
"Papa, kamarnya dimana?" tanya Nayla yang begitu bingung dengan Apartment yang luas ini, padahal saat ini mereka semua masih berada diruang tamu
"Disana" jawab Bryan sembari menunjuk ke arah pintu dengan cat berwarna putih
"Oke. Aku masuk dulu ya" pinta Nayla
"Oke" jawab Bryan kemudian ber tos ria dengan Nayla
Nayla pun berlalu menuju kamar dengan perasaan yang amat gembira. Bryan hanya geleng geleng kepala melihat perilaku Nayla
"Apa kau ingin makan sesuatu? Tadi kita tak makan banyak" tanya Bryan pada Agatha yang masih berdiri dengan tatapan datarnya
"Mie, mie rebus" jawab Agatha
"Mie? Kita tadi sudah memakannya dirumah Mama"
"Tak baik jika memakannya terlalu sering" ucap Bryan
"Apa kau juga sering melakukannya dengan Violla?" tanya Agatha sembari mendudukkan bokongnya di sofa
Bryan pun juga heran dengan maksud perkataan Agatha, Bryan pada akhirnya duduk disofa yang berhadapan langsung dengan Agatha
"Apa maksudmu?" tanya Bryan pada Agatha
"Tadi kamu bilang tak baik jika makan mie terlalu sering"
"Jadi? Apakah kalian sering melakukannya? Aku dengar dengar hal itu juga tak baik jika sering dilakukan" ucap Agatha
Bryan mengernyitkan matanya heran? Pasti heran dengan arti perkataan Agatha yang tiba tiba saja menyimpang dan membicarakan hal lain yang seharusnya tak dibicarakan kepada orang lain selain pasangan
"Apa kau cemburu?" selidik Bryan menatap Agatha lekat lekat
Agatha membuang nafas muak karena Bryan menatapnya tanpa berkedip dengan tatapan penuh selidik
"Aku hanya ingin tau apakah kau laki laki yang konsisten pada pilihannya atau bukan" ucap Agatha datar, walaupun Agatha berbicara dengan menatap Bryan tapi pandangan matanya tak fokus pada seseorang yang ada didepannya tersebut
"Apa maksudmu?" kilah Bryan terheran heran
Huhhh....Agatha membuang nafas kasar, memang tak mudah berbicara dengan orang yang tak peka terhadap perasaan
"Kau bilang kau memakai vaksetomi bukan?" tanya Agatha
"Iya benar" jawab Bryan mangut mangut
"Apa Istrimu tahu?" tanya Agatha
"Tidak" jawab Bryan singkat
"Apa kau memakainya karena ingin terus bermain dengannya?" tanya Agatha
"Kenapa? Kalaupun aku tak memakainya"
"Aku juga bisa bermain dengannya setiap hari, karena kita suami istri dan tak akan ada masalah untuk itu" tutur Bryan
"Makan mie terlalu sering katamu tak baik"
"Kau melakukannya namun sama sekali tidak seimbang dengan perkataanmu"
"Kau bilang kau dijebak?"
"Mungkin banyak orang akan menjadi sangat benci kepada istrinya bila ada diposisi kamu"
"Tapi lihatlah! Kau sangat menikmati peranmu itu bukan?"
"Ternyata ucapanmu hanyalah sampah belaka" sinis Agatha
Oke, sampai disini Bryan sedikit sesikit mulai mengerti jika saat ini Agatha tengah mengorek informasi tentangnya lebih jauh lagi. Tak apa mungkin beginilah cara Agatha untuk berinteraksi dengan orang baru, bertanya dengan mode ingin mengajak perang!
"Oke itu sudut pandangmu, aku tak akan menyalahkannya" ucap Bryan
"Kau tak menyalahkannya karena itu memang kebenaran bukan?" ucap Agatha
"Aku bertanya hal semacam ini bukan karena aku perduli padamu"
"Aku bertanya karena aku perduli kepada diriku sendiri dan juga Nayla" kata Agatha dengan tampang sinisnya
"Jangan berbelit belit" kesal Bryan karena Agatha tidak langsung berbicara pada intinya
"Aku harus tau, laki laki seperti apa yang akan menikah denganku nantinya"
__ADS_1
"Apa kah dia benar benar baik? Atau brengsek" sinis Agatha
Qah....Bryan sama sekali tak percaya dengan apa yang dikatakan Agatha, proses mencari tahu macam apa ini? Apakah dia pikir aku ini tuhan? Aku hanyalah manusia didalam diriku tentu saja akan ada kebaikan juga keburukannya
"Apa kau merasa kau adalah makhluk tuhan paling sempurna?" tanya Bryan sedikit mengubah posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan wajah Agatha dengan posisi coolnya
"Tidak. Aku tidak mengatakan hal itu" kilah Agatha yang memang merasa tidak berbicara jika dirinya adalah makhluk sempurna
"Lalu? Kenapa kau menghakimiku?" tanya Bryan
"Seperti yang aku katakan tadi" ucap Agatha dengan santainya
"Kau mengorek informasi tetang diriku? Tanpa kau sadar kau juga manusia biasa yang tidak akan baik dalam semua hal" tukas Bryan
"Aku dan kamu memang hanya manusia biasa"
"Tapi disini kaulah yang bermasalah" jelas Agatha
"Bermasalah?" tanya Bryan tak mengerti
"Lihatlah, kita terlibat dalam kesalahan satu malam hingga mengharuskan kita untuk menjalin hubungan seperti ini"
"Kita bisa lupakan kejadian malam itu" kata Agatha
"Lupakan ? Enak sekali bicaramu" cibir Bryan yang merasa tak terima
"Lalu? Kau menyalahkan aku sepenuhnya?" tanya Agatha, Bryan hanya diam tak berniat untuk menjawabnya
"Setelah aku pikir pikir lagi, ternyata semua itu bukan sepenuhnya kesalahanku" ucap Agatha
"Apa maksudmu? Kau mengingat semuanya bukan? Kenapa kau mau mengelaknya? Kau mau mencari pembelaan?" cerca Bryan berturut turut tak terima dan langsung mengubah posisi duduknya lebih condong ke depan agar Agatha bisa jauh lebih jelas lagi mendengar setiap inci kata kata yang keluar dari bibirnya
"Tidak, aku tidak mencari pembelaan apapun"
"Jadi dengarkan aku dulu" ucap Agatha dengan wajah tenangnya
"Malam itu aku mabuk berat kan? Dan kau tidak mabuk? Itu satu kesalahnku" ucap Agatha dengan nada bertanya namun dijawabnya sendiri
Bryan hanya berusaha untuk mendengarkan setiap perkataan Agatha tanpa ada niatan untuk sekedar mengiyakan atau berkata tidak untuk menjawab pertanyaan pertanyaan aneh Agatha
"Malam itu aku yang memgajakmu meskipun sebenarnya kamu tidak mau kan? Itu juga kesalahanku" ucap Agatha
"Kenapa kau tidak berusaha lebih keras untuk menolakku padahal kamu dalam kondisi sadar dan tidak mabuk. Itu kesalahanmu bukan kesalahanku"
"Jadi disini aku dan kamu juga bersalah" tekan Agatha
Qeh...Bryan sama sekali tidak habis pikir dengan pernyataan pernyataan yang dikatakan Agatha yang sangat aneh menurutnya
"Kau sebaiknya berfikir pakai logika juga" sinis Bryan
"Apa? Maksudmu aku hanya bicara omong kosong?" tanya Agatha tak habis pikir dan juga tidak percaya
"Dengarkan penjelasanku juga" ucap Bryan mencondongkan tubuhnya kedepan
"Jika dipikir pakai logika ucapanmu benar"
"Tapi aku sudah berkali kali menolakmu waktu itu, bahkan aku hendak meninggalkanmu sendirian namun aku berubah pikiran karena melihat kondisimu yang kacau" jelas Bryan, Agatha hanya diam dengan bersendekap tangan dengan tatapan yang mengisyaratkan Bryan untuk berbicara lebih lanjut lagi
"Oke, sampai disini niatku sudah sangat baik dari awal"
"Aku menolongmu, membawamu ke hotel agar kau bisa beristirahat dan juga" tekan Bryan pada kata dan juga
"Menolakmu berkali kali saat kau memaksaku itu sudah merupakan suatu hal yang sangat bagus dilakukan seorang pria dalam situasi seperti itu" lanjut Bryan
"Lalu? Kenapa bisa terjadi?" tanya Agatha simple tapi menusuk tepat sasaran
"Aku ini laki laki normal jadi aku mana bisa terus terusan menahannya saat sudah berkali kali aku berusaha melewatkan ajakanmu" kilah Bryan
"Oke, itu kesalahanmu" kata Agatha
"Apa?" kaget Bryan dengan ucapan semena mena Agatha
"Jika kau benar benar tidak mau harusnya kamu bisa langsung pergi dari kamar itu"
"Dan jika kau mengkhawatirkan keadaanku kau bisa meminta bantuas petugas perempuan untuk merawatku bukan?" tutur Agatha membuat Bryan langsung diam
"Aku tidak berfikir sampai ke situ" tutur Bryan langsung mengalihkan pandangannya
"Karena kau sangat memanfaatkan keadaan" sinis Agatha
__ADS_1
"Hey...kenapa kau malah mengungkit ungkit hal itu" kesal Bryan
"Lihatlah, kau sama sekali tidak gentleman"
"Kau berkilah untuk mengahiri pembicaraan ini" kata Agatha tersenyum sinis. Sampai sini Bryan benar benar suangat suangat tak habis pikir dengan pemikiran Agatha
"Lalu apa alasan kamu memasang vaksetomi?"
"Aku hanya ingin tau saja" ucap Agatha sebelum Bryan yang sudah mangap memotong ucapannya
"Oke, aku akan jujur" jawab Bryan, Agatha hanya menjawabinya dengan anggukan kepala
"Aku tidak ingin punya anak dengannya" jawab Bryan
"Karena kau marah dia telah menjebakmu?" tebak Agatha, Bryan geleng geleng kepala menolak kebenaran dari gebakan Agatha
"Karena dia telah menghianatiku" jelas Bryan
"Oke, itu alasanmu. Jangan kau ceritakan lebih lanjut karena aku tak perduli" sahut Agatha
"Lanjutkan hubungannya dengan kau memasang itu" ucap Agatha
"Aku baru baru ini sekamar dengannya"
"Kami berpisah kamar setelah menikah" jawab Bryan
"Apa?" tentu saja Agatha terkejut dengan pengakuan Bryan
"Benar" jawab Bryan
"Lalu?" tanya Agatha
"Aku ada hal pribadi yang tak bisa ku katakan padamu" jelas Bryan
"Tentang perasaanmu?" tebak Agatha
"Bukan" tolak Bryan
"Lalu?" tanya Agatha lagi
"Tentang kenapa aku tidak menceraikannya sedari dulu" sahut Bryan
"Oiya...aku sampai lupa kenapa kau tidak melakukannya" ucap Agatha menepuk jidatnya menandakan bahwa ia benar benar lupa. Bryan hanya menarik sudut bibirnya melihat ekspresi Agatha
"Lanjutkan" ucap Agatha mempersilahkan
"Pembicaraan kita sudah selesai sampai disini" ucap Bryan lalu berdiri dari sofa dan berjalan meninggalkan Agatha sendirian
"Heyy....hey....kau tidak bisa langsung pergi begitu saja"
"Sesi tanya jawab kita belum selesai" teriak Agatha, namun Bryan sama sekali tidak memperdulikannya dan terus melangkahkan kakinya
"Sialll" umpat Agatha saat Bryan tak memperdulikannya
Saat ini mereka semua tengah berkumpul didapur yang ada di Apartment pribadi Bryan, Agatha sedang memasak nasi goreng karena permintaan Nayla yang tiba tiba ingin memakan masakan khas indonesia tersebut
"Maaaa masih lama nggak sih?" tanya Nayla yang sudah merasa perutnya keroncongan
"Sebentar lagiiii" sahut Agatha yang masih fokus pada acara memasaknya tersebut
"Udah laper banget yahh?" tanya Bryan pada Nayla
"Iyaaa" jawab Nayla mangut mangut dengan bibir mengerucut
"Mau makan buah dulu nggak?" tanya Bryan pada Nayla
"Iya...mau apel" jawab Nayla demgan antusiasnya
"Oke" jawab Bryan
Bryan pun berdiri menuju kearah kulkasnya, tadi ia telah memberitahu kepada orang yang sudah dipercayainya untuk menjaga Apartment ini agar megisi kulkasnya agar ada camilan dan berbagai bahan bahan yang bisa digunakan untuk memasak
"Nasi gorengnya harus enak"
"Sudah terlalu lama waktu yang kau gunakan untuk memasaknya"
"Akan sungkan kalau hasilnya tak enak dengan durasi memasak selama ini" ucap Bryan menggoda Agatha yang masih fokus dalam acara memasaknya
"Berisssik" sinis Agatha
__ADS_1
"Hahahahaha" tawa Bryan dalam hati melihat ekspresi kekesalan Agatha