Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 13


__ADS_3

Yah...Agatha memantapkan langkahnya memasuki bar hiburan malam ternama di Ibu kota, tanpa pengalaman Agatha memasuki tempat itu dengan keyakinan. Hal pertama yang dilihatnya adalah para Anak manusia yang berjoget dan bergoyang ria seakan akan mengekspresikan hidupnya dengan bebas, seolah olah sebagai manusia tak pernah mendapat kesusahan hati


Tempat yang dipilihnya adalah meja nomor dua dari ujung. Tak terlalu ramai karena kebanyakan pengunjung tengah berjoget ria. Tak berselang lama seorang pelayan pria datang menghampirinya menanyakan pesanan apa yang akan dipilihnya


Minuman dengan kadar alkohol.yang tinggi, Yah...itu adalah minuman yang terlintas dalam pikirannya saat ini. Tujuannya datang kesini adalah agar ia bisa melupakan masalahnya, minuman haram itu satu satunya pilihannya saat ini


Dipesannya minuman tersebut, 1 botol minuman dengan gelas kaca bening berukuran kecil. Agatha menarik nafas dalam dalam meyakinkan dirinya agar meminum minuman tersebut. Agatha tentu saja tau jika minuman didepannya ini adalah minuman haram, namun logikanya berkata lain dengan tetap membenarkan tindakan yang akan dilakukannya. Toh...ia juga tak pernah menyentuhnya selama ini, ini adalah kali pertama ia akan meminum minuman efek tinggi ini


Pahit dan panaslah rasanya saat cairan itu melewati kerongkongannya, Agatha sampai harus memejamkan matanya rapat rapat mencoba menikmati rasa minuman itu. Berlahan lahan ia telah mulai beradaptasi dengan rasa pahit dan panas minuman itu.


Hingga sedikit demi sedikit ia telah mulai kehilangan kesadarannya tanpa ia sadari beberapa pasang mata telah mengincar dirinya dan perlahan lahan mendekati Agatha dan berniat menggodanya


Bryan yang baru sampai langsung duduk dikursi kosong dan meminum dengan cepat, beberapa tegukan sama sekali tak membuat dirinya mabuk oleh minuman haram tersebut


"Brengsek" teriak Agatha menepis tangan tangan yang mulai menyentuhnya


"Kau terlihat sangat kacau nona, ikutlah denganku aku akan menenagkanmu" goda salah satu orang dari 3 orang laki laki yang berdiri disamping sisi kiri kanan dan belakang Agatha


"Aku membencimuuuuuu" rancau Agatha lagi


"Brengsekkkkk" gumam Agatha


Salah satu laki laki yang lainnya menyentuh pundak Agatha, menuntunnya untuk berdiri meninggalkan tempat tersebut


"Lepasss" sentak Agatha membuat beberapa orang di tempat tersebut menengok kearahnya

__ADS_1


Bryan mengamati perempuan yang duduk agak sedikit jauh dengannya tersebut, mengamati lekat lekat, otaknya tengah berupaya keras untuk mengingat ingat siapa gerangan wanita tersebut


"Agatha, pemilik toko lukisan" gumam Bryan setelah otaknya menemukan siapa gerangan wanita tersebut


Melihat Agatha yang terus merancau tak jelas dan digoda 3 orang pria, tak menunggu lama Bryan pun berdiri dan menghampiri Agatha


"Lepaskan diaaa!" teriak Bryan yang ditujukan pada 3 laki laki didekat Agatha


"Jangan sok jadi pahlawan lo" geram seorang laki laki tersebut karena merasa langkahnya membawa Agatha terganggu dengan kehadiran orang yang sok menjadi pahlawan ini


"Lepaskan dia Brengsekk!!" geram Bryan karena merasa perintahnya diabaikan, tanpa menunggu lebih lama lagi Bryan melangkah lebih mendekat lagi


Bughhh....satu pukulan Bryan berhasil mendarat dengan mulus dipipi kiri salah satu laki laki tersebut hingga membuatnya terhuyung kebelakang


Bukkk...belum sampai bogeman mentah itu mendarat dipipi Bryan, terlebih dulu Bryan mencekal genggaman tangan tersebut dan mendorongnya kebelakang hingga oramg tersebut mundur beberapa langkah kebelakanh


Satu orang lagi juga akan melayangkan tendangannya untuk Bryan, dengan geait pula Bryan menghindar ke kanan lalu maju dan menendang betis laki laki tersebut dari samping belakang sehingga membuat laki laki tersebut tersungkur di lantai


Sebagai langkah terakhir Bryan melayangkan tendangan pada dua orang yang tadi lebih dulu dihajarnya hingga kedua orang tersebut terpental beberapa sentimeter dari jarak awal. Bryan menatap laki laki yang betisnya ditendang tadi yang saat ini tengah tengkurap dilantai lalu Bryan mendekat dan menginjak tengkuk laki laki tersebut hingga membuat nafas laki laki tersebut tersenggal senggal


"Ini balasan untuk kalian karena telah mengganggu wanita tersebut" tegas Bryan lalu berbalik arah menuju kursi Agatha. Dilihatnya Agatha dengan keadaan kacau yang terus merancau tak jelas, tanpa berfikir ulang Bryan pun langsung mengangkat tubuh Agatha layaknya seorang Brydal Style


Dengan keadaan Agatha yang seperti ini tanpa bisa diajak bicara tempat yang tepat untuk membawa tubuh Agatha adalah hotel, tak mungkin kan ia akan membawa wanita ini pulang kerumah? Apalagi melihat kondisi Agatha yang berantakan juga bau mulut Bryan yang mengandung bau menyengat alkohol, meskipun ia tak mabuk namun tentu saja mulutnya akan meninggalkan jejak minuman laknat tersebut


Digendongnya tubuh mungil Agatha menuju mobilnya, seusai merebahkan tubuh Agatha dimobilnya Bryan pun melajukan mobilnya menuju hotel. Hotel bintang lima terlalu jauh dan lagi pula ia tak mungkin akan ke hotel bintang lima dengan seorang wanita mabuk apalagi dirinya sendiri juga telah minum minuman memabukkan tersebut

__ADS_1


Yah...hotel kecil saja yang paling aman pikirnya, tak perlu ribet dan juga tak akan ada yang perduli jika ia membawa wanita meskipun Bryan sendiri sama sekali tak berniat menyentuh Agatha


"Kau wanita gila" rancau Agatha dalam tidurnya


"Wanita sialan" gumannya lagi yang masih bisa didengar oleh Bryan


"Mungkin ia sedang dalam masalah hingga ia melarikan diri pada minuman haram sama sepertiku" monolog Bryan sembari fokus menyetir


Tak berselang lama netra Bryan menangkap sebuah hotel yang terbilang keci, tanpa Ba bi bu lagi Bryan langsung membelokkan stirnya menuju hotel tersebut


Dengan susah payah Bryan membawa tubuh Agatha masuk, setelah mendapatkan kunci kamar hotel Bryan langsung menuju kamar yang telah dipesannya


Kreeekkkk....suara pintu hotel, buru buru Bryan merebahkan tubuh Agatha diatas ranjang. Diluhatnya kamar hotel ini cukup bersih dengan kamar mandi didalamnya


Diamatinya lekat lekat wajah Agatha, seperti ada kesedihan yang mendalam dirauh wajah wanita itu, Bryan memajukan tangannya berniat ingin merapikan anak rambut Agatha


"Reyhan" pekik Agatha yang langsung membukakan matanya lebar lebar karena merasakan sentuhan tangan kekar pada dahinya. Pasti Reyhan pikirnya karena tak ada lagi laki laki lain yang ada didekatnya kecuali Reyhan


"Kau datang untuk menjemputku" ucap Agatha dengan senyum lalu bangkit untuk duduk memeluk Bryan yang disangkanya adalah Reyhan


"Aku bukan Reyhan" pekik Bryan berusaha melepaskan pelukan erat Agatha pada tubuhnya


Namun sepertinya ucapan Bryan hanyalah angin lalu ditelinga Agatha yang sama sekali tak merespon ucapan Bryan. Malahan Agatha berdiri dan ******* bibir Bryan dengan ganas. Dalam pikiran Agatha yang masih dalam pengaruh minuman beralkohol ini adalah satu satunya cara agar Reyhan tetap memiliki tanggung jawab padanya dan tak akan pernah meninggalkannya


Bryan mematung dengan gerakan tiba tiba Agatha

__ADS_1


__ADS_2