Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 102


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian dikediaman Pak Surya berada kini Nayla tengah bermain main bersama Vanno dipekarangan rumah Pak Surya


"Bagaimana kabar Bryan ta?" tanya Pak Surya disela sela aktivitas minum kopinya


"Baik pa" jawab Agatha


"Helooooo, ini kuenya" ucap Sellena yang tiba tiba datang dengan membawa kue kemudian meletakkannya dimeja


"Kemarin kata Vanno Nayla ikut kompetisi Silat lagi yah?" tanya Sellena pada Agatha


"Iya" jawab Agatha dengan singkat


"Wahhh keren banget anak perempuan bisa gituan, lo selalu setuju?" tanya Sellena


"Papanya selalu mendukungnya" jawab Agatha


"Kapan kamu akan menikah lagi?" tanya Agatha pada Sellena, Sellena yang tadi mendekatkan wajahnya kini menariknya kembali


"Kenapa?" tanya Sellena yang sebenarnya tak ingin menjawab


"Kamu butuh laki laki, iya kan pa?" kata Agatha meminta persetujuan Papanya


"Papa terserah Sellena saja, gimana baiknya" jawab Pak Surya yang kemudian langsung beranjak berdiri


"Gimana menurut lo?" tanya Sellena sembari menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa


"Apanya?" balik tanya Agatha


"Apa gue bisa ngelupain Reyhan?" tanya Sellena sembari memejamkan kedua matanya


"Tergantung niat lo, kalau lo berusaha keras gue yakin lo bakalan bisa" jawab Agatha


"Lagi pula Vanno juga butuh sosok ayah yang bisa menjadi panutannya" lanjut Agatha


"Mau gue suruh Bryan buat ngenalin lo sama temen temennya?" tawar Agatha sembari menatap Sellena


"Sialan lo" pekik Sellena yang langsung memukul lengan Agatha


"Lo pikir gue nggak laku apa?" kesal Sellena


"Emangnya lo laku?" balik tanya Agatha


"Sialan" maki Sellena


"Lo udah punya sem seman?" tebak Agatha yang langsung pada intinya


"Belum, cuma tertarik aja" jawab Sellena jujur apa adanya yang langsung membuat Agatha mendadak kepo hingga langsung merapatkan tubuhnya pada Sellena


"Siapa?" tanya Agatha bersemangat, rasa penasarannya tak bisa tertahankan lagi


"Kepo" jawab Sellena mengacuhkan


"Siapa?" tanya Agatha lagi sembari mengguncang guncangkan tubuh Sellena agar mau menjawabnya

__ADS_1


"Gue kenal nggak?" tanya Agatha lagi sembari tangannya tak kunjung berhenti mengguncang guncangkan tubuh Sellena


"Bayu" jawab Sellena yang membuat gerakan tangan Agatha seketika berhenti


"Ba..Bayu?" tanya Agatha mengulang jawaban Sellena sembari mengerjabkan matanya beberapa kali


"Bayu?" tanya Agatha yang belum selesai


"Iya, Bayu yang itu" jawab Sellena yang seakan akan tau apa yang akan dipertanyakan oleh Agatha


"Lo seriusan?" tanya Agatha yang tak percaya sama sekali


"He eum, gue sering ketemu dia. Tapi nggak sengaja juga sih" jawab Sellena sedikit bercerita


"Harus banget ya lo suka sama orang yang suka sama gue" kata Agatha menarik dirinya menjauhi tubuh Sellena


"Gue nggak minta tapi tuhan yang nakdirin tuh" jawab Sellena acuh


"Gila?" gumam Agatha yang masih tak percaya


"Lo punya saingan" kata Agatha kemudian


"Siapa?" tanya Sellena yang nampak tak terkejut sama sekali, bukan karena tau siapa orangnya melainkan ia dapat memprediksi jika pastinya akan banyak wanita yang menyukainya


"Lo nggak bakalan nglakuin hal bodoh kayak dulu lagi kan?" tanya Agatha tanpa menjawab pertanyaan Sellena sebelumnya


"Gue udah dapet karma beratnya, gue nggak sanggup dapet untuk yang kedua kali" kata Sellena


"Angkat tangan gue" lanjutnya lagi


"Adik ipar lo?" tanya Sellena


"Iya" jawab Agatha singkat


"Hah...sialan, sempit banget sih ni bumi" kata Sellena yang hampir hampir tak percaya jika saingannya adik ipar Agatha


"Gue bakalan bersikap netral, gue nggak bakalan bantu siapa siapa" kata Agatha mengangkat kedua tangannya


"Silahkan berusaha sekuat dan semampu kalian, tanpa kecurangan" Agatha melanjutkan ucapannya


Hah...Sellena menghembuskan nafas panjang mendengar ucapan Agatha barusan


"Emang siapa yang bakalan minta bantuan lo?" sinis Sellena


"Terserah" jawab Agatha acuh


Huekkk.....huekkk...huekkk....terdengar suara seperti orang yang muntah muntah dari kamar mandi membuat Bryan terlonjak kaget dan langsung beranjak dari ranjangnya


Tok...tokkk....tokkk Bryan terus menerus mengetuk pintu kamar mandi dengan keras


"Ta, kamu kenapa?" tanya Bryan raut wajah paniknya


"Kamu nggak papa kan?" tanyanya lagi sembari terus menerus menggedor gedor pintu kamar mandi, sayang Agatha belum muncul juga

__ADS_1


"Agatha.." Teriak Bryan yang merasa kesabarannya sudah habis bercampur dengan rasa khawatirnya


"Aku dobrak pintunya kalau kamu nggak keluar keluar juga" ancam Bryan yang kemudian mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu


Ceklekkkk....pintu terbuka sebelum Bryan mendobrak pintunya, entah karena takut akan ancaman Bryan yang akan merusak properti karena hal sepele atau karena Agatha memang sudah selesai dengan urusannya didalam sana


"Kamu kenapa ta, kamu nggak papa kan?" tanya Bryan dengan khawatir dan langsung menelisik tubuh Agatha dari atas sampai bawah untuk memastikan jika wanitanya dalam kondisi baik baik saja


"Aku nggak papa kok bry" jawab Agatha yang tak ingin suaminya bertindak berlebihan


"Nggak papa gimana? aku denger kamu muntah muntah" sanggah Bryan yang tak suka jika Agatha membohonginya


"Ayo kita kerumah sakit" kata Bryan yang langsung menarik tangan Agatha


"Yan, aku nggak papa. Nggak perlu kerumah sakit" ucap Agatha menahan tubuhnya agar tak terbawa oleh arus kekuatan Bryan


"Jangan boong sama aku" ucap Bryan dingin tanpa menoleh menatap Agatha


"Aku cuma masuk angin doang" kata Agatha yang sontak membuat Bryan langsung menghentikan langkahnya seketika


"Kamu masuk angin?" tanya Bryan berbalik arah menatap Agatha


"Iya" jawab Agatha


"Aku kerokin" ucap Bryan tanpa ragu ragu lagi


"Apa?" pekik Agatha yang terkejut dengan ucapan Bryan


"Aku nggak mau yan, aku nggak pernah digituin" tolak Agatha langsung


"Mau kerumah sakit atau aku kerokin" tawar Bryan


"Yan, ini udah malem ngapain kerumah sakit segala? kaya nggak ada hari esok aja" ucap Agatha


"Oke, kamu disini aja aku mau pinjam kerokan Mama dulu" ucap Bryan yang langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Agatha sendiri


Bryan pun melangkahkan kakinya menuju kamar Mamanya, ia sama sekali tak perduli jika ia akan mengganggu waktu istirahat Mama dan Papanya sekalipun


Tok....tok...tok...Bryan pun menggedor gedor pintu kamar Mamanya tanpa jeda, beberapa saat kemudian pintu pun terbuka dan menampilkan sosok Mamanya dengan wajah mengantuknya


"Apa sih yan, ganggu orang tidur aja" kesal Mama Henny begitu membuka pintu


"Kerokan ma" kata Bryan menengadahkan tangannya


"Minta Agatha aja, Mama mau tidur" tolak Mama Henny yang tak ingin mengeroki Bryan karena rasa kantuknya yang tak tertahan lagi


"Bukan aku ma, tapi Agatha muntah munta" ucap Bryan kemudian


"Agatha muntah muntah?" tanya Mama Henny memastikan


"Iya ma, nggak mau kerumah sakit dia" jawab Bryan


"Apa katanya? sakit apa?" tanya Mama Henny penasaran

__ADS_1


"Masuk angin ma katanya, makanya aku minta kerokan Mama" jawab Bryan


"Tunggu tunggu" kata Mama Henny yang kemudian langsung masuk kedalam kamarnya, tak berselang lama Mama Henny kembali lagi dengan membawa 3 benda yang diletakkan ketangan Bryan membuat Bryan bingung dan memandangi benda benda tersebut


__ADS_2