Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 90


__ADS_3

"Agatha" tiba tiba terdengar suara teriakan menggema, tak lain itu adalah suara Bryan yang tengah berjalan dengan tergopoh gopoh melalui matanya tampaklah dengan jelas jika saat ini ia tengah khawatir


Agatha yang mendengar teriakan Bryan pun langsung mendongak, ia berlari kearah Bryan yang disambut oleh Bryan dan Agatha pun menenggelamkan wajahnya didada bidang milik Bryan


"Nayla bryyy" ucap Agatha tersedu sedu. Untuk saat ini betra Bryan malah terfokus pada sosok laki laki yang tak asing untuknya, namun otaknya tak kunjung menemukan jawaban siapakah sosok laki laki tersebut


"Nayla baik baik aja kan?" tanya Bryan yang malah membuat Agatha semakin mengencangkan tangisnya, ia sendiri juga tidak tau bagaimana keadaan Nayla walaupun tadi dokter telah memberitahunya, melihat Nayla terbujur lemah saja telah membuat Agatha sakit melihatnya


"Nayla akan baik baik saja, kamu jangan khawatir" ucap Bryan menenagkan Agatha karena Agatha tak memberi jawaban atas pertanyaannya, tentu saja terlintas pikiran buruk dalam otak Bryan namun ia juga tidak bisa menyalahkan Agatha


Tak berselang lama dokter pun datang bersama dua orang perawat, terlihat terburu buru namun baik Agatha, Bryan ataupun Bayu tidak menanyakan apa yang dilakukan dokter tersebut saat ini, mereka cukup memahami situasi


"Minum dulu ta" ucap Bayu sembari menyodorkan sebotol air mineral yang tadi dibelinya setelah Bryan membantu Agatha untuk duduk dikursi tunggu, Bryan menatap kearah Bayu sebelum akhirnya menerima botol yang diulurkan oleh Bayu tersebut


"Terima kasih" ucap Bryan pada Bayu yang dijawabi dengan anggukan kepalanoleh Bayu


"Minum dulu ta" ucap Bayu pada Agatha, walaupun Agatha beberapa kali sempat menolak namun pada akhirnya Bryan mampu meluluhkan Agatha


Beberapa menit kemudian Dokter pun keluar dari ruangan Nayla, sontak Bryan dan Agatha pun langsung menyerbu dokter tersebut


"Bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Bryan dengan wajah paniknya, begitu pula dengan Agatha. Sementara Bayu pun ikut tegang dibelakan Bryan dan Agatha


"Anak ibu kehilangan banyak darah" ucap dokter


"Karena stok darah dirumah sakit kami sedang kosong, maka diperlukan donor darah secepatnya" lanjut dokter tersebut memberi tahu kondisi Nayla untuk saat ini


"Ambil darah saya dok" ucap Agatha cepat


"Saya juga bisa" kata Bryan yang tak mau kalah


"Baiklah, mari kita tes terlebih dahulu darah siapa yang cocok dengan Agatha" jawab Dokter tersebut kemudian berlalu meninggalkan Agatha dan Bryan


"Yu, gue boleh minta tolong sama lo" kata Agatha berbalik menatap Bayu

__ADS_1


"Tolong apa ta, gue bakal lakuin apapun demi Nayla" jawab Bayu dengan cepat, ia tak pernah berubah sedari dulu, ia selalu menjadi yang pertama untuk Nayla maupun Agatha


"Lo jagain Nayla dulu ya disini" ucap Agatha kemudian


"Gue bakalan jagain Nayla" jawab Bayu cepat


Bryan dan Agatha pun berlalu, untuk menguji darah siapa yang cocok dari keduanya untuk Nayla. Sementara itu, Bayu pun menjaga Nayla diluar ruangan karena belum ada yang diperbolehkan untuk masuk menemui Nayla


"Bukannya itu Sellena?" gumam Reyhan yang tak sengaja melihat mobil Sellena didepannya, pasalnya saat ini mobil yang ia yakini sebagai milik Sellena tersebut melaju dengan ugal ugalan. Reyhan pun membuntuti mobil tersebut dari belakang, namun semakin kesini mobil tersebut malah keluar dari jalan utama


"Mau kemana dia?" Reyhan pun berbicara pada dirinya sendiri sembari fokus pada mobil didepannya tersebut, namun ia membuntuti dengan jarah yang terbilang cukup jauh namun masih terjangkau dalam pengawasannya


Tiba tiba mobil tersebut berhenti di sebuah jembatan dengan jalanan yang terbilang sepi, Reyhan pun masih memperhatikan dari kejauhan


Benar saja dugaannya, tak berselang lama turunlah Sellena namun terlihat sangat kacau dengan berjalan menuju bahu jembatan. Lama kelamaan Sellena malah naik keatas bahu jembatan membuat Reyhan langsung turun dengan cepat


"Sellena" teriak Reyhan sembari mendekati Sellena


"Turunnn" teriak Reyhan yang kemudian berlari menghampiri Sellena. Sellena yang melihat Reyhan tengah berlari kearahnya pun langsung bergegas ingin naik sampai atas bahu jembatan dan lekas melompat


Entah keberuntungan atau apa namun Reyhan berhasil menarik Sellena dari bawah, untunglah tubuhnya terbilang cukup tinggi hingga bisa menjangkau kaki Sellena dari bawah hingga membuat Sellena terjatuh menimpa tubuh Reyhan


"Lo Gilaaaa" teriak Reyhan kemudian sembari bangkit dari posisi duduknya, begitupun dengan Sellena


"Lo ngapain tolongin guueee" teriak Sellena yang mengimbangi kemarahan Reyhan


"Lo ngapain mau bunuh diri!!!" teriak Reyhan kemudian


"Inget, lo masih punya Vanno yang butuh lo" ucap Reyhan sembari menunjuk Sellena


"Dia juga anak lo, dia juga butuh lo" ucap Sellena berbalik menujuk Reyhan


"Mulai sekarang lo yang jagain Vanno" ucap Sellena

__ADS_1


"Buktiin lo bisa jadi Papa yang baik" lanjutnya


"Gue udah nabrak Naylaaa, dia pasti sekarat sekarang" ucap Sellena berapi api


"Lo gilaaa" pekik Reyhan mendengar ucapan Sellena


"Agatha yang gila, dia udah menjarain Mama" jawab Sellena


"Gue udah bales perbuatan Agatha, gue nggak mau dipenjara" teriak Sellena dengan frustasi, otanya benar benar tidak bisa berfikiran positif saat ini. Yang Sellena inginkan adalah membuat Agatha menderita, ia juga telah lelah selama ini hidup demi membuat Reyhan mencintainya, namun semuanya sia sia karena sosok Agatha yang tak pernah dilupakan oleh Reyhan


Tiba tiba saja Sellena melihat ada sebuah truk yang melintas dengan kecepatan yang tinggi karena jalanan tengah sepi, sontak Sellena pun lekas berlari ke jalan. Reyhan yang melihat gerak gerik aneh dari Sellena pun langsung menengok kebelakang, dan benar saja rupanya ada sebuah truk yang melintas dengan kecepatan tinggi


Reyhan pun langsung berlari menyusul Sellena dan langsung mendorong tubuh Sellena yang berada didepannya kuat kuat


Brakkkkkkkk......Truk yang melintas pun langsung menabrak tubuh Reyhan hingga terpental cukup jauh lalu berguling guling hingga beberapa meter dari posisi awal


"Reyhaaaaannnnnnn" teriak Sellena yang melihat tubuh Reyhan terpental jauh setelah tadi mendorongnya


Dengan luka di lutut, tangan dan kakinya akibat bergesekan dengan aspal membuat Sellena harus tertatih tatih saat menghampiri tubuh Reyhan


Brakkkk....Sellena terjatuh saat hendak mencapai tubuh Reyhan yang hanya kurang beberapa meter saja darinya. Sellena pun sampai harus terseok seok sampai kemudian berhasil menggapai tubuh Reyhan


"Reyhannnn" teriak Sellena sembari meraih kepala Reyhan yang dibagian belakangnya telah dipenuhi darah untuk kemudian diletakkan dipangkuannya


Truk yang tadi menabrak Reyhan pun melaju, namun baru beberapa meter kemudian truk itu pun berhenti kembali dan keluarlah sang supir truk tersebut


"Rey, bangun rey" ucap Sellena sembari mengguncang guncangkan tubuh Reyhan


"Mbak, kita bawa kerumah sakit mbak" ucap supir truk tersebut sembari meraih tubuh Reyhan


"Pak.....cepat bawa suami saya kerumah sakit pak cepattt!!!" ucap Sellena menimpali ucapan supir truk tersebut


Sang supir truk tersebut pun membopong tubuh Reyhan, karena terlalu tinggi untuk memasukkan tubuh Reyhan maka Supir truk tersebut pun berjalan kearah mobil Sellena

__ADS_1


Setelah berhasil memasukkan tubuh Reyhan supir truk tersebut tampak kebingungan karena wanita tadi tak kunjung masuk. Supit truk tersebut menoleh kebelakang dan ternyata wanita itu tengah berjalan dengan susah payah, tanpa menunggu lama supir truk tersebut pun menghampiri Sellena dan membantunya berjalan sampai masuk mobil


Supir truk tersebut kemudian membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan pertama


__ADS_2