Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 104


__ADS_3

Tak terasa 9 sudah Bryan berusaha sekuat tenaga menahan kesabaran hatinya tat kala Agatha sedang ngidam yang menurutnya tak tau tempat dan aturan tersebut. Pernah saat itu hujan deras datang mengguyur bumi tat kala jam telah menunjuk pukul 3 dini hari dan saat itu pula Agatha merengek meminta pentol ayam dengan kuah pedas, mau tak mau Bryan pun berkeliling ibu kota mencari jajanan pinggir jalan tersebut sampai ia lelah sendiri menyetir mobil dan tak kunjung menemukannya. Dengan berat hati Bryan kembali kerumah dan meminta maaf dengan sangat amat tulus pada Agatha jika ia gagal dalam menjalankan tugas ini, bukan memaklumi dan menghargai usaha Bryan yang telah bersusah payah Agatha malah menyuruh Bryan untuk membuatnya sendiri


"Ratihhhhh cepat ambilkan tas yang berada didekat lemari" teriak Bryan yang saat ini tengah panik, pasalnya Agatha merasakan kontraksi dan menurut Hpl Agatha akan lahir dalam waktu 3 hari kedepan


"Iya kakkkkk" jawab Ratih yang langsung berlari secepat kilat menuju kamar kakaknya, wajahnya pun tak kalah paniknya ketika mengingat raut wajah kesakitan kakak iparnya tersebut


Gedubrakkkk....sialan kaki Ratih menyangkut sesuatu yang tergeletak begitu saja dilantai hingga membuatnya terjatuh tersungkur


"Ahhhhhh" teriak Ratih saat melihat benda haram tersebut berserakan dilantai


Bagaimana tidak kaget Ratih ketika melihat baju baju kakak dan kakak iparnya tergeletak dan bertebaran begitu saja dilantai dan yang paling membuatnya ngilu adalah ketika melihat baju jaring yang masih menyangkut dikakinya, rupanya benda itulah yang membuatnya terjatuh


"Kak Agathaaaaaa" teriak Ratih sembari menjumput baju jaring tersebut dengan kedua jarinya


"Ah Kak Agatha" kaget Ratih yang baru mengingat jika Kakaknya kini akan dibawa kerumah sakit


Degan sekali gerakan Ratih pun bangkit dan langsung mengambil tas yang tergeletak disamping lemari, begitu mendapatkannya Ratih pun bergegas turun kebawah dan....


"Kakakkkkkkkkk" teriak Ratih dengan kekuatan penuh tat kala melihat mobil tersebut telah berjalan menjauh dari rumahnya


"Maaf non, tadi semuanya sudah menunggu non tapi non lama. Jadi dengan amat sangat terpaksa non ditinggal" ucap bibi yang langsung datang begitu mendengar teriakan nona mudanya tersebut


"Nggak papa bik, demi keselamatan calon ponakan aku" jawab Ratih dengan wajah tenangnya namun berbeda dengan tangannya yang kini telah mengepal kuat


"Kalau begitu saya permisi dulu non" pamit pembantu tersebut pada Ratih


"Iya bik, silahkan" jawab Ratih


Huh....huh....huh....Ratih menghembuskan nafasnya beberapa kali untuk meredan segala macam emosi yang sedang bersemayam ditubuhnya


"Lo harus sabar dan tenang" kata Ratih menyemangati dirinya sendiri


"Untung kepribadian gue introvet banget" desis Ratih


Tiba tiba saja ada sebuah ide yang terlintas diotaknya, dengan segera Ratih merogoh ponselnya disaku celana dan mengotak atiknya beberapa detik


Tut....tut....tut....Ratih menunggu seseorang disana mengangkat teleponnya


"Kita mulai" batin Ratih begitu mendengar seseprang disana menjawab panggilannya


"Kak tolong kak tolonggggg" teriak Ratih begitu membuka suara

__ADS_1


"Apa?" jawab Bayu cuek daei seberang sana


"Sialan, " batin Ratih


"Kak tolong aku kak tolonggggg, cepat kesini kak cepatttt" teriak Ratih kemudian


"Udah deh, nggak usah boong lagi. Aku udah mau berangkat nih" jawab Bayu dengan malas, pasalnya bukan hanya sekali ia telah ditipu Ratih dengan berbagai alasan agar ia datang menemuinya


"Kak ini gawwwwat kak, kak Agatha mau lahirannnnn" teriak Ratih yang langsung berbicara tepat di speaker dengan suara yang naik menjadi 7 oktaf


"Ya Allah" kaget Bayu di seberang sana yang secara spontan langsung melempar ponselnya tat kala telinganya hampir jebol mendengar teriakan Ratih tersebut, sialnya lagi ponselnya mendarat tepat dikolam ikan depan rumahnya tersebut


Hahh...hah....hah...hah...hah...deru nafas Bayu bahkan seperti orang yang habis lari marathon saking terkejutnya, jantungnya kini juga berdetak dengan cepat lebih dari biasanya


"Halo halo Kak Bayu kenapa?" panik Ratih dari seberang sana


"Halo halo, lah kok mati sih " kesal Ratih ketika melihat tampilan layar teleponnya yang menampilkan panggilan telah berakhir


Bayu pun langsung berlari menuju mobilnya, tujuannya kali ini adalah rumah sakit terdekat. Tentu saja Bryan pasti akan membawa Agatha kerumah sakit yang dekat dengan rumahnya tersebut


"Sayang kamu pasti bisa kan" ucap Bryan yang panik ketika menyemangati Agatha


"Silahkan yang lainnya meunggu disini, suaminya bisa ikut saya kedalam menemani persalinan" ucap seorang perawat tersebut


"Kamu pasti bisa sayang" ucap Bryan sembari mengecup pipi Agatha


"Pembukaan 9, sebentar lagi waktunya" ucap seorang perawat


Beberapa menit kemudian beberapa perwat dan dokter pun kembali, sepertinya sudah saatnya


"Ibu tarik nafas, keluarkan melalui mulut pelan pelan"


"Kami akan memberikan arahan, mengejan jika kami bilang mengejan ya buk. Oke" ucap dokter memberi pengarahan


"1...2...mengejan ibuk" aba aba dokter tersebut


Aaaaaaa


Entah sudah berapa lama Bryan dan Agatha saling berjuang dan menguatkan, tak masalah bagi Bryan jika ia akan disebut sebagai orang gila dengan penampilan kemeja kusut dengan dasi yang sudah menikung kesana kemari ditambah lagi dengan tatanan rambutnya yang sudah awut awutan kesana kemasi


Oekkk....oooeekkk....oeeekkkk....terdengar suara tangisan jagoan kecil mereka

__ADS_1


"Selamat, bayi anda laki laki" ucap dokter tersebut


"Kami akan membersihkannya terlebih dahulu" sambung seorang perawat


"Terima kasih" lirih Bryan yang terus menerus menghujani Agatha dengan ciuman bertubi tubi


"Terima kasih telah berjuang bersamaku" ucap Agatha yang masih terengar lemah


Saat ini kedua orang tua Bryan dan Nayla telah berkumpul diruang rawat menyaksikan bayi mungil yang baru saja hadir teesebut


"Wah...cucuku gantengnya...uluh...uluhh...uluhh.." Bu Henny sangat sennag ketika menggendong cucu laki lakinya tersebut


"Gantian dong ma, papa juga pengen gendong" kata Pak Hamdan yang sedikit kesal karena dari tadi istrinya lah yang berkuasa menggendong baby boy tersebut


"Aku pengennya adik perempuan pa" kata Nayla dengan wajah cemberutnya


"Sayang, laki laki atau perempuan sama saja" jawab Agatha


"Aku pengennya perempuan ma" kekeh Nayla


"Kalau Nayla sayang sama adeknya nanti Papa kasi hadiah adik perempuan, gimana?" tawar Bryan mencoba bernegosiasi


"Beneran pa?" tanya Nayla dengan semangatnya


"Iya dong" jawab Bryan


Brak....hah...hah...hah....tiba tiba saja suara pintu yang dibuka mengagetkan semuanya, nampaklah sosok Bayu dengan nafas menderu deru


"Heiiii kau akan membangunkan bayi ku" pekik Bryan dengan suara tertahan


"Maaf, a...aku pik..ir telah ter..lam..bat. Jalan..nan macet se. ka li" jawab Bayu masih dengan suara patah patahnya


"Ma, tante Ratih mana?" tanya Nayla yang baru menyadari ketidakhadiran tantenya tersebut


"Oiyaaa" keget Pak Hamdan


"Ratih dimana ma?" tanya Pak Hamdan pada Bu Henny


"Mama nggak tau pa" jawab Mama Henny yang memang tak tau


"A...anu tad" ucap Bayu belum selesai

__ADS_1


tak...tak...tak...tak...suara langkah kaki, tak lama kemudian muncullah sosok Ratih dengan wajah datar namun dingin dengan menenteng sebuah tas ditangan kanannya berjalan menatap sinis Bayu dan kemudian berjalan melewati Bayu begitu saja


__ADS_2