Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 106


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Bryan memutuskan untuk membawa keluarganya liburan atas permintaan Agatha, Ya....kali ini Bryan dan Agatha memilih Bali sebagai lokasi liburan mereka. Mengingat kenangan buruk yang membuat Agatha melarikan diri ke pulau ini, Agatha dan Bryan ingin mengubah kenangan buruk itu menjadi kenangan manis.


Bali, tempat seram yang juga harus melihat dan menyaksikan kebahagiaan keluarga kecil ini. Wait...kini semuanya telah berkumpul di sebuah pantai yang sangat famous diseluruh kalangan, bahkan sampai kemanca negara yang tak lain adalah pantai kuta


"Pa...papa ayo kesini" teriak Nayla


"Kamu aja" jawab Bryan yang juga berteriak menjawab ajakan Nayla, Nayla pun mengerucutkan bibirnya karena kesal atas penolakan Papanya


"Kak...ayo kesini" ajak Radit sembari melambai lambaikan tangannya


"Nggak mau" jawab Nayla sembari menggeleng gelengkan kepalanya, ia kemudian beranjak pergi menyusuri pantai ini


Sudah 10 menitan Nayla menyusuri pantai, mencari cari sesuatu yang bisa menarik perhatiannya


"Aku mohon jangan seperti ini sama aku" rengek seorang wanita sembari menggoyang goyangkan lengan seorang laki laki yang tengah dipegangnya


"Nggak bisa, aku udah nggak bisa kayak gini terus sama kamu" jawab laki laki itu dengan posisi tubuh yang membelakanginya


"Aku mohon, aku janji ini bakalan jadi yang terakhir kalinya" ucap wanita itu dengan wajah memelas penuh harap


"Aku nggak bisa lagi kayak gini Net" tolak laki laki itu sembari menghempaskan cekalan tangan wanita itu


Entah sengaja atau karena sangat menikmati pertunjukan didepannya ini, Nayla tiba tiba menghentikan langkah kakinya dan duduk dipasir tepat diposisinya berdiri tadi. Serial drama seperti ini akan sangat sayang jika dilewatkan begitu saja, tak lupa ia juga memakai kacamata dan juga topi pantai yang dibawanya tadi. Duduk dengan posisi dan wajah tenang seakan akan tak menghiraukan pertengkaran dua orang didepannya itu


"Kamu tega" ucap wanita itu yang Nayla lihat matanya tampak mengembun


"Tega?" ucap laki laki itu hampir tak percaya dan tak mengerti dengan apa yang dikatakan wanita didepannya ini


"Tegaan mana aku sama kamu Net? asal kamu tau aja, kemarin aku hampir mati gara gara aku nolongin kamu" cecar laki laki itu dengan nada yang menggebu gebu


"Untung aja ada orang yang nolongin gue" lanjut laki laki itu


"Oke, aku minta maaf atas itu semua" jawab wanita itu menghiba


"Aku janji itu bakalan jadi yang terakhir, kita mulai semuanya dari awal lagi ya. Kamu mau kan, ini demi kita" ucap wanita itu sembari tangannya meraih kembali tangan laki laki itu


"A...aku" jawab laki laki itu


"Kakakkkkk" teriak Radit membuyarkan konsentrasi Nayla

__ADS_1


"Kakak ngapain ngejogrok disini" kata Radit yang langsung menarik tangan kakaknya yang digunakan untuk menyangga tubuhnya


"A...auhhh" ringis Nayla karena tubuhnya terjengkang


"Kamu apa apaan sih? sakit tau" kesal Nayla mengelus elus tangannya agar pasir yang menempel segera gugur


"Abisnya kakak dicariin kemana mana nggak ada sih, takutnya Kakak diculik. Eh taunya berjemur disini" jawab Radit dengan wajah tanpa dosanya. Nayla pun bernajak berdiri dari posisi duduknya


"Yaudah ayo kita kesana lagi" ajak Nayla dengan wajah kesalnya


Radit pun berjalan mendahului kakaknya tanpa menjawab apa apa lagi, Nayla pun menyusul adiknya tersebut. Namun beberapa langkah kakinya melangkah, ia berhenti sejenak dan melihat 2 orang tadi. Tampaklah laki laki itu yang juga sedang menatap kearahnya dengan tangan kirinya yang sedang dipeluk oleh wanita itu dengan mulut yang terus menerus bergerak, tak tau apa yang tengah diucapkannya tersebut


Deg....


"Bukannya itu laki laki yang kemarin?" batin Nayla


"Kakkk....cepetannn" teriak Radit membuyarkan lamunan Nayla


"Iya iya" jawab Nayla yang kemudian langsung berlari menyusul adiknya tersebut


..........


"Jalan jalan bentar Ma" jawab Nayla sebari menerima sodoran kelapa muda dari Mamanya tersebut


"Papa pikir kamu lagi digodain cowok" sahut Bryan mencampuri percakapan ibu dan anak tersebut


"Papa yakin? mana ada cowok yang deketin kakak yang galak kayak singa itu" sahut Radit menimpali ucapan Papanya


Pukkk....Nayla secara spontan langsung meleparkan kacamatanya begitu saja, namun siapa sangka jika kacamata lemparannya itu mendarat dengan mulus dipipi kiri adiknya tersebut


"Kakakkkk" teriak Radit yang tak terima


"Hey udah udah kalian ini jangan berantem terus dong" ucap Agatha sebelum keduanya saling menyerang


"Kakak yang mulai maaa" rengek Radit, Nayla hanya menatapnya dengan senyum yang terukir diujung bibirnya tersebut. Ia menatap puas kekesalan adiknya yang tak berkesempatan untuk membalasnya


"Kita disini untuk liburan, bukan untuk ngelihat kalian berantem" jawab Agatha


"Kamu juga Nay, jangan kasar kasar gitu dong sama adik kamu" kesal Agatha

__ADS_1


"Kan dia juga ma yang mulai" bantah Nayla yang tak terima disalahkan begitu saja


"Ngalah dong" sahut Bryan melerainya


"Ogah" jawab Nayla


"Adek juga jangan usil sama kakak dong" ucap Agatha pada Radit


"Aku kan ngomong kenyataan tadi ma" bantah Radit


"Emang ada ya yang mau sama kakak? kok aku nggak pernah tau kalau kakak punya pacar? emang nggak punya kan? laki laki juga pada takut kali sama kakak" jawab Radit panjang lebar


"Whattttt?" teriak Nayla kesal mendengar ucapan adiknya yang panjang lebar meremehkannya tersebut. Sontak Nayla pun langsung berdiri disusul oleh Radit yang juga langsung berdiri, keduanya sama sama bersiap siap untuk menyerang dan kabur


"Radittttt" benar saja, tak berapa lama Nayla pun menyemburkan laharnya, sontak Radit pun langsung berlari menuju pantai untuk menghindari amukan kakaknya


"Radittt" teriak Nayla sembari berlari mengejar adiknya tersebut


Agatha dan Bryan hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak anaknya yang jarang akur tersebut, Bryan menarik tubuh Agatha untuk lebih dekat dengannya. Agatha pun kemudian menyenderkan kepalanya pada dada bidang Bryan, dengan Bryan yang memeluk tubuh Agatha


"Terima kasih atas semua kebahagiaan yang kamu berikan" ucap Bryan pada Agatha


"Aku berharap kita dapat melihat anak anak kita menikah" jawab Agatha yang terus melihat anak anaknya yang tengah berlarian tersebut


"Bukannya benar yang dikatakan Radit kalau Nayla terlalu galak jadi cewek?" ucap Bryan yang langsung menatap istrinya


"Itu gara gara kamu yang terus menerus melatihnya" kesal Agatha sembari memukul lengan suaminya


Hahahahaha.....tawa mereka berdua sama sama pecah menertawakan apa yang mereka bicarakan


"Aku mencintaimu" ucap Bryan menatap intens wajah Agatha


"Aku juga mencintaimu" jawab Agatha yang kemudian mengecup singkat bibir Bryan, Bryan pun dengan cepatnya langsung menahan tengkuk Agatha untuk memperdalam ciumannya


Bryan dan Agatha kembali saling berpelukan sembari menikmati keindahan pantai sembari saling mengucap syukur didalam hati atas kebahagiaan keluarga kecilnya ini


~Tamat~


Terima kasih atas dukungannya selama ini:)

__ADS_1


Salam Cinta♥


__ADS_2