Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 49


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya sampailah Bryan dikediaman orang tuanya


Mama Henny dan Papa Hamdan saat ini tengah duduk diteras samping rumah Bryan dengan berbincang ala kadarnya dengan ditemani oleh secangkir teh dan beberapa jenis camilan


Bryan yang kebetulan melihat itupun akhirnya turun dari mobil dan menghampiri Mama Papanya


"Assalamualaikum Ma, Pa" salam Bryan mengagetkan Mama Henny dan Papa Hamdan, Bryan pun meraih tangan Mama dan Papanya untuk diciumnya secara bergantian setelah sampai dihadapan orang tuanya


"Waalaikumsalam" jawab Mama Henny dan Papa Hamdan hampir bersamaan


"Udah pulang?" tanya Mama Henny pada Bryan, padahal sendirinya sudah tau jawabannya sendiri


"Ya iyalah Bryan baru pulang, emang semalem Mama lihat Bryan apa?" sinis Bryan membalikkan pertanyaan Mamanya


"Ishhhh" disis Mama Henny


"Gimana yan? pemenangnya mau gabung sama padepokan kita?" tanya Papa Hamdan pada Bryan


Bryan pun melangkahkan kakinya menuju kursi kosong disamping Mama Henny yang memang tidak luas bahkan bisa dibilang kursinya hanya mampu diduduki oleh Bryan dibagian ujungnya saja


"Emmm....nggak dapet pa" jawab Bryan cengengesan


"Ih...dasar, kalian gimana sih? kok sampai sampai nggak bisa menarik minat para juaranya sih?" kesal Papa Hamdan saat mendapatkan jawaban yang sama sekali tidak memuaskan baginya


"Pemenangnya cewek pa" ucap Bryan


"Apa?" kaget Mama Henny, sedangkan Papa Hamdan biasa saja karena memang ia sudah tau akan hal itu


"Kok bisa?" tanya Mama Henny tak percaya


"Bisa apanya ma?" tanya Bryan yang kurang paham akan maksud dari perkataan Mamanya


"Ya itu....kok anak cewek bisa menang?" tanya Mama Henny yang masih tak percaya


"Ya kan dia latihan ma, lagian cowok atau cewek itu sama aja" jelas Bryan


"Ya itu, kok keluarganya ngizinin gitu loh? padahal kan cewek. Nanti kalau malah jadi cewek tomboy gimana?"


"Sayang tau kalau cewek itu pecicilan, nggak anggun...huh...gimana sih orang tuanya" kesal Mama Henny

__ADS_1


Andai saja Mama Henny mengetahui jika anak itu adalah cucunya sendiri dan Bryan lah yang mewariskan bakat bela diri itu pada Nayla dan jika perkataan Mama Henny benar tentang suatu saat nanti anak itu akan jadi anak tomboy, apakah Mama Henny tak menerimanya? huh....tentu saja tidak, Mama Henny dan keluarganya pasti bisa menerima Nayla dengan kekurangan dan bakatnya? bakat? tentu saja itu adalah bakat karena tak semua orang bisa pandai dalam hal bela diri apalagi ini adalah anak perempuan, tentu saja akan ada poin plus dan minusnya


"Bukan pecicilan ma, tapi pemberani" ucap Bryan yang mencoba menjelaskan pada Mamanya


"Halllah, tetep aja nggak anggun" bantah Mama Henny


"Siapa bilang ma kalau cewek ikut bela diri jadi nggak anggun?"


"Anggun itu kepribadian ma, sedangkan bela diri itu bakat"


"Itu berkesampingan ma, jadi nggak bisa dijadiin satu"


"Kalau memang kepribadiannya anggun meskipun ikut bela diri akan tetep anggun ma"


"Emang Mama nggak lihat apa banyak anak perempuan yang pecicilan tuh buktinya, padahal nggak ikut bela diri" jelas Bryan panjang lebar


"Nah....bener tuh kata Bryan ma, lagian Mama sih pemikirannya kuno banget" sahut Papa Hamdan


"Kuno?" tanya Mama Henny memastikan apa yang didengarnya dengan alis yang menyatu tanda tak mengerti


"Ya iyalah kuno, kayak orang dulu yang sukanya bilang kalau bela diri tuh buat anak cowok. Kalau anak cewek tugasnya didapur aja, soalnya ujung ujungnya nanti juga pasti mentoknya didapur"


"Nah....bener tuh pa....hahahaha...." tawa Bryan dan Papa Hamdan pun pecah


"Emang namanya siapa?" tanya Mama Henny tanpa memperdulikan tawa Bryan dan suaminya


"Nayla Putri" jawab Bryan setelah berhasil mengentikan tawanya


"Nayla Putri?" gumam Mama Henny, sepertinya nama itu tak asing untuk Mama Henny tapi entahlah tiba tiba untuk saat ini ia melupakan nama yang padahal tak asing menurutnya tersebut


Berbicara soal Nayla, tiba tiba Bryan ingat akan permintaan Nayla perihal kedepannya ia tak akan pernah meninggalkan Nayla dan juga Mamanya


"Emmmm Ma, Pa ada yang mau Bryan omongin" ucap Bryan tiba tiba


"Apa?" tanya Mama Henny


Bryan sempat bimbang untuk sesaat, apakah ini saatnya baginya untuk memberitahukan tentang Agatha dan Nayla pada kedua orang tuanya?


"Apa yan?" Mama Henny menyenggol lengan Bryan membuat Bryan langsung tersadar dari lamunannya

__ADS_1


Ehhhhh ....kaget Bryan


"Apa sih? kok lama banget?" tanya Mama Henny tak sabaran


"Emmm kayaknya nanti aja deh ma, nunggu waktu yang tepat" ucap Bryan kemudian


"Ada apa?" tanya Mama Henny penuh selidik karena tak biasanya Bryan menutup nutupi sesuatu darinya


"Maafin Bryan ma, untuk saat ini Bryan belum bisa ngasi tahu dulu" ucap Bryan penuh sesal


"Yaudah nggak papa" jawab Mama Henny mengelus elus lengan Bryan


"Emmmm Violla dimana ma?" tanya Bryan kemudian


"Keluar dari tadi siang" Jawab Mama Henny


"Kapan kamu akan menceraikan Violla?" tanya Papa Hamdan tiba tiba


"Cerai?" terkejut Mama Henny, padahal sendirinya juga sudah tak suka pada Violla, namun jika untuk cerai? entahlah, selama ini ia melupakan hal tersebut


"Cerai? apa Papa tau rencanaku? apa terlihat sangat kalau aku ingin menceraikannya?" batin Bryan


"Papa tau kamu sebenarnya sudah ingin lepas darinya" lanjut Papa Hamdan yang seakan tau akan keterkejutan Bryan


"Apa? jadi selama ini Papa tau?" tanya Bryan tak percaya


"Mama?" Bryan menatap Mamanya yang menggelengkan kepala sebagi tanda bahwa ia tak tau


"Kamu sudah menahannya selama ini, jadi kamu bisa melepasnya saat sudah punya bukti" lanjut Papa Hamdan


"Bukti? bukti apa?" tanya Mama Henny yang sama sekali tak tau apa apa akan hal ini


"Carilah bukti yang kuat dulu, siapa orang yang berada dibaliknya. Violla bukanlah orang yang menginginkan kamu sebagai sasarannya, dia hanya sebagai boneka" ucap Papa Hamdan


"Bagaimana Papa bisa tau kalau dia hanya Boneka?" tanya Bryan pada Papanya


"Papa pernah tidak sengaja mendengarnya saat tengah bertelepon dan sepertinya Violla sangat ketakutan saat itu, dan setelahnya Papa lihat dia mencoba memasuki kamarmu lewat jendela namun tidak bisa karena sepertinya kamu menguncinya dari dalam dan setelah itu Papa sering kali melihatnya seperti dalam keadaan tertekan" jelas Papa Hamdan panjang lebar


Bryan pun mangut mangut mendengarkan cerita dari Papanya, sedangkan Mama Henny tampak seperti orang linglung disini karena hanya ia sendiri yang tak paham apa yeng tengah dibicarakan oleh anak dan suaminya

__ADS_1


"Jadi, carilah bukti yang kuat agar kamu juga bisa menemukan siapa yang ada dibalik Violla" tegas Papa Hamdan


__ADS_2