
Lebah lebah penyerap Qi dan Ling Ling pun menyerap seluruh energi sejati dari ular itu hingga ular piton raksasa itupun lenyap, kemudian setelah ular piton raksasa itu lenyap muncul sebuah kristal bersinar berwarna hijau.
"Oh… ternyata ular ini memiliki inti binatang yang lumayan bagus, tidak buruk dan sangat bermanfaat ," ucap Ling Ling tersenyum.
"Ini sangat baik untuk meningkatkan kultivasi adik Qian Xue," pikir Ling Ling di dalam hati.
Lalu setelah itu Ling Ling pun berjalan menuju ke dalam gua kembali.
"Kalian kembalilah berjaga di sekitar gua ini, namun jangan terlalu mencolok agar tidak mengundang masalah lainnya lagi," ucap Ling Ling sambil melangkah masuk kedalam gua.
Kemudian setelah Ling Ling masuk kedalam gua, Qian Xue pun bertanya kepada Ling Ling.
"Kakak bagaimana keadaan di luar?"
"Semuanya telah aku selesaikan adik Qian Xue," jawab Ling Ling.
Lalu Ling Ling melangkah kearah empat komandan iblish.
"Komandan Fan Mo bagaimana dengan keadaan Chen Feng? Apakah sudah ada kemajuan?" tanya Ling Ling yang sudah mendekati komandan iblish.
"Sudah nyonya kalau saya tidak salah menebak dalam beberapa hari tuan Chen Feng akan siuman dari pingsannya, namun paling lambat mungkin dalam satu pekan ini akan segera siuman nyonya,"jawab komandan iblis Fan Mo.
" Oh syukurlah, kalau begitu sekarang juga kalian berempat beristirahatlah biar aku dan Qian Xue yang menjaga Chen Feng," kata Ling Ling menatap komandan iblis Fan Mo.
__ADS_1
"Baik nyonya, kalau begitu kami akan pergi keluar," jawab komandan iblis Fan Mo sambil melangkah pergi diikuti oleh komandan iblis Dixin, komandan iblis Mayong dan komandan iblis Yiesa.
Kemudian setelah empat komandan iblis meninggalkan gua Ling Ling mengeluarkan inti binatang yang dia dapatkan dari monster ular raksasa yang telah dia bunuh, lalu dia memberikannya kepada Qian Xue.
"Adik Qian Xue, ambillah ini dan seraplah, agar kekuatanmu pulih sepenuhnya." kata ling Ling.
"Ini inti binatang! Terimakasih kak," kata Qian Xue tersenyum senang, kali ini Qian Xue tidak ingin mempertanyakan asal dari inti binatang itu.
Dan tak lama kemudian Qian Xue berkultivasi untuk menyerap inti binatang yang diberikan oleh Ling Ling.
Sementara itu Ling Ling mendekati Chen Feng sambil membelai lembut wajah Chen Feng dan dia pun berkata.
"Cepatlah sadar Chen Feng, aku dan Qian Xue sangat merindukanmu dan juga mengkhawatirkanmu, jangan membuat hatiku menjadi tidak tenang," Ling Ling berkata sambil meneteskan air mata.
Sementara itu di domain atas terjadi kegemparan yang hebat, bagaimana tidak leluhur dari paviliun pil dan leluhur klan iblis darah telah mati, itu diketahui oleh kedua klan itu karena giok penanda jiwa milik kedua leluhur itu telah hancur, dan hal itu menandakan kalau kedua leluhur itu telah musnah di dunia ini.
Di dalam paviliun pil seluruh orang orang hebat berkumpul di dalam aula paviliun pil, mereka membahas tentang leluhur dari paviliun pil mereka yang telah mati.
Sementara itu di klan iblis darah terjadi kegemparan yang amat sangat, bahkan klan iblis darah Fan Hai menjadi sangat murka, takut dan juga sedih.Bagaimana tidak, bukan hanya leluhur dari klan iblis darah merah saja yang mati, akan tetapi seluruh anggota yang dikirimkan ke doamain tengah juga ikut mati.
Di dalamnya terdapat dua jenis berbakat yang akan melanjutkan tahta dari penguasa klan iblis darah Fan Long dan Fan Xiao, yang dimana Fan Long adalah anak kandung dari Fan Hai.kematian mereka itu dipastikan oleh token token penanda kehidupan milik mereka semua yang telah hancur.
Kemudian ketua klan iblis darah Fan Hai pun memanggil semua orang orang kuat untuk hadir di dalam aula klan iblis darah, untuk membahas tentang kematian untuk mereka semua dan untuk melakukan hal hal yang akan dilakukan untuk membalaskan dendam kematian mereka semua.
__ADS_1
Kemudian di tempat yang lain yaitu tempat klan pedang surgawi, leluhur dari klan pedang Surgawi yang menolak untuk pergi sewaktu di ajak oleh kedua temannya yaitu leluhur klan iblis darah Fan san dan iblis darah Yao Ming sedikit menjadi tenang dan sedikit bingung di dalam hatinya.
"Kenapa ini bisa terjadi,sebenarnya siapa yang mereka lawan hingga mereka mengalami kekalahan dan nyawa mereka pun melayang, apakah ada dewa yang turun dari langit tua atas sana? Karena kalau bukan seorang dewa tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan tingkat ranah alam suci didunia bawah ini, bukan satu alam suci yang dibunuh bahkan sekaligus dua ranah aalm suci langsung dibunuh.
"Di dunia alam bawah ini tidak mungkin ada yang dapat membunuh dua orang ditingkat ranah alam suci sekaligus, kalu bukan perbuatan dewa lalu siapa yang sanggup melawannya, apa mungkin tiga orang yang sedang dikejar oleh saudara Fan San adalah seorang dewa? Karena sewaktu mengajak diriku saudara Fan San mengatakan bahwa dia sedang mengejar dua wanita muda dan seorang pria muda, tidak mungkin orang orang muda itu dapat membunuh dua orang dari ranah alam suci, pasti mereka adalah seorang dewa," gumam leluhur klan pedang sugawi itu di dalam hatinya.
Sementara itu seorang wanita tua yang sedang duduk merenung yang kelihatannya sedang berfikir tak disangka dikejutkan oleh seseorang yang menegurnya.
"Hey Qian Er… ! Panggil pria tua itu yang tak lain adalah leluhur klan pedang surgawi Qian Mu.
" Ada apa dengan mu? Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya leluhur Qian Mu.
"Tidak kak,bukanlah sesuatu hal yang penting, aku hanya mengkhawatirkan muridku Qian Xue, "
"Apa… .! Memangnya dimana keberadaan Qian Xue saat ini,"
"Sewaktu kita masih berada di domain tengah di Kerajaan Tian Xu, setelah ujian tanah Tian Xu selesai Qian Xue meminta izin untuk pergi menemui seorang yang berarti di dalam hidupnya." ucap guru Qian Xue.
Lalu leluhur Qian Mu pun berkata.
"Saat itu bukankah aku telah memerintah semua untuk kembali ke domain atas, lalu mengapa kalian tidak kembali! Lantas siapa orang yang berharga di dalam hidup Qian Xue? Berasal dari sekte mana pria itu? " tanya leluhur Qian Mo,"
"Untuk lebih jelasnya aku pun kurang mengetahuinya, Qian Xue tidak banyak berbicara kepadaku, yang aku tahu Qian Xue sangat bersungguh sungguh dengan perasaannya, itu semua tampak dari kesungguhan di Wajahnya, walaupun dia tahu lelaki yang dia sukai telah memiliki seorang pasangan, tapi Qian Xue memberitahu ku, hanya berada di dekat pria. Itu saja itu sudah cukup bagiku, dan Qian Xue yakin dengan pilihannya sendiri dan dia yakin akan perbuatannya " ucap. Guru Qian Xue, Qian Er.
__ADS_1