
"Ya aku harap pun demikian nak Chen Feng. Aku yakin dengan kekuatan yang kamu miliki kamu dapat mengawal para jenius muda dari kerajaan Xuan ini hingga sampai ke kota Chang'An dan kembali lagi ke kerajaan Xuan." ujar yang mulia raja di depan seluruh anggota kerajaan Xuan yang berada di dalam aula istana kerajaan.
Hingga tak lama kemudian, acara pengenalan Chen Feng kepada seluruh anggota kerajaan pun telah berakhir, dan pada akhirnya mereka semua pergi meninggalkan aula kerajaan itu.
Tak terkecuali Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya, yang juga ikut meninggalkan aula tersebut.
Tidak terasa hari hari pun berlalu begitu cepat, hingga tibalah hari di mana seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan akan pergi mengikuti kompetisi beladiri di kota Cang An.
Terlihat di pelataran kerajaan, telah hadir begitu banyak orang-orang penting dari kerajaan Xuan, dan mereka dapat dikatakan adalah beberapa keluarga bangsawan yang berada di kota kerajaan.
Sementara itu para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan juga telah berkumpul di suatu lapangan untuk mendengarkan pengarahan yang akan dikatakan oleh yang mulia raja. Hingga tak lama tibalah saat yang mulia hendak berbicara.
"Kalian semua dengarkan aku. Kalian adalah kebanggaan dari kerajaan ini. Tentunya aku berharap kalian akan mendapatkan hasil yang bagus di dalam kompetisi beladiri yang diadakan oleh kota Cang An. Akan tetapi itu bukanlah segalanya yang perlu kalian ingat di dalam hati kalian, karena tidak perlu memaksakan diri jika tidak yakin atau tidak mampu untuk mengalahkan lawan-lawan kalian. Dan kalian berhak mengambil pilihan yang tepat untuk menyerah. Tidak perlu malu atas tindakan itu, karena kalian memiliki masa depan yang panjang dan masih banyak peluang kalian untuk membalas kekalahan, jadi camkanlah kata-kataku ini, untuk selalu bertindak sesuai kemampuan milik kalian. Kelihatannya itu saja yang dapat aku katakan. Aku tahu jika kalian telah menantikan kompetisi ini bukan! Maka dari itu aku tidak akan berpanjang lebar saatnya kalian semua harus berangkat." titah sang raja kepada para jenius jenius muda miliknya.
Lalu tatapan yang mulia raja mulai tertuju kepada Chen Feng serta para kelompoknya.
"Dan untukmu nak Chen Feng, aku percayakan seluruh jenius jenius muda ini kepadamu. Aku harap kau bisa menjaga mereka semua agar selamat sampai tujuan dan pulang kembali ke kerajaan ini." ucap yang mulia raja sambil mempersilahkan mereka semua untuk pergi ke kota Chang'An.
"Hingga pada akhirnya, Chen Feng pun memimpin rombongan dari jenius jenius muda dari kerajaan Xuan untuk pergi menuju ke kota Chang'An.
Di perjalanan menuju ke kota Chang An, tepatnya di wilayah yang belum jauh dari kota kerajaan Xuan.
Tuan muda Xu tampak menghampiri pangeran Lan sambil berbisik pelan.
"Pangeran! Semuanya telah aku siapkan, aku yakin kali ini bocah itu pasti mendapatkan balasan dari tindakannya yang telah berani mempermalukan pangeran." gumam tuan muda Xu kepada pangeran Lan.
"Apakah kau yakin dengan orang suruhan mu itu tanya pangeran Lan?"
"Tenanglah pangeran, namanya sudah cukup dikenal sebagai pembunuh bayaran paling mematikan di kota kerajaan kita jadi aku yakin dia akan dapat membunuh bocah itu." jawab tuan muda Xu.
Pangeran Lin yang diam diam dapat mendengar percakapan di antara adiknya dan Tuan muda Xu pun langsung mendekati mereka berdua dan kemudian bertanya kepada pangeran Lan.
"Adikku! Apakah kau berencana untuk membuat kekacauan kepada pengawal itu?" tanya pangeran Lin menatap curiga.
"Tentu tidak kak, mana mungkin aku akan membuat kekacauan." jawab pangeran Lan berbohong.
"Aku harap perkataanmu dapat kupercaya adikku, asal kau tahu jika kau benar-benar membalas dendam kepada pengawal Chen dan kau berhasil membalaskan dendam itu, lalu kau pikir siapa yang akan mengawal kita untuk sampai ke dalam kota Chang An?" tanya pangeran Lin menatap tajam.
__ADS_1
Kemudian setelah mengucapkan pertanyaan seperti itu, pangeran Lin pun pergi meninggalkan pangeran Lan dan Tuan muda Xu.
Melihat kekhawatiran yang tersirat jelas diwajah pangeran Lan, Tuan muda Xu langsung menepuk pundak pangeran Lan.
"Tenanglah pangeran, ketika anak itu mati maka aku akan meminta ketua Kang untuk mengawal kita sampai ke kota Chang'An." ucap tuan muda Xu membuat Pangeran Lan tersentak.
"Ternyata benar dugaanku, kau menyewa si kakek tua racun gila itu! Bagaimana kau bisa memerintahkannya? Bagaimana jika para jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan kita terkena racunnya juga? Apakah kau tidak memikirkan hal itu?" tanya pangeran Lan berteriak emosi.
"Tenanglah pangeran. Aku juga sudah mempertimbangkan hal itu. Jadi pangeran tidak perlu khawatir tentang hal itu semua. " jawab tuan muda Xu berkata santai.
Sementara itu Chen Feng yang sedang berjalan di paling depan barisan telah merasakan adanya beberapa kelompok yang mengintai mereka.
Lalu dengan cepat iya langsung mentransmisikan suaranya kepada seluruh anggota kelompoknya bahwasannya ada beberapa kelompok yang akan membuat kekacauan kepada mereka.
"Ingat, jika mereka bertindak. bunuh tanpa ampun." kata Chen Feng kepada para kelompoknya.
Mendengar suara transmisi itu,lalu anggota kelompok tentang pun merespon apa yang dikatakan oleh tuannya.
Chen Xiao, Chen Mo dan Chen Nan, ketiga lebah penyerap itu pun langsung bergerak membagi tugas mereka untuk mengawasi tindak-tanduk dari beberapa orang yang akan menimbulkan kekacauan sebagaimana yang diperintahkan oleh kakaknya Chen Feng.
Sementara itu Chen Feng yang tengah berjalan seorang diri ia pun langsung dihampiri oleh seseorang wanita cantik yang tidak lain adalah putri dari yang mulia raja.
"Maaf nona! Siapakah anda ini?" tanya Chen Feng yang memang tidak mengenali wanita itu.
"Oh iya maaf, aku belum pernah memperkenalkan diriku kepada Tuan. Namaku adalah Xiao Xuan. Aku adalah Putri dari yang mulia raja."
"Oh ternyata tuan putri, maaf maafkan saya yang tidak mengenal anda." ucap Chen Feng menunduk hormat.
"Tidak apa-apa tuan. Anda tidak perlu sesopan itu kepadaku." sarkas tuan putri Xiao Xuan.
"Baiklah. Mengenai pertanyaan dari tuan putri pastinya Tuan Putri pun sudah merasakannya bukan?" tanya Chen Feng kembali.
"Benar sekali Tuan. Di saat kita meninggalkan perbatasan dari kota kerajaan, aku sedikit merasa ada beberapa aura jahat yang sedang mengintai perjalanan kita." jelas tuan putri Xiao Xuan.
"Ternyata tuan putri memiliki penglihatan yang bagus, benar-benar seorang jenius muda yang berbakat." puji Chen Feng.
"Aku bukanlah apa-apa dibandingkan tuan, bahkan dengan usia tuan yang hampir sama dengan usiaku, Tuan sudah dapat mengalahkan komandan Han hanya dengan menggunakan jentikkan aura spiritual yang tuan keluarkan, Lalu Tuan juga membuat guru Xun tidak berkutik di hadapan Tuan. Jadi aku bukanlah apa-apa dibandingkan tuan."
__ADS_1
"Hahaha....!"
Sambil tertawa kecil Chen Feng pun berkata kembali kepada Tuan Putri itu.
"Tuan putri terlalu memuji diriku. Bahkan kekuatanku ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kalian semua." jelas Chen Feng merendah.
Lalu Chen Feng pun berkata kembali kepada tuan putri itu.
"Tuan Putri, saat ini tuan putri tidak perlu khawatir tentang beberapa orang yang sedang mengintainkita. Dan yang perlu Tuan Putri lakukan hanyalah memberitahukan kepada seluruh jenius jenius muda untuk tidak mengeluarkan aura spiritual sedikitpun dan jangan bertindak sedikitpun ketika beberapa orang yang mengintai kita itu datang mendekati kita." Ucap Chen Feng memperingatkan.
"Mengapa begitu tuan? Kami juga bukanlah orang yang lemah, bukankah tuan mengerti akan hal itu?" tanya tuan putri Xiao Xuan dengan nada tidak suka.
"Tidak bukan itu maksudku tuan putri. Kelihatannya di antara kelompok itu ada seorang ahli yang menggunakan racun. Dan nafas kehadirannya tampaknya ia berada di tingkat alam dewa tahap menengah yang sebanding dengan alam dewa tingkat ke-6. Jadi sudah pasti para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan bukanlah lawan dari ahli racun ini. Jadi aku mohon kepada tuan putri agar dapat memberikan informasi ini kepada seluruh jenius jenius mudah dari kerajaan Xuan anda." jelas Chen Feng dengan senyum tipis di sudut bibirnya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Chen Feng, tuan putri Xiao Xuan pun berbalik arah dan menghampiri seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan dan lalu ia pun berkata kepada mereka semua.
"Kalian semua dengarkan apa yang akan aku katakan. Tuan pengawal kita merasakan ada beberapa orang yang akan membuat kekacauan dengan kita. Tapi Tuan pengawal kita tidak mengizinkan untuk kita semua melawan kelompok itu. " ucap tuan putri Xiao Xuan.
Lalu para jenius jenius muda itu pun berkata kepada tuan putri.
"Tuan putri. Mengapa kita tidak boleh melawan orang-orang itu?" tanya para jenius jenius muda itu.
" Itu dikarenakan di antara orang-orang itu ada seorang ahli racun yang berada di ranah alam dewa tingkat ke-6." jawab tuan putri Xiao Xuan.
Mendengar penjelasan dari tuan putri Xiao Xuan, seluruh jenius jenius muda itu menjadi terkejut dan timbul ketakutan yang teramat sangat di dalam hati mereka.
Sementara itu tuan muda Xu dan pangeran Lan menjadi terpaku dan saling menatap satu sama lain, lalu pangeran Lan pun bertanya kepada tuan muda Xu.
"Bagaimana dia dapat mengetahui bahwa kakek tua itu sedang berada di dekat kita? Apakah kau tidak salah mengenali kakek tua racun gila itu? Apakah kau tidak salah orang" tanya pangeran Lan dengan nada emosi.
"Tentu tidak pangeran. Ahli racun itu ayahku yang mengundangnya, jadi bagaimana mungkin ayahku salah mengenali orang. Tapi bagaimana bocah itu dapat merasakan hawa keberadaan dari kakek tua itu? Ini sungguh-sungguh tidak mungkin, sebenarnya ada di tingkat ranah berapa bocah itu?" tanya tuan muda Xu merasa heran.
"Sekarang ini hal itu, tidak perlu dikhawatirkan. Karena yang perlu kau khawatirkan bagaimana jika bocah itu dapat mengalahkan kakak tua racun gila it, lalu dia akan bertanya siapa yang mengirim dia, apakah kau sudah siap akan konsekuensi dari ini semua?" ucap pangeran Lan sambil mendengus dingin.
Mendengar apa yang diucapkan oleh pangeran Lan, membuat tuan muda Xu ketakutan.
"Pangeran jika terjadi sesuatu tolonglah diriku ini, aku tidak ingin sampai dihukum oleh yang mulia raja." pinta tuan muda Xu.
__ADS_1
"Kalau ayahku kau tidak perlu merasa khawatir. Yang perlu kau takuti adalah bocah itu, bukankah ayahku telah memberikan kewenangan penuh kepadanya jika ada yang mencoba untuk mengganggu perjalanan kita semua untuk mencapai kota Chang'An, maka bocah itu boleh membunuhnya di tempat. Apakah kau lupa tentang hal itu!" teriak pangeran Lan sambil menatap tajam ke arah tuan muda xu.