
Entah karena sudah lama tidak melakukannya atau karena efek dari status pengantin barunya, Bryan terus menerus menggarap tubuh Agatha hingga tepar tak sadarkan diri karena tadi kelelahan dan langsung tertidur tanpa bersih bersih terlebih dahulu
Ahhh....Bryan menghembuskan nafasnya melihat Agatha yang tertidur dengan posisi menantangnya, bagaimana bisa selimut yang tadi ia pasangkan untuk menutupi tubuh Agatha kini telah berserakan disebelahnya dan parahnya lagi kakinya yang tak bisa merapat padahal ia sedang tak memakai apapun. Dengan mengerahkan kesabaran penuhnya Bryan pun kembali menyelimuti tubuh Agatha, ia tak mau lagi jika ia tak bisa menahan diri dan menggempur tubuh Agatha lagi. Huh....kasian wanita itu jika ia melakukannya lagi
"Tidurlah yang nyenyak sayang" kata Bryan kemudian mengecup sekilas dahi Agatha
"Maaf jika kedatanganku mengganggu kalian" kata Bayu memulai pembicaraan
"Kenapa minta maaf? aku malah senang karena lo mau main kesini" jawab Agatha disertai dengan senyumannya
"Ngomong ngomong lo berapa lama mau tinggal dijakarta?" tanya Agatha pada Bayu
"Sekitar 3 bulanan, sekalian mau nyelesaiin proyek disini biar cepet kelar" jawab Bayu dengan wajah tenangnya
"Oh...saran gue sih, lo musti sekalian cari jodoh deh disini" kata Agatha tanpa sungkan
"Doain aja lo, biar gue bisa cepet nyusul lo" jawab Bayu menimpali
"Ngomong ngomong mau apa lo kesini?" tanya Bryan memotong pembicaraan dua orang yang tengah asik tersebut
"Gue mau minjem Nayla" jawab Bayu
"Minjem minjem, Nayla bukan barang yu" sahut Agatha yang merasa agak risi dengan bahasa yang digunakan oleh Bayu tersebut. Memangnya anaknya sejenis barang apa? pakai acara dipinjem pinjem segala
"Ya mumpung gue masih disini, gue mau ngabisin waktu buat Nayla" jawab Bayu santai
"Kalau gue nggak izinin?" sahut Bryan dengan santainya
"Lo nggak izinin gue?" tanya Bayu balik menatap Bryan
"Bisa jadi" jawab Bryan
"Gue harep lo nggak lupa jasa gue, gue Papa pertama buat Nayla" jawab Bayu dengan wajah tenangnya yang berhasil men skak mat Bryan
"Mampusss" bisik Agatha ditelinga Bryan, Agatha tertawa tertahan melihat perubahan raut wajah Bryan
"Sialan..." gumam Bryan, bukan apa apa Bryan hanya tak suka jika Bayu terus datang kesini nantinya apalagi jika Bayu dan Agatha sering bertemu. Tentu saja Bryan hanya takut, tapi sialannya Bryan adalah orang yang mengerti akan balas budi dan ia sangat berterima kasih atas apa yang telah Bayu lakukan untuk Agatha dan Nayla sebelum dirinya berhasil menemukannya
"Assalamualaikum" teriak gadis kecil yang tak lain adalah Nayla, rupanya gadis itu sudah pulang dari sekolahnya
"Waalaikumsalam" jawab Agatha, Bayu dan Bryan serempak
"Om Bayu" pekik Nayla yang terkejut melihat ada Om Bayu dirumahnya, tanpa menunggu lama Nayla pun melarikan diri menuju pelukan Om Bayu nya tersebut hingga papper bag yang ia tenteng ditangan kanannya terlepas begitu saja ketika ia merentangkan kedua tangannya lebar lebar
"Naylaaa" Bayu pun langsung menurunkan dirinya dari kursi dan berlutut untuk menyambut kedatangan pelukan Nayla
Bukkk....Nayla menabrakkan dirinya ditubuh Bayu dengan keras
"Om apa kabar? kenapa Om nggak pernah nemuin Nayla lagi??" tanya Nayla tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh Bayu
"Kan Om disini kerja juga" jawab Bayu disertai dengan senyumannya walaupun Nayla tidak bisa melihatnya, rasanya amat senang ketika ada orang lain yang selalu mengharapkan kehadirannya
__ADS_1
"Om mau ajak Nayla jalan jalan mau nggak?" tanya Bayu sembari melepaskan pelukan Nayla dari tubuhnya perlahan
"Mau Om, tap.." jawab Nayla namun belum juga ucapannya selesai
"Naylaaaaa" teriak seseorang dari luar
Plak...plak...plak...terlihatlah Ratih yang baru datang, namun dengan raut wajah bersungut sungut, bahkan dari langkah kakinya saja sudah terdengar jika wanita muda itu tengah dalam mode galak
"Ratih, ngagetin aja " pekik Bryan yang cukup terkejut dengan teriakan lantang adiknya tersebut
"Ya amsyong" gumam Ratih sembari memungut papper bag yang tadi ia titipkan pada Nayla untuk dibawanya masuk kedalam rumah kini berada dalam posisi berbaring tergeletak dilantai, bahkan beberapa isinya telah meyembul keluar dari dalam papper bag tersebut
"Ahahaha" rengek Ratih saat melihat beberapa make upnya kini telah pecah
"Wah" kaget Agatha yang melihat beberapa make up tersebut pecah, sebagai seorang wanita tentu saja Agatha akan marah ketika barang sakral tersebut hancur
"Naylaaaaa" teriak Ratih kesal
π€Έββπ€Έββπ€Έββ
Karena ingin membeli make up baru Ratih pun dengan sangat sangat tak perdulinya ikut ikut saja ketika Bayu menawarkannya untuk sekalian ikut dengannya, katanya Nayla ingin dibelikan boneka silat yang besar dan kini ketiganya tengah berada didalam mobil dengan tujuan mall ibu kota
"Tante, maafin Nayla lagi ya. Nayla nggak sengaja tadi" kata Nayla dengan perasaan rada rada takut melihat wajah garang tantenya tersebut
"Iya Nayla, lain kali jangan ceroboh lagi ya" jawab Ratih setelah merubah wajahnya dari sangar dan jutek menjadi lembut, namun setelah menjawab ucapan Nayla wajah Ratih pun seketika berubah menjadi ke bentuk semulanya
"Nayla sayang tante" kata Nayla yang langsung memeluk tubuh Ratih
"Nayla, Tente mau kesitu dulu ya" kata Ratih pada Nayla
"Tante nggak mau bareng sama Nayla?" tanya Nayla dengan raut wajah sedihnya, ia mengira jika tantenya masih marah padanya
"E..eh bukan gitu" sangal Ratih yang tak menduga jika Nayla akan berkata demikian
"Yaudah, tante juga temenin Nayla deh" kata Ratih kemudian
"Wahhhh bocah tengil disini juga rupanya" tiba tiba saja ada suara menggelegar dari belakangnya
"Eh...ada Nayla juga, Mama dimana sayang?" tanya Milla yang baru saja datang dan tak sengaja melihat sosok anak kecil yang kemarin sempat beradu mulut dengannya
"Eh tante Milla" Nayla pun nampak senang dengan kehadiran sahabat Mamanya tersebut
"Eh tante disini juga? mau beli apa tante?" tanya Ratih pada Milla
"Eh tuh mulut sembarangan aja ya, manggil gue tante segala!!!" Milla pun tak terima jika Ratih memanggilnya dengan sebutan tante
"Lah kan saya ngikutin Nayla aja" jawab Ratih dengan wajah sok terkejutnya, padahal sebenarnya ia tentu saja sengaja melakukan itu untuk memancing kemarahan wanita didepannya ini
"Kamuuu" tunjuk Milla pada Ratih
"Udah Mil, udah dong" akhirnya Agam pun turun tangan, ia tak mau jika ada keributan selanjutnya
__ADS_1
Kini semuanya tengah berkumpul disebuah restoran yang ada didalam Mall tersebut, tentu saja ini atas permintaan Nayla yang ingin mendamaikan Milla dengan Ratih. Ah...mungkin saja gadis ini risi melihat dua orang dewasa tersebut berseteru ditempat ramai seperti ini
"Tante harus minta maaf sama tante Milla" kata Nayla pada Ratih
"Kok aku?" tunjuk Ratih pada dirinya sendiri tak mau mengikuti keinginan Nayla
"Ya terus siapa tan?" tanya Nayla
"Bener tuh kata Nayla, harusnya lo minta maaf ke gue" sahut Milla menyetujui permintaan Nayla
"Kok gue? emangnya gue salah apa sama lo?" tanya Ratih balik
"Kan lo yang udah mulai tadi" tunjuk Milla
"Mulai apaan?" tanya Ratih balik
"Lo yang udah ngatain gue tante tadi" jawab Milla dengan penuh penekanan
"Lah salahnya gue dimana? gue kan cuma ngikuti Nayla" jawab Ratih dengan yakinnya
"Itu panggilan buat Nayla, lo nggak lah" jawab Milla menggebu gebu
"Lah kan tante temennya kak Agatha, kak Agatha aja udah punya anak. Berati tante juga udah tante tante dong? kan seumuran sama Kak Agatha" jawab Ratih dengan penuh kemenangan
"Apa???" Milla sama sekali tak percaya dengan apa yang dikatakan Ratih barusan
Milla pun langsung bangkit dari posisi duduknya dengan wajah sangar diikuti oleh Ratih yang tak kalah tajamnya tatapan matanya. Keduanya sama sama hendak melangkahkan kakinya
"Tahannn" teriak Agam yang mulai melihat akan ada pertemuran didepannya. Sontak Bayu pun langsung menarik lengan Ratih, namun karena tarikannya cukup keras membuat tubuh Ratih kehilangan keseimbangannya hingga oleng dan hampir terjatuh
"Akhhhhh" teriak Ratih saat tubuhnya hendak jatuh
Cppppttttt ....dengan sigap Bayu pun menangkap tubuh Ratih
Seperti adegan pada drakor drakor pada umumnya, dalam scene ini seperti dalam suasana waktu yang berhenti berputar. Keduanya sama sama terkejut dengan gerakan tiba tiba ini, namun tatapan matanya saling terkunci.
Bayu pun dapat merasakan jantungnya yang berdetak dengan cepat tatkala tangannya melingkar dipinggang ramping Ratih yang tentu saja membuat jarak diantara keduanya sangat tipis
Dalam situasi ini Ratih malah terpikat dengan ketampanan yang dimiliki Bayu, ah...wajah tampannya benar benar memikat hati
"Eh...enak aja cari cari kesempatan yah lo" ucap Ratih yang tiba tiba tersadar dari lamunan yang melayangkan akal sehatnya barusan sambil menarik dirinya dari rengkuhan tangan Bayu
"Apa? nyari kesempatan?" tanya Bayu mengulang ucapan Ratih barusan
"Iyah, lo nyari kesempatan emang biar bisa pegang pegang gue"
"Iyakan? ngaku aja deh lo. Hapal gue sama modelan kayak lo gini" ucap Ratih menggebu gebu
"Apanya yang mau dipegang dari tubuhmu yang tipis ini?" tanya Bayu
Jedakkkk
__ADS_1