Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 bab 3


__ADS_3

Keesokan harinya Ratih sudah bersiap siap pergi bersama teman temannya, ia memakai celana jeans selutut dengan kaos ketat yang dipadupadankan dengan jaket kulit sebagai pelengkapnya.


"Eomma, aku pergi dulu yah. Daaahhh." Ratih langsung mencium pipi Mama Henny yang nampak heran dengan tingkah laku anaknya tersebut.


Drttt.....ddddrrrtttt....


Brakk.....Ratih menutup pintu mobilnya cukup keras lalu melihat ponselnya.


"Risa?" gumam Ratih membaca nama yang tertera dilayar ponselnya, namun ia pun langsung menggeser tombol berwarna hijau tersebut.


"Lo dimana? gue Risa sama Gita udah nungguin nih." tanya Risa langsung to the poin tanpa basa basi lagi.


"Otewe nih." jawab Ratih padahal mobilnya saja belum bergerak dari tempatnya.


"Oke, kita udah pada ngumpul dirumah Gitta nih. Jadi lo langsung ke sini aja." ucap Risa memberitahu.


"Oke." balas Ratih yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Ratih pun melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup kencang, menyalip mobil dan kendaraan lainnya dengan gesit.


Tak berselang lama akhirnya sampailah Ratih dirumah Gitta dengan keadaan selamat.


Tinn...tinnn Ratih mengklakson beberapa kali karena malas jika harus masuk ke rumah Gitta, bukan karena apa apa tapi nantinya juga langsung berangkat jadi ia lebih memilih untuk menunggu diluar saja.


Tak berselang lama teman temannya pun keluar secara bersamaan, namun ada seorang sosok asing yang dilihat oleh Ratih. Ia pun bergegas turun dari mobilnya karena mobil yang akan dipakai adalah mobil milik Gitta.


"Lo kok lama banget sih tih." hardik Gitta.


"Penampilan lo nggak masuk banget sih, harusnya pakai mini dress atau apa kek biar kesannya kita itu niat dari rumah gitu mau ke klub." timpal Mira.


Ratih pun memperhatikan outfit yang dipakai teman temannya dari atas hingga bawah, pakaian mereka memang lebih terbuka dari pada dirinya yang malah pakai outfit ke pasar malam gini.


"Udah ah, siapa juga yang mau merhatiin." ucap Ratih yang tak mau ambil pusing.


"Oh iya, lupa belum gue kenalin sama nih Rendy sepupu gue yang gantengnya paripurna." kata Gitta sembari menarik laki laki yang tadi tampak asing untuk Ratih tersebut.


"Hay, gue Rendy." ucap Rendy sembari mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Gue Ratih." balas Ratih sembari menerima uluran tangan Rendy tersebut.


"Gimana? sekarang?" tanya Risa membelah suasana.


"Let's go!" sahut Mira yang langsung berjalan terlebih dahulu kearah mobil Gitta disusul dengan yang lainnya.


Mereka mengendarai mobil Gitta dengan Rendy yang menyetir mobilnya, tampak hiruk piruk kebisingan yang terjadi bagian belakang.


"Gilaa lo pakai baju sedengkul gini nggak dimarahin mak lo apa?" heran Ratih menatap baju yang dikenakan oleh Mira.


"Gini nih enaknya kalau nge kos, nggak bakalan ada yang ngelarang mau ini mau itu." balas Mira.


...


Singkat cerita mereka semuanya sudah sampai di sebuah club malam yang cukup terkenal di Ibu Kota.


"Yuk." ajak Rendy yang langsung berjalan masuk mendahului teman teman yang lainnya.


"Yakin aman?" tanya Ratih pada teman temannya sebelum melangkahkan kakinya.


"Yups." jawab Gitta mengacungkan jempolnya.


"Nah, tuh dia Rendy disana." kata Mira yang melihat Rendy yang sudah duduk di sebuah meja yang berada dipojokkan. Risa dan kawan kawan pun bergegas menghampiri Rendy, mereka pun langsung duduk mengitari meja tersebut. Tampak beberapa gelas yang masih tertinggal diatas meja, kemudian seorang pelayan datang membersihkan meja tersebut terlebih dahulu sebelum kemudian menanyakan minuman yang akan dipesan oleh Risa dan kawan kawan.


"Jadi pesen apa Mbak?" tanya pelayan tersebut, tampak Risa yang menyenggol tangan Mira yang melirik lirik kearah Gitta.


"Kami pesen sebotol Vodka dulu Mbak." sahut Rendy yang dijawabi dengan anggukan kepala serta senyuman dari pelayan tersebut sebelum pada akhirnya pergi.


"Gila, tempatnya asoy gini." ucap Ratih yang tampak terheran heran, karena jujur ini kali pertamanya menginjakkan kaki di tempat ini.


"Gini nih baru tongkrongan anak muda, jangan di cafe mulu bosen." timpal Rendy.


Tak berselang lama minuman pun datang, masing masing sudah memegang gelas kecil ditangannya yang sudah dituang sedikit Vodka.


"Bersulang dulu dong." ucap Rendy mengacungkan gelansnya disusul dengan yang lainnya.


Tringgg....

__ADS_1


Mereka meminumnya secara perlahan lahan, bukan meminum tapi lebih ke menyesapnya. Namun lain halnya dengan Ratih yang langsung menenggaknya hingga tandas hingga pada akhirnya...


"Wiuhh...minuman apa nih, Cuihh." Ratih berusaha untuk memuntahkan kembali minuman yang baru masuk kedalam.


"Pelan pelan minumnya, diputerin dulu kegelasnya kayak gini." ucap Rendy sembari mempraktikkan agar Ratih menirukannya nanti.


"Terus diminum, minumnya disesap kayak gini biar enak. Nikmatin aja, jangan buru buru." lanjut Rendy lagi sembari mencontohkan cara meminum yang bernar.


"Terserah." sahut Ratih yang sudah mulai badmood, didalam bayangannya di club itu pasti dipenuhi dengan cowok cowok keren. Namun luar biasa berbedanya dengan apa yang tengah dilihatnya saat ini dimana leboh dominan laki laki yang sudah memasuki julukan bapak bapak yang tengah menari menikmati waktu bersama wanita wanita yang tampak asik berjoget ria.


Lama semakin lama teman temannya sudah mulai mabuk kecuali dirinya karena hanya meminum seteguk saja sedangkan teman temannya yang lain telah menghabiskan beberapa botol bersama.


"Gimana tugas lo? udah selesai belom?" tanya Mira pada Gitta dengan mata yang hampir terpejam, mungkin karena kesadarannya yang berkurang membuatnya tak bisa duduk dengan tegak karena tubuhnya malah menjadi letoy.


"Emang sialan tuh si Pur, ngasi tugas nggak ditimbang dulu." jawab Gitta menimpali.


"Hahahaha." tawa Gitta dan Mira pecah bersama sama.


Huekkk....Risa yang duduk tepat disamping Ratih kini melah mengeluarkan kotoran kotoran kehidupannya tepat dipaha Ratih.


"Iuhhh, Risaaa." kesal Ratih pada Risa dan menatap pahanya yang berisi muntahan Risa dengan tatapan jijiknya.


"Iuuhhhh, sial banget sih gueee" kesal Ratih yang mendorong kepala Risa agar menjauh dari badannya, kemudian ia pun mengambil tisu dari tas nya dan mulai mengelap bekas muntahan Risa dengan jijiknya.


"Brengsekkk." umpat Ratih.


..


Kini mereka tengah dalam perjalanan pulang, tadi Ratih meminta bantuan pada palayan disana agar membawa teman temannya masuk kedalam mobil dan kini ia lah yang bertugas menyetir.


"Apaan cowok kok mabok!" kesal Ratih menatap Randy yang tepar disampingnya.


"Brengsekkk emang." umpat Ratih lagi, selama perjalanan entah sudah berapa ratusan kata umpatan yang keluar dari bibir Ratih tersebut.


"Bukannya itu mobil calon suami gue yah?" gumam Ratih melihat mobil yang tepat melaju didepannya tersebut.


"Bener tuh." ucap Ratih lagi setelah benar benar memastikan jika yang dilihatnya benar benar mobil Om Bayu, Ratih pun akhirnya membututi mobil tersebut hingga hatinya begitu sesak ketika mobil tersebut berhenti di...

__ADS_1


~ Teruslah kejar impianmu dan jadikan idolamu sebagai sainganmu~


__ADS_2