Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 34


__ADS_3

"Makasih yu, kamu udah mau buat bujuk Nayla" kata Agatha tersenyum lembut pada Bayu. Bayu pun membalas senyuman Agatha


"Sama sama"


"Ta, aku mau bicara sama kamu" ucap Bayu setelah membiarkan Nayla masuk ke kamarnya


"Kenapa yu?" tanya Agatha mengalihkan pandangannya pada Bayu


"Kamu nggak bisa terus terusan ngelarang keinginan Nayla ta" ucap Bayu


"Soal silat?" tanya Nayla memastikan


"Iya, seharysnya lo membiarkan Nayla buat ikut kompetisi ta selama itu nggak ngeganggu aktivitasnya disekolah" ujar Bayu memberi penjelasan


"Yu, lo kan tau kalau gue nggak suka gituan" ucap Agatha


"Ya tapi lo nggak bisa memaksakan apa yang nggak lo sukain buat nggak dilakuin juga sama Nayla ta" ujar Bayu


"Tapi gue nggak suka yu, gue nggak mau" kekeh Agatha


"Ta lo masih inget kan alsan Nayla buat ikut silat?" tanya Bayu memastikan


"Iya gue inget" jawab Agatha menganggukkan kepala


"Nayla itu pinter dan unik ta, nggak ada anak yang mikir sampe sejauh itu kayak Nayla"


"Lo nggak bisa buat patahin semangat dan keinginan Nayla untuk itu, lo nggak kasihan apa sama Nayla? Nayla nglakuin itu demi lo juga. Setidaknya lo dukung dan hargain keinginan Nayla dong ta lo nggak boleh egois" jelas Bayu panjang lebar. Agatha hanya diam tak memberi jawaban lagi


Seakan mengerti bahwa Agatha tengah berperang dengan hati dan fikirannya, Bayu pun berniat untuk pulang dan memberi ruang sendiri untuk Agatha memikirkan ini semua


"Ya udah gue pulang dulu ta" ucap Bayu kemudian berdiri sebelum pergi Bayu menepuk pundak Agatha memberi semangat


"Apa gue terlalu egois selama ini?" batin Agatha


Diperusahaan Bryan


"Agam kamu urus kerja sama dengan perusahaan Pak Surya" perintah Bryan


"Baik pak" jawab Agam kemudian undur diri dari ruangan Bossnya


Setelah kepergian Agatha Bryan menjalin kerja sama dengan perusahaan Pak Surya Papa dari Agatha yang kini telah dibantu oleh menantunya dengan harapan ia dapat mengetahui informasi tentang Agatha. Namun sampai kini ia bahkan keluarga Agatha belum bisa menemukan keberadaan Agatha


Beberapa minggu selepas pernikahannya dengan Viola, Bryan sempat mengalami mual mual dan pusing dipagi hari, hingga akhirnya Bryan pun memeriksakan keadaannya dengan ditemani oleh asistennya Agam. Dan hasil yang didapatkan oleh Bryan pun mengejutkan karena Bryan didiagnosa mengalami sindrom kehamilan simpatik. Tentu saja itu tanpa sepengetahuan Viol, karena setelah menikah Bryan tidur dikamar yang terpisah dengan Viola

__ADS_1


Bryan pun dibuat kalut olehnya, bagaimana pun juga Bryan tak ingin jika Viola mengandung anaknya karena ia tak ingin terikat selamanya dengan Viola.


Keesokan harinya Bryan pun mengajak Viola untuk memeriksakan kandungan dengan dalih untuk memastikan apakah Viola hamil atau tidak. Dan tentu saja Viola sangat senang, ia menganggap Bryan kini telah kembali perhatian dengannya dan sebentar lagi Bryan pasti akan memaafkannya meskipun saat ini Bryan belum mau untuk sekamar dengannya


Dan hasil yang didapatkan membuat Bryan lega seketika karena Viola dinyatakan negatif hamil. Namun, sejurus kemudian Bryan kembali dibuat kalang kabut olehnya. Jika Viola tak hamil berarti Agatha lah yang hamil anaknya. Untuk mencegah kemungkinan kemungkinan lain yang akan mengikatnya dengan Viola, Bryan pun akhirnya memasang Vasektomi


Hingga sampai detik ini Bryan tak pernah absen dalam memikirkan Agatha. Bagaimana dengan keadaan wanitanya? Bagaimana dengan anaknya? Apakah laki laki? Atau perempuan? Apakah mereka tinggal ditempat yang layak? Dan tentu saja masih banyak apakah apakah yang lainnya yang selalu menghantui Bryan setiap malam


Keesokan harinya saat sarapan


"Nayla sayang?" panggil Agatha pada buah hatinya yang diam tanpa menimpali panggilannya. Agatha pun tersenyum memaklumi sikap anaknya yang tengah merajuk


"Nayla kok diem aja sih? Masih marah ya sama Mama?" tanya Agatha


"Nggak" sahut Nayla cepat


"Nayla Putri kok gitu sih sama Mama? O iya...Mama ada kabar gembira loh" ucap Agatha mencoba memancing respon Anaknya


"Hmmm" hanya itu jawaban dari Nayla yang membuat Agatha sebal sendiri dibuatnya


"Yaudah kalau gak mau denger, jangan nyesel loh" ancam Agatha


"Apa ma?" tanya Nayla dengan malas dengan wajah penuh keterpaksaan


"Nggak" jawab Nayla dingin.


"Oh...astaga, anak siapa ini?" batin Agatha.


"Sans ta sans" gumam Agatha menyemangati dirinya sendiri


"Yaki? Padahal Mama udah mikir mikir lo dari semalam" ujar Agatha


"Mikir apa?" tanya Nayla


"Mikir udah izinin Nayla ikut lomba" jawab Agatha


"Bener ma?" tanya Nayla dengan wajah berbinar binar hingga tak ada lagi wajah jutek dan dingin seperti tadi


"Bener. Tapi kan kata Nayla tadi Nayla udah nggak mau" goda Agatha


"Ih....Mama, Nayla tadi marah. Tapi Nayla masih mau kok buat ikut kompetisi, Masih mau malah" jawab Nayla msncoba mengambil hati Mamanya dan memeluk Mamanya dari samping


"Ih... Anak Mama udah pinter ngerayu" ucap Agatha sembari membalas pelukan anaknya

__ADS_1


"Hehehe, Nay sayang deh sama Mama" tutur Nayla


"Hmmmm" Agatha berpura pura datar


"Yaudah, ayo kita berangkat sekolah" ucap Agatha kemudian


"Ayo ma" balas Nayla


Akhirnya Agatha pun mengantarkan putri kecilnya kesekolah, hal yang selalu ia lakukan. Tapi terkadang Nayla dijemput oleh Bayu. Sudah beribu kali ia melarang Bayu untuk melakukan hal tersebut tapi sesalu saja dianggap hanya angin lalu oleh Bayu sehingga Agatha pun akhirnya membiarkan saja


Seperti hari ini, tadi Bayu mengirimkan pesan padanya jika ia akan menjemput Nayla disekolahnya. Hari ini Nayla tidak berlatih silat karena memang bukan jadwalnya jadi Bayu mengajak Nayla untuk makan bakso kegemarannya


"O...iya om, makasih ya" ucap Nayla tiba tiba membuat Bayu mengernyit tak paham


"Buat?" tanya Bayu


"Mama udah izinin nay buat ikut kompetisi silat om" ucap Nayla, Bayu pun mengerti arah pembicaraan Nayla tersebut


"Terus?" tanya Bayu


"Yaaa....makasih aja buat om. Pasti Mama berubah pikiran karena om kan?" tebak Nayla


"Nggak tuh" jawab Bayu acuh


"Ih...om kok bohong sih" kesal Nayla langsung mendorong tubuh Bayu yang ada disampingnya


"Eh iya...iya, maaf. Aduh berasa banget sih dorongannya" keluh Bayu berpura pura ngambek


"Abisnya om nyebelin sih" ucap Nayla


"Iya iya. Kalau Nayla udah diizinin sama Mama buat ikut kompetisi, Nayla harus menampilkan yang terbaik nantinya"


"Gak harus menang, yang penting Nayla nya bersungguh sungguh dalam berkompetisi" ucap Bayu memberi nasehat


"Iya om...Makasih ya om, Nayla sayang sama om Bayu" ujar Nayla langsung memeluk Bayu dari samping


"Ih...genit banget" goda Bayu langsung membalas pelukan Nayla


"Udah ah, pelukan mulu"


"Ayo buruan dimakan baksonya, nanti keburu dingin loh jadi nggak enak nanti" ucap Bayu


"Iya om ku" jawab Nayla

__ADS_1


__ADS_2