Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 11


__ADS_3

"Dia adik dari kakak ipar om." jawab Om Bayu.


"Ohhh." Ratih pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Om Kak Agatha mau kesini." ucap Ratih tiba tiba.


Shhhhiiittttttttt.........


Tiba tiba saja Om Bayu menginjak pedal rem secara mendadak.


"Auhhhhhh." teriak Ratih dan karin hampir bersamaan.


"Eh maaf maaf, kalian nggak papa kan?" tanya Om Bayu dengan wajah khawatirnya.


"Om gue tau kalau om itu udah tua, tapi aku masih muda jadi om jangan buru buru pengen ketemu tuhan napa sih." omel Ratih sembari mengelus jidatnya yang terasa memar.


"Maaf banget om nggak sengaja." ucap Om Bayu lagi.


"Karin kamu nggak papa kan?" tanya Om Bayu lagi.


"Sans aja om, aku nggak selebay anak itu kok." jawab Karin dengan senyum dibibirnya.


"Apa??" tanya Ratih yang tak terima.


"Apaan sih? lebe banget." cibir Karina yang memang sengaja ingin membuat Ratih marah.

__ADS_1


"Dasar ya lo bener ben..." sewot Ratih.


"Udah udah kalian ini bisa diem nggak?" bentak Om Bayu yang semakin pusing menghadapi dua abg bongkotan tersebut.


...............


Setelah cukup lama diperjalanan akhirnya mereka pun sampai juga di kos kosan Ratih, Ratih pun lekas turun dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Ratih tunggu." Om Bayu pun langsung menarik tangan kiri Ratih hingga Ratih berbalik padanya.


Deg...deg...deg dunia tiba tiba terasa berhenti berputar, cekalan tangan Om Bayu pada lengannya seakan akan mengalirkan energi yang mampu memompa jantungnya dengan cepat. Tatapan mata Ratih hanya tertuju pada tangan Om Bayu yang nangkring dilengannya.


"Tih Om mau tanya." ucap Om Bayu yang tiba tiba langsung menyadarkan Ratih dari dunia imajinasinya.


"Besok kamu ada waktu nggak?" tanya Om Bayu.


"Be besok om?" tanya Ratih memastikan indera pendengarannya.


"Iya besok? ada yang mau om bicarain sama kamu." jelas Om Bayu.


"Em besok sih aku ada kelas pagi om, paling sorean om." jawab Ratih jujur.


"Oke, kalau gitu besok om bakalan hubungin kamu." ucap Om Bayu yang kemudian langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari Ratih.


"Tap...tapi om." teriak Ratih namun tidak digubris sama sekali oleh Om Bayu.

__ADS_1


Ratih hanya menatap kepergian Om Bayu dengan senyum getir, biasanya Om Bayu tidak bersikap seperti ini kepadanya. Dulu saat masih dijakarta Ratih masih dengan semangat perjuangannya dalam menggapai cinta Om Bayu, namun saat sudah pindah kesurabaya ia tidak bisa lagi seantusias dulu karena jadwal yang sering tidak sinkron.


"Apa karena mbak Agatha?" gumam Ratih dengan penuh tanda tanya.


"Aku bisa aja bersaing sama semua wanita yang menyukaimu om, tapi tidak dengan satu wanita yang kamu sukai." gumam Ratih dengan mata berkaca kacanya.


Ratih pun memilih untuk duduk dikursi yang berada dibawah pohon mangga, menatap langit malam. Entah mengapa sejak kecil Ratih sangat menyukai malam, baginya menatap bintang dan bulan yang gemerlap dilangit akan membuatnya menemukan satu alasan untuknya tetap bertahan dalam situasi apapun.


"Apa aku nggak pernah hadir dalam mimpi kamu om?" ucap Ratih.


"Apa begitu sulitnya untuk menggapai kamu om." lirih Ratih.


"Harusnya kamu bersyukur om, udah tua bangkotan tapi masih ada gadis muda yang sukak sama kamu. Harusnya langsung terima aku saja kenapa sih om, nggak tau diri banget masih sok sokan jual mahal." decih Ratih menatap kesal Om Bayu yang berada dalam bayangannya.


Tring.....


Tiba tiba saja ada pesan, Ratih pun langsung membukanya.


"Sayangnya aku udah sampai dengan selamat?" begitulah kira kira isi pedan yang dikirim oleh Dimas.


"Sialan, gue nggak tau kalau ini pesan dari dia." kesalnRatih karena tadi tidak membaca nama pengirimnya terlebih dahulu.


Tringgg....


"Sayang kok cuma diread doang sih."

__ADS_1


__ADS_2