Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 9


__ADS_3

"Hanny maafin ayang yah, ayang nggak sengaja." panik Ratih sembari membbantu Dimas berdiri.


"Ratih?" panggil Om Bayu yang tiba tiba saja sudah ada disamping Ratih, Ratih pun menoleh dan...


"AstagaAaaa." terkejut Ratih, bukan terkejut beneran tapi hanya pura pura.


"Hah hah o om ngapain disini?" tanya Ratih dengan nafas naik turunnya.


"Eh ayo sayang, gimana ada yang sakit nggak?" tanya Ratih sembari menepuk nepuk lengan Dimas.


"Nggak kok." jawab Dimas cuek.


"Eh iya om kenalin ini namanya Kim Dimas." ucap Ratih memperkenalkan Dimas.


"K kim Dimas? oh keturunan Korea yah?" tanya Om Bayu dengan sedikit heran.


"Simulasi nama korea om, soalnya sehabis nikah nanti kita rencananya mau langsung pindah ke korea." jawab Ratih dengan senyum yang mengambang dibibirnya.


"Ayo cembukor dong om Ratih mohon." batin Ratih dengan penuh pengharapan sembari menatap wajah Om Bayu lekat lekat.


Raut wajah Om Bayu yang pada mulanya tampak terheran heran kini ada sebuah lengkungan dibibirnya.


"Oh gitu." jawab Om Bayu mangut mangut.

__ADS_1


"Eh kalian mau makan kan? gimana kalau gabung sama kita aja." ajak Om Bayu yang kemudian memberi kode kepada teman wanitanya yang menganggukkan kepala menyetujuinya.


"Eh nggak usah om nanti malah ganggu, hehe." tolak Ratih dengan sopannya.


"Nggak kok kita nggak ngerasa keganggu sama sekali, ya kan?" tanya Om Bayu pada wanita yang datang bersamanya.


"Gak ganggu sama sekali kok, jadi gabung aja." jawab wanita itu.


"Aduh bukan kalian Om maksudnya, tapi aku yang ngerasa keganggu soalnya aku mau romantis romantisan sama pacar aku." jawab Ratih dengan senyum menghiasi bibirnya.


Krik.....krikkk......


Untuk beberapa saat suasana tampak sangat canggung setelah mendengar jawaban Ratih yang Om Bayu sendiri sampai tak habis thinking tersebut.


"Oh ya udah kalau gitu, kalian nikmatin aja." ucap Om Bayu kemudian dengan senyumnya.


"Oke, ayo babby kajja." ajak Ratih yang langsung menggandeng tangan Dimas.


"Permisi om." ucap Ratih dengan sopan saat akan melewati Om Bayu, Om Bayu pun langsung sedikit menyingkir sembari tersenyum.


"Aneh." gunam Om Bayu.


Akhirnya Ratih dan Dimas pun memilih tempat disamping Om Bayu yang hanya berjeda satu meja tersebut.

__ADS_1


.........


"Lo gila yah?" tanya Dimas dengan geleng geleng kepala tak mengerti.


"Sayangnya aku mau aku suapin?" tawar Ratih dengan sedikit meninggikan suara, karena Dimas yang diam saja dan tak kunjung mendekat membuat Ratih dengan tak sabarnya langsung menarik jaket Dimas agar mendekat kepadanya lalu menyuapinya.


"Emmm enakkan?" tanya Ratih dengan tersenyum puas.


"Oh yes babby, its delicious." jawab Dimas yang ikut menyamakan kegilaannya dengan Ratih.


Ratih pun sembari melirik lirik kearah Om Bayu, ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana reaksi yang ditunjukkan Om Bayu.


"Cih kayak lagi rapat aja, tegang banget." batin Ratih yang melihat meja Om Bayu hanya ada percakapan yang menurutnya terlihat sangat serius.


Sekitar 30 menit pun berlalu, karena sudah merasa kenyang Dimas pun mengajak Ratih cepat cepat keluar dari tempat ini.


"Kalian juga udab selesai?" tanya Om Bayu yang kebetulan juga sudah selesai.


"Iya udah kok om." jawab Ratih, tatapannya kemudian beralih menatap wanita tersebut.


"Cih tepos banget punya badan, nggak ada bahenol bahenolnya sama sekali. Apa selera om om memang rata kayak gini yah?" batin Ratih menatap wanita dan Om Bayu bergantian.


Srekkkk......

__ADS_1


"Ahhhh." teriak Ratih yang terkejut.


__ADS_2