Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Perjalanan Chen Feng Di Tanah Terlarang Penjara Dewa Kuno


__ADS_3

"Apakah ini yang mereka sebut kuil tempat pemakaman para Dewa? Apakah mereka terlalu bodoh! Tempat yang begitu indah ini dijadikan sebagai pemakaman. Sungguh sangat disayangkan." ucap Chen Feng dengan mata yang penuh ketakjuban ketika melihat tempat yang sangat indah yang tidak pernah dilihatnya dari dahulu sampai saat ini.


Lalu Chen Feng pun melangkahkan kakinya sambil sesekali memandang kekanan dan kekiri.


"Kelihatannya tempat ini sudah tidak ada penjaga. Sebaiknya untuk tidak menarik perhatian dari luar, aku harus memasang kembali formasi pelindung di tempat yang telah aku hancurkan ini." gumam Chen Feng di dalam hatinya.


Setelah itu Chen Feng pun melangkah kearah dinding batu yang awalnya telah dihancurkan, lalu ia mengeluarkan 4 bendera formasi dan membuat segel di tangannya untuk memblokir tempat itu agar disaat ia berada di dalamnya tidak akan ada pihak yang akan mengganggunya.


Setelah selesai memasang formasi Ia pun lanjut mengitari ke sekeliling kuil yang ada di depannya.


"Tampaknya sudah tidak ada lagi gangguan yang berasal dari luar. Dan kini sudah saatnya aku untuk masuk ke dalam kuil ini." ucap Chen Feng.


Setelah itu ia melangkah ke depan pintu gerbang dari kuil itu dan Chen Feng memasuki kuil itu tanpa ada gangguan apapun. Dengan santai Chen Feng memeriksa setiap ruangan yang berada di dalam kuil tersebut.


Hingga pada akhirnya Chen Feng sedikit merasakan ada sesuatu hal yang menyerang jiwanya. Lalu Chrn Feng pun mencoba menetralisasikan kekuatan yang menyerang jiwanya itu, walaupun pada akhirnya ia berhasil menetralkan serangan itu. Tapi entah mengapa ia merasa kekuatan yang menyerangnya itu jauh di atas kekuatan miliknya. Namun di dalam benaknya Chen Feng pun berpikir.


"Jika halangan seperti ini dapat menjatuhkan aku! Itu artinya aku tiidak layak untuk naik ke alam atas. Karena aku yakin di alam atas pasti akan ada seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengalahkan diriku." gumam Chen Feng sambil mengeluarkan kekuatan jiwanya untuk mengetahui tempat asal dari serangan yang menyerangnya barusan.


Dan akhirnya dalam waktu singkat Chen Feng pun berhasil mengetahui posisi dari serangan itu berasal.


"Ketemu kau! Baiklah jika kau menantangku maka di antara kau dan aku harus ada yang kalah." ancam Chen Feng tampak tersenyum menyeringai sambil berjalan ke arah asal dari serangan yang mengarah ke arah dirinya.


Sesampainya di tempat yang ia tuju, Chen Feng melihat ada sebuah altar yang luas.


"Ini kelihatannya altar teleportasi! Ternyata asal serangan itu tidak berasal dari dalam bumi ini, melainkan dari tempat yang lain. Kalau begitu aku harus pergi ke tempat itu menggunakan altar telerportasi ini." gumam Chen Feng.


Setelah itu Chen Feng pun melangkah masuk kedalam altar teleportasi itu. Saat masuk kedalam altar teleportasi itu, kemudian altar teleportasi itu pun aktif dan mengeluarkan sinar putih terang dan membawa Chen Feng menuju ke tempat yang lain.

__ADS_1


Chen Feng yang menyadari hal itu pun hanya santai saja, tidak ada rasa takut sedikit pun di dalam hatinya.


Dan selang beberapa waktu, Chen Feng pun telah sampai di suatu ruangan yang di mana di dalam ruangan itu terdapat 4 peti mati dan satu peti mati yang berada di puncak dari ruangan itu.


Melihat apa yang ada di hadapannya saat ini. Chen Feng pun merasa sedikit terkejut.


"Apa itu? Mengapa teleportasi itu malah mengantarku kemari? Apakah serangan itu berasal dari sini? Tapi tidak mungkin mayat bisa menyerang orang yang masih hidup. Itu sama sekali tidak mungkin." sangkal Chen Feng yang merasa tidak percaya, Chen Feng pun terdiam sambil sedikit berpikir.


Lalu ketika Chen Feng sedang berpikir, tiba tiba terdengar suara tawa yang begitu jelas di dalam ruangan itu.


"Hahaha hahaha hahaha!"


Suara itu bertambah hingga beberapa tawa. Suara suara tawa itu semakin menggelegar di dalam ruangan tersebut.


Dengan bersikap santai, Chen Feng pun menambah kewaspadaan untuk dirinya sendiri. Lalu Chen Feng bertanya kepada suara itu.


"Siapa itu? Siapa kalian? Apa dan maksud tujuan kalian menuntunku datang kemari?" tanya Chen Feng dengan suara lantang.


"Maaf senior aku tidak bermaksud untuk membuat kekacauan di tempatmu ini. Sejak awal aku datang dengan baik-baik. Akan tetapi orang-orangmu memperlakukanku seperti binatang. Jadi jangan salahkan diriku karena bertindak berlebihan, dan tujuanku kemari sudah aku katakan berulang kali kepada para bawahanmu! Bahwa aku hanya mencari di mana gerbang langit berada? Jika aku tidak menemukannya di tempat ini, maka aku akan pergi dengan baik-baik. Tapi apa yang aku dapatkan? Para bawahanmu menghinaku dan hendak menghilangkan nyawaku. Jadi apa salahku jika aku membela diri dan bahkan bisa membunuh mereka. Kalau memang yang aku lakukan itu adalah sebuah kesalahan! Menurutku itu adalah kekeliruan senior." jawab Chen Feng menjelaskan kepada suara itu.


"Bagus bocah. Sangat bagus! Mempunyai kekuatan yag kuat memang sangat bagus, akan tetapi jikalau disertai dengan sikap yang arogan! Suatu saat di masa depan kau akan dirugikan." ujar suara itu mengingatkan Chen Feng.


"Lantas apakah kau menemukan apa yang telah kau cari itu Bocah?" tanya suara satunya lagi.


"Justru itu yang aku ingin tanyakan kepada para Senior. Karena aku yakin di mana gerbang langit Itu berada pasti ada sebuah larangan yang menyelimutinya agar tidak dapat diketahui oleh banyak orang." jawab Chen Feng kembali.


"Hahaha hahaha hahaha! Kau masih bocah yang sangat muda, tapi kepintaranmu dan kejeniussanmu sangat jauh berbeda dari para jenius muda yang berada di alam atas sana." puji suara itu kepada Chen Feng.

__ADS_1


Hingga tak lama kemudian, tiba-tiba peti mati yang berada di paling atas ruangan itu, bergetar dan mengeluarkan sebuah cahaya emas. Lalu terdengar suara yang menengahi perdebatan mereka.


"Sudah sudah! Sudah jangan terlalu banyak memuji Junior ini." ucap suara yang keluar dari peti mati yang berada di puncak ruangan itu.


Setelah itu keempat suara itupun menampakkan sosok mereka. Chen feng yang melihat keempat orang itu muncul langsung memberikan hormatnya.


"Chen Feng memberi salam kepada Senior berempat."


"Sudah sudah! Tidak perlu begitu formal. Kami ini hanyalah sisa sisa kekuatan dari kesadaran kami. Dengan kata lain kami ini hanyalah roh yang kapan pun dapat menghilang." ucap keempat orang itu menatap Chen Feng.


"Maaf sebelumnya Senior. Kalau junior boleh tahu siapa senior sebenarnya? Karena Junior dapat merasakan sedikit aura dari Senior yang begitu luar biasa." tanya Chen Feng kepada keempat sosok Senior itu yang telah berada dihadapannya.


"Hemm….! Kami ya. Siapa kami sebenarnya? kami pun bingung bagaimana mengatakannya. Karena jika kami mengatakan yang sebenarnya pun belum tentu kau mengetahui karena kau bukan berasal dari alam atas atau alam surga. kau hanya berasal dari alam bawah, tapi untuk menambah pengetahuanmu kami akan mengatakan siapa kami berlima ini. Kami berlima berasal dari alam surga tepatnya Saudara Kin Bau Bau adalah pendiri dari klan pedang surgawi yang berasal dari alam surga, dan juga Saudara Mao Yuan adalah pendiri dari Pil Tower yang menguasai seluruh Paviliun dari alam surga, yang di mana Pil Tower itu sendiri menjadi cikal bakal dari pembentukan Pil Paviliun Pil yang berada dari alam surga dan alam langit. Bahkan di alam bawah ini dan Kakek tua yang ada di sampingnya itu bernama Long Ba Ti An. Dia adalah pendiri dari Kuil Bloodline, di mana dia juga cikal bakal dari Paviliun Bloodline lainnya yang berada di alam surga, Alam atas dan alam bawah. Sedangkan aku sendiri adalah Song Jian. Aku adalah pendiri dari Kuil Artefak yang di mana akulah yang menciptakan semua senjata dari mulai tingkat dewa, tingkat atas, hingga tingkat langit. Aku semualah yang telah membuatnya atau menciptakannya." ucap Song Jian menjelaskan.


"Kalau begitu! Apakah senjata iblis pembunuh Dewa juga adalah ciptaanmu?" tanya Chen Feng sambil mengeluarkan senjata Dewa Asura Pedang Iblis pembunuh dewanya.


Melihat Chen Feng yang mengeluarkan senjata pusakanya itu, kelima orang tersebut menjadi terkejut. Bahkan kedua mata mereka tidak dapat berkedip.


"Kau, kau bocah! sebenarnya siapa kau? Mengapa di usia yang begitu sangat muda kau telah memiliki senjata tingkat Dewa yang tidak bisa diutarakan ini?" tanya Song Jian merasa sangat terkejut


"Apa maksud Senior? Apakah senjata ini bukan buatan Senior?" tanya Chen Feng kembali memasang wajah penasaran.


Kemudian sosok dari orang yang berada di peti paling puncak pun berkata.


"Hei anak muda! Ada beberapa senjata yang tidak bisa kakek tua itu ciptakan." ucap orang tua itu menimpali pembicaraan mereka.


"Apa yang anda katakan? Siapa anda? Kelihatannya anda memiliki status yang lebih tinggi daripada keempat Senior ini." ucap Chen Feng bertanya lagi.

__ADS_1


Dengan tawa yang keras, Kakek tua yang berada di puncak itu tampak terbahak bahak.


"Hahaha hahaha! Kau benar-benar bocah yang pandai berbicara ternyata. Apa arti kekuatan jika akhirnya menjadi seperti ini? Kau bertanya apa statusku? Baiklah aku akan memberitahumu. Aku adalah Kaisar langit pertama Lee Gong Gi, atau juga disebut sebagai pendekar pedang gila.


__ADS_2