Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 94


__ADS_3

"Jangan seperti ini" kata Agatha yang mencoba menenagkan Bayu


Dengan gerakan tiba tiba Bayu pun langsung membalikkan badannya, sontak pelukan Agatha pun ikut terlepas dari tubuhnya. Bayu langsung mendorong Agatha dan menghimpitnya didinding


"Kamu tega banget ta sama aku" kata Bayu yang dipenuhi dengan kemarahan, Bayu langsung meraih tengkuk Agatha dan menyatukan bibir mereka


"Hhmmmpppp.....hhhmmmmpppp.....hhhhmmmmpppp" Agatha meronta ronta ingin segera dilepaskan oleh laki laki dihadapannya ini, ia sungguh tidak menyangka jika Bayu akan memperlakukannya serendah ini. Agatha terus memukul mukul dada Bayu


Bayu terus ******* bibir Agatha sembari menahan tengkuknya, sampai pada akhirnya Agatha memukul mukul dadanya hingga terasa sesak. Bayu pun meraih kedua tangan Agatha lalu mencengkeramnya hanya menggunakan satu tangannya saja dan dinaikkan keatas kepala Agatha


Bayu kemudian melanjutkan kembali tautan yang sempat terlepas tadi, dirinya telah dikuasai oleh emosi hingga mendorongnya melakukan hal hal diluar batas kendalinya sendiri


Bayu kemudian mengarahkan Agatha menuju ranjang miliknya dan mendorongnya perlahan hingga terjrembab diatas kasur tanpa melepaskan cekalan tangannya dan juga pangutan bibirnya


Bayu melepaskan tautan bibirnya dan kini beralih menuruni leher jenjanh milik Agatha


"Hiksss" terdengar rintihan tangisan Agatha yang tiba tiba menyadarkan Bayu untuk menghentikan aksi bejatnya ini


"Shiiittt" umpat Bayu setelah melepaskan bibirnya dari tubuh Agatha, ia berdecak kesal dengan mengguyar rambutnya kebelakang kemudian duduk dipinggir ranjang. Sementara itu, Agatha pun langsung membenarkan posisinya dari berbaring kemudian duduk


"Kenapa kamu begini padaku ta...apa aku lakukan selama ini nggak ada artinya" lirih Bayu dengan pandangan menunduk kebawah, berniat ingin menyembunyikan kekecewaannya namun semua orang pun tau jika ia tengah kecewa hanya dengan melihat raut wajahnya yang seperti ini


"Maafin aku yu, aku sendiri juga nggak pernah menyengka jika aku akan kembali lagi dengan laki laki itu" jawab Agatha apa adanya


"Aku juga nggak tau bagaimana awalnya dan bagaimana bisa aku mencintainya" lanjut Agatha


"Semua ini diluar kendaliku" lirih Agatha

__ADS_1


Lagi dan lagi Bayu harus dikecewakan dengan pengakuan dari Agatha yang terang terangan mencintai Bryan, namun kata kata terakhir Agatha mengingatkannya pada suatu hal


Takdir...yah...ini semua terjadi karena takdir, takdir yang terjadi diluar kendali Agatha maupun dirinya sendiri. Tiba tiba saja muncul sejumlah kata kata islami dalam otak Bayu, semua orang tidak akan bisa melawan takdir yang telah ditentukan oleh sang pencipta. Sekuat apapun kita menolaknya, takdir tetaplah takdir


Mungkin begitu dengan Agatha yang sama sekalintak pernah membayangkan jika ia akan bertemu kembali dengan Papa dari anaknya bahkan jatuh cinta pada laki laki yang tak berpendirian itu. Namun kembali lagi, rasa cinta itu datang tanpa meminta persetujuan dari dirinya. Mengubah dunianya juga Nayla dan juga mematahkan banyak hati yang berada disekitar Agatha dan Bryan sendiri


Bayu pun bangkit dari posisi duduknya, setelah tadi ia berusaha mendinginkan otaknya. Tak mudah memang melepaskan sesuatu yang sangat diinginkannya, namun ia sendiri tidak bisa memaksa Agatha untuk bersamanya jika Agatha sendiri enggan. Mungkin memang inilah cara tuhan menyatukan kembali Agatha dan Bryan dengan menghadirkan Nayla sebagai penguat hubungan mereka


"Maafkan aku atas kelancanganku" ucap Bayu tiba tiba


"Aku akan mengantarmu pulang" ucap Bayu lagi yang kemudian langsung berjalan keluar dari kamar meninggalkan Agatha sendirian didalamnya


Tentu saja Agatha sangat marah dengan apa yang telah dilakukan Bayu padanya namun Agatha juga bangga akan sikap pengertian Bayu, Bukankah Bayu bisa saja memperkosanya hari ini? namun Bayu tidak melakukan hal itu. Dia sungguh laki laki yang baik, jika Agatha bisa memilih pada siapa ia akan jatuh cinta maka pilihannya adalah Bayu. Yah....dia laki laki yang tak mengedepankan nafsunya dan selalu mendahulukannya dan Nayla sejak dulu, namun rupanya hatinya telah terikat oleh Bryan


"Terima kasih" ucap Agatha pada Bayu setelah sampai dirumah orang tua Bryan


Buru buru Agatha masuk kedalam rumah dan nampaknya Papa Hamdan dan Mama Henny tengah menyantap camilan dengan menyaksikan acara televisi


"Ma Pa" panggil Agatha yang langsung mendekat, bahkan ia juga sampai lupa untuk mengucapkan salam terlebih dahulu


"Kamu kok sendirian? Bryan sama Nayla mana?" tanya Mama Henny yang merasa heran karena Agatha datang sendirian dan juga tampilan bahkan riasan Agatha kini telah tak karu karuan


"Nayla kecelakaan ma, dan sekarang dirawat dirumah sakit" jawab Agatha dengan cemas karena ia harus bergerak cepat dan lekas kembali kerumah sakit


"Apaaa"


"Apaaa" Kaget Papa Hamdan dan Mama Henny hampir bersamaan, bahkan keduanya saat ini sampai langsung berdiri dari posisi duduknya

__ADS_1


"Bagaiman bisa? kenapa Nayla bisa kecelakaan?" tanya Mama Henny dengan raut wajah cemas dan khawatir akan keadaan cucunya tersebut


"Ceritanya panjang ma, sekarang Nayla sudah selesai dioperasi" jawab Agatha


"Apa, operasi?" kaget Papa Hamdan


"Nayla dioperasi? apa separah itu? lalu bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Mama Henny bertubi tubi, ia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana bisa tubuh sekecil Nayla harus merasakan tajamnya gunting dan pisau operasi?


"Tadi Nayla belum sadarkan diri Pa, sekarang Agatha harus menyiapkan beberapa baju untuk Nayla dan Bryan" jawab Agatha bahkan raut wajahnya kini sama sekali tak bisa tenang


"Baiklah, cepat ambil" jawab Mama Henny yang kemudian bergegas melangkah berjalan, Agatha menebak jika Mama Henny akan kekamarnya dan diikuti oleh Papa Hamdan dibelakang Mama Henny


Agatha pun bergeges menyiapkan apa saja yang terlintas dalam otaknya untuk dibawanya, Agatha yang mengingat akan penampilannya kini pun hanya mencuci mukanya saja agar riasan yang sudah rusak tadi sekalian enyah dari wajahnya


"Dimana ruangan Nayla?" tanya Mama Henny dengan mengimbangi langkah kaki Agatha


"Sebentar lagi kita sampai ma" jawab Agatha sekenanya, ibu ibu memang selalu repot...menanyakan hal hal yang sama sekali tidak penting dimata Agatha


Ceklekk.....Agatha pun langsung membuka pintu kamar rawat Nayla tanpa mengetuknya terlebih dahulu, diikuti oleh Papa Hamdan dan Mama Henny dibelakang Agatha


"Mamaaa" teriakan lemah Nayla yang langsung menoleh kearah sumber suara begitu mendengar suara pintu terbuka dan nampaklah yang datang Mamanya dan juga Kakek Neneknya


"Naylaaa" teriak Agatha yang kemudian langsung menghambur memeluk Nayla yang masih dalam posisi berbaring


"Nayla baik baik aja kan?" tanya Agatha sembari memeluk tubuh mungil Nayla


"Nayla baik baik aja kok ma, ya kan pa?" jawab Nayla yang kemudian meminta persetujuan Papanya untuk menyakinkan Mamanya

__ADS_1


"Mana yang sakit sayang? mana? bilang sama Mama" Agatha bertubi tubi memberondong Nayla dengan berbagai pertanyaan setelah melepaskan pelukannya dari tubuh Nayla


__ADS_2