Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 55


__ADS_3

"Kak ayo, udah jam berapa ini" Ratih yang sedang menunggu di depan pintu mobil jadi geregetan sendiri karena Violla tak kunjung keluar dari dalam rumah, lamban sekali jalannya


"Iya bentar dong" Violla juga sedikit kesusahan menyeret kopernya, Bryan yang melihat itu langsung mengahmpiri Violla, mengganti alih menyeret kopernya


"Makasih" ucap Violla pada Bryan


"Sama sama, ayo" jawab Bryan


"Ihhhh kakak lama banget sih" kesal Ratih yang langsung masuk ke dalam mobil


"Ihhhh ngambekan, orang masih jam 7 juga" jawab Violla geleng geleng kepala


"Aku berangkat dulu ya" pamit Violla pada Bryan


"Iya, hati hati dijalan ya" jawab Bryan


Mobil yang ditumpangi oleh Ratih dan Violla pun berlahan lahan menjauh, Bryan menatap kepergian mobil itu dengan perasaan yang sangat bahagia, entah mengapa senyuman selalu terpampang nyata dari bibir Bryan


Bryan pun akhirnya bergegas memasuki rumah dan mengambil kunci mobilnya


"Ma Pa, Bryan Pergi dulu yah" pamit Bryan langsung mengambil tangan Mama dan Papanya bergantian lalu di ciumnya


"Kemana?" tanya Mama Henny heran


"Ada deh ma, nanti aku pulang bawa hadiah buat Mama Papa" jawab Bryan


"Hadiah apa?" kali ini Papa Hamdan lah yang melontarkan pertanyaan


"Hadiah yang selama ini nggak pernah Mama sama Papa dapetin" ucap Bryan lalu bergegas melangkahkan kakinya keluar


Didalam mobil Bryan selalu tersenyum senyum sendiri, pemandangan didepannya bagaikan sebuah hiburan baginya apapun yang ia lihat


Jakarta ke Surabaya yang biasanya terasa jauh dan lama itu pun rasanya hari ini dekat bagaikan tak berjarak. Setelah sampai dirumah yang baru dibelinya tersebut Bryan bergegas memasuki rumah tersebut


"Nay....Nayla" teriak Bryan sembari melangkahkan kakinya kedalam rumah


"Nayla....." panggilnya lagi


Deg.....tak ada sahutan dari dalam, dimana dia? Perasaan Bryan mulai was was memikirkan hal hal yang tidak tidak. Saat diluaran tadi tak ada sama sekali orang yang melaporkan kejadian apakah Nayla dan Mamanya kabur atau tidak, Namun tak ada juga pembantu rumahnya, dimana mereka?


Bryan melangkahkan kakinya dengan amat terburu buru, nafasnya ikut memburu bercampun dengan perasaan was was yang berkecamuk dihatinya memikirkan kemungkinan kemungkinan terburuk yang terjadi


Ceklekkkkk...pintu terbuka demgan mudah karena tak dikunci


Deg......perasaan lega pun akhirnya menjalar dalam tubuh Bryan, di depan matanya Nayla, Agatha dan pembantu rumah yang tadi dicari carinya rupanya tengah asyik nimbrung dengan beralaskan karpet didalam kamar dengan ditemani oleh berbagai camilan

__ADS_1


"Papaaaa" teriak Nayla yang tadi mendengar suara pintu yang terbuka dan nampaklah Papanya


Tanpa menunggu lama Nayla langsung bangkit dan berlari menuju pelukan Papanya demgam merentangkan tangannya lebar lebar, Bryan yang melihat hal itu pun langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya pula menyambut pelukan hangat dari putrinya tersebut


Agatha dan bibi juga tak kalah terkejutnya dengan kedatangan Bryan yang tiba tiba, Bibi yang paham akan situasi keluarga tersebut itu pun akhirnya beranjak berdiri dan meninggalkan kamar tersebut


"Maaf tuan, saya permisi dulu" ucap Bibi saat sudah berada disamping tuannya


Bryan menganggukkan kepalanya kecil dan tersenyum mempersilahkan, pelukan Nayla pun juga belum terurai


"Nay kangen banget sama Papa" ucap Nayla


"Masak?" goda Bryan


"Ih Papaaa" Nayla pun langsung melepaskan pelukannya dan mendelik kesal pada Papanya


"Jangan ngambek dong anak nya Papa" Bryan mengelus rambut hitam Nayla dengan sayang


"Papa nyebelinnn" ucap Nayla dengan wajah sok cueknya


"Nayla ikut Papa yuk" ajak Bryan


"Kemana?" tanya Nayla yang sangsung menatap Papanya lekat lekat


"Emmm" Bryan tampak berfikir


"Ih Papa" kali ini Nayla malah geleng geleng kepala melihat kelakuan Papanya


"Yaudah, Nayla sama Mama siap siap dulu gih" perintah Bryan, Agatha yang tadinya hanya diam menyaksikan keakraban Ayak dan Anak itu pun langsung melebarkan bola matanya begitu namanya disebut


"Eh...kayaknya Nayla sama Papa aja deh, Mama nggak ikut yah" ucap Agatha yang tak ingin ikut dengan keduanya


"Kenapa?" tanya Bryan


"Iya, kenapa ma?" imbuh Nayla


"Emmm Mama....Mama tadi udah janji sama Bibi mau bantuin masak" kilah Agatha


Tentu saja sebagai orang dewasa Bryan dapat mengetahui jika Agatha saat ini hanya sedang mencari cari alasan saja agar tidak ikut dengannya


"Emmm Nayla pasti tau kan?" ucap Bryan pada Nayla


"Tau apa pa?" tanya Nayla pada Papanya


"Emmm kalau boong itu dosa" lanjut Bryan sembari mengerlingkah matanya menggoda pada Agatha

__ADS_1


"Sial..." batin Agatha yang menyadari bahwa Bryan saat ini tengah menyindir dirinya


"Tau dong pa" jawab Nayla


"Emang siapa yang bohong pa?" tanya Nayla. Bryan hanya mengendikkan kedua bahunya pura pura tak tau sambil beranjak berdiri


"Papa tunggu Nayla sama Mama diluar yah" ucap Bryan pada Nayla


"Oke pah" jawab Nayla sembari mengacungkan jempolnya


Bryan pun berlalu, eh....sebelum itu ia kembali berbalik menatap Agatha dengan memancarkan senyum merekahnya. Agatha yang melihat itu pun mendelik kesal mengepalkan kedua tangannya


"Ma ayo kita siap siap"


"Kasian kalau Papa nunggunya lama" ujar Nayla memaksakan


"Eh...iya....iya" jawab Agatha kelagepan


"Kamu buruan mandi dulu gih" perintah Agatha pada Nayla


"Iya maaa" Nayla pun berlalu, baju baju yang kemarin dibelikan Papanya tersimpan di kamar yang dipakainya dengan Papanya


Sementara Bryan saat ini tengah duduk duduk disofa ruang tamu setelah mewanti wanti pada para anak buahnya untuk selalu siap siaga menjega Nayla dan Agatha


"Diminum dulu den kopinya" tiba tiba bibi datang dengan menyodorkan secangkir kopi yang asapnya masih mengepul dengan didampingi oleh aneka kue dan gorengan


"Makasih bik" jawab Bryan sembari meraih cangkir kopi lalu menyesapnya perlahan lahan


"Iya den, kalau gitu bibi kedapur dulu" pamit bibi dengan sopannya


"Iya bi" balas Bryan


Untuk mengatasi kejenuhan, Bryan pun meraih ponselnya dari saku celana iseng iseng ia ingin berselancar didunia maya untuk mengusir kejenuhan


Bibirnya perlahan bergerak membentuk lengkungan senyuman seiring netranya melihat postingan adiknya bersama Violla saat dibandara, sepertinya mereka saat ini telah lepas landas. Tentu saja ia sangat senang karena Ratih membantunya meringankan bebannya. Bolak balik Bryan hanya mengscrool beranda berpindah dari mulai Instagram, Facebook, Twitter, WhatsApp sampai tik tok sekalipun sambil sesekali tangannya meraih cangkir kopi dan aneka jenis camilan yang sudah tersaji diatas meja


"Papaaaa" teriakan melengking berasal dari bibir mungil Nayla


"Haiii anak Papa cantik banget sih" puji Bryan


"Iya dong pa, kan Mama juga cantik" jawab Nayla dengan senyumannya


Memang benar dan tak bisa dipungkiri ucapan Nayla, Agatha memang canti dan terlihat menggemaskan karena ukuran tubuh Agatha terbilang mungil


Emmmm.....tiba tiba ada suara deheman yang menghentikan cerita Nayla pada Bryan. Bryan dan Nayla pun menoleh ke arah sumber suara

__ADS_1


Deg.....


__ADS_2