Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 22


__ADS_3

Bryan, laki laki penuh wibawa dan kharisma itu saat ini telah menikah dengan Viola sendiri kekasihnya. Em...bukan, bukan kah mereka sudah diartikan oleh Bryan sudah berakhir? Namun tidak dengan Viola yang tiba tiba kembali dengan mengatas namakan cintanya pada Bryan lah yang akhirnya membawanya kembali ke tanah air beberapa hari setelah kepergian Agatha


Pusing, bahkan lebih lagi yang dirasakan Bryan saat itu dengan kedatangan Viola


Flashback on💫


Betapa terkejutnya Bryan saat melihat seorang wanita dihadapannya. Bukan Agatha wanita yang diinginkan kehadirannya melainkan Viola


"Hai sayang, aku sudah kembali"


"Pasti kau sudah sangat merindukan aku kan?" ucap Viola dengan penuh semangat dan langsung menghambur ke pelukan Bryan. Bryan sendiri hanya mematung dengan rasa terkejutnya tanpa membalas pelukan dari Viola


"Why? Apakah kau tidak merindukanku?" tanya Viola dengan heran karena Bryan sama sekali tak membalas sambutannya dan juga pelukannya


"Pergi" hanya itu yang dapat diucapkan Bryan dengan dinginnya


"Apa? Kau mengusirku? " tanya Viola dengan tak percaya. Bukan kata sambutan yang ia dapatkan tetapi apa ini? Pengusiran?


"Untuk apa kau kesini?" tanya Bryan lengkap dengan paket dinginnya


"Aku? Tentu saja aku merindukanmu"


"Kita sudah lama tak bertemu dan berkomunikasi" ucap Viola


"Bukankah itu yang kau inginkan? Tanya Bryan


"Oh sayang, ayolah"


"Kau masih marah dengan hal itu?"


"Lihatlah, kini aku telah kembali walaupun usahaku untuk meraih cita cita disana tak tercapai" ucap Viola yang tadinya bersemangat kini berubah menjadi lesu


"Aku sama sekali tak perduli dengan cita citamu itu" ucap Bryan lalu berbalik arah kembali ke kursi kebesarannya


Viola tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ah...mungkin saja Bryan sedang nge prank dirinya dengan bersikap seolah olah tak ingin melihatnya...pikir Viola. Tanpa menunggu lama lagi Viola pun bergegas mengikuti langkah kaki Bryan


"Aku minta maaf sayang, aku telah egois demi ingin mencapai cita citaku yang tak tercapai itu aku sampai mempertaruhkan hubungan kita" Viola mencoba meratu Bryan.


Sedangkan Bryan hanya menyeringai. Apakah sebaiknya ia akhiri saja semuanya, dengan begitu ia akan kembali fokus untuk mencari Agatha.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan sok polos lagi"


"Aku tahu apa yang kau lakukan disana" ucap Bryan dingin


"Deg...apa maksud dari perkataan Bryan? Tau apanyang aku lakukan? Yang aku lakukan yang mana? ...Hah...jangan jangan" batin Viola tak percaya


"Apa maksudmu yan?" tanya Viola mencoba mengorek informasi


"Ck...kamu pikir aku tak tau apa yang sering kau lakukan diluaran sana hingga masuk hotel" sindir Bryan


"Deg...mampus aku" batin Viola


"Jadi selama ini kau mengingkari janjimu?" tanya Viola dengan sinis


"Dan untuk itulah kau membuat janji konyol itu?"


"Sebagai alasan agar kau bisa sering jalan jalan bahkan masuk hotel dengan laki laki diluaran sana?" tohok Bryan


"A...aku tidak melakukan itu, pasti orang suruhanmu yang salah mendapatkan informasi" kilah Viola


Prok...prok...Prok...suara tepukan tangan Bryan


"Kau pikir kau bisa mengelak" ucap Bryan geleng geleng kepala dan tangannya menarik laci dan mengeluarkan sesuatu darindalam sana


Bryan mengambil sejumlah foto dari orang suruhannya dan melemparkan kewajah Viola hingga foto foto Viola dengan laki laki bahkan saat dihotel terpotret dengan jelas, foto foto itu bertebaran dilantai ruangan Bryan


Tentu saja Viola terkejut dengan semua foto foto tersebut, ia tak akan bisa mengelak lagi setelah melihat betapa jelas nya foto tersebut menunjukkan bahwa perempuan yang tergambar adalah dirinya


"Bry, aku melakukan itu karena kau sama sekali tak pernah mau saat aku mengajakmu" Viola mencoba memutar balik fikiran Bryan. Tidak...ia tidak boleh meminta maaf yang malah akan membuatnya benar benar paling salah, ia harus bisa membalikkan keadaan


"Apa? Jadi kau menyalahkanku?"


"Kau melakukan itu dengan pria lain karena aku tak pernah mau menyentuhmu?" tanya Bryan dengan tak percaya yang dibalas dengan anggukan kepala yakin oleh Viola, berharap Bryan akan turut merasa bersalah dengan tindakan yang diambilnya


"Hahaha...dasar wanita murahan" ejek Bryan pada Viola dengan rasa tak percaya


"Bry, tari kata katamu itu" ucap Viola merasa geram dengan ucapan Bryan


"Apa? Bukankah benar kau adalah wanita murahan? Kau sendiri yang mengatakan bahwa kau melakukan itu karena aku tak pernah mau menyentuhmu?"

__ADS_1


"Lalu itu apa namanya jika bukan wanita murahanlah yang rela tubuhnya dijamah dengan pria lain yang bukan suaminya" sindir Bryan


"Ini semua karena kau yang tak kunjung menikahiku bry" teriak Viola marah


"Apa? Bukankah saat aku menahanmu supaya tak pergi dengan menjanjikan menikahimu?" ucap Bryan tenang namun tegas dan berhasil mengoyak pondasi kemarahan Viola


"Kenapa? Apa kah kau lupa?" sindir Bryan


"Bry, aku mohon maafkan kesalahanku" akhirnya Viola meruntuhkan benteng pertahanannya sendiri untuk tidak minta maaf karena merasa tak ada pilihan lain selain minta maaf dan mengakui kesalahannya


"Baiklah" jawab Bryan tanpa ragu


"Makasih, terima kasih Bry. Harusnya aku tak meragukan cintamu padaku" ucap Viola langsung berdiri untuk mendekat pada Bryan


"Aku memaafkanmu, tapi hubungan kita berakhir" ucap Bryan lagi menghentikan langkah kaki Viola


"Bry" ucap Viola tak percaya


"Keluarlah, aku sudah selesai denganmu" tutur Bryan


"Atau aku harus memanggil satpam?" tanya Bryan


"Baiklah" ucap Bryan karena tak sudah tak sabar untuk mengeluarkan wanita ini dari ruangannya


"Panggil sekuriti keruanganku sekarang juga" perintah Bryan pada seseorang disana menggunakan intercom


"Bry, aku mohon jangan lakukan ini. Maafkan aku Bry, dan kembalilah seperti dulu lagi" ucap Viola menghiba


"Sudahlah, mulai sekarang kau urusi urusanmu sendiri kita sudah menjadi orang asing saat ini" tegas Bryan


Tak berapa lama 2 orang berseragam security pun memasuki ruangan Bryan dengan tergesa gesa


"Cepat bawa wanita ini pergi dari ruanganku sekarang juga" perintah tegas dari Bryan


"Baik pak" jawab Security tersebut langsung mendekat pada Viola dan masing masing memegang tangan Viola


"Lepas, lepaskan aku" teriak Viola berusaha memberontak, namun sama sekali tak digubris oleh 2 orang Security tersebut dan langsung menyeret Viola keluar dari ruangan Boss mereka


"Lihat saja Bryan apa yang akan aku lakukan nanti" batin Viola

__ADS_1


__ADS_2