Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 20


__ADS_3

Skippp Malam hari


"Ayok makan malam diluar yok." ajak Rissa sembari menarik narik tangan Ratih.


"Gue capek ris." jawab Ratih dengan nada lemasnya.


"Lah kok capek sih? emangnya lo nggak laper apa?" tanya Rissa yang tampak sedikit kecewa.


Qehhhh.....tampak Ratih yang menghela nafas panjangnya, kemudian perlahan lahan bangun dari posisi berbaringnya.


"Go food aja yah?" tawar Ratih yang mencoba sedikit menenangkan hati Rissa.


"Boleh dah." jawab Rissa pada akhirnya.


Rissa pun akhirnya bergegas mengambil ponselnya dan mulai mengotak atik sesuatu dari sana.


"Lo mau makan apa?" tanya Rissa pada Ratih.


"Soto." jawab Ratih tanpa berfikir panjang.


"Oke." balas Rissa.


Tringggg....

__ADS_1


Tiba tiba saja tak berselang lama ponsel Ratih pun berdenting, ada notif pesan masuk dan tanpa menunggu lama lagi Ratih pun langsung membuka isi pesan tersebut.


Ting....


Degggg......


Betapa terkejutnya Ratih hingga membuat kedua bola matanya membelalak seketika, tiba tiba saja jantungnya seakan akan berhenti berdetak.


Foto om Bayu dan jan janda gathel...


"Ah sial." umpat Ratih yang baru mengingat jika kakak iparnya tersebut akan datang kesini bersama dengan saudara tirinya, yaitu yang disebut Ratih sebagai janda Gathel.


"Lo kenapa tih?" tanya Rissa yang merasa heran.


"Lo lo nggak papa kan tih?" tanya Rissa dengan penuh kehati hatian.


"Nggak papa mata lo soakkk." bentak Ratih yang langsung berdiri dan mengambil jaket yang bergelantung begitu saja.


"Lo mau kemana tih?" tanya Rissa yang tampak khawatir.


Bukannya tak mendengarkan pertanyaan dari sahabatnya tersebut, hanya saja Ratih terlalu malas dan tidak mood untuk sekedar menjawabnya. Ratih pun langsung pergi tanpa berbicara sepatah kata pun.


..............

__ADS_1


Ditaman......


"Aaaa sialan sialan sialan brengsekkk." teriak Ratih, bayangan foto bersama dua orang dewasa berbeda jenis tersebut seakan akan berkeliaran di ingatannya.


Ratih pun memilih duduk disebuah kursi kayu kosong, menatap langit langit malam yang gemerlap bertabur bintang.


"Hehhhh....gini amat sih kisah percintaan gue, udah sukanya sama om om eh malah ditikung tante tante janda gathel pulak." ucap Ratih pada dirinya sendiri dengan nada memperihatinkan.


Hampir satu setengah jam Ratih berdiam diri ditaman, yang dilakukannya hanya mengumpat dan menghayal sampai sampai tanpa ia sadari hari sudah menjelang malam. Akhirnya Ratih pun memilih untuk mengakhiri masa berkabungnya dan pulang.


Karena jarah kos kosannya dan taman yang tidak terlalu jauh, Ratih pun pulang hanya dengan jalan kaki.


Srabetttt....


Tiba tiba saja ada kendaraan bermotor yang lewat disamping Ratih, dan parahnya dia menerobos genangan air yang membuat airnya pun menciprat sangat banyak ketubuh Ratih.


Jregguttttt......


"Aaaaaaaa." teriak Ratih dengan sekencang kencangnya karena bajunya yang basah.


"Dasar budeggg." teriak Ratih saat melihat pengendara tersebut sama sekali tak berhenti walaupun ia berteriak seakan akan menggunakan toak.


"Ahhh bringsikkk, semesta nggak ngerti situasi banget sih. Udah tau gue lagi sedih bukannya dihibur dapet berita bagus apa gimana kek, ehhh malah apes kek gini." omel Ratih yang bahkan rasanya sudah tidak memiliki tenaga lagi sekedar untuk mengeluh.

__ADS_1


Tuttt....tttuuuttt.....tttuuuttt


__ADS_2