Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 38


__ADS_3

"Wih...keren juga yah acaranya" puji Bryan


"Gini nih yang gue suka, menanamkan minat generasi muda" balas Mas Rudi


Pertandingan demi pertandingan pun dilakukan dengan sengit dan tentu saja menarik perhatian banyak pasang mata dikarenakan perserta lomba kali ini adalah anak anak kecil yang usianya berkisaran antara 5 -6 tahun


Banyak suara bising bising bahkan waktu pertama kali peserta lomba berjejer dengan rapinya dilapangan kompetisi dimana hampir semua peserta lombanya adalah anak laki laki namun ternyata ada satu yang menonjol yaitu keberadaan satu anak perempuan yang ikut andil dalam berkompetisi


Pertandingan demi pertandingan telah dilakukan, dan yang paling mengesankan adalah lolosnya Nayla Putri selaku satu satunya peserta lomba yang berjenis kelamin perempuan dalam kompetisi tersebut yang dapat menempuh babak final


"Ayo Nayla semangat, Nayla pasti bisa"


"Buat Mama bangga sama Nay" teriak Bayu yang luar biasa memberi dukungan pada Nayla


"Iya om" balas Nayla hanya dengan gerakan bibir saja dan tangan yang mengepal pertanda bahwa ia saat ini tengah berada dalam semangat 45


Hingga babak final berlangsung Bayu terus merapalkan doa doa terbaiknya demi Nayla, ia tak memaksakan Nayla harus menang. Baginya seorang gadis kecil sampai ditahap ini pun sudah luar biasa dan tentu saja Agatha akan bangga dengan prestasi Nayla


"Keren banget ya anak kecil itu, mana perempuan lagi. Pasti orang tuanya bangga banget" puji Bryan dengan wajah penuh keterkagumannya


"Tapi mukanya itu hampir 85% mirip lo banget deh" sahut Mas Rudi tiba tiba


Deg...Bryan pikir hanya dia yang merasakan seperti itu, tetapi ternyata Mas Rudi pun merasakan hal yang sama, namun Bryan menepis pikiran pikiran dan dugaan dugaan tersebut. Mungkin rasa rindunya pada anaknya yang bahkan belum ia ketahui ada atau tidaknya lah yang menbuat Bryan mengharapkan hal hal yang tak mungkin


"Mas gausah ngaco deh, nanti kedengeran orang tuanya loh" kilah Bryan, Mas Rudi hanya nyengir saja


Langkah demi langkah yang Nayla lalui akhirnya membuahkan hasil, dimana Nayla Putri berhasil memenangkan kompetisi ini. Rangkaian demi rangkaian pun dilaksanakan hingga sesi foto telah berlalu


"Wauuu, keren banget huhhh" teriakan puas dari mulut Mas Rudi


"Kita harus dapetin anak itu buat kompetisi antar negara yang akan dilakukan sebentar lagi"


"Tu anak punya potensi banget, diluar rata rata malah" puji Mas Rudi sembari memberi usulan pada Bryan


"Mas yakin?" tanya Bryan memastikan, padahal dalam hatinya entah mengapa ia juga merasa senang dan terkagum kagum dengan gadis kecil tersebut


"Iya" ucap Mas Rudi menepuk nepuk pundak Bryan


"Huuuuu om bangga sama Nay"


"Mama pasti juga bangga" puji Bayu yang langsung menghampiri Nayla dan langsung merengkuh tubuh kecil tersebut


"Iya om Nay juga nggak nyangka"


"Sayang banget yah Mama nggak dateng" ucap sedih Nayla


"Nayla jangan sedih gitu dong" ucap Bayu menghibur Nayla

__ADS_1


"Sayang"..tiba tiba terdengar teriakan dari arah belakang


Sontak tanpa aba aba Bayu dan Nayla pun menoleh kearah sumber suara tersebut dan ternyata


"Surpriseeee" teriak Agatha yang langsung berlari dan menghambur memeluk Nayla


"Mama" terkejut Nayla dalam pelukan Mamanya


"Selamat ya sayang, Mama bangga banget sama Nay" ucap Agatha penuh dengan tatapan haru


"Makasih ma" teriak Nayla yang langsung memeluk Nayla


"Harusnya Mama datengnya tadi, biar kita bisa foto barengl lanjut Nayla dengan nada sedihnya


"Kok sedih sih? Kan kita bisa foto bareng" bujuk Agatha


"Ayo Nay sama Mama foto, biar om Bayu yang fotoin" ucap Bayu memberi solusi


"Nah bener tuh kata om Bayu" ucap Agatha membenarkan saran dari Bayu


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Agatha dan Nayla pun melakukan beberapa pose yang diabadikan dalam kamera ponsel milik Bayu


"Ma Nay mau ketoilet dulu ya, Nay kebelet pipis" ucap Nayla tiba tiba menghentikanpose Agatha


"Ayo Mama anter" tawar Agatha


"Nggak usah ma, Mama foto foto dulu aja sama om Bayu" ucap Nayla yang langsung berlari menjauh tanpa menunggu jawaban dari Mamanya


"Auh" aduh Nayla yang merasakan perih pada bokongnya


"Maaf dek, om nggak sengaja" suara seseorang yang langsung berjongkok hendak berniat menolong anak kecil yang ditabraknya


Deg....entah mengapa tiba tiba tubuh Bryan berdesir hebat saat berdekatan dengan gadis kecil tersebut apalagi saat menatap wajahnya yang hampir mirip dengannya


"Om jalannya nggak hati hati" kesal Nayla


"Eh iya maafin om ya, tadi om beneran nggak lihat" kata Bryan yang langsung membantu anak kecil tersebut berdiri


"Kamu nggak papa kan?" tanya Bryan memastikan


"Nggak papa kok om, lain kali om hati hati ya" balas Nayla


"Iya" ucap Bryan menganggukkan kepalanya


"Yaudah nay mau ketoilet dulu" ucap Nayla yang langsung berlari menuju toilet karena sudah terlalu kebelet pipis


Bryan menatap kepergian anak tersebut dengan perasaan bahagia dan penasaran tentang siapa sebenarnya anak tersebut saat melihat wajahnya yang hampir sangat mirip dengannya. Bukan apa apa Bryan penasaran karena ia pernah membaca jika fisik seorang anak itu menurun dari Papanya, meskipun Bryan tidak menaruh harapan 100% namun apa salahnya ia melakukan hal tersebut yang setidaknya dapat menghilangkan rasa penasarannya

__ADS_1


Bryan mengotak atik ponselnya beberapa saat sembari terus memandang arah yang tadi dilalui oleh Nayla dengan senyum simpul yang menghiasi bibirnya


"Halo" sapa Bryan setelah panggilannya terhubung


"Emmm permisi pak buk" sapa Mas Rudi membuat Agatha dan Bayu terkejut


"Iya" balas Bayu


"Maaf, ada apa ya pak?" tanya Agatha


"Em apakah benar bahwa anda berdua adalah orang tua dari Nayla Putri" tanya Mas Rudi membuat Agatha dan Bayu langsung terkejut dan keki


"Iya ada apa ya?" jawab Bayu tiba tiba membuat Agatha membelalakkan matanya terkejut dengan penuturan Bayu


"Em perkenalkan saya Rudi pemimpin salah satu padepokan pencak silat di jakarta" ucap Mas Rudi memperkenalkan diri


"Saya Bayu" balas Bayu membalas uluran tangan Mas Rudi


"Agatha" jawab Agatha seraya menjabat tangan Mas Rudi


"Saya ingin menawarkan agar Nayla bisa berlatih di padepokan saya dan nantinya bisa ikut kompetisi antar negara" ucap Mas Rudi to the point


"Tidak" jawab Agatha cepat, ia tak ingin jika nanti anaknya akan terjut ke dunia atlit


"Em...apa ibu yakin?" tanya Mas Rudi ragu ragu karena biasanya para orang tua akan bahagia jika mendapatkan tawaran semacam ini, namun kenapa wanita didepannya ini lain


"Saya selaku Mama dari Nayla Putri sangat yakin dengan keputusan saya"


"Saya sangat berterima kasih atas tawaran anda, namun mohon maaf saya tidak bisa menerimanya, jadi harap anda mengerti akan keputusan saya" jawab Agatha dengan tegas Membuat Mas Rudi mematung beberapa saat


"Baik kalau itu keputusan ibu, saya permisi dulu" balas Mas Rudi langsung berbalik arah


"Kamu yakin ta?" tanya Bayu memastikan


"Iya, dan tolong jangan bahas ini lagi" ucap Agatha yang seakan tahu pembicaraan apa yang akan terjadi selanjutnya


Agatha, Nayla beserta dengan Bayu pun malangkahkan kakinya keluar dari gedung dengan diiringi oleh ocehan ocehan Nayla


"Ta, aku ambil mobil dulu ya" ucap Bayu, Agatha hanya menganggukan kepalanya mengiyakan dan tanpa menunggu lama Bayu pun bergegas pergi


"Permisi, bisa kah Ibu dan anak ibu ikut saya sebentar?" tanya seseorang tiba tiba


"Maaf saya tidak kenal dengan anda" jawab Agatha ketus


"Haaa" Agatha terkejut saat tiba tiba Nayla yang berada disampingnya dibius ileh seseorang dari belakang saat ia gengah fokus berbicara dengan orang asing tersebut


Saat Agatha hendak melihat kebelakang tiba tiba saja ada seseorang yang langsung membiusnya hingga perlahan lahan ia pun kehilangan kesadarannya

__ADS_1


"Kau menggunakan cara yang tepat" ucap seseorang


"Aku tau, anak itu pasti tak akan tinggal diam dengan kemampuan yang dimilikinya" balas seseorang tersebut


__ADS_2