Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 98


__ADS_3

"Aaaaaaa apa yang kamu lakukan?" pekik Agatha yang sangat terkejut saat tiba tiba saja ada orang yang dengan lancangnya langsung memasuki kamarnya hingga kapas yang digunakan untuk membersihkan wajahnya pun terlepas dari genggaman tangannya


"Emangnya aku ngapain?" tanya Bryan dengan menunjuk dirinya sendir dan bingung melihat reaksi Agatha, pasalnya Bryan merasa tak melakukan kesalahan apapun


"Kamu..." tunjuk Agatha dengan tatapan nyalangnya


"Ah sudahlah" kata Agatha mengguyar ngguyarkan kepalanya membuang niatnya jauh jauh


"Kenapa lama sekali?" tanya Bryan dengan ambigu seraya berjalan dengan santaiya ke arah Agatha


"Apanya?" tanya Agatha yang otaknya belum sampai


"Bersih bersih, mandi...huh....aku sudah tidak sabar" ucap Bryan dengan raut wajah kecewanya


"Hehhh...hari masih cerah dan kau..." kesal Agatha


"Sebentar lagi gelap" sahut Bryan yang seakan akan dapat menebak kata selanjutnya yang akan keluar dari bibir Agatha


"Cepat berbalik" kata Bryan yang langsung memutar tubuh Agatha agar membelakanginya


"Apa yang kau lakuk..." kata Agatha yang melangsungkan protesnya, bahkan ia juga berusaha memutar tubuhnya kembali namun ditahan oleh Bryan


Krekkkkk tiba tiba saja Bryan langsung menurunkan resletting Agatha tanpa mengucapkan sepatah kata pun yang membuat Agatha langsung membelalakkan matanya lebar lebar dan tak lupa juga ditambah dengan mulut yang menganga lebar


"Kenapa resletingnya di..."protes Agatha dengan wajah memerah karena kesal dan tak lupa juga satu tangannya kini menahan baju bagian depan memegangi dadanya agar gaunnya tidak jatuh begitu saja kelantai


"Kau pasti akan kesulitan membukanya nantinya, toh...nanti kamu pasti akan meminta bantuanku juga kan" potong Bryan, ah....adegan adegan seperti ini tentu saja sangat familiar di film film bukan?


"Sial.." maki Agatha dengan wajah bersungut sungutnya yang kemudian langsung berjalan memasuki kamar mandi. Emosinya kini sudah diubun ubun dan siap meledak, namun sialnya yang dikatakan Bryan memang benar sehingga ia tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada Bryan


"Mandi yang bersih, karena setelah ini aku akan menggempurmu habis habisan" ucap Bryan absursd yang mengiringi langkah kaki Agatha menuju kamar mandi


"Aaaaaaa" teriak Agatha yang telinganya langsung panas seketika mendengarkan ucapan Bryan. Agatha pun langsung mempercepat langkahnya memasuki kamar mandi. Sementara Bryan hanya tersenyum melihat tingkah wanita gila didepannya ini😂


"Nayla" panggil Bayu


"Om Bayu?" Nayla pun menoleh, tak lama kemudian senyum merekah pun mengambang dari bibir Nayla. Tak menunggu lama, Nayla pun langsung berlari kepelukan Bayu


"Om apa kabar?" tanya Nayla, sebenarnya sudah sejah dipelaminan tadi Nayla ingin memeluk Bayu. Namun Neneknya mengatakan "Boleh, tapi nanti setelah foto" dan alhasil setelah sesi foto Nayla kehilangan jejak Om Bayunya tersebut


"Lihat Om bawa apa buat Nayla?" ucap Bayu sembari melepaskan pelukan Nayla dari tubuhnya


"Tadaaaa" Bayu pun mengeluarkan sesuatu dari dalam papper bag yang dibawanya. Rupanya tadi Bayu menghilang karena membeli hadiah untuk Nayla, maklum lah sejak kejadian memalukan yang hendak dilakukannya pada Agatha membuat Bayu tak berani untuk menampakkan hidungnya lagi. Beruntung, hari ini Bayu benar benar menguatkan tekadnya untuk datang kesini dan itu berhasil


"Wahhhhh.....penangkap mimpi" girang, Nayla langsung merebut hadiah tersebut dari tangan Om Bayu


"Gantung ini dikamar Nayla, biar Nayla selalu mimpi indah" ucap Bayu sembari mengelus elus pipi Nayla menggunakan ibu jarinya


"Makasih ya Om" kata Nayla dengan girangnya

__ADS_1


Cuppp....Nayla pun langsung mengecup pipi Om Bayu sebagai tanda sayangnya pada laki laki tersebut


"Yah....gue ditikung lagi" ucap Ratih dengan raut wajah sedihnya


"Sama siapa?" tanya Agam yang berada didepan Ratih


"Tu" jawab Ratih dengan menunjuk Milla yang berada disamping Agam menggunakan dagunya


"Whatt?" pekik Milla yang terkejut


"Kak Agam buta apa? gue kan lebih cantik dari pada cewek itu"


"Kenapa tadi berantemnya nggak sekalian putus aja sih" kesal Ratih mengingat kejadian beberapa jam lalu, saat Agam dan Milla berseteru. Berharap keduanya akan perang bersar namun ternyata harapannya tak terkabulkan


"Wahhhh anak kecil ngajak ribit nih" ucap Milla dengan gaya menggulung baju lengannya


"Apa...apa? nantang woiii" tentu saja Ratih tidak akan diam saja jika sudah ditantang seperti ini


"Udah udah, Mil. Udah" lerai Agam yang tak ingin terjadi keributan disini, meskipun acara telah berakhir tapi tentu saja masih menyisakan beberapa orang disini termasuk keluarga besar


"Nih anak kecil ngajak ribut nih" ucap Milla berapi api sembari menunjuk nunjuk Ratih


"Apa apa" tantang Ratih, Ratih pun langsung melemparkan botol minuman yang tadi telah ia habiskan isinya


Tukkkk.....tepat sasaran, botol tersebut melayang mulus dijidat Milla


"Aaaaaaaa"...teriak Milla


Bughhhhh


"Aaaaaa" teriak Ratih karena wajahnya kini dipenuhi dengan kue kue tart yang menempel diwajahnya


"Ahahahaha rasain lo" ucap Milla dengan lantang dan penuh kemenangan


"Aaaaa" pekik Agatha yang merasa terkejut saat tiba tiba wajah Bryan ada didepan wajahnya begitu ia membuka pintu kamar mandi


"Astagfirullah" Bryan pun tak kalah terkejutnya begitu mendengar teriakan Agatha yang hampir memecahkan gendang telinganya


"Kau mengagetkanku saja" sebal Agatha yang langsung berjalan begitu saja melewati Bryan


Ggggpppp....tiba tiba saja langkah Agatha harua terhenti saat tiba tiba saja Bryan mencekal tangannya. Sebenarnya tadi Bryan hendak mandi, namun begitu melihat Agatha yang keluar hanya menggunakan handuk kimono ditambah rambutnya yang setengah basah diurai begitu saja hingga wangi sampo Agatha menguar diudara membuat Bryan mengurungkan niatnya


"Apa?" tanya Agatha berbalik menatap Bryan, ia mencoba bersikap santai padahal jantungnya berdetak dengan kencang


"Aku ingin meminta hakku sekarang juga" jawab Bryan tanpa melepaskan cekalan tangannya


"Hak? hak ap..." Agatha hendak protes, namun kemudian ia menyadari maksud dari perkataan Bryan


"E..emm..." Agatha berdehem

__ADS_1


"Em, sebagai member baru dihati kamu"


"Aku nggak akan melupakan kewajiba aku sebagai seorang istri kok" ucap Agatha disertai senyum


"Bagus" jawab Bryan dengan menyunggigkan senyumannya


"Tapi bagaimana kalau kit..." ucap Agatha yang belum selesai


Cupppl....Bryan langsung mengecup bibir Agatha


"Mmppppp....mppppp....mmmmppppp" Agtha memukul mukul dada Bryan agar Bryan lekas melepaskan tautanya


Hah....hah....hahhh.....Nafas Agatha sampai ngos ngosan begitu Bryan melepaskan tautannya


"Kenapa tidak bernafas?" tanya Bryan


"Apa kau tidak ahli dalam hal ini?" tanyanya lagi


"Kau gila??? tentu saja aku sangat ahli bahkan berpengalaman!!! tadi aku hanya terkejut saja" jawab Agatha bohong, ia tidak mau di usianya saat ini ia terlihat tidak lihai dalam persoalan seperti ini


"Oh...bagus, buktikan lah" tantang Bryan


"Heyyy....kau ini mengambil keuntungan saja" desis Agatha


"Aku hanya mengingatkan kalau bohong itu dosa" ucap Bryan tepat sasaran


Cupppp....tak punya pilihan lain, Agatha pun langaung mengecup bibir Bryan. Namun, Bryan malah menahan tengkuk Agatha dan memperdalam ciuman mereka. Bryan dapat merasakan jika ciuman Agatha terkesan sangat kaku dan tak berpengalaman sama sekali, sementara Agatha berusaha mengikuti permainan Bryan


Perlahan lahan ciuman mereka semakin menuntut, tangan Bryan mulai turun kebawah tanpa disadari oleh Agatha. Bryan menarik dengan pelan tali handuk yang dikenakan Agatha


"Akhhhh" Agatha pun langsung terkejut hingga melepaskan ciumannya saat menyadari jika tali yang mengikat handuknya kini telah terlepas, dan sialnya Agatha tidak memakai apa apa didalamnya


Cuppp.....tanpa menunggu lama lagi, Bryan pun kembali mengecup bibir Agatha dan mengiringnya kearah ranjang yang sudah melambai lambai meminta untuk segera dialih fungsikan


Brukkkk....Bryan mendorong tubuh Agatha dengan ritme yang tak terlalu keras hingga Agatha berbaring dibawah kungkungan Bryan


"Aku ingin malam ini" bisik Bryan tepat ditelinga Agatha, rasanya darah berdesir hebat didalam tubuh Agatha ketika Bryan mengucapkannya


Agatha hanya mengangguk menyetujui, rasanya ia juga sudah terangsang oleh ciuman Bryan tadi


Perlahan lahan Bryan pun kembali mengecup bibir Agatha dengan penuh kelembutan, perlahan lahan tangan Bryan mulai nakal menjalar turun kebawah hingga menemukan menemukan dua bongkahan yang sintal dan meremasnya lembut, ciumannya pun berlahan juga turun kebawah dari leher hingga dada atas Agatha


Entah berapa lama keduanya hanyut dalam.ciuman ciuman itu hingga Agatha sama sekali tak menyadari jika keduanya kini telah tidak memakai pakaian apapun yang melekat ditubuh mereka berdua


"Ahhh" teriakan kecil pun keluar dari bibir Agatha begitu merasakan benda tumpul masuk kedalam inti tubuhnya


"Kenapa punyamu sem...sempit sekali, ahhh" lenguh Bryan sembari memejamkan matanya saat merasakan kenikmatan dibawah sana


Setelah itu hanyalah ******* dan erangan yang keluar dari bibir keduanya

__ADS_1


Entah berapa lama Bryan berpacu diatas tubub Agatha hingga keduanya sama sama berhasil sampai dipuncak kenikmatannya


note : maaf ya...nggak bisa terlalu vurgar karena nanti susah lolos reviewnya😕


__ADS_2