Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 92


__ADS_3

"Rey...reyhan" lirih Agatha yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi, bagaimana bisa orang yang dahulu menjadi tempat Agatha untuk berkeluh kesah kini berbaring tak bernyawa dihadapanannya


"Reyhannnnn" histeris Sellena sembari mengguncang guncangkan tubuh Reyhan, bagaimana pun juga Sellena adalah wanita yang berstatus sebagai Istri sah dari Reyhan. Menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suami yang sangat dicintainya kini telah tidak bernyawa lagi? walau pun selama ini ia telah berusaha mati matian untuk membuat hati Reyhan luluh kepadanya namun selalu sia sia, tapi hari ini Reyhan mempertaruhkan nyawanya demi dirinya? bahkan ia sendiri yang memohon kepada Agatha untuk memaafkannya


"Reyhannnnn....hiksss......hikkkssss.....hikkkssss"


"Maafin gue" lirh Sellena pada akhirnya, seluruh tenaganya kini telah habis ketika digunakan untuk berteriak teriak


"Gue nggak nyangka lo bakalan pergi secepat ini Rey" lirh Agatha yang turut bersedih


Tiba tiba Sellena bangkit dari posisinya memeluk Reyhan dan langsung mendekat kepada Agatha, bahkan Sellena berlutut disamping Agatha


"Maafin gue ta" ucap Sellena dengan posisi berlutut, tangannya menyatu didepan dadanya dengan posisi memohon ampun atas segala yang telah dilakukannnya


"Lo jahat sel" lirih Agatha


"Maafin gue ta, gue nggak mau apa yang dikorbankan Reyhan sia sia"


"Gue mohon maafin gue" ucap Sellena dengan berderai air mata, bahkan saat ini Sellena bersujud dibawah kaki Agatha karena benar benar menyesali perbuatannya


"Lo nggak terima kan kalau gue jeblosin Mama lo kepenjara?" tebak Agatha tepat sasaran, Sellena hanya diam tak menjawab namun air matanya belum mau berhenti keluar


"Tapi lo nggak mikirin, gimana dengan kelakuan bejat Mama lo yang udah ngebunuh Mama gue" teriak Agatha penuh dengan kemurkaan


"Lo nggak mikirin gimana rasanya saat Papa sama sekali nggak perduli sama gue!"


"Dia lebih perduli sama lo sel" lanjutnya dengan menunjuk nunjuk Sellena


"Gue benci lo semuaaaaa" teriak Agatha penuh frustasi


"Maafin Mama ta....hiksss.....hikkksss....hikkksss" ucap Sellena, bahunya kini juga berguncang seiring dengan isakan tangisnya


"Lo pikir gampang, sampai kapanpun gue nggak akan pernah maafin wanita itu" ucap Agatha dengan lantangnya

__ADS_1


"Benar kata orang, buah jatuh nggak akan jauh dari pohonnya"


"Sekarang lo juga mau bunuh anak gue" desis Agatha


"Gue nggak bermaksud begitu ta" tolak Sellena cepat, ia menyangkal semua tuduhan yang dilontarkan oleh Agatha


"Gak maksud gimana maksud lo?"


"Lo dengan sengaja nabrak anak gue" teriak Agatha


Ceklekkkk.....


Sontak Bryan dan Bayu yang mendengar suara pintu terbuka pun langsung menoleh kearah sumber suara, terdengar sangat jelas karena dari tadi tidak ada pembicaraan sama sekali antara Bryan dan Bayu setelah kepergian Agatha. Keduanya sama sama sibuk merapalkan doa doa demi kelancaran operasi Nayla


"Gimana keadaan anak saya dok?" tanya Bryan dengan perasaan was was, begitu juga dengan Bayu yang juga ikut tegang mendengar jawaban dari dokter tersebut


"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar" jawab dokter tersebut disertai dengan senyuman leganya


"Alhamdulillah" ucap Bryan penun lega dan langsung mengusap wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya, Bayu yang turut mendengarkan dibelakang Bryan pun juga mengucap syukur atas kelancaran yang diberikan Allah swt


"Boleh setelah kami pindahkan keruang rawat" ucap sang dokter mempersilahkan


"Kami akan memindahkan Nayla 5 menit lagi" ucap dokter tersebut kemudian berlalu meninggalkan Bryan dan Bayu


"Anak gue sekarang sekarat" teriak Agatha


Tiba tiba saja Agatha teringat akan Nayla, anaknya saat ini tengah dioperasi dan ia sudah meninggalkan Nayla terlalu lama. Sontak tanpa berkata apa apa Agatha pun langsung berlari keluar dari ruangan Reyhan, Sellena hanya menatap kepergian Agatha dengan perasaan bersalahnya wajar saja Agatha membenci dirinya setelah apa yang telah ia lakukan dan Mamanya


Agatha berlari dengan gelisah, melihat Reyhan yang menghembuskan nafas terakhir didepannya pikirannya kini berkelana kacau mengingat kondisi Nayla saat ini. Sampai lah ia pada ruangan operasi Nayla, tampak Bryan dan Bayu tengah dalam posisi sama sama berdiri namun mondar mandir


"Gimana keadaan Nayla?" tanya Agatha langsung pada intinya, sontak Bryan dan Bayu pun langsung menoleh kearah sumber suara karena terkejut dengan suara yang datang tiba tiba


"Kamu dari mana aja ta?" tanya Bryan yang langsung menghampiri Agatha, dari mana saja Agathanya tadi? kenapa penampilannya kacau sekali dan pipinya basah bahkan matanya juga sembab seperti orang yang habis menangis?

__ADS_1


"Gimana keadaan Nayla?" Agatha pun mengulangi pertanyaannya kembali karena Bryan bukannya menjawab pertanyaannya namun malah menanyakan hal lain padanya


"Operasinya lancar" jawab Bryan disertai dengan senyuman


Hahhh....sontak Agatha pun langsung bisa bernafas lega, beban beban mengenai pikiran buruk yang tadi terfikir di otaknya kini seakan akan semuanya menguap sudah


"Nayla sayang, ayo bangun" ucap Agatha sembari menggenggam tangan kanan Nayla menggunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya sibuk mengusap anak rambut Nayla yang menutupi dahinya


"Nayla sayang, ayo bangun. Papa mohon" lirih Bryan sembari mengusap pipi Nayla


"Nayla kan jagoan, ayo cepat bangun. Emang Nayla nggak kangen apa sama om Bayu?" ucap Bayu yang juga ikut menggenggam tangan kiri Nayla


Semuanya sibuk memberikan ucapan ucapan penyemangat untuk Nayla agar lekas bangun, namun rupanya Nayla masih belum mau untuk membuka matanya


"Kalau begitu aku pamit dulu" ucap Bayu yang ingin undur diri


"Terima kasih yu" balas Agatha


"Sebaiknya kamu pulang dulu ta" ucap Bryan menyela, sontak Agatha pun langsung menoleh menatap Bryan


"Aku ingin disini sampai Nayla bangun" ucap Agatha menolak ide Bryan


"Sebaiknya kamu pulang dulu, nanti kamu kesini lagi bareng sama Mama Papa. Sekalian kamu ambilin baju buat Nayla juga" ucap Bryan memberitahu


"Penampilanmu sudah sangat kacau" lanjut Bryan, Agatha pun baru menyadari akan penampilannya yang pasti sangat buruk. Apalagi matanya pasti sudah sangat sembab saat ini


"Gue minta tolong sama lo bro, buat anterin Agatha" kata Bryan pada Bayu


"Gue bisa sendiri, Bayu pasti cape" tolak Agatha yang merasa tak enak dengan Bayu


"Aku nggak bisa biarin kamu pergi sendirian ta" tolak Bryan yang juga tak setuju dengan penolakan dari Agatha


"Dia bener ta, lebih baik lo pulang bareng gue biar lebih aman" sahut Bayu yang mendukung perkataan Bryan yang pastinya akan bahaya jika Agatha pulang dengan kondisi seperti saat ini

__ADS_1


Akhirnya mau tak mau Agatha pun mengikuti ucapan Bryan, mobil milik Bayu yang ditumpanginya telah berjalan beberapa meter dan belum ada pembicaraan antara Bayu dan Agatha


"Ta" panggil Bayu kemudian membuka suara, sontak Agatha pun langsung menoleh kearah Bayu


__ADS_2