
Cupp...Agatha mengecup bibir Bryan yang disangkanya Reyhan dengan tiba tiba. Agatha tersenyum puas melihat Reyhan yang mematung
Tentu saja Bryan terkejut dengan gerakan tiba tiba tersebut
Tanpa menunggu aba aba lagi, Agatha yang masih dalam pengaruh alkohol tersebut berniat menyerang Reyhan lagi. Agatha memeluk erat tubuh Bryan yang disangkanya tersebut. Bryan yang belum lepas rasa terkejutnya karena kecupan singkat Agatha kini dibuat kembali melongo dengan pelukan erat Agatha
Bryan yang langsung sadar dengan situasi ini pun langsung berusaha melepaskan pelukan Agatha, bukan sok suci namun Bryan sadar jika dibiarkan terus seperti ini ia tentu saja tak akan tahan maklumlah Bryan adalah laki laki normal. Bryan mendorong tubuh Agatha, berusaha melepaskan pelukannya. Benar saja, mungkin karena dorongan yang dilakukan Bryan cukup keras hingga membuat pelukan Agatha langsung terlepas dalam sekali dorongan saja
.
Agatha tentu saja merasa kecewa dengan penolakan yang dilakukan Reyhan, hatinya sakit karena kekasihnya ini menolak sentuhan darinya namun dengan senang hati menerima sentuhan sentuhan yang diberikan Sellena sehingga membuahkan janin saat ini diperut Sellena
"kenapa? Kenapa kau menolak sentuhan dariku tapi kau menerima sentuhan sellena, kenap? Kenapa ha?" teriak Agatha didepan Bryan secara langsung
"Apakah janjimu untuk hidup bersamaku hanyalah bualan saja"
__ADS_1
"Kau jahat sekali Rey" lirih Agatha setelah meluapkan emosinya
Bryan terpaku dengan kemarahan Agatha, Bryan diam memikirkan bagaimana cara menyadarkan Agatha bahawa ia bukanlah orang yang dimaksud Agatha. Tidak, ia tak boleh menolak Agatha dengan kasar karena itu malah akan membuat Agatha tak gentar untuk melakukan apa yang ia mau, maklumlah saat ini Agatha masih dalam pengaruh alkohol. Bryan harus mencari cara bagaimana menolak Agatha dengan pelan pelan dan memnjelaskan bahwa ia adalah Bryan
Agatha menganggap diamnya Reyhan karena berfikiran Reyhan pasti tak mau melakukan ini dengan dirinya sebelum ada ikatan suci diantara keduanya, Agatha tau bahwa Reyhan orang baik yang tak akan mudah tergoda dengan wanita lain
Tak ada pilihan lain untuk Agatha, jika Sellena saja bisa melakukan cara licik untuk bisa menjebak Reyhan maka ia juga harus bisa mengikat Reyhan. Biarkan saja, toh itu semua salah Sellena sendiri yang menggunakan cara licik karena sudah tergila gila pada Reyhan padahal Reyhan dan dirinya sama sama saling mencintai. Iya, seorang Agatha harus melakukan ini demi hubungannya dengan Reyhan
Plukk...Agatha kembali memeluk Bryan dengan erat juga tangan nya menjalar ketubuh Bryan, berusaha memberikan rangsangan pada diri Bryan yang dianggapnya Reyhan tersebut. Lama tak mendapat respon namun Agatha tak akan menyerah, ia terus menerus berusaha merangsang Bryan
Akhirnya pertahanan yang dilakukan Bryan runtuh juga, iya...Bryan akhirnya terbuhai dalam sentuhan sentuhan yang diberikan Agatha, Bryan juga membalas pelukan Agatha, membalas ciuman Agatha
Agatha tentu saja senang dengan respon yang diberikan Reyhan, ternyata usahanya untuk memberikan rangsangan pada Reyhan tak sia sia. Biarlah orang akan menganggap ia wanita murahan, yang jelas untuk saat ini ini adalah keinginannya
Ciuman tersebut berubah menjadi ******* ******* yang rakus. Bryan menyesap habis bibir Agatha, menyelusupkan lidahnya hingga kedua lidah itu saling bertemu dan saling membelit.
__ADS_1
Lama mereka hanyut dalam ciuman panas tersebut hingga mereka berdua merasakan kebas pada bibir mereka masing masing. Melepas ciuman untuk sekedar mengambil oksigen banyak banyak
Hufffttt.....huffftttt.....hufftttt deru nafas mereka yang saling bersahutan
Dengan ciuman barusan malah membuat Agatha semakin tak sabar. Ia langsung ******* kembali bibir Bryan, Bryan yang sudah diliputi oleh gairah itu pun tak menolak sama sekali dengan sentuhan yang diberikan Agatha.
Bryan kembali mengikuti langkah Agatha, ******* kembali bibir yang tak terlalu tebal dan tak terlalu tipis wanita tersebut. Berlahan lahan ciuman Bryan turun dari bibir ke dagu hingga keleher jenjang tersebut. Tangan Bryan pun tak tinggal diam, tangannya bergerilya menjalar ke tubuh Agatha, hanya sentuhan saja awalnya namun lama kelamaan sentuhan tersebut berubah menjadi remasan pada saat bertemu payud*ra sintal milik Agatha juga Bo*ong bulat Agatha
Akhhh....lenguhan kecil meluncur dari mulut Agatha karena tubuhnya merasa geli apalagi saat tangan Bryan meremas dadanya, rasa geli bercampur dengan rasa sakit karena Bryan meremasnya dengan cukup kuat
Namun Agatha merasa tak keberatan, ia terus berusaha menikmati apapun yang dilakukan oleh Bryan. Mulai dari sentuhan tangannya, sesapan yang dilakukan dibibir dan kini telah berpindah kearea lehernya
Ditelinga Bryan suara Agatha barusan bagaikan suara merdu bidadari. Tentu saja suara tersebut laksana bahan bakar yang memberikan tenaga. Bryan semakin dalam dan bersemangat dalam merangsang tubuh Agatha, ia tentu saja tak ingin terburu buru karena ini merupakan pengalaman pertamanya
Yah...saat berpacaran Viola, Bryan tak pernah sekalipun melakukan hubungan bada dengan Viola meskipun pakaian yang digunakan Viola kebanyakan memang baju seksi tapi Bryan selalu bisa mengontrol hasratnya sendiri. Karena itulah saat Bryan mengetahui perbuatan Viola di luar negeri ia sangat marah, tentu saja karena apa yang telah ia jaga selama ini telah dinikmati oleh orang lain. Namun berbeda dengan Agatha, ia telah mencoba menahan hasratnya namun kini ia perlahan lahan mulai hilang akan kendalinya
__ADS_1