Keberanian yang bagus tuan. Tapi sangat disayangkan karena keberanianmu tidak sebanding dengan kekuatan yang kau miliki itu." ejek Hong Lei kepada Chen Fengm
Chen Feng hanya tersenyum kecil mendengar ejekan yang dilontarkan oleh Pangeran tersebut, hingga tba-tiba saja, Chen Feng sudah hadir tepat di samping Hong Lei sambil berkata.
"Apakah pangeran Hong berpikir, dengan mengeluarkan aura spiritual seperti itu akan membuatku takut. Tentu tidak pangeran. Karena aku sudah cukup banyak menghadapi orang kuat melebihi kekuatan seperti yang kau miliki pangeran Hong."
Pangeran Hong yang melihat pria muda itu telah hadir tepat di sampingnya, bahkan tanpa ia merasakan hawa kehadirannya, membuat Hong Lei menjadi terkejut.
"Siapa pria ini? Mengapa dia memiliki kecepatan seperti itu? Sedangkan dirinya hanya berada di ranah alam dewa tingkat kedua, sungguh ini benar-benar tidak mungkin."
Pangeran Zhoi dan pangeran Chang juga terkejut melihat kehadiran pria itu yang sudah berada di samping Hong Lei, bahkan tanpa mereka ketahui.
"Saudara Zhou! Sebenarnya siapa yang telah kamu singgung? Aku dapat melihat jika pria muda itu bukanlah orang yang sesederhana yang kita pikirkan." bisik pangeran Chang penasaran.
"Entahlah, aku juga tidak tahu siapa pemuda itu sebenarnya!" jawab pangeran Zhou sedikit bingung.
Sedangkan di bawah, pangeran Hong bersama Chen Feng masih saling bertanya.
__ADS_1
" Pangeran Hong! Aku tanya kembali kepadamu, apakah maksud dan tujuannmu mengeluarkan aura spiritual milikmu kearahku? Apakah sengaja agar membuatku takut?" tanya Chen Feng menatap nyalang.
Menatap pertanyaan itu, Hong Lei hanya diam tidak dapat menjawab pertanyaan dari pria muda di hadapannya.
Lalu pandangan Chen Feng kembali tertuju kepada pangeran Zhao yang sudah mendarat tidak jauh dari mereka berdiri.
"Dan anda pangeran Zhao! Apakah anda masih ingin mendapatkan batu prasasti yang telah aku dapatkan dengan harga yang sudah aku bayar ini? Jika tidak maka aku akan pergi dan aku tidak ingin di masa depan kalian semua mencari masalah denganku lagi, Karena kalau itu sampai terjadi maka jangan salahkan aku, yang akan mengambil tindakan dengan caraku sendiri." ancam Chen Feng sambil mengeluarkan tekanan aura spiritual miliknya, yang dapat dirasakan oleh seluruh orang yang berada di sekitarnya.
Bahkan aura tekanan spiritual yang dikeluarkan oleh Chen Feng itu pun mampu mengoyak ngoyak kekosongan yang berada di sekitarnya. Dan sontak saja, kejadian itu membuat seluruh orang yang berada di daerah itu menjadi takjub dan takut akan kekuatan yang ditampilkan oleh Chen Feng.
Tak terkecuali pangeran Zhou, pangeran Chang dan pangeran Hong. Mereka bertiga seakan-akan merasakan tindasan yang amat sangat dari tekanan aura spiritual yang dilepaskan oleh Chen Feng. Yang memang tekanan aura spiritual itu dikhususkan untuk menekan mereka bertiga.
Kemudian Chen Feng pun berbalik arah dan pergi dari tempat itu. di susul oleh seluruh jenius jenius mudah dari kerajaan Xuan yang mengikuti Chen Feng pergi dari tempat itu.
Dan setelah Chen Feng serta seluruh jenius jenius dari kerajaan Xuan pergi, tekanan aura spiritual yang membelenggu orang-orang yang berada di tempat itu pun lenyap dengan sendirinya.
Lalu pangeran Zhou dan pangeran Chang melesat menghampiri pangeran Hong.
"Saudara Hong apakah kamu baik-baik saja tanya pangeran Chang khawatir.
Namun Hong Lei hanya diam tidak menanggapi pertanyaan dari pangeran Chang. Kemudian pangeran Zhou kembali memanggil pangeran Hong Lei.
"Saudara Hong. Kamu baik-baik saja bukan? Apakah ada yang salah dengan dirimu?"
Sempat terdiam beberapa saat, lalu tak kemudian Hong Lei pun tertawa gembira.
"Hahaha hahaha...! Hebat hebat, sungguh hebat. Tidak pernah aku merasakan sensasi seperti ini. Hahaha.....!" teriak Hong Lei sambil tertawa gembira.
"Saudara Hong. Apa yang sedang terjadi kepadamu?" tanya pangeran Chang terkejut.
"Ya benar saudara Hong Lei, apakah kekuatan jiwamu sedang terluka oleh tekanan yang dikeluarkan pria itu?" tanya pangeran Zhou kembali.
"Bukan bukan itu saudara-saudaraku, aku hanya gembira karena aku telah menemukan orang yang cocok untuk menjadi lawanku ketika turnamen bela diri dari kota Chang'An ini dimulai." jawab Hong Lei sombobg.
"Apakah kau tidak salah saudara Hong? Kekuatan anak itu bukanlah sesuatu yang dapat kita lawan." sanggah pangeran Zhou tak setuju.
"Tenanglah saudara Zhou, tenanglah. Aku memiliki kartu andalan untuk menghadapi anak itu dan lihatlah pada akhirnya nanti kekuatannya akan menjadi milikku." jawab Hong Lei dengan yakin.
"Tunggu! Apakah kau akan menggunakan teknik itu saudaraku? Apakah kau lupa akan pesan dari ayah, jika kekuatan itu bukanlah kekuatan yang mampu untuk kita kendalikan di ranah kita yang sekarang, Apakah kau cari mati dengan melakukan teknik terlarang itu?" tanya pangeran Chang merasa emosi.
"Tenanglah saudara Chang, tenanglah. Aku sangat yakin akan apa yang akan aku lakukan ini, jadi kalian harus tenang." jawab Hong Lei sambil melesat pergi dari tempat itu.
Melihat kepergian saudara mereka, Pangeran Zhou dan pangeran Chang pun bergumam heran.
"Sebenarnya apa yang ada di dalam pikirannya?" tanya pangeran Zhou.
__ADS_1
"Entahlah. Kali ini kita hanya harus percaya kepada saudara Hong." jawab pangeran Hang.
Hingu pada akhirnya mereka berdua juga ikut melesat menyusul pangeran Hong Lei yang pergi meninggalkan pasar tersebut.