
Bryan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya kini sungguh sungguh kacau. Walaupun dalam kekacauan tersebut ia masih mencoba untuk berfikir positif, ah....mungkin saja Agatha sedang pergi keluar bersama Nayla karena merasa jenuh di Apartment
Sesampainya di Apartment Bryan langsung menuju kamarnya, tadinya ia hanya masuk kamar untuk mandi. Kesana kemari Bryan mengecek semua keadaan kamarnya
Deg....kenapa pakaian Agatha terlihat berkurang?....batin Bryan tercengang saat membuka lemari pakaian milik Agatha, Bryan pun langsung membuka tempat penyimpanan pakaian Nayla. Benar saja, sama sekali diluar dugaannya Bryan sampai terduduk dengan sendirinya karena merasa tubuhnya lemas seketika
"Dimana dia?" gumam Bryan. Semua yang nampak terlihat berputar putar di atas kepalanya. Tiba tiba Bryan berdiri meskipun tertatih tatih
"Cctv" gumam Bryan, meskipun dengan tertatih tatih Bryan mencoba menguatkan dirinya sampai keruang kerjanya. Sesampainya disana Bryan pun langsung mengecek semua Cctvnya
Heh....helaan nafas lemas Bryan setelah melihat Nayla dan Agatha pergi dengan membawa sebuah koper berukuran sedang, oiya....Bryan baru ingat jika itu adalah koper miliknya yang ia simpan di atas lemari
"Apa selama ini dia tertekan tinggal bersamaku?" gumam Bryan
"Dia tidak ingin menikah denganku?" gumam Bryan
"Kenapa dia tidak berterus terang?"
"Bagaimana denganku?"
"Apa dia menghukumku lagi?"
"Apa aku tidak boleh bertemu dengan Nayla lagi?"
"Anakku" lirih Bryan, tanpa ia sadari matanya kini sudah tampak berkaca kaca
Mencoba menenangkan pikirannya yang kalut Bryan memijit mijit pangkal hidungnya, kata orang hal itu sangat berguna dalam mengendalikan perasaan emosi seseorang. Hampir 5 menit Bryan menerapkan hal tersebut, dan benar saja perlahan lahan emosi Bryan mereda dan suasana hatinya kini telah menjadi lebih baik
Bryan merogoh ponselnya. ****.....dimana ponselnya? Sialan peredaan emosi yang sudah susah payah Bryan lakukan kini malah memuncak kembali. Bryan berjalan menuju keluar dengan rahang yang mengeras
Saat sedang berjalan ia berpapasan dengan meja yang diatasnya ada sebuah vas bunga, dengan perasaan penuh emosi Bryan langsung mengambil vas tersebut dan melemparkannya ke tembok
Prang......
Bryan berjalan tergesa gesa menuju mobilnya yang terparkir di basement, mengemudikan mobilnya entah kemana sambil berfikir.
"Pergi ke mana mereka?" geram Bryan
Tiba tiba saja otaknya terfikir saat melihat barang barang yang dibawa Agatha, mereka membawa koper dengan pakaian yang tak cukup banyak? apa mereka sedang berkunjung ke rumah Pak Surya? ....batin Bryan
Tidak....tidak, tidak mungkin. Lagi pula sejak kapan Agatha berbaikan dengan keluarganya? dari ceritanya Agatha tampak sangat membenci keluarganya tsrsebut, apakah mungkin jika mereka berbaikan dalam waktu secepat itu?
Milla? yah....ada kemungkinan jika Agatha pergi kerumah Milla, hal itu jauh lebih memungkinkan ketimbang kerumah Pak Surya
Bryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sampai dirumah Milla
Tok....tok....tok.....Bryan mengetuk pintu rumah Milla hingga beberapa kali, barulah kemudian Mama nya Milla yang keluar membukakan pintu untuknya
"Selamat malam tante" basa basi Bryan yang masih mencoba bersikap ramah
"Nak Bryan?" terkejut Mamanya Milla, tentu saja Mama nya Milla mengenal Bryan karena Agam calon mantunya bekerja dengan Bryan
"Iya Tante, maaf udah ganggu malam malam" kata Bryan
"Nggak papa kok, ada apa yah?" tanya Mamanya Milla
"Eh masuk dulu, ayo" ajak Mamanya Milla
"Eh nggak usah Tante, saya kesini mau ketemu Milla"
"Millanya ada nggak Tante?" tanya Bryan dengan raut gelisahnya
"Oh ada..." jawab Mamanya Milla menganggukkan kepalanya
"Sebentar Tante panggilin dulu" ucap Mamanya Milla yang kemudian masuk kedalam rumah
Bryan menunggu dengan keadaan gelisah sembari berharap harap bahwa Agatha dan Nayla berada disini, tadi ia tidak enak jika tiba tiba langsung menanyakannya kepada Mamanya Milla karena hubungannya dengan Agatha tentu saja belum diketahui banyak orang
Tak berselang lama Milla pun datang menghampirinya
"Bry?" panggil Milla, dengan tingkah seenaknya ia memanggil Bryan yang padahal usia Bryan lebih tua beberapa tahun dari Milla, namun Bryan sama sekali tidak memperdulikan hal itu
"Mil, Agatha sama Nayla ada disini nggak?" tanya Bryan dengan raut wajah paniknya
Sementara itu Milla juga malah bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Bryan, nyari Agatha kok disini? pikirnya
"Hah? nggak ada, kan dia tinggalnya sama lo" ucap Milla
"Dia pergi bawa koper Mil, nggak pamit sama gue"
"Gue pikir dia pergi kerumah lo" kata Bryan dengan paniknya
"Tapi nggak ada dirumah gue yan" jawab Milla
"Menurut lo, ada kemungkinannya nggak sih kalau Agatha pergi kerumahnya?" tanya Bryan
"Rumahnya? rumah Pak Surya maksud lo?" tanya Milla dengan mendelik
"Iya" jawab Bryan singkat
"Gue sih nggak yakin, tapi mendingan cari aja dulu disana" kata Milla
"Oke, lo temenin gue" kata Bryan yang langsung melangkahkan kakinya menuju mobil, Milla pun langsung mengikuti Bryan
"Lo bawa hp kan?" tanya Bryan yang masih memegang handle pintu mobil kemudian teringat jika ia tidak sedang membawa ponsel
"Eh...ada dikamar" kata Milla yang juga kaget, tanpa menunggu lama lagi Milla pun langsung berlari menuju kamarnya
Huhhhhh.....helaan nafas Bryan
Tak berselang lama Milla pun datang dengan nafas yang terengah engah sembari menggenggam ponselnya
"Lo lagi berantem sama Agatha?" tanya Milla saat sudah didalam mobil
"Nggak tau" jawab Bryan dengan kalut, fikirannya sama sekali tidak fokus untuk saat ini
__ADS_1
"Telepon Agam" perintah Bryan dengan dingin
Tanpa menjawab lagi, Milla pun langsung menghubungi Agam dengan menggunakan ponselnya
"Halo" ucap Milla saat telepon telah tersambung
"Halo, ada apa?" tanya Agam dari seberang sana
"Cepet cari Agathaaaa" teriak Bryan dengan keras, karena sudah tak tahan lagi. Eh....yang disuruh nelpon malah basa basi
"Bryan?" kaget Agam dari seberang sana
"Cepet lo cari keberadaan Agatha, dia pergiiii" teriak Bryan lagi setelah berhasil mengambil ponsel Milla dengan kasar
"Cek kesemua stasiun, bandara, terminal atau apapunnnn" ucap Bryan dengan paniknya lagi
Tanpa menunggu jawaban dari Agam, Bryan pun mematikan ponselnya untuk sesaat. Tak berselang lama mobil Bryan pun telah sampai di kediaman Pak Surya, Bryan langsung turun dari mobilnya dengan diikuti oleh Milla dibelakangnya
"Lo tunggu sini" kata Milla yang langsung menarik tangan Bryan, sontak Bryan pun langsung menghentikan langkah kakinya
"Gue mau jemput Istri sama Anak gue" ucap Bryan dengan tegas
"Gue tau, lo diem disini dulu. Tunggu!" kata Milla dengan nada tingginya, jika tidak melakukan hal tersebut tentu saja Bryan malah akan masuk menerobos kedalam rumah dan membuat keluarga Pak Surya terkejut
Milla pun berjalan cepat menuju satpam rumah Agatha, sementara Bryan pun akhirnya mau tak mau harus mengikuti perkataan Milla
"Pak" panggil Milla pada satpam rumah Agatha
"Ya neng" Pak Satpam pun langsung datang menghampiri Milla
"Ada apa neng?" tanya Satpam tersebut pada Milla
"Bapak kerja disini udah lama kan?" tanya Milla
Karena ia bahkan tidak pernah sama sekali menginjakkan kakinya dirumah Agatha, karena kata Agatha Mamanya tidak mengizinkannya. Walaupun Agatha berani pada Mamanya namun Agatha tau akan batasannya jika ini bukan rumahnya, jadi Agatha tak pernah membawa seorang temannya pun ke rumah ini
"Iya udah hampir 15 tahun neng, ada apa ya?" tanya Pak Satpam lagi
Beruntung, tentu saja satpam tersebut pasti kenal dengan Agatha
"Pak, apa Agatha pulang ke rumah?" tanya Milla dengan bersungguh sungguh
"Non Agatha?" tanya Pak Satpam memastikan
"Iya" kata Milla
"Waduhhh, non Agatha sudah pergi dari sini udah lama neng"
"Hampir 7 tahun malah" kata Satpam tersebut
Milla pun terkejut dan kaget, tadinya ia sangat berharap jika Agatha berada disini
"Oh...nggak ada ya pak" kata Milla
"Terima kasih" kata Milla
"Sama sama neng" balas Satpam tersebut
Milla pun kembali menuju mobil Bryan
"Gimana?" tanya Bryan penuh harap saat Milla datang
"Nggak ada" jawab Milla
Heh....helaan nafas frustasi Bryan
"Brengsekkkk" umpat Bryan yang langsung menendang mobilnya
"Lo tenang dulu" kata Milla
"Gimana gue bisa tenang, anak gue mil" kata Bryan emosi
"Iya gue tau" kata Milla
Tut....tut....tut.....suara ponsel Milla, dengan cepat Milla pun menggeser warna hijau
"Gimana?" tanya Milla langsung pada intinya
Bryan yang seakan tau bahwa itu adalah panghilan dari Agam pun langsung merebut ponsel itu dari tangan Milla
"Gimana gam?" tanya Bryan kemudian
"Dia pergi naik pesawat yan" kata Agam dari seberang sana
"Tujuan?" tanya Bryan singkat
"Bali" jawab Agam dari seberang sana
Bali? tiba tiba saja Bryan teringat saat pertama kali Agatha kabur, saat itu anak buahnya mengatakan jika Agatha kabur ke Bali namun Bryan beserta anak buahnya bahkan tidak bisa menemukan keberadaan Agatha
"Pesankan tiket ke bali untukku" perintah Bryan pada Agam
"Sekarang?" tanya Agam dari seberang sana
"Sekaranggggg" maki Bryan yang menurutnya pertanyaan Agam terasa menjengkelkan untuknya. Bryan paniknya kan sekarang, masak iya perginya taun depan?
"Oke, gue tunggu lo dibandara" kata Agam kemudian
Panggilan telepon pun akhirnya berakhir sampai disitu
"Kebandara" kata Bryan, Milla yang mengerti pun langsung memasuki mobil Bryan
Mobil yang dikendarai Bryan bahkan melesat dengan kecepatan tinggi, Bryan mengendarai mobil dengan sesukanya seakan akan jalanan ini milik pribadi keluarganya saja
"Bry, gue tau lo panik"
__ADS_1
"Tapi lo harus tenang, nyetirnya pelan pelan aja"
" Lo harus nemuin Agatha dalam keadaan hidup"
"Jangan sampai lo ketemu Agatha udah jadi arwah"
"Gue takuttttt" teriak Milla mencoba menyadarkan Bryan, pasalnya Milla sendiri takut dengan cara mengemudi Bryan yang terkesan ugal ugalan
Namun semua ucapan Milla bagaikan angin lalu untuk Bryan, sebenarnya Bryan mendengarkan semua ucapan Milla namun sama sekali tidak dihiraukannya
Akhirnya penderitaan Milla pun berakhir, mengucap puji syukur banyak banyak karena masih diberi kesempatan untuk hidup padahal tadi hidupnya sudah berada diujung tanduk
Bryan pun bergegas turun dari mobil dan berlari menuju bandara, sementara itu Milla masih menenangkan dirinya yang syok akibat atraksi menegangkan Bryan
"Yan" panggil Agam yang melihat Bryan tengah berlari lari, mendengar ada yang memanggil namanya sontak Bryan pun berhenti dan menoleh ke arah sumber suara
"Gue udah pesen tiket buat lo, cuma tinggal satu"
"Gue nyusul besok pagi" kata Agam pada Bryan
"Oke" jawab Bryan simple, Bryan pun melangkahkan kaki meninggalkan Agam. Namun baru beberapa langkah Bryan melangkahkan kakinya, Bryan kembali lagi menghampiri Agam
"Gue pinjem duit lo" kata Bryan, Agam pun merogoh dompet yang berada di saku celananya hendak mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalamnya.
Namun dengan gerakan cepat Bryan pun langsung merebut dompetnha dan mengeluarkan semua uang yang berada didalamnya. Setelah mengeluarkan semua uang yang ada didalamnya, Bryan pun meletakkan dompet Agam di dada Agam lalu berlalu begitu saja
"Sialannnn" Umpat Agam melihat kelakuan Bryan, selepas kepergian Bryan Agam pun langsung berlari mencari mobil Bryan
"Lo kenapa?" tanya Agam tiba tiba
"Anjingggg" karena kaget, sontak Milla pun mengeluarkan kata kata kasar yang refleks keluar dari mulutnya
"Brengsekkkk" umpat Agam yang kesal karena dikatai anjing oleh calon Istrinya
"Eh...maaf" kata Milla yang telah menyadari kesalahannya
"Gue kaget" kata Milla ngos ngosan
"Gue hampir aja diajak menuju akhirat sama temen lo" lanjut Milla kemudian
"Diapain lo?" tanya Agam yang penasaran
"Masak dia nyetirnya ngebut banget"
"Kayak takut nggak kebagian kursi di Syurga" kata Milla sekenanya
Tuk...Agam pun menyentil dahi Milla
"Ngomongnya" kesal Agam yang langsung memutar arah menuju kearah kemudi
Didalam pesawat, Bryan merasa sangat gelisah. Ia sendiri bahkan tak tahu kemana tujuannya setelah ini, didalam pikirannyabyang masih bercabang tiba tiba Bryan memikirkan sesuatu
"Kenapa tiba tiba pergi?" batin Bryan
"Apa dia nggak percaya sama semua omongan gue" lanjutnya lagi
"Bisa jadi" gumam Bryan
"Gue bakal buktiin kalau gue serius ta" ucap Brya penuh dengan keyakinan
"Lagian Agatha bisa pergi pake duit dari mana sih" kesalnya
"Perasaan gue nggak pernah ngasi duit, gue kan ngasinya apa yang dia mau" kata Bryan yang masih heran bercampur dengan kesal
Sementara itu, disalah satu hotel di Bali
"Ma, besok kita mau kemana?" tanya Nayla
"Nayla maunya kemana?" Agatha malah berbalik tanya pada Nayla
"Pantai Kuta" jawab Nayla dengan penuh semangat
"Oke, kita besok kepantai" kata Aagtha yang menyetujui ajakan Nayla
Tentu saja uang yang dimilikinya masih cukup, karena pada dasarnya ia kesini untuk berlibur sembari menunggu seseorang yang dapat menangguhkan hatinya
Sebenarnya selama beberapa hari tinggal bersama Bryan, sedikit banyak Agatha sudah tertarik dengannya. Walaupun ia sangat membenci perkataan Bryan yang menyakitinya. Pernah denger kata kata ini nggak? semakin kita membenci seseorang maka semakin besar pula kemungkinan jika kita malah semakin menyukainya?
"Semoga saja Bryan bisa bawa Nayla sama Agatha pulang ya pa" harap Mama Henny
"Ya, semoga saja" kata Papa Hamdan yang juga menyetujui ucapan Istrinya
"Tadi ada siapa pak?" tanya Pak Surya yang tadi tidak sengaja melihat Satpamnya berbincang dengan seseorang, namun ia tidak dapat melihat orang yang berbincang dengan Pak Satpamnya karena terhalang oleh pagar rumahnya
"Nggak tau pak, mungkin temannya nona" kata Pak Satpam tersebut
"Cewek pak?" tanya Pak Surya yang penasaran
"Iya pak, cewek kira kira seumuran sama nona" kata Pak Satpam tersebut
Nona disini kemungkinan bisa Sellena ataupun Agatha
"Nyari siapa pak?" tanya Pak Surya lagi
"Nyari non Agatha Pak" kata Pak Satpam tersebut
Deg... Siapa gerangan yang mecari Agatha?
"Yang kesini tadi punya lesung pipi nggak pak?" tanya Pak Surya, setahunya teman Agatha hanya lah Milla.
Meskipun tak ada yang mengetahuinya, sebenarnya Pak Surya selalu memperhatikan semua gerak gerik Agatha walaupun dari jauh. Namun, sejak malam itu apalagi saat Agatha mengatakan hal yang begitu menyakitkan baginya Pak Surya langsung tumbang beberapa hari. Bahkan sampai hari ini fikirannya tidak pernah absen dari Agatha
Bukankah Milla sudah tau kalau Agatha pergi dari rumah sejak dulu? lalu kenapa tiba tiba Milla datang kesini dan menyanyakan keberadaan Agatha?
Apa Milla pernah bertemu dengan Agatha baru baru ini? pikir Pak Surya
__ADS_1