
Bryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kali ini tujuan Bryan adalah tempat pertama kali ia vertemu dengan Agatha, Yah...toko lukisan milik Agatha. Pasti Agatha akan berada di sana dan mungkin saja tadi pagi Agatha terburu buru pergi karena harus segera ke toko miliknya.
Hampir 30 Menit waktu yang dibutuhkan Bryan untuk sampai di toko milik Agatha, kini Bryan langsung terburu buru turun dari mobil nya dan betapa terkejutnya Bryan melihat apa yang terjadi pada toko tersebut
Yah...di pintu toko milik Agatha kini terdapat tulisan yang digantung, TUTUP...yah itu adalah tulisan yang tergantung di pintu milik Agatha. Betapa kesalnya Bryan yang sudah melambungkan harapannya tinggi tinggi agar dapat bertemu Agatha disini, namun harapannya dihempaskan
Kelihatanya sih bener ya kata orang orang....kita punya keinginan, tapi semesta punya kenyataan. Yah....itu lah yang tengah dialami Bryan beberapa waktu ini. Mulai dari rasa ingin nya membuktikan pada keluarganya bahwa Viola adalah orang yang dapat dipercaya, namun ia harus dihempaskan sendiri oleh harapan itu kedasar bumi, nyatanya disana Viola menjadi wanita yang sering keluar bersama laki laki dan sering berakhir di hotel
Saat ini Bryan juga tengah mencoba memperbaiki kesalahannya tentang semalam, baik bukan niat dari seorang Bryan yang selalu mengedepankan Tugas dan tanggung jawab seorang laki laki? Bahkan semalaman Bryan sudah memikirkan matang matang tentang keputusannya. Yah...Bryan akan bertanggung jawab atas perbuatannya semalam.
Langkah pertama yang telah Bryan rencanakan adalah mencoba berbicara baik baik terlebih dahulu, mengungkapkan semua pikiran dari masing masing pihak, namun...lihatlah semesta seakan akan tak merestui niat baiknya
"Ah...aku telepon saja Mama, meminta nomor pemilik toko ini" semangat Bryan kembali lagi setelah otaknya menemukan ide yang sesuai
Buru buru Bryan langsung mencari kontak Mamanya
"Halo" sapa Bryan saat panggilannya sudah terhubung dengan sang Mama
"Iya, ada apa yan?" tanya Mama Henny
"Ma aku mau minta kontak dari yang punya toko lukis itu lo ma, yang waktu itu Mama nyuruh aku buat pesen langsung ke tokonya buat ngelukisin foto yang Mama kasih" kelas Bryan panjang lebar tanpa henti
"Oh toko itu yan, iya iya Mama ada kontak pemiliknya" ucap Mama Henny
"Yaudah ma, Mama kirim kontaknya ke aku ya" pinta Bryan
"Oke...oke" jawab Mama Henny yang kemudian langsung memutus panggilan
Tak beberapa lama kemudian terdengar nada dering dari ponsel Bryan, dibukanya pesan yang masuk dengan tidak sabaran. Yah...pesan itu berisi kontak Agatha dari Mamanya, tak ingin membuang buang waktu lagi Bryan langsung menelepon Agatha
"Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi" begitulah kira kira suara operator memberi tahu kepada Bryan
"Sial..." umpat Bryan karena sudah berkali kali mencoba menghubungi Agatha, namun pondrlnya tidak aktif
"Halo" sapa Bryan lagi
__ADS_1
"Ada apa lagi yan?" kesal Mama Henny karena Bryan terus saja menghubunginya
"Ma, nomornya tidak aktif ma" adu Bryan
"Masa sih? Padahal beberapa waktu lalu saat Mama pesen lukisan, Mama kirim fotonya lewat nomor itu loh" bingung Mama Henny juga akhirnya
"Ya aku nggak tau ma, mama ada nomor yang lainnya gak?" tanya Bryan
"Kamu kenapa sih yan? Kok bingung gitu?" tanya Mama Henny heran
"Eh..nggak papa kok ma, Bryan cuma mau pesen lukisan buat di pajang di ruangan kantor Bryan ma biar ada hiasan gitu jadikan jadi lebih aesthetic gitu ruangan Bryan" bohong Bryan
"Oh....Mama kira ada apa, soalnya kamu kelihatan buru buru banget" ucap Mama Henny
"Mumphmung inget ma" kilah Bryan
"Bukannya kamu bisa minta sama bawahan kamu ya?" Mama Henny dibuat tambah bingung dengan penuturan Bryan
"Biar Bryan lebih puas ma karena Bryan sendiri yang pesen"
"Mama sih ada nomor pegawainya" jawab Mama Henny
"Kirimin ke Bryan ma, buruan" pinta Bryan
"Iya iya, kamu ini kebanyakan nyuruh orang tua" gerutu Mama Henny
Bryan langsung mematikan sambungan telepon setelah mengatakan hal tersebut pada Mamanya
Tringgg...Bryan langsung membuka pesan dari Mama nya tersebut. Bryan pun langsung menghubungi nomor yang bernama Milla tersebut
"Halo" sapa Bryan langsung setelah panggilannya terhubung
"Halo, maaf ini siapa ya?" tanya sesorang diseberang sana gang tak lain adalah Milla
"Em saya Bryan, saya pernah pesen lukisan ditoko kamu" jawab Bryan
__ADS_1
"Oh..Pak Bryan, maaf pak ada apa menghubungi saya? Apakah Baoak mau pesen kukisan lagi?" tebak Milla
"Oh iya.. saya ingin bertemu dengan pemilik toko, tapi disini saya lihat tokonya sedang tutup yan" kata Bryan
"Oh iya pak benar, saat ini toko kami sesang tutup. Kami sedang cuti istirahat pak" ucap Milla
"Oh...begitu ya, em...bisa kah saya bertemu dengan pemilik toko?" tanya Bryan
"Em...maaf pak, sepertinya dalam beberapa hari kedepan anda belum bisa bertemu dengan Agatha" jawab Milla
"Kenapa?" tanya Bryan mengerutkan keningnya tanda tak mengerti maksud dari ucapan tersebut
"Em...temen saya Agatha, semalam meminta saya untuk menjaga tokonya, dia bilang dia ingin berlibur tapi saya sendiri tak tau kemana pastinya dia pergi pak" jawab Milla
"Apa?" kaget Bryan
"Ma..maaf pak, jika Bapak tegap ingin melanjutkan permintaan saya bisa menanganinya pak, tapi mungkin hasilnya tidak akan sebagus lukisan Agatha" cicit Milla
"Emmm baiklah nanti saya pikirkan lagi, em..bolehkah saya meminta alamat Agatha?" tanya Bryan
Diseberang sana Milla menautkan kedua alisnya, bingung dengan ucapan Bryan yang terlihat lebih mempunyai urusan lain, bukan urusan pemesanan lukisan apa lagi saat Bryan meminta alamat Agatha padahal sudah jelas tadi ia mengatakan bahwa Agatha sedang berlibur. Tapi siapa yang akan berani menolak permintaan orang sekaya Bryan? Yang ada jika nanti ia sampai menolaknya jangan jangan Bryan akan melakukan sesuatu pada toko milik Agatha?
Tidak...tidak...toko itu harus tetap baik baik saja sampai Agatha kembali, tak apalah ia memberi tau alamat Agatha lagi pula jika ia tak memberinya saat ini, pasti nanti Bryan juga dapat dengan mudah menemukan alamat Agatha. Yah...ini hanya soal waktu saja
"Halo, apakah kau masih ada disana?" tanya Bryan saat tak kunjung mendapat jawaban dari Milla.
"Eh..eh iya Pak maaf" jawab Milla dengan gugup setelah terlalu sibuk pada pemikirannya dan tersentak kaget mendengar pertanyaan Bryan
"Jadi gimana?" tanya Bryan lagi
"Baik pak, saya akan mengirimkan alamat Agatha" ucap Milla
"Oke, terima kasih" ucap Bryan yang langsung mematikan sambungan teleponnya
"Iya pak sama sama" jawab Milla diseberang sana yang tak menyadari jika oanggilannya telah terputus. Tak kunjung mendapat balasan, Milla melihat layar ponselnya dan ternyata panggilannya telah terputus
__ADS_1
"Cih...dasar orang kaya, main di matiin aja panggilannya" kesal Milla diseberang sana