Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 88


__ADS_3

"Ngomong ngomong kalian kapan mau fitting baju pengantin ?" tanya Mama Henny sembari duduk dengan tangan yang memegang piring berisi potongan buah buahan ditangan kirinya dan es cendol ditangan kanannya


"Kapan ya ma kira kira?" Bryan malah berbalik tanya pada Mama Henny


"Gimana sih kamu ini, yang mau nikah kan kamu"


"Buruan deh, biar Nayla bisa cepet sekolah juga" sambung Mama Henny kemudian


"Iya mah, kalau gitu besok aja nanti aku bakal bilang sama Agatha" jawab Bryan sembari mengaktifkan ponselnya


"Besok gue mau fitting baju, lo urus urusan perusahaan" begitulah isi dari pesan singkat yang Bryan kirimkan pada Agam sekretarisnya


Tring...tak berapa lama kemudian ada notif pesan masuk dari ponsel Bryan, rupanya Agam lah yang mengirimkan pesan untuknya


"Oke buruan lo cepetin nikahnya, biar gue sama Milla bisa cepet nyusul" begitulah balasan dari Agam. Bryan pun tidak membalasnya lagi


Tanpa disangka Agatha lewat disamping Bryan dengan membawa salad buah


"Wiiiih, buat aku yah ini?" tanya Bryan yang langsung merebut salad buah dari tangan Agatha


"Enak aja" kata Agatha sembari berbalik merebut salad buahnya kembali


"Ini buat aku tau" lanjutnya kemudian setelah berhasil merebut salad buahnya dari tangan Bryan


"Yeeee pelit" nyinyir Bryan karena Agatha tak mau berbagi dengannya


"Biarin" jawab Agatha acuh kemudian melangkah dan duduk disamping Mama Henny


"Kalian ini kayak anak kecil aja" kata Mama Henny geleng geleng kepala


"Biarin, salah anak Mama juga sih" jawab Agatha dengan santainya


"Ta" panggil Bryan kemudian


"Apa?" jawab Agatha sembari menyuapkan sendok yang telah berisi salad buah kedalam mulutnya sendiri


"Besok ayo kita fitting baju" kata Bryan kemudian membuat tubuh Agatha menegang untuk sesaat


"Oke" jawab Agatha kemudian

__ADS_1


Keesokan harinya sesuai kesepakatan Agatha dan Bryan pun berangkat untuk fitting baju, eh....jangan lupa si kecil Nayla tadi juga merengek agar diperbolehkan untuk ikut dan mau tidak mau Bryan dan Agatha pun mengizinkannya


Perjalanan yang dibutuhkan untuk Bryan hampir 30 menit, karena jalan yang memang sudah agak macet membuat lalu lintas mereka sedikit terhalang


"Baik mari kita lihat lihat dulu model kebayabyang ada disini" kata pemilik butik mempersilahkan pada Agatha


Pasalnya tadi Agatha menginginkan kebaya untuk pernikahan dan juga pakaian adat untuk pesta, karena Agatha masih memiliki darah jawa Agatha pun ingin melampirkan pernikahan adat jawa juga nantinya


"Baik" jawab Agatha sembari melangkahkan kaki mengikuti arahan sang pemilik butik


Sementara itu, Bryan hanya duduk duduk disofa menunggu kedatangan Agatha. Toh...mau pakaian apapun ia akan tetap memakainya juga nanti, jadi ia tinggal terima beres saja dengan keputusan Agatha


"Ma, Nay cape" adu Nayla yang mengikuti Agatha


"Hah, Nay cape ya?" balik tanya Agatha yang dibalesi dengan anggukan kepala oleh Nayla


"Yaudah, nay tunggu bareng Papa dulu gih" kata Agatha kemudian, ia merasakan sepertinya proses pilih memilih model pakaian ini akan sedikit lebih lama


"Iya ma" jawab Nayla yang kemudian melangkahkan kakinya menuju kearah Papanya berada


Benar seperti dugaan Agatha sebelumnya, butuh waktu hampir 1,5 jam bagi Agatha untuk menentukan pilihannya. Untung saja dalam waktu selama itu Agatha berhasil menentukan 2 pakaian yang akan digunakannya dalam proses pernikahannya nantinya


"Kamu kok lama banget sih" kesal Bryan menyambut kedatangan Agatha dari sesi berkelilingnya


"Kamu nggak lihat apa, tuh Nayla aja sampai ngantuk ngantuk gitu" kata Bryan yang belum ingin mengakhiri sesi debatnya dengan Agatha


"Yah kan ada kamu disampingnya, ya gimana caranya kamu ngibur Nayla biar nggak jenuh dong" balik serang Agatha


"Loh, kok jadi aku sih?" balik bertanya Bryan sembari menunjuk dirinya sendiri


"La terus siapa? orang cuma ada kamu yang duduk disamping Nayla" jawab Agatha kemudian


Bryan menarik nafasnya dalam dalam, mendinginkan suhu kepalanya yang terasa panas. Sudah lebih baik diakhiri saja, lagi pula ia juga tidak akan menang melawan wanita bukan?


"Permisi Mbak Agatha" tiba tiba saja sang pemilik butik tersebut datang menghampiri Agatha dan Bryan, menghentikan sesi debat ini


"Iya Mbak? Ada apa ya?" tanya Agatha membalas sapaan pemilik toko


"Bisa kita melakukan pengukuran sekarang?" tanya pemilik toko dengan senyum yang tampak mengembang dibibirnya

__ADS_1


"Oh bisa kok Mbak" jawab Agatha dengan antusias, spontan Agatha pun langsung berdiri dari posisi duduknya


"Ayo" kata Agatha sembari menarik tangan Bryan supaya bangkit juga dari posisi duduknya


"Nayla nunggu disini dulu ya, kan sambil ngegame " kata Agatha pada Nayla yang masih tampak fokus dengan ponsel milik Bryan tersebut


"Oke ma" jawab Nayla tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya


Akhirnya Agatha dan Bryan pun melakukan pengukuran untuk baju yang akan dipakainya nanti, hampir 20 menitan Agatha dan Bryan melakukan hal ini


"Ma" panggil Nayla yang tiba tiba datang dengan mata sayunya. Membuat Agatha dan Bryan pun langsung menoleh kearah sumber suara


"Iya, ada apa nay?" tanya Agatha kemudian


"Aku pengen makan siomay" kata Nayla menjawab pertanyaan Mamanya


"Mbak, udah selesai" ucap seorang wanita yang mengukur tubuh Agatha


"Oh, Makasih ya Mbak" balas Agatha kemudian


"Ya udah kalau gitu biar Mama beliin, Nayla tunggu disini sama Papa yah" ucap Agatha


"Nggak, Nayla mau ikut" tolak Nayla, Nayla ingin ikut karena merasa jenuh berada diruangan ini selama ber jam jam


"Yaudah kalau gitu" balas Agatha


"Bry, aku keluar bentar ya sama Agatga" pamit Agatha pada Bryan yang sedari tadi tampak fokus menjadi pendengar pembicaraan mereka


"Nggak nunggu aku selesai dulu?" tawar Bryan pada Agatha


"Nggak usah deh, lagian Nayla kayaknya juga udah jenuh juga" tolak Agatha


"Oke" balas Bryan pada akhirnya


Agatha dan Nayla pun melangkahkan kaki keluar dari butik tersebut, tujuannya adalah abang abang pedagang kaki lima yang menjual siomay. Ternyata setelah berjalan kearah jalan raya pedagang siomay mangkal diseberang jalan, mau tidak mau Agatha dan Nayla pun harus menyeberang


Citttttt......seseorang menghentikan mobilnya secara tiba tiba karena melihat Agatha dan Nayla yang berdiri dipinggir jalan, untung saja keadaan jalan saat itu tengah sepi


Agatha pun menggandeng tangan Nayla saat menyeberang, namun kemudian Nayla melepaskan genggaman tangam Agatha dan berjalan terlebih dahulu didepan Agatha. Tiba tiba dari arah kanan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, sialnya Agatha tak menyadari akan hal itu

__ADS_1


Brakkkkkkkk........Agatha membulatkan matanya melihat pemandangan tepat didepan matanya tersebut


"Naylaaaaaa" teriak Agatha dengan kencang sembari berlari karah Nayla yang tergeletak dijalan akibat telah berguling beberapa kali


__ADS_2