Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 18


__ADS_3

Setelah perjalanan cukup jauh akhirnya Ratih sampai juga dikos kosannya, namun sekitar 300 meter dari kos kosannya ia berada ia melihat suatu keanehan.


"Mas mas mas, berhenti dulu mas." kata Ratih dengan paniknya sembari menepuk nepuk punggung tukang ojek yang tengah ditumpanginya tersebut.


"Iya iya mbak." jawab tukang ojek yangawalnya sangat terkejut tersebut, tukang ojek itu pun langsung menepikan motornya.


"Ada apa mbak?" tanya tukang ojek tersebut setelah menepikan motornya.


"Sebentar pak." jawab Ratih sembari terus melihat situasi disekitar area kos kosannya.


"Itu kayaknya mobil Mbak Agatha deh." gumam Ratih sembari terus menerus mengamati mobil berwarna hitam yang terparkir mulus didepan kos kosannya tersebut.


"Bener, gue yakin banget itu bener bener mobilnya mbak Agatha." ucap Ratih dengan penuh keyakinan.


"Gu gue harus gimana dong sekarang." gumam Ratih yang melihat penampilan dirinya sendiri.


"Nggak mungkin dong gue masuk pake baju nggak ngotak kek gini, nanti kalau Mbak Agatha lapor sama Kak Bryan gimana dong." ucap Ragih yang ketar ketir dengan keadaan yang tengah terjadi.

__ADS_1


"Emmm." Ratih yang otaknya tiba tiba nge lag itu pun terus berusaha memaksakan otak minimnya untuk menemukan jalan keluar sembari mondar mandir kesana kemari.


"Mbak, ini giman mbak? kalau udah saya musti cepet cepet balik nih. Udah mau malem juga." ucap tukang ojek itu tiba tiba membuat Ratih langsung menghentikan langkah kakinya.


"Emmm bentar bentar Mas." jawab Ratih, Ratih pun lekas membuka dompetnya untuk melihat jumlah uangnya yang masih tersisa.


"Astaga, tinggal 50 ribu lagi." umpat Ratih.


"Aaa bisa gila gue lama lama." batin Ratih yang menjerit keras.


"Apa?" tanya tukang ojek tersebut dengan wajah sinisnya.


"Emmm Mas bisa nggak anterin saya ke toko pakaian terus nanti balik kesini lagi, nanti saya bayar kalau udah sampai disini lagi soalnya uang saya tinggal lima puluh ribu dan ini mau saya pake dulu buat beli celana." ucap Ratih sembari mengacungkan uang lima puluh ribu miliknya.


Sreetttt....


Tiba tiba saja hanya dengan sekejap mata tukang ojek tersebut berhasil menyahut uang miliknya, alhasil uang satu satunya itu langsung berpindah tangan dengan mulusnya.

__ADS_1


"Ahhh kelamaan lo mbak." ucap tukang ojek tersebut yang sudah merasa kesal.


"Heh Mas mas mas, woi enak aja itu duit gue." babtah Ratih yang tak terima.


Mbbbrrrrr....tukang ojek yang tak ingin memperpanjanh durasi waktu itupun langsung menyalakan mesin motornya dan melaju dengan kencangnya meninggalkan Ratih begitu saja.


"Woiii dasar tulang ojek nggak punya hatiii, sialan lo. Gue nggak bakalan lagi mau naik ojek butut lo, awas lo kalau ketemu gue lagi abis loooooo!" teriak Ratih yang sama sekali tidak diperdulikan oleh tukang ojek tersebut, bahkan mungkin tukang ojek itu pun juga tak mendengarnya.


"Ahhhh sialll." teriak Ratih sembari menendang angin disekitarnya.


"Ahhh gue musti gimana ini?" bingung Ratih yang kemudian mondar mandir kesana kemari sembari menggigit jarinya, berharap otaknya akan segera menemukan solusi.


"Apa gue hubungin Dimas aja yah? sekalian aja kan dia udah pinjemin gue kemeja, jadi gue pinjem celana lagi aja biar sepasang jadinya." gumam Ratih.


"Tapi gue malu bangettt, ya kali masak habis gue jual mahal sama dia gue langsung jual murahhh haaaaaa." tangis Ratih pun pecah menyesali kebodohannya.


Tttuutttt.....tttuuutttt.....ttttuuutttt

__ADS_1


__ADS_2