Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 68


__ADS_3

"Assalamualaikum" salam Bryan yang baru sampai dirumah orang tuanya


"Maaa....Mama" panggil Bryan sembari memasuki rumah lebih dalam lagi


"Bi, Mama mana?" tanya Bryan pada salah satu asisten rumah tangganya yang tengah menyapu diruang tamu


"Oh Ibu ada ditaman belakang den" jawab asisten rumah tangga tersebut


"Oh....makasih bi" jawab Bryan lalu menyusul Mama nya


Rupanya Mama Henny dan Papa Hamdan tengah bersantai ria diwaktu senja sembari menikmati keindahan bunga yang tertanam di taman tersebut


"Assalamualaikum Ma, Pa" salam Bryan


"Waalaikumsalam" jawab Mama Henny dan Papa Hamdan hampir bersamaan sembari menengok ke samping kirinya


Bryan pun bergegas menghampiri lalu mengambil tangan Mama dan Papanya secara bergantian untuk diciumnya


"Baru pulang yan?" tanya Mama Henny


"Udah dari tadi ma" jawab Bryan


"Nayla sama Agatha nggak ikut?" tanya Papa Hamdan, sontak Bryan pun terkejut dengan pertanyaan Papanya tersebut. Padahal ia kesini untuk mencari keberadaan Agatha yang dikiranya ada disini


"Nayla sama Agatha nggak kesini Pa?" tanya Bryan dengan bingungnya


"Loh nggak ada kok" jawab Papa Hamdan yang juga merasa terkejut


"Aku kira mereka kesini pa, jadi aku nyusul ke sini" jawab Bryan


"Di Apartment?" tanya Papa Hamdan pada Bryan


"Nggak ada, bahkan waktu aku pulang sampai aku selesai mandi mereka nggak ada" kata Bryan dengan paniknya


Dengan perasaan gelisah Bryan pun lansung berbalik arah dan berlari menuju mobilnya. Hatinya berkecamuk saat ini. dimana mereka? tanya Bryan pada hatinya sendiri


"Apa mereka bertengkar?" tanya Papa Hamdan kepada Mama Henyy dengan raut penuh ke khawatirannya tersebut. Ia bahkan hanya bisa berjalan mondar mandir dihadapan Mama Henny


"Agatha sama Nayla pergi" jawab Mama Henny dengan entengnya


"Apa?" tanya Papa Hamdan tak percaya


"Mama tau?" tanya Papa Bryan sembari berjalan mendekat ke arah istrinya


"Ya" jawab Mama Henny singkat


"Kenapa nggak dicegah?" kapan? kapan Mama bertemu dengannya" tanya Papa Hamdan bertubi tubi

__ADS_1


"Kemarin" kata Mama Henny


"Apa?" kini Papa Hamdan malah dibuat semakin bingung oleh perkataan Istrinya


"Kemana? mereka pergi kemana?" tanya Papa Hamdan


"Aku nggak tau" jawab Mama Henny singkat


"Gimana? gimana bisa Mama malah membiarkan cucu kita pergi? bagaimana bisa Mama nggak menahannya?" tanya Papa Hamdan yang bahkan hampir putus asa


"Mama biarkan mereka pergi agar bisa kembali dengan keadaan yang lebih baik lagi" jawab Mama Henny ambigu


"Lebih baik?" tanya Papa Hamdan mendelik bingung


"Apa maksud Mama?" tanya Papa Hamdan penuh rasa ingin tahu


Kemarin Mama Henny tengah berjalan jalan di kompleks sekitar Apartment milik Bryan, sebenarnya Mama Henny juga tidak berniat untuk mampir di Apartment milik Bryan. Otaknya sudah benar benar pusing saat dirumah, apalagi mendengar pertengkaran antara Bryan dan juga Violla


Untuk sekedar meringankan otak akhirnya Mama Henny lebih memilih untuk jalan jalan, rasanya Mama Henny ingin memakan kue cubit yang terletak dikompleks sekitaran Apartment Bryan


Mama Henny pun memakan kue yang dibelinya didalam mobil, ia malas jika mampir ke Aprtment nanti Agatha dan Nayla malah akan bertanya macam macam


Saat tengah menikmati kue cubitnya tak sengaja Papa melihat Agatha yang keluar dari gedung dengan terburu buru, Berniat untuk menyapan Agatha oada awalnya namun padatnya kendaraan yang lalu lalang membuat Mama Henny urung untuk memanggil Agatha karena pasti tidak akan dengar karena kalah dengan berbagai mesin pada kendaraan


Ingin menyusl Agatha memakai mobil justru malah akan membuat ia kehilangan jejak Agatha karena terlalu susah memakai mobil. Akhirnya Mama Henny pun mencari jalan aman dengan memunggu Agatha didalam mobil namun mobil Mama Henny dihalaman Apartment


Mama Henny pun bergegas turun dari mobil dan menghampiri Agatha dengan cepat. Mama Henny meraih pergelangan tangan Agatha dengan tiba tiba hingga membuat Agatha spontan menghentikan langkah kakinya


"Astaga" kaget Agatha sembari menoleh ke arah orang yang mencekal tangannya


"Mama?" kaget saat menihat ternyata Mamnya lah yang mbencekal tangannya


Ditelisiknya apapun yang dibawakan oleh Agatha melihat sebuah Papper bag dengan ujuran kecil namun gerlihat sangat


"Ibu mau bicara kepadamu" tanya Mama Henny tiba tiba


"Bicara apa ma?" tanya Agatha pada Mama Henny


"Apakah kamu bisa bicara dengan jujur?" tanya Mamw Henny dengan wajahnya yang terlihat dingin


"Iya" jawab Agatha singkat den tersenyum


"Darimana kamu?" tabya Mama Henny padah Agatha


Deg.....dari sekian juta jenis pertanyaan , tapi mengapa mama Henny harus bertanya akan hal ini? meskipun bukan unci utama namun tetap saja


"Aku menjual gelangku ma" jawab Agatha yang menutupi rasa gugupmya dengan sebuah senyuman hangat

__ADS_1


"Untuk? kau bisa tinggal meminta pada Bryan" kilah Mama Henny benar adanya


Agatha memrjamkan matanya kuat kuat, ia tentu saja tidak bisa terus terusan berbohong. Walaupun tidak ketahuan untuk saat ini tapi pastinya akan ketahuan esok hari


"Baiklah, Mama dengarkan aku dulu. Aku akan ceritakan semuanya" kata Agatha setelah berhasil menguasai dirinya


"Aku harua mengikuti perkataan Bryan ma"


"Demi Nayla, dalam.waktu secepat ini" kata Agatha mengatakannya dengannragu ragu


"Kau ragu untuk menikah dengannya? kenapa tak berterus terang saja? tak perlu seperti ini" kata Mama Henny yang sudah mulai emosi


"Aku harus menikah dengannya untuk menebus kesalahan kami bersama ma"


"Aku pun tak bisa berbuat banyak"


"Tapi, sebagai seorang wanita? apakah Mama Mengerti tentang perasaanku?" tanya Agatha menatap Mama Henny


"Apa? tanya Mama Henny saat Agtha malah berbalik menatapnya


"Aku juga ingin menikah dengan laki laki yang memcintaiku ma"


"Aku tahu, ah....bahkan diluar dugaanku"


"Aku tak menyangka jika pada akirnya aku akan menikah dengan laki laki beristri" kata Agatha panjang lebar sedangkan Mama Henny memdengarkan semua perkataan Agatha


"Mereka akan bercerai bukan? walaupun hubungan mereka memang tak baik sedari awal"


"Aku hanya ingin memdapatkan..."


"Tidak....tidak aku tidak akam terlalu serakah kali ini" kata Agatha yang mengurungkan ucapan sebelumnya


"Aku hanya ingin setidaknya mendapatkan laki laki ya g perduli denganku dan Nayla" kata Agatha semakin dalam


"Apa selama ini Bryan tak terlihat perduli?" Mama Henny balik menyerang Agatha


"Dia perduli karena ada Nayla ma" kata Agatha


"Aku tidak akan serakah lebih jauh lagi"


"Aku hanya ingin dia juga memperhatikan aku, walaupun hanya sedikit" kata Agatha


"Ku harap kau bisa memahami maksudku" kata Agatha kemudian


Terjadi keheningan selama beberapa saat, disini Mama Henny memikirkan semua perkataan Agatha. Walaupun apa pun yang terjadi dia harus menikah dengan Bryan, namun tak ada salahnya jika ia mengharapkan hal lebih untuk dirinya sendiri, bukan untuk Nayla


"Baiklah, aku mengerti maksud mu" jawab Mama Henny kemudian

__ADS_1


Flashback Off⭐


__ADS_2