
"Kenapa kerjamu lamban sekali gam" bentak Bryan pada asistennya
"Maaf tuan" ucap Agam tertunduk, bukan takut melainkan sebagai bentuk bahwa dirinya merasa tak berdaya. Sudah sering kali ia mendapatkan amukan dari Boss nya karena masalah ini, masalah yang sama
"Berapa ribu kali lagi aku harus mendengar permintaan maaf darimu, Ha?"
"Mencari seorang wanita saja kau tidak becus"
"Memangnya selama ini apa yang kau lakukan? Ha?" bentak Bryan lagi yang masih terus meluapkan emosinya
"Saya beserta anak buah sedang mencari keberadaan nona Agatha tuan"
"Menurut informasi yang kami dapatkan terakhir kali adalah, nona Agatha kabur ke Bali"
"Para orang orang kami sedang memperluas pencarian nona Agatha"
"Bahkan sampai ke daerah daerah terpencil tuan" ucap Agam menjelaskan
"Huhhhh" hembusan nafas kasar dari Bryan, Agam dapat memahami ke khawatiran Bossnya apalagi dulu saat ia sendiri yang mengantarkan Bryan periksa mengenai kondisi tubuhnya yang terus merasakan lemah dan mual. Alhasil Bryan mengalami sindrom kehamilan simpatik dan setelah diselidiki ternyata Viola tidak hamil, dan itu berarti Agatha lah yang tengah hamil karena Bryan hanya meniduri dua wanita tersebut
"Apalagi yang harus aku lakukan gam?" ucap Bryan dengan lirih dan dari suaranya menggunakan nada frustasi
"Tuan harus lebih bersabar lagi"
"Selama ini kita tidak sedang bersantai santai tuan"
"Kita terus mencari keberadaan nona Agatha namun mungkin tuhan belum mengizinkan tuan untuk bertemu dengan nona Agatha" ucap Agam mencoba menghibur Bryan. Bryan hanya tersenyum mendengarnya
"Kapan kau akan menikahi Milla?" tanya Bryan mencari topik pembicaraan lain membuat Agam langsung gelagapan mendengarnya
"Kenapa? Apa kau hanya bermain main saja dengan Milla?" tanya Bryan menohok Agam
"Tidak tuan" jawab Agam cepat
"Lalu?" tanya Bryan lagi
"Milla tidak ingin mengikat janji dengan saya tanpa kehadiran sahabatnya tuan, begitu juga dengan saya yang belum bisa menikahi Milla sebelum tugas saya selesai tuan" ucap Agam tegas dan Bryan dapat melihat ketegasan dalam setiap kata yang keluar dari mulut Agam
Bryan pun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Agam yang masih berdiri dengan tegapnya
"Aku berterima kasih atas pengabdianmu padaku" ucap Bryan seraya menepuk nepuk pundak Agam
"Tidak masalah tuan" balas Agam
__ADS_1
"Sekarang pergilah dan temui Milla" ucap Bryan membuat Agam mengernyit bingung
"Sekarang masih jam kantor tuan" jawab Agam kemudian
"Sebentar lagi akan pulang, Milla pasti marah padamu karena akhir akhir ini kau selalu lembur denganku" tegas Bryan yang memang kasihan pada pasangan ini yang telah melangsungkan tunangan karena Agam seringkali harus ikut lembur degannya, bukan hanya masalah kantor namun juga masalah pribadinya. Dan Agam tak pernah menolaknya sekalipun
"Tap..tapi tuan in.." ucap Agam yang belum selesai
"Lakukanlah, kau teman ku dan bukan bawahanku untuk selamanya. Jadi kejarlah kebahagiaanmu juga" tegas Bryan membuat Agam tersenyum atas pengertian dari Boss nya itu
"Makasih tuan" balas Agam, Bryan hanya menganggukan kepala mengiyakan
"Kalau begitu saya permisi tuan" pamit Agam dengan sopan
"Bersenang senang lah" balas Bryan
Seusai kepergian Agam, Bryan pun memasuki kamar pribadinya yang terletak dibelakang rak buku untuk sekedar memcuci muka agar terluhat lebih segar
Setelah itu barulah Bryan akan melanjutkan lagi pekerjaannya yang hanya tinggal sedikit lagi. Hingga pada akhirnya seorang wanita masuk kedalam ruangannya tanpa permisi
"Apakah kau tidak memiliki sopan santun" ucap dingin Bryan dan memandang wanita yang baru datang tersebut dengan datar
"Maaf Bry, tadi aku bertanya pada resepsionis dan mereka bilang kau berada di dalam ruanganmu jadi aku langsung masuk kesini" Jawab Viola yang masih melangkahlan kakinya memasuki ruangan suaminya tersebut
"Kenapa kau selalu seperti ini padaku Bry? Kenapa ha?" bentak Viola yang sudah tak tahan dengan kepura puraannya dalam bersikap selalu rendah diri pada Bryan
"Kau tahu sendiri jawabannya" jawab Bryan yang sama sekali tidak terpancing dengan kemarahan Viola
"Apa? Karena aku menjebakmu waktu itu? Ha?" bentak Viola
"Apakah tidak cukup selama ini kau menghukumku?"
"Apakah menurutmu sikapmu selama ini tidak keterlaluan pada ku Bry?"
"Kau memperlakukan aku, Istrimu sendiri seperti orang asing" tunjuk Viola pada dirinya sendiri
"Apakah menurutmu kau tidak menyakitiku dengan sikap acuhmu itu?"
"Bahkan kau sama sekali tak sudi untuk sekamar denganku" ucap Viola penuh penekanan dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Karena kau sendirilah yang sudah menyeret hidupmu untuk masuk ke dalam hidupku" ucap Bryan datar
"Apa maksudmu? Bukankah dulu kau menginginkan aku untuk menjadi pendampingmu?" telan Viola
__ADS_1
"Sebelum aku tau siapa dirimu sebenarnya" balas Bryan singkat
"Tentang perbuatanku diluar negeri? Aku minta maaf bry, Aku khilaf" ucap Viola menghiba dan langsung berhambur berjongkok dihadapan Bryan dengan air mata tersedu sedu
"Maafkan aku Bry, sampai kapan kau akan terus memperlakukanku seperti ini?" ucap Viola dosela sela isakan tangisnya
"Berdiri lah"
"Apa yang kau lakukan?" ucap Bryan tanpa ada niatan sedikitpun untuk membantu Istrinya berdiri
"Aku mohon Bry, maafkan aku. Apapun akan aku lakukan agar kau memaafkanku bry" ucap Viola pantang menyerah
"Bahkan kalau perlu aku akan bersujud dan mencium kakimu bry" ucap Viola diiringi oleh isak tangisan
"Kau tidak perlu merendah seperti itu padaku, suatu saat nanti aku akan menceraikanmu" tekan Bryan
"Tidak bry, tidak. Kau tidak boleh melakukan itu padaku" tolak Viola cepat dan langsung bangkit dari posisi bersimpuhnya
"Beri aku kesempatan satu kali lagi Bry, aku akan berubah. Yah...aku akan berubah demi kamu" ucap Viola dengan penuh keyakinan
"Mau kau berubah jadi apapun aku tidak akan perduli"
"Karena kau telah membuat aku harus menikahi wanita lain, selain ibu dari anakku" batin Bryan
"Baiklah aku akan memaafkanmu" ucap Bryan kemudian membuat Viola langsung membelalakkan matanya tak percaya
"Kau serius Bry?" ucap Viola memastikan
"Iya" jawab Bryan pendek
"Terima kasih, terima kasih Bry" ucap Viola yang langsung menghambur ke pelukan Bryan. Membuat Bryan tersentak dengan gerakan tiba tiba dari Viola
"Kau harus tahu batasanmu vi" tekan Bryan membuat Viola langsung melepaskan pelukannya
"Maafkan aku bry, aku terlalu bahagia tadi" ucap Viola meminta maaf pada Bryan dengan raut wajah bersalahnya
"Kau akan tidur sekamar denganku kan Bry?" tanya Viola membuat Bryan langsung mengalihkan pandangan pada wanita dihadapannya tersebut
"Kenapa Bry? Bukankah kau bilang kau memaafkanku?"
"Kita harus memperbaiki hal hal kecil yang membuat hubungan kita renggang Bry"
"Bukankah kita sepasang suami istri?"
__ADS_1
"Tidak salah kan permintaanku? Aku hanya ingin hidup normal seperti pasangan suami istri pada umumnya bry" ucap Viola memberi penjelasan