
"Bryan....Bryan" teriak Viola yang saat ini tengah ditahan diluar pagar karena satpam rumah Bryan tak mengizinkannya masuk, Tentu saja itu atas perintah Bryan bahkan telah berlangsung hampir 1 bulan lamanya
"Sebaiknya anda pergi nona" ucap satpam tersebut
"Tidak...aku ada urusan penting dengan Bryan, sebaiknya segera kau buka sekarang" pekik Viola
"Maaf nona, Ini semua atas perintah tuan Bryan" ucap satpam tersebut
"Papa Hamdan....Mama Henny, saya datang dengan membawa berita penting"
"Biarkan saya masuk atau kalian akan menyesalll" teriak Viola
Sebenarnya Pak Hamdan dan Bu Henny tengah mengintip dibalik jendela dan melihat tingkah Viola dari tadi, tidak seperti biasanya Viola sampai rela menunggu hampir 1 jam didepan gerbang
"Bagaimana pa? Sepertinya ada sesuatu yang akan Viola tunjukkan" ucap Mama Henny
"Entahlah ma, tapi Bryan bilang agar kita jangan menerima Viola lagi" jawab Papa Hamdan
"Sepertinya Viola tak akan menyerah dengan mudah pa" ucap Mama Henny lagi
Tak berapa lama, mobil Bryan pun terlihat. Tentu saja Viola sangat senang karena ia akan menunjukkan bukti yang dapat menjerat Bryan langsung dihadapan keluarga Bryan
"Untuk apa kau kesini?" geram Bryan yang langsung turun setelah melihat ada Viola didepan gerbang rumahnya
"Tentu saja untuk mencarimu" tantang Viola
"Pergi dari sini, atau aku sendiri yang akan menyeretmu keluar dari sini" ancam Bryan
"Kau pikir aku akan takut? Lakukanlah" dengan penuh keberanian Viola membalikkan keadaan, ia tentu saja tidak boleh kalah dari seorang Bryan, apalagi ini akan menjadi langkat terakhirnya untuk menakhlukkan hidup Bryan
"Mama Henny, Papa...aku tau kalian ada didalam"
"Keluarlah maka aku akan menunjukkan berita penting" teriak Viola
"Apa yang kau lakukan" pekik Bryan yang merasa muak dengan tingkah Viola
__ADS_1
"Aku ingin bernegosiasi dengan Mama Papamu" ucap Viola
"Pergilah, keluargaku tak akan menemuimu" usir Bryan
"Apa begini cara keluargamu mendidikmu? Tak menghargai orang lain?" sindir Viola
Tanpa aba aba Bryan pun mencengkeram rahang Viola kuat kuat, ia tjdak terima jika Viola mehina keluarganya dan menyangkut pautkannya dengan apa yang ia lakukan
"Jangan sekali kali kau menghina keluargaku" ucap Bryan dengan geram
"Lihatlah, kau bahkan sama sekali tidak menghargai seorang wanita" sinis Viola sembari menahan rasa sakit akibat Bryan yang mencengkeram lehernya terlalu kuat
"Wanita ****** dan murahan sepertimu tkdak oantas mendapatkan perlakuan terhormat dariku" geram Bryan
"Akh...lep..lep..leppas" rintih Viola
Papa Hamdan dan Mama Henny yang melihat Bryan dan Viola dibalik jendela pun ikut merasa was was karena tak seperti biasanya Bryan berbuat kasar dengan orang lain diluar arena sambung pencak silat, apa lagi dengan seorang wanita. Namun lihatlah, kali ini Bryan bahkan mencengkeram rahang Viola
"Apa sebaiknya kita keluar saja pa?" tanya Mama Henny
"Kita tidak bisa membiarkan Bryan terus menghindari Viola, kita harus menegaskan pada Viola bahwa Bryan tidak akan menerimanya lagi" ucap Pak Hamdan yang berfikir jika Viola datang kesini hanya untuk meminta dan memohon padanya agar membujuk Bryan supaya mau kembali lagi dengannya
Mama Henny pun mengangguk menyetujuinya, mereka berdua pun keluar dari dalam rumah menghampiri Bryan juga Viola
"Lepaskan yan" perintah Papa Hamdan
"Biarkan saja pa, wanita ini wanita licik yang telah menjebakku" Bryan terus mencengkeram rahang Viola, walaupun ia tak mencekik lehernya karena Bryan sebenarnya tak berniat untuk membunuh Viola melainkan hanya ingin memberi pelajaran pada wanita itu agar tak bermain main lagi dengannya. Tapi lihatlah, siapapun yang melihatnya akan beranggapan jika Bryan berniat membunuh Viola apa lagi sorot mata Bryan yang memerah mengisyaratkan kemarahan hingga terlihat semakin mengerikan
"Apa ini ilmu yang kau dapatkan? Melampiaskan emosimu dengan menyakiti wanita lemah seperti perempuan?"
"Dimanakah janjimu sebagai seorang ksatria yang akan melindungi kaum lemah?" tanya Papa Hamdan yang membuat Bryan langsung melepaskan cengkeraman tangannya dari rahang Viola
"Sekarang masuklah dan selesaikan masalah kalian didalam" perintah Papa Hamdan dengan tegas
"Baik pa" jawab Viola menatap Bryan dengan penuh kemenangan, benar saja...seperti dugaannya Pak Hamdan adalah seorang yang berwibawa dan sangat tegas, jadi ia tak akan mengambil keputusan akan sesuatu hal dari salah satu pihak saja, Pak Hamdan pasti akan adil pada 2 belah pihak tersebut
__ADS_1
Semuanya pun melangkahkan kaki menuju ruang tamu, agar mereka semua dapat berbicara dari satu ke yang lainnya dengan tenang
"Apa yang membawamu kemari Viola?" tanya Pak Hamdan To The Point
"Saya ingin bernegosiasi dengan anda" ucap Viola
"Sudah kubilang bukan, keluargaku tidak ingin berhubungan denganmu lagi" potong Bryan
"Sebaiknya kita dengarkan dulu apa yang diinginkan Viola nak" ucap Mama Henny menengahi, jika tidak ada yang menengahi tentu saja antara Viola dan Bryan tidak ada yang mau mengalah. Mereka berdua pasti akan mempertahankan keinginannya masing masing
"Tidak bisakah kau sebijak kedua orang tuamu" sinis Viola pada Bryan
"Cepat katakan apa maumu" tagas Papa Hamdan
"Baiklah...baiklah, karena Bryan tak ingin aku bernegosiasi dengan kalian maka aku akan meminta sesuatu" ucap Viola
"Katakan" ucap Mama Henny
"Aku ingin Bryan menikahiku" jawab Viola
"Apaaaa?" kaget mereka bersamaan. Tadinya mereka fikir Viola akan meminta bantuan berupa uang karena mengingat Viola yang gagal meraih impiannya di luar negeri pasti saat ini dia kesulitan dalam hal keuangan karena saat ini sedang sepi job. Namun, betapa terkejutnya mereka saat dengan tidak tau malunya Viola meminta dinikahi oleh seorang yang telah dihianatinya
"Apa kau gila?" pekik Bryan, Viola hanya bersikap tenang tanpa ingin menanggapi
"Maaf, kali ini kami tidak dapat memenuhi permintaanmu" ucap Papa Hamdan
"Benar Viola bukankah kau sendiri yang telah menghianati Bryan, kami menghargai usahamu untuk mengejar maaf Bryan. Tapi jangan kau paksa Bryan untuk menikahimu Vi, itu akan sulit untuknya" ucap Mama Henny
"Aku tidak perduli, aku hanya ingin Bryan menikahiku" kekeh Viola
"Sebaiknya kau pergi dari sini dan buang semua omong kosongmu atau aku akan mengirimmu keluar negeri dan kau tak akan bisa kembali lagi kesini" ancam Bryan
"Kau mengancamku?" tanya Viola tak percaya
"Baiklah, bagaimana dengan ini" ucap Viola
__ADS_1
"Kau memilih untuk menikahiku atau perusahaanmu akan hancur" lanjut Viola mengambil sebuah alat pemutar rekaman dari dalam tasnya dan melemparkannya diatas meja membuat semua orang menatap benda tersebut dengan heran