
Agatha mengerjabkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan menglihatannya dengan kapasitas cahaya diruangan ini. Ruangan bernuansa biru muda hingga tampak hidup dan cerah. Wait....wait...wait...meskipun begitu Agatha tampak asing dengan kamar ini yang jelas jelas bukan kamarnya atau pun kamar Nayla putrinya
"Dimana gue?" kaget Agatha saat baru menyadari ruangan asing tersebut
"Nayla...dimana Nayla" gumam Agatha
Tanpa menunggu lama Agatha pun langsung bergegas turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Sepi, itulah yang pertama kali Agatha rasakan saat berhasil keluar dari kamar tersebut, walaupun demikian rumah ini sangat mewah bahkan furniture furniture yang digunakan dapat diperhitungan harganya yang menembus batas langit
Agatha terus melangkahkan kakinya menelusuri setiap sudut rumah ini hingga akhirnya ia menemukan orang lain selain dirinya, seorang wanita yang telah berumur dan jika dilihat dari penampilannya wanita itu sepertinya seorang asisten rumah tangga yang saat ini tengah membersihkan meja menggunakan kemoceng
"Permisi" sapa Agatha membuat wanita berumur tersebut mengarahkan pandangannya kearah Agatha dan tersenyum
"Anda sudah bangun nona?" tanya pelayan tersebut
"Hemmm, dimana anakku?" tanya Agatha to the point
"Anak anda?" pelayan tersebut mengerutkan keningnya untuk sesaat karena belum memahami maksud Agatha
"Iya, anak kecil yang bersamaku" tegas Agatha
"Oh anak kecil itu" ucap pelayan tersebut setelah berhasil mengingat ingat. Memang semalam Boss nya tersebut datang dengan membawa sosok wanita muda dan juga anak perempuan yang usianya berkisaran antara 6-7 tahun
"Iya, dimana dia?" tanya Agatha lagi dengan amat sangat tak sabaran
"Dia sedang jalan jalan nona" jawab pelayan tersebut
"Jalan jalan?" Agatha memastikan pendengarannya apakah salah menerima informasi atau tidak
"Benar nona" jawab pelayan tersebut membuat Agatha membelalakkan matanya
"Dengan siapa?" tanya Agatha menahan amarahnya karena orang lain telah membawa putrinya yang tanpa izin terlebih dahulu oadanya meskipun Nayla tengah bersenang senang sekalipun
"Dengan Boss saya nona" jawab pelayan tersebut menunduk membuat Agatha tercengang untuk sesaat
"Siapa Boss mu tersebut?l tanya Agatha seraya mengguncang gunggang tubuh pelayan tersebut dengan penuh emosi
__ADS_1
"Ma...maaf nona, itu bukan hak saya untuk me...mengatakannya" jawab pelayan tersebut seraya mencoba mengendalikan goncangan tubuhnya
Mendengar jawaban pelayan tersebut sontak langsung membuat Agatha menghentikan gerakan tangannya dan menatap pelayan tersebut dengan tajam seolah olah ingin menguliti pelayan tersebut
"Apa maksudmu? Apakah kau komplotan penculik yang menculikku dan putriku?" tanya Agatha dengan menggebu gebu
"Bukan nona" kilah pelayan tersebut dengan cepat menepis pemikiran buruk Agatha
"Lalu apa? Dimana anakku dan siapa Boss mu?" tanya Agatha dengan suara baritonnya dan jangan lupa dengan tatapan membunuhnya membuat nyali pelayan tersebut langsung menciut
"Kenapa kau pergi selama ini?" suara seseorang dengan tiba tiba langsung mengalihkan perhatian Agatha dan pelayan tersebut
Tanpa perlu aba aba dan menunggu lama lagi, pelayan tersebut langsung mengundurkan diri karena ranah ini sudah bukan ranah haknya
"Siapa kamu?" tanya Agatha dengan tatapan yang mendelik dan menelisik penampilan laki laki tersebut mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk memastikan dengan betul bahwa ia sama sekali tak mengenalinya
"Kau memang tak mengenaliku, tapi aku sangat sangat mengenalimu" jawab laki laki tersebut dengan senyum simpulnya, namun entah mengapa dimata Agatha senyum tersebut terasa mengerikan dan cocok dengan raut wajah laki laki tersebut
"Berhentilah omong kosong karena aku sama sekali tak mengenalmu" ucap Agatha yang langsung berlalu dan pergi mencari jalan keluar. Sial entah sejak kapan didalam rumah tersebut tiba tiba ada banyak sekali bodyguard padahal sebelumnya rumah ini terasa sangat sepi
Tanpa ba bi bu lagi Agatha langsung menerobos kumpulan bodyguard tersebut dan tentunya tanpa perlu aba aba para bodyguard tersebut langsung menghadang dan menangkap tubuh kecil Agatha agar tak dapat melarikan diri dari istana ini
"Lepaskan bajingan"
"Anjing...."
"Lepaskan keparat kalian semuaaaaaa" teriak Agatha sembari meronta ronta didalam cekalan para bodyguard tersebut
"Berhentilah berteriak, karena itu sama sekali tak berguna dan hanya membuang buang tenagamu saja" sahut laki laki yang menemui Agatha tadi
"Lepaskan aku brengsekkk" umpat Agatha menatap laki laki tersebut dengan penuh kebencian
"Lepaskan" perintah laki laki tersebut
Tanpa menunggu lama lagi para bodyguard yang mencekal tubuh Agatha pun langsung melepaskan cekalannya
__ADS_1
"Ishhh" ringis Agatha memegangi tangannya yang sedikit perih setelah cekalan tangan tersebut terlepas dari tubuhnya
"Berhentilah memberontak, nanti malam anakmu akan pulang setelah bersenang senang seharian" ucap laki laki tersebut dan Agatha langsung mendelik tajam
"Kau tak perlu takut akan keadaan anakmu"
"Sudah saatnya kau kembali pada keluargamu yang semestinya" ucap laki laki tersebut dan Agatha pun langsung membelalakkan matanya
"Apa kau suruhan Surya?" bentak Agatha menelisik penuh selidik, laki laki tersebut hanya diam dan tak menjawabnya lalu berlalu begitu saja meninggalkan Agatha
Agatha pun langsung mengejar laki laki tersebut dan membuntutinya dari belakang sambil menelisik bentuk tubuh serta pakaian yang dikenakannya lagi untuk memastikan lagi lagi dan lagi bahwa ia memang tak mengenalnya. Namun dapat Agatha lihat dari penampilannya bahwa laki laki tersebut adalah orang yang berada jadi tidak mungkin jika ia adalah penculik. Lalu dia juga tak pernah melihat orang tersebut disekitar Papanya dulu, sepertinya dia bukan orang suruhan Papanya karena Agatha sendiri pernah beberapa kali bertemu dengan teman dan anak buah Papanya saat Papanya kerap kali mengundang orang orangnya untuk sekedar makan malam dirumahnya dan orang sltersebut sama sekali tak pernah Agatha lihat dan dapat Agatha pastikan jika dia bukanlah deretan orang orang Papanya
"Apa maumu?" tanya Agatha dari belakang laki laki tersebut
"Aku tak ada urusan denganmu" jawab singkat laki laki tersebut
"Lalu untuk apa kau mengurungku disini? Jadi seralah lepaskan aku dan bawa anakku kepadaku jika kau benar benar tak memiliki urusan denganku"
"Mungkin kau salah target" ucap Agatha penuh penekanan
"Aku memang tak memiliki urusan denganmu tapi kau menentukan masa depanku dengan seseorang" ucap laki laki tersebut
"Sialan....kau mau membohongiku hah?"
"Mengapa ucapanmu selalu penuh teka teki? Hah?"
"Katakan lah dengan jelas" kesal Agatha dengan amarahnya karena memang dirinya merasa sedari tadi ucapan laki laki tersebut terlalu sulit untuk dipahami dan sulit sekali untuk masuk di kapasitas otak Agatha
"Boss ku lah yang memiliki urusan denganmu" jawab laki laki tersebut dengan tenangnya
"Bossmu? Siapa nama dari bossmu?" tanya Agatha penuh keingintahuan
"Kau akan tau segalanya nanti malam" ucap laki laki tersebut
"Hah" dengus Agatha
__ADS_1
"Apa yang kau dan komplotanmu rencanakan sebenarnya?" tanya Agatha penuh dengan penekanan
"Bersabarlah, tunggu hingga nanti malam" jawab laki laki tersebut lalu berlalu meninggalkan Agatha yang masih mematung dan menatap kepergian laki laki tersebut