
"Assalamualaikum" salam Bryan yang baru datang
"Waalaikumsalam" jawab Nayla dan Aagtha bersamaan sembari berjalan menuju ke arah Bryan
"Selamat pagi anak Papa" ucap Bryan sembari mengecup singkat pipi Nayla
"Pagi pa..."
"Itu apa Pa?" tanya Nayla karena Bryan menenteng sesuatu ditangannya
"Oh iya, ini dari Nenek untuk kalian" kata Bryan sembari menyodorkan makanan yang dibawanya kepada Agatha dan Agatha pun menerimanya
"Sampaikan rasa terima kasihku pada Mamamu" kata Agatha
"Oke" jawab Bryan
"Sepertinya aku tidak bisa berlama lama disini, aku harus segera pergi" kata Bryan
"Papa mau pergi?" tanya Nayla
"Kerja" jawab Bryan singkat sembari tersenyum pada Nayla
"Oh" Nayla hanya ber oh ria
"Bisakah kita bicara?" tanya Agatha pada Bryan dengan tampang datarnya
"Bicara?" tanya Bryan memastikan
"Nayla, sarapan dulu" ucap Agatha sembari menyodorkan makanan yang tadi dibawa Bryan
"Iya ma" jawab Nayla sembari meraih makanan yang disodorkan Agatha, kemudian Nayla pun berjalan menuju dapur
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Bryan sembari berjalan menuju sofa
"Bagaimana dengan kemarin?" tanya Agatha
"Violla?" tanya Bryan memastikan
"Iya" jawab Agatha menganggukkan kepalanya
"Semuanya sudah beres, kau tidak perlu khawatir" ucap Bryan kemudian
"Ohhh" balas Agatha dengan ragu ragu
"Apakah ada lagi?" tanya Bryan sembari melihat jam tangannya
"Bisa kau kembalikan ponselku?" tanya Agatha dengan ragu ragu. Tentu saja Agatha sangat membutuhkan ponselnya...Ah tidak...tidak...bukan ponselnya tetapi nomor yang tersimpan diponselnya
"Untuk?" tanya Bryan heran menatap Agatha penuh selidik
"Heyyy apa maksudmu? Itu milikku" jawab Agatha menggunakan nada jengkelnya, sip...cara agar ia tak terlihat tersudutkan
"Kau tak membutuhkannya" jawab Bryan kemudian
"Memangnya kau tau apa yang aku butuhkan dan yang tidak kubutuhkan?" tanya Agatha berbalik menatap Bryan tajam
"Baiklah, kita bicarakan nanti"
"Aku akan terlambat" ucap Bryan sembari beranjak berdiri, namun Agatha tak kunjung berdiri mengikutinya
"Heyyy setidaknya antarlah suamimu sampai pintu" kata Bryan dengan nada jengkelnya
"Apa kau suamiku?" tanya Agatha sinis
Qahhh? Bryan seperti tersedak ludah sendiri, tidak ada yang salah dengan perkataan Agatha namun perkataannya terlalu tepat hingga membuatnya tak bisa berkutik sama sekali
"Kalau begitu antar aku sebagai Papanya Nayla" ucap Bryan kemudian
Mau tidak mau suka tidak suka Agatha pun berdiri mengikuti kemauan Bryan dengan suasana hati yang dongkol
"Selamat bekerja Papanya Nayla" ucap Aagtha dengan penuh senyum keterpaksaan setelah sampai dipintu
Bryan pun berbalik menatap Agatha, melihat ekspresi kekesalan Agatha malah terlihat wajah Agatha yang semakin cantik dimata Bryan. Bryan pun mendekatkan tubuhnya pada Agatha
Cuppp.....Bryan tiba tiba mengecup kening Agatha hingga membuat Agatha terkejut dan hendak menarik kepalanya, namun Bryan dengan sigap menahan kepala Agatha
Ada perasaan aneh yang mejalar dihati Agatha, tubuhnya merasakan kenyamanan namun otaknya masih bisa berfikir waras dan masih aman untuk dikendalikan
Sementara Bryan merasa ada sesuatu yang menghangat dihatinya entah karena ia yang tak pernah melakukan hal ini kepada Violla sebelumnya ataukah karena perasaannya yang mulai tertarik pada Agatha
Setelah cukup puas Bryan pun menyudahi kecupannya, kemudian tersenyum kepada Agatha dengan senyuman tulusnya. Sementara Agatha malah berbalik menatap Bryan tajam
"Kau tidak sopan sekali" kesal Agatha dengan berapi api
"Sebagai latihan, kau harus terbiasa untuk melakukan semua ini nanti setelah menikah" jawab Bryan dengan santainya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Agatha yang masih dengan perasaan dongkolnya
Selepas kepergian Bryan Agatha pun duduk disofa ruang tamunya
Deg....deg...deg...Agatha meraba dada kirinya, jantungnya terasa berdetak dengan cepat setelah kejadian barusan
"Sialan...apa yang jantung ku ini rasakan" kesal Agatha pada dirinya sendiri
Disisi lain didalam mobilnya Bryan pun merasakan hal yang sama juga
"Sial...ada apa dengan jantungku ini? apakah dia akan copot? ucap Bryan pada dirinya sendiri
"Kenapa dia sangat cantik sekali tadi" gumam Bryan yang tanpa disadarinya sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah lengkungan
"Nayla makan apa sayang?" tanya Agatha yang menghampiri Nayla
"Ada telur dadar, orek tempe sama tumis kangkung ma" jawab Nayla yang tengah menikmati makanannya
"Mama makan juga gih" ajak Nayla pada Agatha
"Iya" kata Agatha kemudian beranjak mengambil piring
Agatha dan Nayla pun memikmati sarapan dengan tenang
"Nayla, buruan mandi dulu gih" perintah Agatha pada Nayla
"Iya ma" jawab Nayla kemudian beranjak kembali ke kamar
Sementara itu Agatha pun bergegas untuk mandi di kamar mandi yang terletak di dapur karena kamar mandi yang terletak dikamar saat ini tengah dipakai oleh Nayla
Hampir 15 menit waktu yang dibutuhkan Agatha untuk mandi, sementara itu Nayla telah menyelesaikan acara mandinya 10 menit yang lalu
__ADS_1
Jam telah menunjukkan pukul 9 saat ini Agatha dan Nayla telah bersiap siap
"Nayla siap?" tanya Agatha pada Nayla
"Siap ma" jawab Nayla
Beberapa menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi pun akhirnya lepas landas, tujuan liburan kali ini adalah ke bali....yah...bali tempat pelarian Agatha untuk pertama kali. Kini ia kembali lagi bersama dengan Putrinya untuk sekedar berlibur
Hampir 3 jam waktu yang dibutuhkan untuk mengudara, baik Nayla maupun Agatha sama sekali tidak mabuk perjalanan
"Ma? kita mau kemana dulu?" tanya Nayla
"Pantai?" tebak Nayla dengan senyumannya
"Kita cari hotel dulu"
"Ini udah siang, panas kalau ke pantai" kata Agatha, netranya celingak celinguk ke sana sini untuk mencari keberadaan taksi yang kosong
"Ah....disana" tunjuk Agatha pada sebuah taksi yang menepi dipinggir jalan
"Ayo nay" ajak Agatha
"Iya ma" jawab Nayla
"Bos, kemarin keluarga kami sudah bertemu lagi" kata Agaam pada Bryan
"Keluarga kami?" heran Bryan
"Oh...keluarga kamu dan Milla?" tebak Bryan
"Iya" jawab Agam mengut mangut
"Kapan kalian akan menikah?" tanya Bryan
"Bulan depan" jawab Agam dengan penuh keyakinan, matanya memancarkan cahaya kebinaran
"Baguslah, aku akan menyiapkan hadiah pernikahan untukmu" kata Bryan sembali meneguk lemon tea nya
"Tidak perlu repot repot Boss" kata Agam yang merasa tidak enak pada Bryan
"Santai saja" jawab Bryan dengan tampang datarnya
Ehhh....bagaimana bisa Bryan bilang untuk santai sementara tampang yang dikeluarkannya seperti ingin mengajak orang berkelahi
"Apa kau sungguh mencintai Milla?" tanya Bryan pada Agam
"Kalau saya tidak mencintainya, saya tidak mungkin akan menikahinya" jawab Agam dengan penuh percaya diri
"Lihatlah dia sangat berlagak di depanku, apa dia sedang menyindirku?" batin Bryan
"Lalu, kapankah anda akan menikahi nona Aagtha?" tanya Agam
"Menurutmu aku harus menikahinya kapan?" tanya Bryan pada Agam
"Apa dia hanya pintar dalam hal pekerjaan saja? otaknya bodoh sekali dalam hal lainnya" batin Agam
"Emmm....secepatnya akan lebih baik pak" jawab Agam
"Nah itu, aku akan menikahinya secepatnya" kata Bryan
"Tentu saja, aku akan datang meminta doa restu pada keluarganya" jawab Bryan
"Ohhh baiklah" jawab Agam kemudian
Bryan dan Agam pun kembali menikmati makan siang mereka dengan diselingi percakapan percakapan tentang perusahaan perusahaan yang mengajukan kerja sama dengan perusahaannya
Seusai dengan agenda makan siang, tentunya Bryan dan Agam juga kembali lagi ke kantor dan bergelut dengan pekerjaannya
Huh.....helaan nafas Bryan terdengar kasar, Bryan pun lekas meraih ponselnya
"Halo" sapa Bryan
"Halo, maaf ada apa bapak sampai menelfon saya?" tanya Reyhan dari seberang sana
"Tak perlu berbicara formal" kata Bryan yang kurang nyaman dengan bahasa yang dipakai Reyhan
"Oh...baiklah" kata Reyhan kemudian
"Em...kapan kapan aku ingin kerumahmu bersama keluargaku" Kata Bryan
"Keluarga?" tanya Reyhan diseberang sana
"Iya, boleh kah?" tanya Bryan lagi
"Emmm....nggak papa, keluarga ku pasti senang"
"Seorang pimpinan besar sepertimu mau datang dirumahku" kata Reyhan merendahkan diri
"Ahhhh santai saja, cuma berkunjung" kata Bryan
"Rumahku akan selalu terbuka untukmu dan keluargamu" kata Reyhan
"Ngomong ngomong kau mau datang kapan?" tanya Reyhan kemudian
"Emmm biar aku cari waktu yang tepat dulu" jawab Bryan
"Oke" kata Reyhan menyanggupi
Sambungan telepon pun akhirnya berakhir Bryan pun kembali menyelesaikan semua pekerjaannya
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, waktunya mengakhiri pekerjaan hari ini, Bryan pun bergegas menuju tempat ia memarkirkan mobilnya
"Sudah mau pulang?" tanya Agam yang datang tiba tiba, Bryan pun merubah raut wajahnya menjadi kesal
"Mau ku pecat?" tanya Bryan. Bryan sungguh kesal jika Agam berbicara terlalu formal padanya, padahal tadi saat makan siang Bryan sudah menahan dirinya agar tidak memarahi Agam ditempat umum. Dan pada akhirnya Bryan pun mengikuti bahasa Agam
Hahahhahahaha .....tawa Agam pun lepas begitu saja
"Oke oke, lu udah mau balik?" tanya Agam yang kemudian merubah bahasanya
"Heem" jawab Bryan membuka pintu mobilnya
"Masih sore nih, gimana kalau kita ngopi dulu" tawar Agam pada Bryan
"Males gue, udah kangen sama anak gue" alasan Bryan
__ADS_1
"Anaknya atau emaknya?" tanya Agam dengan nada sinis menyindir
"Sialan loh" kesal Bryan
"Hahahaha...skuy lah kita ngopi dulu" ajak Agam dengan sangat memaksa
Mau tidak mau Bryan pun akhirnya mengikuti kemauan Agam, mereka akhirnya memilih nongkrong di salah satu cafe yang cukup terkenal
"Kopi ini emang paling mantep" kata Agam
"Bentar lagi lo juga bakalan dibikinin kopi sama bini lo" ucap Bryan
"Heum, gak sabar gue sama malem pertama gue" kata Agam dengan absurdnya
"Brengsek lo" kesal Bryan dengan arah pembicaraan Agam
"Hahahahaha" tawa Agam pecah melihat kekesalan Bossnya tersebut
"Ngomong ngomong gimana sama Violla?" tanya Agam
"Kemarin gue udah bilang cerai ke dia" jawab Bryan
"Wuiiihhhh cepet banget lo, sat set sat set" kata Agam sembari melesatkan tangannya berlenggak lenggok
"Gak sabaran banget yah lo" sindir Agam
"Yoi" jawab Bryan datar
"Minta apa dia?" tanya Agam pada Bryan
"Sesuai dugaan" jawab Bryan santai
"Udah lo kasih?" tanya Agam
"Nggak" jawab Bryan singkat
"Oh....bener bener Alex sepupu lo?" tanya Agam pada Bryan
"He eum" jawab Bryan singkat
"Kira kira ada motif apa? lo tau nggak?" tanya Agam pada Bryan
"Nggak tau gue, gue sih nggak ada masalah apa apa" jawab Bryan
"Orang tua lo mungkin? atau sesepuh lo" tanya Agam
"Orang tua gue nggak tau kalau kita masih berhubungan " jawab Bryan
"Berarti emang bener keluarga kalian ada masalah?" tanya Agam mendelikkan matanya menatap Bryan tajam
"Gue nggak tau juga, udah lama banget sedari gue sd malah"
"Tiba tiba aja keluarga Alex pindah, dan sejak itu dia juga nggak pernah dateng ke sini" kata Bryan
"Lo udah bilang sama bokap nyokap lo?" tanya Agam
"Nggak" jawab Bryan singkat
"Kenapa? lo kan bisa sekalian tau masalahnya"
"Kalau gue analisis sih, orang tua lo tau sesuatu pastinya" kata Agam
"Gue aja belum pernah berbakti"
"Masak mau nyusahin terus" kata Bryan
"Wih....kena angin apa lo tiba tiba mau sok berbakti gini" sindir Agam
"Menurut lo Agatha gimana?" tanya Bryan tiba tiba
"Cantik sih pinter juga, bodynya juga oke. yah...meskipun rada rada pendek" jawab Agam seakan akan bemar benar membayangkan tubuh Agatha
"Sialan loh...." kesal Bryan sembari melemparkan sendok yang tepat mengenai wajah Agam
"Isss....pedih tau" kesal Agam megelus elus jidatnya yang terkena lemparan sendok Bryan
"Maksud gue kepribadiannya" sinis Bryan
"Oh....ngomong dong" kesal Agam
"Kalau dilihat dari luarnya sih dia baik, sayang juga sama Nayla" jawab Agam sekenanya
"Kalaj dari dalemnya sih gue belum pernah lihat" goda Agam mengerlingkan matanya membuat Bryan semakin kesal saja
"Mau cabut gue" kata Bryan sembari beranjak berdiri dan meninggalkan Agam sendirian begitu saja
"Baperan banget sih om" teriak Agam menggoda Bryan, namun Bryan sama sekali tidak memperdulikannya
Huhhhh....helaan nafas berat Bryan
"Sialan tuh Agam" kesal Bryan
Bryan pun melajukan mobilnya langsung menujuke Apartment, ditengah tengah perjalanan tak sengaja Bryan melihat ada penjual rujak buah. Lantas Bryan pun langsung menepikan mobilnya, membeli rujak buah sebagai buah tangannya
Bryan pun kembali melajukan mobilnya menuju Apartment, sekitar 15 menit kemudian akhirnya Bryan sampai di Apartment dengan selamat
Ting....tong....Bryan pun memencet bel terlebih dahulu, walaupun ia bisa langsung masuk tapi entah mengapa hari ini ia tiba tiba ingin disambut oleh Agatha didepan pintu. Emmm....mungkin karena terbawa dengan suasana pagi hari tadi
1 menit...2 menit....3 menit....tak kunjung ada seseorang yang membukakan pintu untuknya, karena sudah sangat tak sabar Bryan pun akhirnya langsung memasukinya begitu saja
Nayla???.....Agatha?.....panggil Bryan berkali kali namun tidak kunjung ada yang kuar untuk menemuinya
"Pada kemana?" gumam Bryan
"Palingan juga ke rumah Mama" gumam Bryan
"Aku telpon Mama aja kali" ucap Bryan, Bryan pun merogoh pinselnya dari dalam saku celana
"Eh....mendingan aku ke sana aja deh" Bryan pun mengurungkan niatnya untuk menelepon Mamanya
Bryan pun memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, bekerja seharian tentu saja membuat tubuhnya terasa lengket
Bryan memilih untuk berendam air hangat dengan diberikan beberapa tetes aromatheraphy rasa mint, rasa kesukaannya. Bryan berendam hampir 30 menit. Barulah kemudian Bryan mengakhiri sesi mandinya
Bryan memilih baju santai berupa celana jeans dan kaos berwarna hitam kesukaanya. Setelah selesai dengan penampilannya Bryan pun bergegas menuju besment tempat mobilnya terparkir disana
__ADS_1
Huhhhhh.....