
Bryan pun langsung berlari sekenanya, tak lupa ia juga membawa ponselnya diikuti juga oleh Agam yang berlari dibelakangnya. Tak sengaja netra Bryan melihat seorang yang baru saja keluar dari mobilnya, Bryan pun bergegas mendekatinya
"Maaf, bisa saya pinjam mobilnya?" tanya Bryan dengan nafas naik turun, sementara orang yang baru turun dari mobilnya pun terkejut dan heran
"Bisa saya pinjam mobilnya?" tanya Bryan sekali lagi
"Bry...".panggil Agam yang tadi menyusul dirinya
Melihat ada Agam yang sudah dekat Bryan pun langsung mengambil kunci mobil tersebut dari tangan pemilihnya
Sretttt....Bryan mengambil kunci dari tangan pemiliknya dengan kasar
"Ehhhh" kaget pemilik mobil tersebut
Bryan pun tidak memperdulikannya lagi dan langsung bergegas memasuki mobil tersebut
"Hey...." panggil pemilik mobil dengan kesal
"Maaf pak, mari bicara dengan saya" kata Agam yang langsung mengambil alih masalah tersebut
Bryan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, bodohnya ia bahkan tak tau harus kemana
Tuuuuttttt......tuuuuuttttt.....tttttuuuutttt....suara dering ponsel Bryan, Bryan pun langsung mengambilnya
"Nomor asing?" gumam Bryan, Bryan pun langsung menggeser icon berwarna hijau
"Halo" panggil Bryan
"Halo Brother" jawab seseorang yang tak dari sana
"Suara ini?" batin Bryan saat mendengar suara yang terasa tak asing untuknya, ia pun mengingat dengan keras siapa pemilik suara ini
Deg....kaget Bryan yang telah menemukan siapa pemilik suara ini, jika ada orang ini berarti....
"A...Alex" tebak Bryan
"Yes, Brother" jawab Alex dari seberang sana
"****.." umpat Bryan
"Hahaha....calm down bro" kata Alex yang sengaja mempermainkan Bryan
"Cepat katakan"...tekan Bryan
"Ah...Istri lo cantik banget Bry"
"Gue jadi pengen..." Kata Alex yang belum menyelesaikan ucapannya
"Jangan macam macam" potong Bryan cepat
"Hahahahaha" tawa Alex pecah dari seberang sana
"Gue kirimin lo alamat, gue tunggu lo kesini" kata Alex dari seberang sana yang kemudian langsung menagkhiri panggilannya secara sepihak
"Brengsekkkk" umpat Bryan memukul keras stir mobil
Triiinggg....sebuah pesan dari Alex yang berisi alamat
Tuttt.....tuuuuutttt.....ttttttuuuuutttt.....Bryan pun menelpon Agam
"Halo" kata Agam dari seberang sana
"Lo bawa orang orang buat jaga jaga"
"Gue kirim alamatnya" kata Bryan yang langsung mengakhiri panggilannya
"Ahhhh....siall" maki Bryan, ia pun langsung membuka maps karena ia memang tak tau dimana letak alamat tersebut
Saat berhasil membuka maps ternyata arahnya berlawanan dengan arahnya saat ini, alhasil Bryan pun memutar arahnya
Bryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan menggunakan panduan maps, hampir 30 menit akhirnya ia pun tiba ditempat yang diberikan Alex
Begitu hendak turun dari mobil, Bryan melihat tempat ini tengah dijaga oleh beberapa orang dan Bryan pun kembali meraih ponselnnya dan mengetik sesuatu disana kemudian dikirimkannya kepada Agam
Bryan lekas turun dari mobilnya dan menghampiri tempat tersebut
"Dimana Alex" kata Bryan dengan dingin
"Boss Alex sudah menunggu di dalam" kata salah satu penjaga tersebut
Dengan tampang Bringas Bryan pun segera memasuki tempat tersebut dengan dikawal oleh dua orang dibelakangnya
Sementara salah satu orang diantaranya berjalan mendahului Bryan
"Boss, dia sudah datang" kata orang tersebut pada Alex
"Bagus" kata Alex yang langsung berdiri dari tempat duduknya
"Ayo" ajak Alex pada Violla
"Oke" jawab Violla yang langsung berdiri dari kursinya
Alex, Bryan dan satu pengawal tersebut pun langsung berjalan keluar dari ruangannya
"Hallo Bro, bagaimana kabarmu?" kata Alex yang kemudian langsung mendekat dengan merentangkan tangannya pada Bryan hendak memeluk Bryan
"Brengsek..." Bryan pun langsung mendorong Alex saat tubuhnya sudah dekat dengannya dan hendak memeluknya
"Kau kenapa kasar sekali, kita ini saudara" kata Alex setelah beberapa langkah mundur akibat dorongan Bryan
"Dimana Agatha?" tanya Bryan sembari menatap tajam pada Violla
"Oh...mari aku antarkan bro" kata Alex dengan raut santainya
Alex dan Violla pun berjalan mendahului Bryan di depannya
__ADS_1
"Mari" kata Alex saat sudah berdiri didepan pintu dengan lagak yang dibuat sopan untuk mengejek Bryan
Brakkk....Bryan pun membuka pintu tersebut bukan menggunakan tangan melainkan menendangnya
Alhasil Nayla dan Agatha pun sampai terbangun dikarenakan kekagetannya mendengar pintu yang seperti terdobrak
"Papa" panggil Nayla
Betapa terkejutnya Bryan saat melihat kondisi Nayla dan Agatha dalam keadaan duduk terikat bagaikan binatang
Rahang Bryan pun mengeras dan tangannya pun mengepal kuat, tak terima anak Istrinya diperlakukan sepertj itu
"Brengsekkk" umpat Bryan tertahan
Bryan yang melirik dua orang yang mengawalnya tadi tengah berada tepat dibelakangnya. Bryan pun langsung mendekat ke arah Alex dan memukulinya secara membabi buta
Bughhh....bugghh....buggghhhh.....Bryan memukul dada, perut bahkan wajah Alex dengan brutal. Sementara dua orang yang tadi mengawalnya pun langsung menghalang halangi Bryan dan menarik tubuh Bryan agar menjauh dari Bossnya
"Bryan awass" kata Agatha saat dua orang memegang tubuh Bryan
"Papa" teriak Nayla
Bryan menendang ke belakang yang tepat mengenai lulut salah satu orang Alex yang membuat orang tersebut tersungkur kebelakang. Bryan pun langsung melintir tangan satu orangnya lagi
Bugh....Bryan mengeluarkan amarahnya dan melampiaskannya pada orang tersebut dengan membabi buta bahkan tanpa henti
"Hentikannnn" kata Alex
Dooorrrr....dengan terpaksa Alex pun harus mengeluarkan satu tembakan mengudara karena ucapannya sama sekali tidak digubris oleh Bryan, begitu mendengar suara tembakan Bryan pun berhenti dari kegiatan memukulinya
"Hentikan atau..."
"Istri dan Anakmu" ancam Alex
Bryan meraup wajahnya dengan kedua tangannya frustasi
"Kenapa? kenapa kau sampai melakukan ini?" tanya Bryan pada Alex
"Tentu saja aku ingin mendapatkan hasilnya secara instan" kata Alex
"Ahhh....tidak jadi instan, aku telah menunggunya bertahun tahun" lanjut Alex
Bryan menatap Alex dengan sinis, ia tidak menyangka jika pada akhirnya Alex akan melibatkan Anak dan Istrinya. Ahhh....bahkan ia sama sekali tak menyangka jika Alex dan Violla mengetahui tentang Agatha dan Nayla
"Terima kasih Bry, karena kau telah menepati janjimu"
"Mempertemukan aku dengan Agatha" kata Violla yang ikut memanasi Bryan, Bryan tak menjawab ia hanya menatap Violla dengan tatapan sinis tak percaya
"Bagaimana? kau mau memberikannya atau tidak?" tanya Alex
"Kau mau kehilangan anak istrimu?" tanya Alex
"Cepat berikan" kata Bryan
"Tidak kau tidak perlu memberikannya " sahut Agatha
Bukan hanya Agatha, tapi semua orang yang ada disana bahkan langsung diam ketika Bryan membentak Agatha
"Cepat kau ambil " perintah Alex pada Violla
Violla pun langsung mengikuti perintah Alex tanpa membantah sedikit pun, Violla berjalan kembali keruangan Alex
Violla membuka tas milik Alex untuk mengambil berkas berkas yang telah dipersiapkannya. Tak sengaja netra Violla melihat ada salah satu berkas yang terletak paling bawah diluar berkas yang telah ia persiapkan
Rahang Violla benar benar mengeras setelah melihat berkas tersebut, ia sama sekali tak menyangka jika Alex telah menipunya selama ini
Violla pun langsung kembali dengan membawa berkas yang telah dipersiapkannya, Violla menyodorkan berkas tersebut pada Alex dengan raut wajah bengis. Walaupun Alex sempat bingung dengan raut wajah yang ditampakkan Violla, namun ia tak mau ambil pusing dan langsung mengambil berkas yang disodorkan Violla
"Ini" Alex melemparkan berkas tersebut pada Bryan pun langsung mengambilnya dan menandatanganinya tanpa pikir panjang
"Sayangnya aku juga tak ingin kau hidup bahagia" kata Alex yang langsung mengarahkan pistolnya pada Agatha da....
Duarrr, tanpa siapa duga Bryan tanpa pikir panjang langsung mengahmpiri Agatha bahkan melindungi Agatha hingga peluru tersebut mengenai dirinya
"Papaaaa" teriak Nayla saat melihat lengan Papanya mengeluarkan darah
"B...Bry" gumam Agatha saat melihat Bryan meghadang peluru yanhmg datang menghampirinya
Bryan bahkan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk saat ini, tubuhnya masih terpaku dan menegang
"Sial" umpat Alex bukan marah karena pelurunya terkena tubuh Bryan, tapi marah saat pelurunya mengenai lengan Bryan. Karena mengetahui jika itu tidak akan membuat Bryan mati maka Alex hendak menembaknya lagi
Alex telah mengarahkan pistolnya kearah Bryan
Duarrrrt....bukan mengenai Bryan, Tapi......
Violla....tadinya Violla sangat marah karena baru mengetahui jika Alex telah menipunya selama ini, tapi ia juga sangat membenci Bryan atas apa yang telah Bryan lakukan padanya
Hingga pada akhirnya Violla menyadari jika apa yang Bryan lakukan padanya karena kesalahannya sendiri, ia bahkan tanpa ragu langsung melindungi Bryan begitu Alex telah mengarahkan pistolnya pada Bryan
"Violla" laget Alex saat tiba tiba Violla menjadikan dirinya sebagai tameng untuk Bryan
"K...kau brengsek" kata Violla yang setelah itu langsung kehilangan kesadarannya
Brakkkk.....tiba tiba pintu terbuka dengan kasar
"Angakat tangan" kata Agam
Orang suruhannya Agam dengan gesit langsung mengampiri tubuh Alex bahkan langsung menguncinya saat Alex masih fokus pada apa yang dilakukannya pada Violla
"Siapa kalian" kata Alex yang juga berontak, pada dua orang yang memegang tangannya bahkan memborgolnya tersebut
"Ayo" kata orang tersebut tanpa perlu menjawab pertanyaan Alex
"Cepat bawa dia" perintah Agam yang langsung dilakukan oleh orang suruhannya tersebut
__ADS_1
Bergegas Agam pun langsung menghampiri Bryan yang masih dalam keadaan memeluk Agatha sementara dibelakang Bryan ada Violla yang sudah tergeletak lemah
"Kau tidak papa Bry" kata Agam begitu menghampiri Bryan
"Bawa Bryan kerumah sakittttt" teriak Agatha pada Agam
"Kalian cepattt" panggil Agam pada anak buahnya
Dengan sigap anak buah Agam pun langsung mendekat dan membopong tubub Bryan
"Tunggu" kata Agatha
"Bawa dia juga..." kata Agatha menunjuk pada Violla
"Tap..." kata Agam yang hendak membantah
"Cepatttt" teriak Agatha, akhirnya anak buah Agam yang lainnya pun membawa tubuh Violla
Selepas kepergian anak buahnya Agam pun langsung melepaskan tali yang mengikat pada tubuh Agatha dan Nayla
"Kalian tidak apa apa?" tanya Agam memastikan
"Tidak" jawab Agatha singkat
"Kamu nggak papa kan Nay?" tanya Agam pada Nayla
"Nay nggak papa kok om"
"Tapi gimana sama Papa....hu....huuu....hhhuuu...hikkss....hiikks....sroooks" Tangis Nayla pun makin pecah karena mengingat kondisi Papanya
"Papa nggak papa kok, kan udah dibawa kerumah saki" kata Agam menenangkan
"Ayo kita kesana" kata Agam
Nayla dan Agatha pun mangut mangut dan langsung mengikuti perkataan Agam
Karena kondisi Violla yang parah akhirnya anak buah Agam tadi membawa Bryan dan Violla mengunakan salah satu mobil anak buah Agam
"Ayo" Agam pun membukakan pintu untuk Agatha dan Nayla
Nayla dan Agatha pun bergegas masuk ke dalam mobil. Begitupun dengan Agam yang langsung duduk dikursi kemudi
Sebelum menyalakan mobilnya Agam teringat jika ia tidak tahu Bryan dan Violla dilarikan kerumah sakit mana oleh anak buahnya
Agam pun merogok ponselnya yang berada disaku celananya. Mengotak atik ponselnya untuk mencari nomor seseorang
"Halo" kata Agam saat teleponnya telah tersambung
"Bryan dibawa kerumah sakit mana?" tanya Agam to the point, bahkan nafasnya pun sangat memburu menghawatirkan kondisi Bryan saat ini
"Di Rumah Sakit Persada Boss" jawab anak buahnya tersebut
Agam pun langsung mematikan sambungan teleponnya begitu mengetahui nama rumah sakit tempat Bryan dilarikan
"Ayo ommm" rengek Nayla
"Bentar nay, " jawab Agam dengan paniknya
Agam pun lekas membuka maps untuk menuntunnya ke rumah sakit tersebut karena ia memang tak mengetahui dimana rumah sakit tersebut berada
Agam pun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengikuti arah maps tersebut, hingga akhirnya ia bisa sampai dirumah sakit tersebut dengan keadaan selamat
Agam, Agatha dan Nayla pun bergegas masuk kerumah sakit tersebut
"Boss" panggil seseorang dan ternyata itu adalah salah satu anak buahnya
"Dimana Bryan?" tanya Agam pada orang tersebut
"Mereka sedang dioperasi Boss" kata orang tersebut
Walaupun peluru tersebut mengenai lengan Bryan, area yang tidak terlalu fatal namun tetap saja memerlukan operasi untuk mengeluarkan pulurunya. Sementara Violla yang Agam lihat tadi darah kekuar dari bagian perut Violla, entah itu adalah tempat yang fatal atau tidak ia sama sekali tidak tahu
Mereka pun bergegas keruangan tempat Bryan melakukan operasi, Agam menunggu dalam keadaan gelisah
"Makan dulu ta" tawar Agam pada Agatha yang sepertinya masih nampak terlihat syok karena Agatha terlihat sangat pucat dari sebelumnya
"Ti..." Agatha hanya mampu menggelengkan kepalanya saja, bahkan kata yang hendak ia katakan pun tak mampu keluar secara lengkap dari bibirnya
"Nayla makan dulu ya" tawar Agam pada Nayla yang terlihat air mata masih mengalir deras membasahi pipi temban Nayla
"Nay nggak laper om"
"Gimana keadaan Papa om"
"Huhuhu" tangis Nayla pun kembali pecah lagi, dengan sigap Agam pun langsung memeluk tubuh kecil Nayla berupaya memberikan ketenangan untuk Nayla
"Nay jangan nangis terus" kata Agam dengan lembut
"Nay harus yakin papa bisa sembuh"
"Biar bisa main main lagi sama Nay"
"Nay harus banyak berdoa ya" kata Agam dengan lembut seraya membelai punggung Nayla
"Iya om" hanya itu jawaban yang bisa dikeluarkan oleh Nayla
Tiba tiba saja Agatha berdiri dari posisi duduknya, melihat itu Agam pun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh kecil Nayla
"Mau kemana ta?" tanya Agam mencoba mendekat kearah Agatha. Agatha hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Agam
Agatha masih merupaya melangkahkan kakinya padahal tubuhnya dalam kondisi lemah. Tiba tiba.......
"Agathaaaa" teriak Agam melihat tubuh Agatha yang roboh
Tubuh Agatha pun tumbang dengan sigap Agam pun langsung mendekat ke arah Agatha dan menangkap tubuh Agatha yang tumbang tersebut
__ADS_1
"Mamaaaaa" teriak Nayla