Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 45


__ADS_3

Pada keesokan harinya Nayla terbangun terlebih dahulu ketimbang Bryan, bukannya langsung mandi atau setidaknya turun dulu dari ranjang, Nayla justru tengah asyik menikmati pemandangan terindah paginya.


Yah....apalagi kalau bukan wajah dari laki laki yang telah membuatnya terlahir kedunia ini, wajah dari laki laki yang telah lama ia rindukan kehadirannya


Bryan mengerjabkan matanya beberapa kali, menyesuaikan penglihatannya dengan kapasitas cahaya yang masuk dikamarnya, ia merenggangkan otot ototnya beberapa kali sebelum menyadari keberadaan Nayla yang kini tengah asyik memperhatikannya


"Eh...Nayla udah bangun? udah dari tadi ya?"


"Maaf ya....Papa bangunnya kesiangan" ucap Bryan sembari mencoba mendudukkan dirinya


"Nggak pa, Nayla juga baru bangun kok" jawab Nayla kemudian


"Ohhhh" lanjut Bryan kemudian sembari mangut mangut


"Pa...." panggil Nayla sembari mendekatkan tubuhnya pada Bryan


"Apa sayang? Nayla mau apa?" tanya Bryan yang kemudian memeluk tubuh kecil Nayla dari samping


"Nayla pengen dimandiin sama Papa" jawab Nayla dengan bibir yang mengerucut


"Oh....Nayla mau dimandiin sama Papa?" tanya Bryan memastikan


"Iya" jawab Nayla mangut mangut


"Ayo kalau gitu, tapi jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya Anak Papa ilang loh" goda Bryan


"Ih Papa" kesal Nayla karena Papanya yang terus saja menggodanya


"Hahaha..." tawa Bryan pecah melihat kekesalan Nayla


"Bentar ya" kata Bryan kemudian


Bryan mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas, berniat menghubungi seseorang karena semalam ia sempat melupakan sesuatu


"Halo, bawakan aku pakaian untuk Agatha dan juga Nayla" ucap Bryan pada seseorang setelah teleponnya tersambung


"Baik bos" hanya itu jawaban dari seseorang dari seberang sana


Bryan pun lekas memutuskan sambungan teleponnya, ia menatap Nayla dengan sayangnya lalu mendekatinya


"Nayla sayang, kita mandinya bentaran lagi ya?" pinta Bryan


"Emang kenapa pa?" tanya Nayla

__ADS_1


"Nayla emang kalau abis mandi nggak ganti baju?" tanya Bryan pada Nayla


"Ganti dong pa, Papa gimana sih?" kesal Nayla karena Papanya memberi pertanyaan yang jelas jelas sangat mudah jawabannya


"Terus? emangnya sekarang Nayla bawa baju ganti?" tanya Bryan lagi


"Oiyaaa, Nayla lupa" ucap Nayla sembari menepuk pelan jidatnya membuat Bryan tersenyum tertahan melihat kelakuan anak kecil tersebut


"Kenapa kemarin Mama nggak nyiapin baju buat Nayla yah pa? kan Nayla mau ketemu Papa" tanya Nayla dengan polosnya


Akh.....namanya juga anak kecil yang memang belum sepenuhnya mengetahui arti kejadian kejadian yang menimpanya, atau mungkin Nayla lupa bahkan tidak tahu kalau kemarin ia dan Mamanya tengah diculik oleh Papanya sendiri, jadi mana mungkin Agatha akan menyiapkan segala keperluan Nayla


"Karena kemarin mungkin Mama lupa sayang, kan kemarin Nayla sibuk ikut kompetisi" jawab Bryan berbohong


"Ohhhhh" respon Nayla sembari mengangguk anggukkan kepalanya


Tokkk.....tokkk....tokkk tiba tiba terdengar pintu kamar Bryan yang tengah diketuk oleh seseorang, Bryan pun langsung bangkit dari atas ranjangnya dan menghampiri suber suara


Ceklekkkk.....Bryan membuka pintunya dan tampaklah Asistennya sendiri yaitu Agam yang kini tengah berdiri dengan gagahnya dengan menenteng beberapa papper bag yang memenuhi kedua tangannya


"Ini pesanan anda bos" ucap Agam setelah pintunya terbuka, huh....betapa susahnya mengetuk pintu disaat kedua tangannya kini telah penuh oleh barang barang belanjaan


"Oke, kau letakkan saja disana" ucap Bryan sembari melirik kearah sofa


"Sudah selesai Boss, kalau gitu saya permisi dulu" ucap Agam dengan sopannya


"Baiklah" ucap Bryan


"Oiya, kau jangan lupa urus wanita itu" lanjut Bryan kemudian


"Baik Boss" jawab Agam menganggukkan kepalanya mantap


Agam pun berlalu meninggalkan kamar Bossnya, seusai kepergian Agam Bryan pun mendekati ke arah sofa lalu diceknya isi dari Papper bag tersebut untuk memisahkan yang mana milik Agatha dan milik Nayla


"Nayla sayang, tunggu sebentar ya....Papa mau ngasi ini dulu buat Mama" ucap Bryan pada Nayla sembari menunjukkan beberapa papper bag yang tengah ditentengnya


"Oke pa" jawab Nayla sembari tersenyum lebar melihat Papanya yang begitu perhatian pada Mamanya. Bryan pun bergegas keluar dari kamar untuk memberikan Papper bag tersebut pada Nayla


Sebelum menuju kamar Agatha, tiba tiba saja Bryan merasa haus saat ingin bertemu dengan Agatha lalu ia membelokkan langkah kakinya menuju dapur terlebih dahulu untuk minum


Pagi tadi Agatha telah terbangun, ia sempat bingung harus melakukan apa? pasalnya pada hari hari biasanya ia pasti akan memandikan Nayla setiap paginya, entahlah anak itu....padahal setiap sore harinya Nayla pasti akan mandi sendiri, namun saat pagi hari entah kenapa anak itu selalu minta untuk dimandikan olehnya


Eits....tapi itu biasanya, berhubung hari ini Nayla tidur dengan Bryan makan Agatha akan membiarkan Nayla untuk mandi dengan Papanya, pasti entah itu Nayla ataupun Bryan akan senang dapat melakukan aktivitas Papa pada Anaknya tersebut setelah sekian lama

__ADS_1


Akhirnya Agatha memilih untuk memasak didapur, meskipun pelayan telah melarangnya untuk melakukan hal tersebut tetapi Agatha merasa tidak enak hati jika ia hanya ungkang ungkang kaki saja. Dengan terpaksa para pelayang pun mengizinkan Agatha untuk membantunya asalkan Agatha tidak melakukan pekerjaan berat, Namun Agatha tetaplah wanita keras kepala. Lihatlah....bahkan saat ini Agatha tengah menggoreng ikan


Betapa terkejutnya Bryan saat pagi pagi ia telah disuguhi dengan pemandangan yang menurutnya sangat menakjubkan. Dimana dalam pandangan Bryan, saat ini Agatha terlihat sangat seksi saat memasak dengan rambut yang dicepol sekenanya membuat leher jenjangnya terlihat jelas


"Huh....dasar bodoh, jagalah pandanganmu" gumam Bryan menyadarkan dirinya sendiri dari godaan sesaat. Perlahan lahan Bryan pun melangkah mendekati Agatha


"Ehemmmm" dehem Bryan mencoba mengalihkan perhatian Agatha


Agatha yang mendengar deheman seseorang dari belakang sontak langsung membalikkan badannya, Agatha terkejut saat melihat Bryan yang entah sudah sejak kapan telah berada dibelakangnya


"Maaf, aku mengagetkanmu" ucap Bryan


"Tidak apa apa" jawab Agatha


"Ada apa?" tanya Agatha kemudian


"Emmm....ini untukmu" kata Bryan sembari menyodorkan semua papper bag yang dibawanya


"Untukku? apa ini?" tanya Agatha dengan heran melihat banyaknya papper bag yang dibawa oleh Bryan


"Pakaian untukmu, segeralah mandi. Aku dan Nayla akan segera sarapan" tutur Bryan, lalu tanpa menunggu jawaban dari Agatha Bryan langsung pergi meninggalkan Agatha yang masih mematung ditempatnya


Bryan pun memandikan Nayla terlebih dahulu sembari bercanda ria, setelah selesai memandikan Nayla Bryan pun langsung mandi dan menyuruh Nayla untul menunggunya agar nanti bersama sama turun ke meja makan


Begitu juga dengan Agatha yang langsung mandi, ternyata bukan hanya berisi pakaian melainkan barang barang lain mulai dari sepatu, make up, dan tas. Memang sudah kebiasaan kaum hawa jika sehabis mandi pasti memakai make up, begitu juga dengan Agatha


Bryan dan Nayla bersama sama turun menuju meja makan, betapa terkejutnya Bryan saat melihat penampilan Agatha yang dimata Bryan terlihat sangat cantik hingga membuat Bryan tercengang beberapa saat sebelum akhirnya berhasil mengendalikan diri lagi


"Mamaaaa" teriak Nayla yang langsung berlari kepelukan Agatha


"Sayanggggg" teriak Agatha tak kalah hebohnya sembari membalas pelukan Nayla


"Nayla semalam tidurnya nyenyak?" tanya Agatha pada Nayla


"He eum ma" jawab Nayla dengan semangatnya


"Emmm" dehem Bryan menetralkan suasana


"Em...Nayla, ayo kita sarapan sayang" ucap Agatha pada Nayla, Agatha pun mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Nayla. Agatha yang melihat piring Bryan masih kosong, dengan canggung dan terasa kakunya Agatha pun mengambilkan sarapan untuk Bryan juga


Pada awal awalnya mereka memakan sarapan mereka dengan tenang, hingga perlahan lahan ketenangan itu perlahan lahan memudar dan berganti dengan ocehan Nayla


"Pa, malam ini kita tidur bareng Mama kan?" tanya Nayla tiba tiba

__ADS_1


Uhukkkk....uhukkkk....Agatha dan Bryan tersedak nasi yang mereka makan hampir bersamaan


__ADS_2