Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 40


__ADS_3

Detik demi detik berlalu begitu lambat dalam pandangan Agatha, saat ini jam telah menunjukkan pukul 7 malam namun belum juga ada tanda tanda kedatangan Boss misterius tersebut


Hanya mondar mandirlah yang bisa Agatha lakukan saat ini, mau keluarpun terlalu sulit rasanya dan disamping itu juga ia juga sangat penasaran siapa sosok dari Boss besar tersebut. Agatha sudah membulatkan tekadnya untuk menunggu hingga malam ini dan jika Boss tersebut tak muncul maka ia akan memecahkan jendela mungkin dan akan terjun melalui jendela tersebut lalu ia akan dibawa kerumah sakit dan perihal Nayla ia akan melaporkan kepada pihak yang berwajib dengan tuduhan penculikan. Setidaknya itulah rangkaian rencana Agatha yang sering ia tonton melalu Drakor yang mengajarkan bahwa mengorbankan diri sendiri sekali demi menembus banyak keuntungan setelahnya


Ceklek....tiba tiba pintu terbuka dan menampakkan sosok laki laki tampan yang.......


Agatha ketahui siapa dia😧


"Pergilah gam dan jaga Nayla" perintah Bryan pada Agam, yah....laki laki yang tadi bersama dengan Agatha adalah Agam dan pantas saja Agatha tak mengenalinya karena memang ia tak pernah bertemu dengan Agam, namun berbeda dengan Agam.yang meskipun tak pernah bertemu dengan Agatha tapi ia tentu saja mengetahui setiap detail informasi mengenai Agatha demi kepentingan menjalankan tugas dari Bryan untuk menemukan Agatha


Tanpa menunggu lama Agam pun undur diri dan meninggalkan Bryan dan juga Agatha yang sepertinya dalam aura aura akan bersitegang


"Untuk apa kau menculikku dan Nayla?" tanya Agatha to the point dan was was. Yah...tentu saja Agatha merasa was was karena telah berurusan oleh Bryan yang notabenya adalah orang yang memiliki kekuasaan tinggi dan dapat menghalalkan segala cara demi mengabulkan keinginannya


"Menculik? Hahaha aku hanya mengambil sesuatu yang memang menjadi milikku" kata Bryan dengan menekankan kata milik


"Milik?" tanya Agatha mendelik tajam


"Milik apa maksudmu? Diantara kami tidak ada hal yang menjadi milikmu" kata Agatha penuh keyakinan


"Nayla" jawab Bryan singkat membuat Agatha langsung terkejut mengumpat kebodohan dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia sampai melupakan hal penting dan bagaimana laki laki itu tahu tentang Nayla, pasti ini hanya akal akalannya saja....pikir Nayla


"Apa maksudmu? Nayla adalah putriku dan..." ucap Agatha yang belum selesai


"Anakku" sahut singkat Bryan membuat Agatha membulatkan bola matanya


Fiks....tak ada yang bisa Agatha tutup tutupi lagi karena Bryan telah mengetahui semuanya dan sekarang yang bisa ia lakukan adalah memanipulasi kata kata agar Nayla tetap berada disisinya karena hanya Nayla lah yang Agatha punya saat ini


"Kau sudah tau semuanya" sini Agatha


"Kau tak perlu melakukan apa apa lagi, Nayla adalah milikku" sinis Agatha


"Apa maksudmu?" tekan Bryan mencengkeram kedua bahu Agatha


"Kau masih ingat bukan? Jika Nayla hadir karena kesalahanku?" sinis Agatha sembari menahan ringisannya akibat cengkraman tangan Bryan yang cukup kuat

__ADS_1


"Malam itu aku yang menggodamu dan aku akan bertanggung jawab untuk semuanya"


"Lagipula kau tak kehilangan apapun berbeda denganku yang telah kehilangan kehormatanku, jadi biarkan Nayla bersamaku" lanjut Agatha lagi


Bryan menahan emosinya yang telah berada dipuncak ubun ubun mendengar penuturan Agatha yang masuk kedalam otaknya sebagai sebuah penghinaan untuknya, bagaimana bisa ada wanita yang merendahkannya dan bahkan dengan sengaja mematahkan nalurinya sebagai seorang ayah meskipun ini semua terjadi atas dasar kesalahan


"Setelah kau membuat harga diriku jatuh sebagai laki laki yang dianggap tak bertanggung jawab lalu kau akan lagi seperti dahulu?" tekan Bryan menambah kekuatan cengkeramannya pada bahu Agatha


"Ishhh" ringis Agatha yang saat ini sama sekali tak dihiraukan oleh Bryan


"Apa maksudmu?" tanya Agatha


"Kau telah merendahkanku dan pergi begitu saja setelah malam itu?"


"Kau bahkan sama sekali tak membiarkanku untuk bertanggung jawab" tekan Bryan


"Lalu kau menganggap aku laki laki seperti apa?" bentak Bryan tepat didepan wajah Agatha membuat Agatha kaget dan takut


"A...aku hanya merasa kau tak perlu melakukan apapun karena semua itu bukan kesalahanmu" ucap Agatha


"Hah....hahahahah" tawa Bryan menggelegar setelah cengkeraman tangannya pada bahu Agatha ia lepaskan


"Kau telah membuat aku menjadi laki laki yang tak berguna dan tak berharga diri dalam mengurus wanita yang mengandung benihku sendiri"


"Kau pergi begitu saja, hahaha" sinis Bryan disertai dengan seringaiannya"


"Lalu apa lagi? Kau ingin aku menjadi laki laki yang tak bertanggung jawab terhadap anakku sendiri?" tanya Bryan dengan pelafadz an penuh penekanan


"Baiklah aku minta maaf karena aku tak memikirkan perasaanmu terlebih dahulu saat aku memutuskan untuk pergi"


"Saat itu aku sangat terkejut karena aku pikir yang bersamaku adalah..." ucap Agatha menggantung


"Dia...." lanjut Agatha


Bryan tersenyum sinis dalam hati karena Agatha tak menyebutkan secara langsung siapa yang ada didalam pikirannya saat malam itu padahal malam itu Agatha selalu menyebut nyebut nama Reyhan, lantas mengapa Agatha tak mengatakannya secara langsung, apakah dia pikir aku tak tau? Batin Bryan

__ADS_1


"Lalu?" tanya Bryan ambigu


"Lalu" gumam Agatha yang tak tau kemana arah dari pembicaraan Bryan


"Apa yang akan kau lakukan untuk menebus semuanya?" tanya Bryan


Tubuh Agatha langsung menegang, mengapa otaknya tidak memberikan refleks secara langsung untuk membuat pilihan


"Lalu kita akan berdamai dan tak memperpanjang masalah ini, toh semuanya juga sudah terjadi bukan? Jadi tidak ada yang bisa kita lakukan" jawaban itulah yamg melumcur dengan bebas dari bibir Agatha


"Ha? Hahahaha kau ingin melawak?" entah mengapa amarahnya yang tadi telah memuncak kini menguap begitu saja setelah mendengar ucapan yang menurutnya konyol dari bibir Agatha


"Setelah apa yang kau lakukan? Kau ingin berdamai begitu saja?" tanya Bryan memastikan


"Ya, dengan begitu kau dan aku akan lebih tenang menjalani hidup bukan?"


"Tak ada lagi yang musti kita pusingkan setelah ini" ucap Agatha


"Aku akan melaporkanmu karena telah melarikan diri dengan membawa anakku" ucap Bryan membuat Agatha terkejut


"Ap...apa?" ucap Agatha terbata bata


"Tidak bisakah kita saling melupakan ini semua?" tanya Agatha


"Tidak" jawab Bryan singkat


"Pikirkan Nayla jika tidak bersamaku" ucap Agatha


"Baik, kau memang Papanya. Tapi untuk Nayla kau adalah orang asing dan tidak mungkin Nayla untuk hidup bersamamu"


"Aku mohon jangan biarkan Nayla terlunta lunta nantinya. Aku akan melakukan apapun yang kau mau" itulah kata kata yang dengan refleksnya Agatha ungkapkan karen ia tak mungkin meninggalkan Nayla sendirian


"Semuanya?" tanya Bryan memperjelas


"Iya, semua yang kau inginkan dan selagi kau tidak memisahkan antara aku dan Nayla akan aku lakukan" tegas Agatha

__ADS_1


"Baiklah" jawab Bryan dengan senyum smirk nya


"Aku ingin...." ucap Bryan belum selesai


__ADS_2