
"Sebenarnya siapakah Tuan Chen Feng ini? Mengapa diusianya yang masih sangat muda dirinya memiliki kekuatan yang begitu besar, dan dia juga memiliki bawahan yang juga memiliki kekuatan yang besar. Bahkan sekarang tuan Chen memiliki seorang bawahan yang mempunyai pemikiran sangat bijaksana, dia mampu menyusun strategi yang handal. Pasti dibalik kehebatannya ini dia berasal dari keluarga bangsawan atau dari kerajaan utama di alam atas ini. Akan tetapi dirinya mengatakan bahwa ia berasal dari alam bawah. Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Hanya memikirkannya saja aku merasa pusing." gumam Chang Ma di dalam hatinya.
Sedangkan Chen Feng yang melihat saudara Ma terdiam, langsung bertanya kepadanya
"Saudara Ma ada apa? Apakah kau sedang memikirkan sesuatu? Jika kau memiliki masalah, maka katakanlah, biar kita bersama-sama memecahkannya jika Saudara Ma tidak keberatan." ucap Chen Feng menatap Chang Ma.
"Benar yang dikatakan oleh tuanku saudara Ma. Kau tidak perlu sungkan kepada kami, karena Tuan telah menganggapmu sebagai teman, maka aku yakin dirimu merupakan orang yang baik." timpal pangeran Hua Ling.
"Tidak, tidak. Aku tidak sedang memikirkan apa-apa tuan Chen, aku hanya heran saja! Mengapa anak muda seperti Tuan Chen dan para saudara-saudara sekalian, yang memiliki umur setara dengan diriku, dapat memiliki kekuatan yang amat sangat besar? Bahkan saudara Hua Ling yang juga hampir seumuran dengan diriku, mempunyai pemikir yang hebat dan juga penyusun strategi yang handal, sepertinya saudara Hua Ling sudah melakukan banyak pertempuran dan berada di situasi yang penting." jelas Chang Ma merasa heran.
"Saudara Ma terlalu memuji diriku ini. Semua yang aku miliki saat ini tidak terlepas dari campur tangan tuanku. Karena jika tidak ada beliau maka tidak ada Hua Ling yang seperti saat ini duduk bersama dirimu. Karena campur tangan dari tuanku inilah, diriku dapat menjadi yang saat ini duduk bersama dirimu." ucap pangeran Hua Ling menjelaskan.
Mendengar penjelasan yang dikatakan oleh pangeran Hua Ling, membuat tatapan dari Chang Ma tertuju kepada Chen Feng.
Lalu Chang Ma pun bertanya kepada Chen Feng.
"Apakah yang dikatakan oleh saudara Hua Ling itu benar tuan Chen?" tanya Cang Ma.
Namun pertanyaan dari Chang Ma bukanlah Chen Feng yang menjawabnya, melainkan seluruh anggota kelompoknya yang baru saja tiba dari menjalankan perintah untuk mencari perlengkapan mereka menginap di dekat danau itu.
"Saudara Ma. Apa yang dikatakan oleh saudara Hua Ling adalah kebenaran, jika tidak ada Tuan Chen, maka kami semua hanyalah sampah rendahan yang tidak mempunyai kekuatan untuk melawan sesuatu yang besar. Karena pemberian dari tuan Chen, bukan hanya saudara Hua Ling saja, tapi kami semua dapat memiliki kekuatan yang saat ini kami miliki. Oleh karena itulah, kami semua menyembah Tuan Chen sebagai tuan kami yang patut kami lindungi, dengan taruhan nyawa kami sendiri." kata komandan iblis Dixin.
"Saudara Dixin, akan tetapi dari awal sampai saat ini kita tidak pernah melakukan tugas kita dengan benar, untuk melindungi tuan dari seluruh musuh-musuh yang hendak menyakiti Tuan kita. Kitalah yang selalu dilindungi oleh Tuan jika sesuatu hal yang buruk terjadi." sangkal komandan iblis Fan Mo lirih.
"Benar sekali yang diucapkan oleh saudara Fan Mo, dari alam bawah hingga alam atas ini kitalah yang selalu dilindungi oleh Tuan, bukan malah sebaliknya." timpal Fan Mouji setuju.
"Benar, benar sekali yang diucapkan oleh mu saudara Mouji, kadang-kadang aku merasa malu jika teringat hal itu." kata Fan Kiyoung ikut menimpali.
"Kalian semua berbicara apa! Aku sekalipun tidak pernah menganggap kalian seperti bawahanku, Karena kalian semua adalah saudara-saudara kandungku, jadi aku rasa sangat patut bagi diriku untuk menolong kalian semua jika terjadi sesuatu hal kepada kalian." jawab Chen Feng menjelaskan kepada mereka semua.
Lalu dengan serentak seluruh anggota kelompok Chen Feng berlutut dan mengucapkan perkataan yang begitu tulus.
"Kami semua sangat-sangat berterima kasih kepada Tuan, yang telah menganggap kami sebagai saudara kandung dan selalu melindungi kami dari bahaya apapun, dan juga telah memberikan kami seluruh kemampuan dan kekuatan yang seperti saat ini kami miliki."
"Dan Tuan, janji kami ketika kita berada di alam bawah ini tidak akan pernah berubah sampai akhir hayat kami nanti, kami akan terus mengikuti tuan dan akan melindungi seluruh anggota keluarga tuan di masa depan nanti." ucap kembali para anggota kelompok Chen Feng.
Chen Feng yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh para anggota kelompok nya pun menjadi terharu.
__ADS_1
"Kalian semua bangkitlah. Jangan terlalu merendahkan diri kalian di hadapanku ini, aku bukanlah Tuan kalian, jadi tidak perlu menyembahku seperti itu." perintah Chen Feng sambil memegang bahu dari komandan iblis Fan Mo agar dirinya bangkit dari keadaan berlututnya.
"Maafkan kami tuan, ini semua adalah keinginan kami sendiri untuk menganggap Tuan sebagai Tuan kami, jadi kami mohon tu@!, izinkan kami untuk menganggap perasaan kami ini."
"Kalian semua benar-benar membuatku tidak bisa berkata-kata lagi, kalau begitu terserah diri kalian saja, jika kalian ingin menganggapku seperti itu. Akan tetapi yang perlu kalian ingat, aku hanya menganggap kalian sebagai saudaraku sendiri bukan sebagai bawahanku." sarkas Chen Feng dengan tegas.
"Terima kasih Tuan." jawab seluruh anggota kelompok Chen Feng sambil bangkit dari keadaan berlututnya.
Chang Ma yang melihat kejadian itu, langsung menatap kearah Chen Feng.
"Begitu mulia hati dari pemuda ini, akan sangat bahagia jika memiliki pemimpin seperti ini. Akupun tidak akan merasa terhina jika menjadi bawahan dari tuan Chen." gumam Chang Ma di dalam hatinya.
"Kalian semua persiapkan makanan, kelihatannya Saudara Ma begitu kelaparan hingga terlalu banyak termenung." goda Chen Feng kepada saudar Ma.
Mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya, membuat seluruh anggota kelompok Chen Feng tertawa sambil melihat ke arah Chang Ma.
"Tidak tidak Tuan Chen. Aku tidak merasa lapar." sangkal Chang Ma dengan perasaan malu yang terlihat dari wajahnya.
Sementara itu Chen Feng yang melihat seluruh anggota kelompoknya tertawa bahagia iya kemudian terpikirkan kepada kedua istrinya Ling Ling dan Qian Xue.
"Istri istriku, bagaimanakah kabar kalian saat ini? Diriku ini sangat sangat merindukan kehadiran kalian." gumam Chen Feng di dalam hatinya, sambil melihat ke langit luas.
Di tempat yang lain, tepatnya di benua utama di dalam klan utama yaitu klan pedang Surgawi, Qian Xue yang sedang duduk di sebuah ruangan lalu memandang ke arah langit sambil berkata.
"Sayangku! Di manakah kau saat ini? Aku sangat merindukanmu Chen Feng." ucap Qian Xue sambil meneteskan air mata mengalir di kedua pipinya.
Kemudian di belakangnya muncul seorang pria dengan tubuh tegap yang tidak lain dia adalah leluhur Qian Bao Bao yang berjalan ke arahnya.
"Adik Qian Xue. Apakah kau sedang memikirkan adik Chen Feng?"
"Benar, benar apa yang leluhur Qian Bou Bou ucapkan, aku sangat merindukan suamiku itu leluhur. Apakah tidak ada cara agar aku dapat bertemu dengan dirinya?" tanya Qian Xue dengan wajah yang sedih.
"Adik Qian Xue, bersabarlah aku yakin adik Chen Feng pasti juga sedang berusaha untuk menemukan dirimu dan adik Ling Ling. Untuk saat ini yang harusnya adik Qian Xue lakukan adalah terus-menerus mengasah kemampuan dan kekuatan yang adik Qian Xue miliki, agar di masa depan jika bertemu dengan adik Chen Feng, maka adik Qian Xue sudah dapat bertarung dengan berdampingan bersama adik Chen Feng dalam pertarungan melawan musuh-musuhnya. Karena di masa depan musuh-musuh dari adik Chen Feng bukanlah musuh-musuh dengan kekuatan yang biasa-biasa saja. Yang perlu adik Qian Xue tahu saja, klan iblis darah ketika adik Qian Xue bertemu dengan mereka sebelumnya. Bukankah mereka memiliki kekuatan yang amat sangat mengerikan? Jadi alangkah baiknya dengan dukungan yang kuat di klan pedang surga ini, maka adik Qian Xue harus segera mendapatkan kekuatan yang dahsyat, agar di masa depan adik Qian Xue dapat membantu pertarungan adik Chen Feng." jelas leluhur Qian Bou Bou mengingatkan.
Sambil terisak-isak, dengan wajah yang sedih Qian Xue mengukuhkan hatinya.
"Baiklah leluhur, aku memang harus segera memiliki kekuatan besar agar dapat berdampingan dengan suamiku untuk melawan para musuh-musuhnya itu. Memang ketika aku bertemu dengan orang-orang dari klan iblis darah, kekuatan yang mereka miliki sangat berbeda jauh saat mereka berada di alam bawah. Untuk itu kelihatannya aku memang harus memiliki kekuatan agar bisa mengalahkan orang-orang dari kondisi daerah itu. " jawab Qian Xue lalu kembali memandang ke arah langit yang luas sambil bergumam pelan.
__ADS_1
"Suamiku, aku akan selalu setia menantimu di sini, aku berharap dengan cepat agar kau dapat berada di benua utama untuk mencari diriku di klan pedang Surgawi."
****
Sedangkan ditempat yang lain, tepatnya di sebuah bangunan yang amat sangat megah yang berada di alam surga tepatnya di ras ular piton Surgawi, seorang gadis cantik dengan gaun berwarna merah sedang duduk di sebuah taman sambil memandang dengan kosong ke arah depannya.
Sosok cantik itu dia tak lain adalah Ling Ling. Di dalam kekosongan pikirannya itu ia membayangkan wajah dari suaminya.
"Aku sangat merindukanmu suamiku, kapankah kau akan datang untuk menemuiku. Aku benar-benar tidak bisa berada jauh-jauh dari dirimu." gumam Ling Ling di dalam hatinya.
****
Kembali ke tempat Chen Feng berada. Tak terasa hati Chen Feng terasa sakit, air mata tidak sengaja keluar dari kedua matanyax kemudian pikirannya tertuju penuh kepada kedua istrinya itu.
Ia sangat tahu bahwa kedua istrinya pasti amat benar-benar merindukannya seperti dirinya yang sangat-sangat merindukan kedua istrinya .
"Ling Ling, Qian Xue, tunggulah suamimu ini, pasti aku akan segera menuju ke tempat kalian berada." gumam Chen Feng di dalam hatinya.
Anggota kelompok Chen Feng dan Chang Ma menyadari ada sesuatu hal yang terjadi kepada Chen Feng.
"Saudara-saudaraku sekalian, lihatlah keadaan dari Tuan Chen. Kelihatannya dia sedang bersedih." ucap Chang Ma kepada seluruh anggota kelompok Chen Feng
"Saudara Ma, biarkanlah Tuan Chen seperti itu, aku tahu pasti dia merindukan kedua istrinya." jawab komandan iblis Fan Mo.
"Benar, sudah cukup lama kita terpisah dari keduanya. Pastilah Tuan merindukan kehadiran dari keduanya." timpal Fan Mouji.
"Aku tidak menyangka bahwa Tuan Chen sudah memiliki dua istri. Pastilah kedua istrinya itu bukanlah orang orang sembarangan" ucap Chang Ma terkejut.
"Benar yang Saudara Ma katakan. Keduanya memang memiliki status yang amat sangat istimewa. Nyonya kedua memiliki status wanita suci Dari klan utama pedang surgawi di benua utama, sedangkan nyonya pertama memiliki status wanita suci dari ras ular piton surgawi yang berasal dari alam surga." jelas komandan iblis Dixin.
Mendengar apa yang dikatakan oleh komandan iblis Dixin, membuat Chang Ma semakin terkejut-kejut.
"Apa aku tidak salah mendengar saudara Dixin? Kedua istri dari tuan Chen adalah wanita suci dari klan utama yang berada di alam atas dan alam surga! Lalu kemudian apa sebenarnya status dari tuan Chen ini?" tanya Chang Ma kepada seluruh anggota kelompok Chen Feng.
Namun anggota kelompok Chen Feng tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan dari Chang Ma, mereka hanya melemparkan senyuman bahagia kepada Chang Ma.
Tak lama kemudian, komandan iblis Fan Mo buka suara.
__ADS_1
"Saudara Ma. Jika kau memiliki takdir bersama kami suatu saat nanti, pasti kau akan mengetahui apa sebenarnya status dari tuan Chen kami." kata komandan ibisk Fan Mo sambil tersenyum lucu.