
Sementara itu Chen Feng dan Ji Ru Yu yang sedang mencari beberapa makanan sambil memeriksa keadaan di sekitar tempat mereka beristirahat, merasa sedikit canggung.
Lalu untuk mencairkan suasana, Ji Ru Yu pun bertanya kepada Chen Feng.
"Apakah kehidupanmu di alam bawah lebih menyenangkan dari pada kehidupanmu saat di alam atas ini?" tanya Ji Ru Yu tanpa menatap wajah Chen Fen
"Tentu Yu Er, kehidupan ku di alam bawah memang terasa lebih indah. Tapi ketika masih ada kedua orang tuaku yang berada di samping ku. Walaupun aku hanya hidup di sebuah perkampungan kecil, tapi bisa membuat hatiku bahagia, padahal saat itu aku hanya manusia biasa, yang tidak mempunyai kekuatan apapun.Namun setelah menjadi seorang kultivator. Aku harus selalu siap menghadapi berbagai macam hal pertarungan yang membosankan di setiap hari nya." jawab Chen Feng dengan nada serius.
"Lantas kalau boleh aku tahu, dari mana kau belajar seni bela diri dan seorang kultivator yang menjadikan kekuatanmu saat ini?" tanya Ji Ru Yu penasaran.
Lalu sambil tersenyum Chen Feng pun menjawab.
"Tentu ini semua karena kakek buyut mu."
Mendengar apa yang diucapkan oleh Chen Feng, membuat Ji Ru Yu menjadi terkejut.
"Apa maksud ucapanmu kakek buyutku? Apakah kamu pernah bertemu dengan kakek buyutku?" tanya Ji Ru Yu dengan sedikit memaksa.
"Cerita ini terlalu panjang untuk aku ceritakan, namun yang terpenting, apa yang aku dapatkan ini semuanya adalah berkat kakek buyut mu. Karena kakek buyutmu adalah guruku. Suatu hari nanti aku pasti akan mengatakannya. Dan tujuanku naik ke alam atas ini juga karena janjiku kepada kakek buyutmu. Ada perjanjian antara aku dan kakek buyutmu yang harus aku selesaikan sampai ke alam surga. Itu juga sebagai tanda rasa terima kasihku atas semua hal keberuntungan yang telah kakek buyut mau berikan kepadaku, dan satu hal lagi, sebagai balas jasaku kepada guruku yang tak lain adalah kakek buyutmu. Aku akan selalu melindungimu apapun yang terjadi, bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku sendiri. Aku tidak akan pernah membuat tubuh dan jiwamu terluka, itu janjiku kepada guruku." jawab Chen Feng menjelaskan.
__ADS_1
"Chen Feng.! Aku juga pernah bermimpi didatangi oleh kakek buyutku. Di dalam mimpiku itu kakekku berkata kepadaku, jika suatu hari nanti akan datang seorang pria yang akan menjadi pendampingku dan dia adalah murid dari kakek buyutku, tanpa diduga apakah itu adalah kamu? Padahal aku tidak pernah menyangka bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan, aku hanya menganggapnya sebagai angin lalu saja." ucap Ji Ru Yu tersenyum senang.
"Benarkah begitu? Aku rasa kakek tua itu benar-benar telah menyusun sebuah rencana besar. Bahkan dia telah mempersiapkan segalanya untukku sampai aku naik ke alam atas rupanya. Guru terima kasih atas segala hal yang kau berikan kepadaku, muridmu ini pasti akan mencari keadilan buatmu. Dan buatmu juga Yu Er. Janjiku kepada gurum ku telah kubuat ketika aku masih berusia 15 tahun , dan itu semua aku buat sebelum aku mengenal istri pertamaku yang telah meninggal dan kedua istriku yang selanjutnya yang saat ini berada di alam atas dan alam surga. Dengan kata lain kamu adalah istri pertamaku yang telah dipersiapkan oleh guruku. Itupun jika kamu menyetujui perjodohan di antara kita berdua, yang dibuat oleh kakek buyutmu itu Yu Er." kata Chen Feng sambil menatap wajah Ji Ru Yu.
Mendengar perkataan Chen Feng, Ji Ru Yu pun tidak dapat berkata-kata. Dia hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum, sebagai tanda setuju akan apa yang diucapkan oleh Chen Feng.
Lalu dengan lembut, Chen Feng pun memegang tangan Ji Ru Yu, kemudian menarik pinggangnya dengan erat dan menciumnya.
Keadaan romantis itu sangat didukung oleh suasana malam yang indah diterangi oleh bulan dan bintang-bintang yang bersinar terang. dan mereka pun melakukannya.
Di dalam hatinya, Ji Ru Yu merasa sangat heran, karena sedikitpun dia tidak melakukan perlawanan apapun atas apa yang Chen Feng lakukan kepadanya.
Tak lama berselang, .ereka pun telah selesai melakukan kemesraan di antara mereka berdua lalu Ji Ru Yu berkata kepada Chen Feng.
"Ayo kita kembali. Pasti saudara-saudara yang lain pun akan khawatir jika kita terlalu lama pergi." ajak Ji Ru Yu dengan wajah malu malu.
"Baik baiklah, kalau begitu ayo kita pergi." jawab Chen Feng memegang erat tangaj Ji Ru Yu.
Lalu Ji Ru Yu serta Chen Feng pun pergi ke tempat seluruh anggota kelompok Chen Feng berada.
__ADS_1
Hingga tak lama kemudian, mereka pun tiba di tempat peristirahatan dan disambut oleh seluruh anggota kelompok Chen Feng yang telah selesai berkultivasi.
"Tuan, nyonya....! Sapa seluruh anggota kelompok Chen Feng.
"Saudara-saudaraku, ambillah ini dan makanlah." titah Chen Feng sambil memberikan beberapa buah-buahan yang telah ia dapatkan dari dalam hutan di daerah reruntuhan bangunan kuno itu..
Dan pada akhirnya, seluruh anggota kelompok Chen Feng beristirahat dan menyantap buah-buahan yang didapatkan oleh tuannya itu.
Tanpa terasa ujian di dalam tanah terlarang Xing Tian sudah berlangsung selama 1 tahun lamanya, dari 3 tahun yang akan mereka jalani di dalam tanah terlarang Xing Tian itu.
Lalu pagi hari pun telah tiba. Kini kelompok Chen Feng sedang berkumpul menunggu titah dari Tuan mereka.
"Tuan..! Selanjutnya apa yang harus kita lakukan?" tanya komandan iblis Fan Mo.
"Tentu kita harus mencari keberadaan dari kolam darah spiritual." jawab Chen Feng.
"Jadi kita harus mencari kemana keberadaan dari kolam darah spiritual itu Tuan?" tanya Fan Mouji.
"Saudara-saudaraku tidak peduli ada di mana kolam darah spiritual itu berada, langkahkan kaki kita saja, jika memang kolam darah spiritual itu adalah keberuntungan yang disiapkan oleh tanah terlarang Xing Tian ini untuk kita, maka kitalah yang akan mendapatkannya, akan tetapi jika kolam darah spiritual itu tidak berjodoh dengan kita, maka biarlah, tidak perlu kita memaksakannya." jawab Chen Feng dengan nada tegas, lalu melangkah berjalan ke arah paling depan bersama istrinya Ji Ru Yu.
__ADS_1