Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 8


__ADS_3

"Lo mau kemana tih?" tanya Dimas yang kemudian menjajari Ratih, namun Ratih sama sekali tak menjawabnya padahal Dimas yakin betul jika Ratih mendengar pertanyaannya. Karena Ratih yang tak mengalihkan pandangannya sama sekali, akhirnya membuat Dimas tampak penasaran kemudian mengikuti arah pandang Ratih.


"Lo kenal om om itu? sugar daddy lo hah?" tanya Dimas dengan tatapan masih melihat Bayu yang tengah memasuki area restoran bersama seorang wanita bergaun merah.


Mendengar ucapan Dimas yang tak bermoral tentu saja membuat mood sedih Ratih langsung berantakan seketika.


"Sekkiya." umpat Ratih yang kemudian langsung melangkah hendak meninggalkan mahluk menyebalkan ini, namun belum juga langkahnya menyentuh tanah tangannya langsung dicekal oleh Dimas.


"Lo mau kemana? kok lo sewot gitu sih?" tanya Dimas.


"Hello, lo barusan bilang apa? gue sewot? sewot dari mananya coba?" tantang Ratih.


"Emangnya lo pikir gue nggak tau apa lo barusan ngumpat gue apa? jangan lo pikir gue nggak bisa bahasa korea yah." cibir Dimas.


"Oh ya? emang yang tuan muda ini ketahui apa aja yah?" tantang Ratih.


"Gue tau banyak gue tau anyongaseyo, gomawo, y/n, bulgos dan f..." sebut Dimas.


"Cukuppppp." teriak Ratih membuat Dimas terkejut.


"Dasar ya, yang lo tau yang jelek jeleknya doang." kesal Ratih dengan raut wajah bersungut sungut.


"Lo suka sama bapack bapack tadi?" tanya Dimas dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Whatt? Bapack bapack? sangat sangat tydak ramah bintang satu." balas Ratih tak habis pikir dengan ucapan Dimas yang mengatakan pujaan hatinya bapack bapack.


"Iya maap, maksudnya lo suka sama hyung itu?" ralat Dimas lagi.


"Hyung?" tanya Ratih sembari menatap Dimas lekat lekat.


"Ah auk ah terserah lo aja." kesal Ratih yang lama lama semakin jengkel saja jika menghadapi titisan dakjal didepannya ini.


"Gimana kalau kita masuk aja." tantang Dimas.


"Ngapain? ogah banget." tolak Ratih cepat.


"Oh, berati cuma cinta yang bertepuk sebelah tangan yah?" tebak Dimas dengan wajah tengilnya.


"Oh ternyata selain gue ada juga ya cowo yang nggak suka sama lo, ya...berati cantiknya lo nggak menarik bagi sebagian orang dong." ejek Dimas yang semakin senang menjahili Ratih .


Sreeetttt.....


Tiba tiba saja Ratih langsung menarik tangan Dimas dan menyeretnya masuk kedalam restoran.


"Lo yakin? lo nggak bakalan nangis kan dirumah nanti?" bisik Dimas semakin memanas manasi Ratih.


"DAKCO." ucap Ratih pelan namun penuh dengan ketegasan membuat Dimas langsung diam.

__ADS_1


Ratih kemuudian mengaitkan tangannya pada lengan Dimas secara tiba tiba.


"Lo lo apa apan ini?" terkejut Dimas dengan mata melototnya sembari menunjuk tangan Ratih yang masih melekat dilengannya.


"Udah lo diem aja, lo nurut aja. Lagian cingir lo juga sih yang kompor kompor." tekan Ratih.


Ratih dan Dimas yang berjalan beriringan dengan tangan yang dikaitkan membuat keduanya tampak seperti sepasang kekasih. Dengan membuat langkah besar, Ratih meyakinkan dirinya untuk membawa Dimas lewat tepat disamping Mas Bayunya itu.


Ratih penasaran bagaimana reaksi pujaan hatinya nanti, meskipun hatinya ketar ketir takut jika nantinya hasilnya tidak sesuai jawaban. Namun dengan berani Ratih mencobanya, perlah lahan Ratih dan Dimas mendekat.


Karena posisi Mas Bayu yang membelakangi posisi Ratih saat ini membuatnya bisa melihat dengan jelas wanita gathel yang datang bersama dengan pujaan hatinya tersebut.


"Cih, muka kayak pantat panci aja sok sokan mau deketin mas bayu." batin Ratih menatap penuh kebencian wanita tersebut.


Deg....deg....deg...deg


Tinggal beberapa langkah lagi Ratih akan lewat tepat disamping pujaan hatinya.


Tap...tap...tap...tap...


"Auh." dengan sengaja Ratih mendorong Dimas dengan cukup keras hingga jatuh dengan posisi tersungkur.


"Aduh sayangku, apa yang terjadi denganmu kanda?" tanya Ratih dengan paniknya yang langsung mengambil posisi berpura pura panik dan menolong Dimas.

__ADS_1


__ADS_2