Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 10


__ADS_3

"Gam, kamu cari segala informasi tentang Viola" perintah Bryan pada asistennya tersebut


Agam mengerutkan kening merasa heran dengan perintah Bossnya tersebut, namun sejurus kemudian ia sadar dan menganggu mematuhi perintah dari Bryan


"Baiklah, sekarang kau keluarlah" ucap Bryan


"Baik, selamat siang pak" pamit Agam, Bryan hanya mengganggukkan kepala mengiyakan


"Hufffttt....semoga keputusanku ini sudah tepat" monolog Bryan


Ditoko milik Agatha


"Ta, tadi ada pesenan lagi? Aku lihat tadi ada mobil keluar dari toko deh" ucap Milla yang baru datang


"Iya mil, lima lagi" jawab Agatha bahagia


"Wihhhh keren keren" Milla pun ikut bahagia dengan peningkatan pesanan ditoko tempat ia bekerja


"Kamu nyanggupinnya berapa lama?" tanya Milla


"Tiga hari mil" jawab Agatha


Milla pun mengangguk menimpali, Ya....sebenarnya hari ini juga Agatha sanggup jika harus menyelesaikan 5 lukisan sekaligus. Namun memang masih ada beberapa pesanan dari orang lain yang belum Agatha selesaikan


Benar saja, Agatha mampu menyelesaikan lukisan yang dipesan Bu Henny dalam tempo waktu yang telah dijanjikan. Bu Henny pun sangat puas dengan hasil karya Agatha hingga tak segan segan Bu Henny pun memberikan bonus tambahan sebagai apresiasi dari kerja keras Agatha dan Milla


Selama beberapa minggu toko Agatha mengalami pembengkakan konsumen hingga tak jarang ia dan Milla harus lembur hingga larut. Beberapa hari yang lalu Agatha meminta Milla untuk memberikan jadwal libur untuk mereka berdua. Maklumlah karena kesibukan yang mendera Agatha pun ingin libur sejenak, barangkali sehari atau dua hari untuk mengistirahatkan badannya dan bermalas malasan dirumah


Kemarin semua pesanan yang masuk sudah di kerjakan oleh Agatha hingga hari ini benar benar tak ada pesanan. Hufffttt.... Akhirnya hari yang digadang gadang telah tiba, hari ini Agatha benar benar akan bermalas malasan dirumah


Dimulai dengan bangun diwaktu yang beranjak siang lalu ia pun bergegas kekamar mandi, badan Agatha rasanya benar benar tak nyaman. Barangkali mandi kemudian baru sarapan adalah urutan aktivitas yang tepat


Dikantor milik Bryan

__ADS_1


Karena kepadatan aktivitas yang harus dilakoninya beberapa minggu ini, Bryan hingga benar benar melupakan permintaan yang diajukannya pada Agam, padahal beberapa hari setelah Bryan meminta Agam untuk mencari informasi tentang Viola, secepat itu pula Agam mampu memenuhi semua permintaan Bossnya


"Agam, mana informasi yang aku minta" ucap Bryan pada Agam


"Maaf pak, apa tidak sebaiknya saya memberikannya setelah semua agenda hari ini selesai saja supaya nanti bapak bisa melihat informasi yang saya berikan saat sudah bersanta saja" saran Agam


"Hufttt...." helaan nafas Bryan sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya


"Apa agenda saya hari ini?" tanya Bryan


"15 menit lagi anda akan meeting dengan perusahaan B pak"


"Disusul dengan Meeting dengan perusahaan M direstoran didaerah Kemangi"


"Lalu anda akan meninjau berlangsungnya proyek kita didaerah pesisir"


"Selepas itu anda bisa langsung pulang tanpa harus kembali lagi kekantor" ucap Agam


Bryan menghirup nafas dalam dalam lalu menghembuskannya beberapa kali, mencoba memberikan kekuatan pada dirinya sendiri agar semangat menjalani aktivitasnya hari ini


Seusai mandi Agatha pun turun kebawah ingin mengisi perutnya yang telah keroncongan lalu berencana akan menghabiska waktunya hari ini dengan bermalas malasan didalam kamar


Saat menuruni anak tangga Agatha berpapasan dengan Sellena, terlihatlah Sellena dengan wajah yang terlihat pucat dan lemas dengan membawa kantong kresek berukuran kecil. Melihat keadaannya Agatha pun tak tega hingga mau tak mau ia harus menanyakan keadaan Sellena


"Kau tak kuliah Sellena?"


"Apakah kau sakit? Wajahmu terlihat pucat sekali" tanya Agatha memegang lengan Sellena namun ditepisnya tangan Agatha dengan kasar oleh Sellena


"Menjauhlah dariku dan jangan kau ikut campur dengan hidupku" tukas Sellena yang merasa tak suka dengan segala tingkah sok perhatian Agatha


"Aku hanya kasian denganmu" ucap Agatha merasa jengkel dengan respon yang diberikan oleh Sellena


"Terserah, lebih baik kau urusi hidupmu sendiri" ucap Sellena penuh penekanan lalu naik keatas, berniat ke kamarnya mungkin.

__ADS_1


Tak mau ambil pusing, Agatha pun melangkah menuju meja makan, terlihat hanya ada pembantu. Lantas dimanakah keberadaan Mama tirinya? Ah mungkin saja ia tengah bepergian dengan teman teman sosialitanya


Agatha pun memakan makanan dengan santai lalu masuk kembali kekamar, dilihatnya ponselnya ternyata tak ada pesan masuk dari Reyhan, Ah...mungkin saja ia tengah sibuk kuliah pikir Agatha


Seharian ini Agatha benar benar mewujudkan keinginannya untuk semedi didalam kamar hingga malam menjelang


Seusai melaksanakan semua agenda yang melelahkan hari ini, Bryan berniat untuk kembali pulang kerumahnya. Namun tiba tiba ia teringat sesuatu


"Gam, mana laporan tentang Viola?" tanya Bryan pada Agam yang tengah fokus menyetir


"Astaga, saya lupa Pak" kaget Agam


"Apa maksudmu? Kau belum mendapatkan apa yang aku minta?" tanya Bryan penuh intimidasi


"Em..sudah pak, tapi laporan itu berada dikantor" jawab Agam dengan nyali ciut


Bryan menghela nafas panjang, bagaimana bisa laporan tersebut tertinggal di kantor padahal dirinya tengah dalam perjalanan pulang kerumah


"Putar balik" perintah Bryan


"Maksud Bapak? Tanya Agam tak mengerti


"Putar balik kekantor" tukas Bryan dingin


"Baik pak" mau tak mau Agam pun memutar balik arah mobil kembali kekantor sesuai dengan perintah Bossnya tersebut


Seusai mandi dan melaksanakan Sholat Agatha berniat ingin keluar rumah, dlsekedar ingin melihat lihat emperan saja. Saat sampai di ruanh tamu terlihat Sellena, Papanya dan Mama Hsnny tengah duduk diruang tersebut


Namun bukan itu aneh, yang aneh adalah sosok laki laki yang tengah duduk disamping Sellena, laki laki itu duduk berseberangan dengan Papa dan juga Mama Tirinya


Jaket yang dikenakan oleh laki laki itu tak asing untuk Agatha, yah...ia sangat yakin jika jaket tersebut adalah jaket yang dibelinya untuk diberikan pada seseorang. Sebelum ia benar bsnar memanggil orang tersebut, Agatha terus mengamati jaket yang dikenakan orang tersebut dengan seksama hingga akhirnya ia benar benar yakin siapa pemilik jaket tersebut


Sebelum memanggil orang tersebut, Agatha berfikir keras untuk apa gerangan orang tersebut datang kerumahnya? Padahal selama ini ia tak pernah memperkenalkan keluarganya bahkan alamat rumahnya sekaligus karena ia sungguh tak ingin semua keluarganya terutama Mama tirinya akan mengeluarkan jurus nyinyirnya tentang peingatan ia harus sadar akan siapa dirinya jika Mama Henny sampai melihat ia membawa orang lain masuk berkujung dirumah rasa neraka ini

__ADS_1


Ah...mungkin saja selama ini diam diam dia mengikutiku bahkan sampai kerumah sekalipun. Ah..dan mungkin juga jika kali ini ia tengah memberikan kejutan untukku


Membayangakan hal itu saja sudah membuat Agatha berseri seri hingga rona kemerahan tercetak jelas dipipi mulusnya


__ADS_2