Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 28


__ADS_3

"Ma...Mamaaaa" teriak Anak kecil sembari berlari ke arahku dengan seragam sekolah yang masih melekat ditubuhnya, tak lupa juga dengan senyum merekah yang menghiasi bibir nya


"Kemari sayang" ucap Agatha sembari merentangkan kedua tangannya menyambut tubuh kecil yang berlari riang ke arahnya


flashback On


"Sekarang aku harus kemana lagi?" lirih Agatha setelah keluar dari salah satu pelabuhan di Jawa Timur


Pusing dan bingung lah yang dirasakan Agatha saat itu, Agatha tak punya siapa siapa untuk diandalkan dan...uang, Yah...memang Agatha memiliki uang di Atm nya hasil kerjanya di toko. Namun tentu saja ia tak bisa bergantung hanya dengan mengandalkan uang yang ada di Atm nya tersebut dan juga hasil dari menjual ponselnya


Setelah hampir seharian mencari tempat yang bisa dibuatnya untuk berteduh, akhirnya Agatha menemukan kos yang lumayan lah harganya karena fasilitasnya pun hampir lengkap mulai dari dapur, kamar mandi dalam, air untuk mandi dan minum


"Permisi bu, maaf saya mau nanya?" ucap Agatha sopan lada ibu ibu pemilik kos


"Iya dek, ada apa yah? apa ada yang rusak didalam?" Ibu ibu kos itu pun balik bertanya


"Eh, Nggak kok buk. Jadi gini, saya mau nanya"


"Disekitar sini ada yang buka lowongan pekerjaan nggak ya?" ucap Agatha


"Emmm" tampak Ibu itu berfikir, mungkin tengah berusaha membongkar memori dalam otaknya


"Ah...iya, ada mbak. di warung makan milik Pak Samsul kayaknya lagi butuh orang buat bantu bantu" Ibu kos tersebut berbicara dengan wajah berbinar, mungkin karena telah berhasil membongkar isi memori otaknya


"Wahhh beneran buk, saya mau buk....saya mau" Agatha pun tak kalah sumringahnya karena merasa keberuntungan sedang berpihak kepadanya


"Yaudah...kalau mbaknya mau, besok saya anterin ke warungnya aja gimana?" opsi Ibu pemilik kos


"Iya iya buk iya, makasih banyak ya bu" ucapan tulus dari Agatha

__ADS_1


"Iya mbak, sama sama" balas Ibu pemilik kos


Sore menjelang malam, Agatha disibukkan dengan acara berbenah benah kos kosannya. Agatha tak perlu pergi keluar sekedar untuk mencari makan karena di perjalanan tadi Agatha telah membeli beberapa potong roti dan sebotol besar air mineral. Walaupun sebenarnya Agatha bukan lah type orang yang akan kenyang tanpa memakan nasi, tapi karena tubuh yang terasa lelah rasanya tak apa lah untuk malam ini perutnya diganjal roti saja


Perlahan hari mulai gelap dan berganti dengan pagi yang cerah, hari baru untuk memupuk sejuta harapan. Begitu juga dengan Agatha, hari ini adalah hari pertamanya bekerja


"Mbaknya isah isah dulu ya dibelakang" ucap Pak Samsul pemilik warung makan tersebut


"Ha? apa pak?" Agatha melongo tak mengerti dengan ucapan Boss nya tersebut


"Ealah, lupa aku. Padahal udah saya coba pake bahasa indonesia"


"Ternyata bahasa jawanya masih nyangkut" ucap Pak Samsul menepuk jidatnya


"Hehehe, jadi apa pak?" tanya Agatha lagi


"Kamu cuci piring dulu ya dibelakang" jelas Pak Samsul lagi


Hari pertama tanpa keluarganya dan juga tanpa toko lukis yang ia bangun dengan pondasi mimpi mimpi. Kini Agatha merajut asa menjadi seorang karyawan. Yah...tugas Agatha memang hanya mengantarkan makanan pada pembeli, mencuci piring dan gelas juga mengelap meja dan menyapunya


"Wah, Pak Bro. Bojo anyar to?"


"( Wah, Pak Bro. Istri baru ya?"goda salah satu pelanggan


"Husss...ngawur wae weki"


"( Husss...ngaco aja kamu)" jawab Pak Samsul yang agak risi dengan ledekan tersebut


"Piye to pak, wong iseh num lan ayu sisan"

__ADS_1


"Gimana sih pak, orang masih muda dan cantik juga)" goda pelanggan lagi. Pak Samsul menggeleng gelengkan kepala tanpa berniat membalasnya lagi


Hari demi hari telah dilewati Agatha hingga tak terasa sudah hampir 2 minggu ia bekerja di warung Pak Samsul. Disini Agatha mendapatkan upah setiap hari. Tentu saja hal ini menguntungkan bagi Agatha karena setiap hari ia memiliki pemasukan


"Oiya, kamu asalnya dari mana ta?" tanya Pak Samsul sembari menyesap kopi buatannya. Kebetulan saat ini suasana warung sangat sepi, bahkan tak ada pembeli sama sekali padahal tadi warungnya sangat ramai


Disini Pak Samsul hanya berjualan saja karena yang memasak adalah Istrinya, jadi setiap pagi Pak Samsul lah yang membawa semua masakannya dari rumah. Sang Istri tidak bisa ikut berjualan menemani Pak Samsul karena istri pak Samsul memiliki usaha sampingan membuat kue bersama tetangga tetangganya dan Istri pak Samsul hanya bekerja paruh waktu saja, setelah bangun pagi dan memasak ia akan istirahat hingga siang dan lanjut membuat kue hingga sore


"Saya dari Jakarta pak" jawab Agatha


"La kesini sama siapa nduk?" tanya Pak Samsul lagi


"Sendiri Pak" jawab Agatha singkat, berniat ingin langsung mengakhiri sesi tanya jawab tersebut


"Loh, la orang tuamu dimana? Kok kamu di biarin pergi sendiri sih" rupanya usaha Agatha untuk mengakhiri percakapan tersebut sia sia karena justru Pak Samsul merasa tertarik untuk mengorek informasi mengenai Agatha


"Saya mau mandiri pak, dan kebetulan orang tua saya mendukung keputusan saya" jawab Agatha


"Oh, sudah punya Suami mbak?" tanyanya lagi


Deg...Agatha merasa pertanyaan yang diajukan oleh Pak Samsul mengorek luka hatinya. Yah Agatha ingat jika ia sudah tidak gadis lagi namun juga seseorang yang belum pernah menikah. Ahhhh ...dia hanya orang asing dan aku rasa orang tua ini terlalu kepo dengan urusanku...tentu saja itu hanya ucapan Agatha dalam hatinya, ia tak akan bersikap tak sopan pada orang yang telah menggajinya


"Emmmm saya masih single pak" jawab Agatha


"Maaf Pak saya mau cuci piring dulu dibelakang" pamit Agatha benar benar ingin mengakhiri agar tak ada pertanyaan lanjutan lagi


"Baiklah" jawab Pak Samsul


Agatha pun berlalu kebelakang Saat ini Agath tengah mencuci piring, disini mencuci piringnya telah menggunakan washtaffle sehingga Agatha tak perlu merasakan sakit pinggang karena duduk

__ADS_1


Tiba tiba ada yang memeluk Agatha dari belakang, tentu saja Agatha sangat terkejut dengan sentuhan itu hingga tubuhnya menegang


"Ssssttttt diamlah, nikmati saja Agatha. disini sedang tidak ada orang" ucap Pak Samsul berbisik tepat ditelinga Agatha


__ADS_2