Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 84


__ADS_3

Selepas dari cafe, Agatha pun bergegas kembali ke rumah sakit tempat Papanya dirawat, saat tiba didepan ruangan Papanya ternyata Mama Sinta sudah ada disana duduk disamping Bryan dengan mengawasi Vanno yang tengah bermain dengan Nayla


"Kamu dari mana aja?" Bryan datang menyambut kedatangan Agatha dengan sebuah pertanyaan


"Aku kan abis dari cafe" jawab Agatha yang menyernyit bingung dengan pertanyaan Bryan tersebut, pasalnya tadi ia sudah mengatakan pada Bryan, namun Bryan tidak bisa ikut karena Nayla masih asik bermain dengan Vanno


"Iya, maksud aku kenapa lama sekali" frustasi Bryan yang malah membuat Agatha semakin bingung


"Emang kenapa?" tanya Agatha tanpa menjawab pertanyaan Bryan barusan


"Papa kamu udah sadar, dan dia nyariin kamu" ucap Bryan memberitahu


"Apa?" kaget Agatha yang kemudian langsung berlari masuk kedalam ruangan Papanya


"Papaaa" panggil Agatha saat masuk kedalam kamar Papanya


Rupanya didalam kamar inap Papanya bukan hanya ada Papanya seorang melainkan ada sosok Reyhan juga yang tengah duduk dikursi samping ranjang Papanya


"Agatha" Pak Surya pun langsung menoleh kearah sumber suara, begitu juga dengan Reyhan


"Kesini nak" ucap Pak Surya sembari melambaikan tangannya lemah


"Papa udah baik baik saja?" tanya Agatha


Tadinya Agatha sempat panik mengenai kondisi Papanya, namun begitu melihat kondisi Papanya yang nampak baik baik saja Agatha pun bersikap seolah oleh ia tidak perduli, padahal jauh didalam lubuk hatinya ia mengucap syukur beribu ribu kali


Reyhan pun langsung berdiri dari posisi duduknya dan mempersilahkan Agatha untuk duduk dikursi yang tadi ia tempati


"Terima kasih" ucap Agatha yang hanya dijawab dengan senyuman oleh Reyhan


Reyhan pun hendak keluar karena berfikir jika Papa dan Anak tersebut pasti tengah membutuhkan ruang untuk berbicara, namun baru beberapa langkah Pak Surya kembali memanggil Reyhan seakan akan tak ingin jika Reyhan meninggalkan ruangan ini


"Disini saja Rey" kata Pak Surya membuat Reyhan menghentikan langkahnya


"Nggak papa Pa, Aku nunggu diluar aja" ucap Reyhan


"Disini Rey" kekeh Pak Surya, tak punya pilihan lain akhirnya Reyhan pun mengikuti kemauan Pak Surya


"Kamu kemana aja selama ini ta?" tanya Pak Surya menoleh kearah Agatha, Putri yang dirindukannya beberapa tahun ini

__ADS_1


"Aku pergi mencari kebahagiaanku sendiri, jadi Papa nggak perlu khawatir" jawab Agatha bersikap dengan tenangnya


"Kamu pasti kecewa ya sama Papa?" tanya Pak Surya dengan senyum sedihnya, ia masih ingat betul saat malam itu Agatha pergi dari rumahnya dalam keadaan menangis


"Baguslah jika Papa sadar" jawab Agatha


"Maafkan Papa ta, Papa sadar akan kesalahan Papa selama ini"


"Hidup Reyhan juga menderita karena keputusan Papa" ucap Pak Surya dengan nada sedihnya


"Kalian memang tidak bisa dipisahkan, menikahlah jika kalian ingin kembali bersama. Papa akan mengurus semuanya termasuk Violla dan Mamamu" kata Pak Surya yang sudah memikirkan semua ini sejak ia sadar tadi


Sontak Agatha dan Reyhan pun terkejut dengan ucapan Pak Surya barusan. Bahkan keduanya tak pernah menyangka jika Pak Surya akan mengatakan hal ini, walaupun jauh didalam lubuk hati Reyhan ia sangat menginginkan hal ini namun ia tak ingin terlalu banyak berharap mengingat bahwa Agatha akan segera menikah dengan Papa dari Anaknya tersebut


Heq..." Untuk apa Papa mengatakannya saat ini? semuanya sudah tidak berguna" desis Agatha


Walaupun didalam hatinya sosok Reyhan akan selalu tersimpan didalam hatinya namun ia tidak ingin mengecewakan Bryan dan orang tuanya yang telah baik dan menerimanya, bagaimanapun juga pernikahannya dengan Bryan harus tetap terjadi


"Tidak ada yang terlambat ta, kalian masih bisa bersatu" kata Pak Surya yang kembali mencoba meyakinkan Agatha


"Kata siapa tidak terlambat?" tanya Agatha


"Papa ingat anak kecil yang datang bersamaku?"


"Di...dia anak kamu?" tanya Pak Surya yang hampir tak percaya


"Iya, dia anakku. Aku dan Sellena sama sama brengsekkk hanya saja aku tidak menjebak Pria lain" kata Agatha yang membuat Pak Surya langsung terlihat syok


Pak Surya tidak menyangka jika kedua anaknya akan seperti ini. Pak Surya merasa tidak becus dalam mendidik anaknya, bagaimana jika nanti nasib Agatha akan seperti Sellena yang tidak bahagia didalam pernikahannya


"Dan laki laki yang datang bersamaku adalah calon suamiku, ayak dari Anakku"


"Kami baru bertemu, bahkan dia tidak tau jika aku melahirkan anaknya"


"Dia yang meminta ku untuk datang kerumah karena ingin meminta restu dari Papa"


"Jadi, jika ingin aku dan Reyhan kembali semuanya sudah terlambat Pa. Oh bukan, tapi sudah sangat sangat terlambat" tekan Agatha yang kemudian langsung beranjak pergi


"Ta" Reyhan pun langsung mencekal pergelangan tangan Agatha, Agatha pun langsung menoleh kearah Reyhan

__ADS_1


"Kamu kenapa ngomong kayak gini ta, Papa kamu baru aja sadar" kata Reyhan dengan perasaan geram karena Agatha tak melihat dulu bagaimana kondisi Papanya untuk saat ini dan langsung menyerangnya dengan kata kata tajam


"Lalu? lalu aku harus apa?"


"Apa aku harus berbohong?"


"Apa aku harus menyenangkannya setelah apa yang dilakukannya padaku?" tanya Agatha dengan wajah sinisnya


"Bukan begitu ta, tapi Papa kamu baru aja sadar dan tidak seharusnya kamu ngomong begini" sanggah Reyhan


"Sekarang atau nanti ucapanku akan sama saja, jadi tak akan ada bedanya bukan?" jawab Agatha sembari melepaskan cekalan tangannya


"Oh iya, Papa sebaiknya beristirahatlah"


"Besok aku akan kembali lagi dan kalau Papa ingin Papa bisa datang kepernikahanku nantinya" kata Agatha kemudian melangkah pergi keluar dari kamar Papanya


Ceklekkk.....Agatha pun membuka pinta, Bryan yang mendengarnya pun langsung datang menghampiri Agatha


"Bagaimana keadaan Papamu?" tanya Bryan


"Dia baik baik saja" jawab Agatha


"Apa aku harus masuk sekarang?" tanya Bryan yang meminta persetujuan Agatha


"Tidak perlu, Papa harus beristirahat agar kondisinya lekas pulih"


"Kita bisa datang lagi besok" jawab Agatha


"Oke baiklah, kalau begitu aku hanya akan menyapa saja" kata Bryan yang kemudian hendak memegang handle pintu


"Emmm lebih baik besok saja, nanggung kalau cuma sebentar" kata Agatha yang mencoba menahan Bryan


"Nayla, kita pulang dulu ya nak" kata Agatha yang kemudian langsung menghampiri Nayla dan mau tak mau akhirnya Bryan pun mengikuti Agatha


"Tapi Nay masih mau main sama Vanno ma" kata Nayla


"Iya mainnya besok aja lagi ya, sekarang kan udah malem" kata Agatha mencoba memberi pengertian pada Nayla


"Vanno cepet bobo ya, udah malam loh" kata Agatha pada Vanno

__ADS_1


"Iya tante, nunggu Mama jemput" jawab Vanno


Akhirnya Agatha pun berhasil membujuk Nayla untuk pulang, Eits....tentu saja tadi Agatha tidak akan berpamitan pada Mamanya padahal Mamanya sudah ada didepan mata


__ADS_2