
Kembali ke tempat di mana Chen Feng dan seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan berada. Chen Feng tampak melihat ke sekeliling di mana tempat itu dipenuhi dengan hutan-hutan dan juga aura jahat yang sangat menyengat.
Bahkan di dalam pandangannya, ia sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan dari para kelompoknya. Lalu Chen Feng pun melangkahkan kakinya sambil memanggil satu persatu nama para kelompoknya dengan keras, namun sama sekali tidak ada jawaban dari para anggota kelompoknya itu.
Melihat sikap Chen Feng seperti itu, pangeran Lan, pangeran Lin dan tuan putri Xiao Xuan pun mendekatinya.
"Pengawal Chen. Kemungkinan para saudara-saudaramu telah ditempatkan ke tempat yang berbeda dengan kita." ucap pangeran Lan.
"Benar pengawal Chen yang dikatakan oleh adikku, jadi kau tidak perlu risau tentang hal itu. Lagi pula kekuatan dari seluruh saudara-saudaramu itu tidak jauh berbeda denganmu, jadi aku pikir tidak ada seorangpun dari orang-orang benua Barat yang memasuki tanah peninggalan kuno ini dapat mengalahkan seluruh saudara-saudaramu itu dengan mudah." Ucap pangeran Lin menimpali.
"Chen Feng, kalau kamu mengkhawatirkan mereka, lebih baik kita mencari mereka terlebih dahulu sambil meneliti tanah peninggalan kuno ini." ujar tuan putri Xiao Xuan.
"wah, itu juga merupakan ide yang bagus, lalu kenapa kita tidak mencobanya." ucap pangeran Lan.
"Benar pengawal Chen. Mari kita bergerak untuk mencari para saudara-saudaramu itu." timpal para jenius-jenius dari kerajaan Xuan.
Lalu Chen Feng sambil berpikir sejenak, kemudian ia menyetujui apa yang dikatakan oleh para jenius-jenius dari kerajaan Xuan itu.
"Kalau begitu mari kita menelusuri hutan-hutan ini, tapi ingat jangan terlalu jauh dariku." kata Chen Feng sambil mengeluarkan lebah-lebah penyerap Qi dari dalam cincin penyimpanan ruangnya.
Para jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan itu sangat terkejut, ketika melihat lebah-lebah yang keluar dari dalam cincin penyimpanan ruang milik Chen Feng.
Terutama pangeran Lan, pangeran Lin dan tuan putri Xioa Xuan.
"Mengapa lebah lebah itu semakin hari semakin berbeda ukurannya? Terakhir kali bukankah ukurannya tidak seperti itu?" gumam ketiga anak dari yang mulia raja kerajaan Xuan itu.
Sedangkan ketiga lebah sudah menghadap kepada Chen Feng.
"Ada apa kak? Ada apa memanggil kami keluar?" tanya Chen Mo penasaran.
"Wah, benar-benar tempat dengan aura yang sangat indah." kata Chen Xiao si lebah merah menimpali.
"Sebenarnya ada di mana kita saat ini kak?" tanya Chen Nan si lebah kuning.
"Benarkak, aura ini sangat menyegarkan tubuh kami." timpal Chen Nan kembali.
__ADS_1
Lalu Chen Feng pun menjawab pertanyaan dari ketiga lebah itu.
"Saat ini kita berada di dalam tanah peninggalan kuno yang ada di dalam kota kerajaan Chang'An." jawab Chen Feng.
"Tapi mengapa kami tidak merasakan aura keberadaan dari para saudara-saudara yang lain kak? " tanya Chen Xiao merasa heran.
"Itulah yang menjadi kekhawatiranku. Tempat ini sangat mencurigakan, aku khawatir dengan keadaan mereka. Jika mereka berada di satu tempat secara bersamaan aku tidak akan khawatir sama sekali, akan tetapi jika mereka terpisah-pisah itulah yang aku khawatirkan di dalam benakku." jawab Chen Feng menjelaskan.
"Benar apa yang kakak katakan, jika begitu izinkan aku untuk pergi mencari mereka kak." ucap Chen Nan si lebah kuning pencari informasi.
"Iya, memang itu tujuanku yang sebenarnya adik, aku ingin kau mencari keberadaan mereka, sekali lagi aku katakan kepadamu adikku, maafkan kakakmu ini yang selalu merepotkanmu." ujar Chen Feng kepada Chen Nan.
"Kakak apa yang kau katakan, kau seperti dengan orang lain saja, kita ini adalah satu keluarga, jadi bagaimana mungkin kakak merepotkanku." sangkal Chen Nan dan langsung memanggil seluruh lebah-lebah kuning pencari informasi.
Setelah itu Chen Nan memberikan perintah kepada para lebah kuning untuk mencari keberadaan dari para saudara-saudaranya.
Dan dalam sekejap, seluruh lebah-lebah penyerap Qi berwarna kuning yang diketuai oleh Chen Nan pun pergi meninggalkan Chen Feng dan yang lainnya, untuk mencari keberadaan dari para anggota kelompok Chen Feng.
Seluruh jenius jenius dari kerajaan Xuan menjadi lebih terkejut melihat ketiga lebah dapat berbicara seperti layaknya seorang manusia.
"Pengawal Chen ini benar-benar orang yang sangat sangat hebat. Bukan hanya kekuatan dan harta pusaka legendaris saja yang dia miliki, bahkan saudara-saudara yang kuat pun pengawal Chen miliki, dan sekarang pengawal Chen juga memiliki hewan spiritual yang dapat berbicara layaknya manusia dan kelihatannya kekuatannya lebih mengerikan dari pada sebelumnya." gumam seluruh genius genius muda dari kerajaan Xuan, tanpa terkecuali ketiga anak dari yang mulia raja dari kerajaan Xuan.
"Dan untuk kalian berdua, apakah kalian sangat menyukai aura jahat yang berada di sekitar tempat ini?" tanya Chen Feng kepada kedua adiknya Chen Xiao dan Chen Mo.
"Benar kak, sangat benar apa yang kakak katakan. Di tempat asal kami dahulu ini adalah makanan yang sangat sulit didapatkan. " jawab Chen Xiao.
"Kak, apakah kami boleh menyerap aura kejahatan yang berada di tempat ini?" tanya Chen Mo kepada Chen Feng.
Mendengar perkataan Chen Mo, Chen Feng pun terdiam dan bergumam di dalam hatinya.
"Sebenarnya berasal dari mana lebah-lebah penyerap Qi ini? Dari yang mereka bicarakan sebelumnya, kelihatannya mereka bukan berasal dari alam bawah. Tapi biarkanlah jika mereka memang masih ingin merahasiakan asal usul mereka berasal. Yang terpenting mereka sudah menjadi saudara-saudaraku saat ini, tidak perduli asal-usul mereka bagaimana sebelumnya." gumam Chen Feng di dalam hatinya lalu menjawab pertanyaan kedua adiknya itu.
"Tentu boleh adikku, kalian seraplah seluruh aura kejahatan yang berada di tempat ini, tapi ingat berikanlah aura kejahatan itu juga kepada teman dan para saudara-saudara lebah yang lainnya." kata Chen Feng kepada kedua lebah itu.
"Tenang kak tenang, kami tentu tidak akan melupakan saudara Chen Nan dan saudara-saudara lebah yang lainnya, nanti kami akan menyerahkan aura-aura kejahatan ini untuk mereka konsumsi sebagai nutrisi bagi pertumbuhan kekuatan milik kami semua." kata Chen Xiao dan Chen Mo.
__ADS_1
Lalu sambil duduk di pundak kanan dan kiri Chen Feng, mereka tampak melahap aura-aura kejahatan yang berada di hutan peninggalan kuno tersebut.
Kemudian sesuatu keluar dari dalam tubuh Chen Feng dengan aura ganas yang membuat para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan menjadi takut dan gemetar, ketika merasakan aura kehadiran yang amat mencekam itu.
Kemudian terdengar suara imut yang berteriak mengejutkan mereka semua.
"Ayah, ayah aku juga ingin menyantap aura kejahatan ini, apakah aku diizinkan ayah?" tanya Chen Cen si bayi api hitam kecil yang baru saja keluar dari dalam tubuh Chen Feng.
Sontak kejadian itu pun membuat seluruh jenius jenius muda yang melihat sebuah api hitam kecil yang dapat berbicara keluar dari dalam tubuh Chen Feng bertambah terkejut.
"Apa itu? Benda apa itu sebenarnya? Bagaimana bisa sebuah api dapat memiliki tubuh dan dapat berbicara, ini bukankah sesuatu yang gila!"
Terjadi perbincangan di antara jenius jenius muda dari kerajaan Xuan itu.
Lalu Tuan muda Xu yang berada di dalam rombongan jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan itu pun menjadi lebih ketakutan.
"Sebenarnya berasal dari mana pengawal Chen ini? Mengapa ia begitu sangat memiliki kekuatan yang mengerikan, bahkan sebelumnya lebah-lebah penyerap Qi itu memiliki aura kekuatan yang sangat ganas, sekarang muncul kembali sebuah api hitam kecil yang kekuatannya mungkin sebanding dengan alam roh dewa, bagaimana mungkin anak semuda itu memiliki semua hal yang mengerikan di alam atas ini. Sebenarnya apa status dari pengawal Chen ini. Untung saja aku tidak melanjutkan tindakan gegabahku, kalau tidak maka keluarga Xu ku akan menghilang dari kota kerajaan Xuan." gumam takut tuan muda Xu sampai gemetar.
Sementara pangeran Lan, pangeran Lin dan tuan putri Xiao Xuan memiliki pemikiran yang sama dengan tuan muda Xu.
Kemudian tuan putri Xiao Xuan memberanikan dirinya mendekati Chen Feng.
Namun Chen Feng yang menyadari bahwa dirinya menjadi perhatian dari seluruh jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan itu. Langsung membalikkan tubuhnya menghadap mereka semua dan menatap tuan putri Xiao Xuan yang hendak berjalan mendekatinya.
"Kalian semua tidak perlu khawatir, mereka adalah adik-adik dan anakku, jadi mereka tidak akan pernah menyakiti orang-orang yang tidak bersalah." jelas Chen Feng sambil melihat wajah ketakutan dari seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan itu.
Lalu Tuan putri Xiao Xuan pun bertanya kepada Chen Feng.
"Chen Feng, siapakah bayi kecil ini?" tanyanya sambil menatap Chen Cen.
Lalu dengan manjanya Chen Cen pun menjawab.
"Aku adalah anak dari ayahku, siapakah wanita cantik ini? Apakah anda adalah wanita ayah yang baru?" tanya Chen Cen sambil tertawa menatap Chen Feng.
Mendengar jawaban dari api hitam kecil itu, tuan putri Xiao Xuan menjadi malu dan tersenyum kecil, sementara Chen Feng langsung menegur Chen Cen.
__ADS_1
"Kamu ini ya, suka sekali asal dalam berbicara, wanita ini adalah tuan putri dari kerajaan Xuan. Yang di mana ayahnya telah memberikan status kepada ayahmu ini, jadi mana mungkin ayahmu ini berani menjadikan tuan putri ini sebagai wanita ayah." kata Chen Feng menjelaskan sambil mengetuk kepala dari Chen Cen.
Dan kejadian itu pun berhasil membuat keadaan yang menegang itu menjadi lebih santai lagi.