
Sesampainya di Bali Bryan langsung mencarikan taksi setelah difikir fikir Nayla dan Agatha pasti tidur, walaupun hendak melarikan dirinya sekalipun. Lagipula tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk saat ini, kalaupun ia langsung mencari Agatha peluang untuk menemukannya pun sangat kecil dan hanya mengandalkan kepada keberuntungan saja
Bryan pun akhirnya menuju kesalah satu hotel, tanpa ada yang tau jika Bryan juga check in di hotel yang sama dengan Agatha
Huh......lelah Bryan setelah semalaman wara wiri kesana sini tanpa henti, karena tubuhnya yang sudah sangat lelah dan lengket akhirnya Bryan memutuskan untuk berendam terlebih dahulu, hampir 30 menit Bryan berendam untuk mereleks kan ototnya yang telah kaku
Keesokan paginya Agatha dan Nayla sedang bersiap siap untuk berlibur ke pantai kuta, pantai pilihan Nayla
"Ma ayo" rengek Nayla mengganggu Agatha yang masih memoleskan bedak tipis diwajahnya, meskipun ia tak membawa banyak pakaian untuk kesini tapi make up tetaplah hal yang paling penting bagi seorang wanita, ya....jadi tetap harus dibawa dalam keadaan apapun
"Sarapan dulu nay" kata Agatha
"Sarapan dijalan aja ma, ayo" kata Nayla sembari menarik tangan Agatha
"Ehhhh" kaget Agatha yang tiba tiba tangannya ditarik oleh Nayla
"Iya iya" kata Agatha yang langsung meletakkan bedaknya begitu saja
Akhirnya Agatha pun mengikuti keinginan Nayla, mereka sarapan dipinggir jalan. Sesampainya dipantai Nayla terlihat sangat senang Nayla memang jarang pergi liburan seperti ini karena hampir setiap hari Agatha sibuk
"Ma ayo kesini ma" Teriak Nayla pada Agatha sembari melambaikan tangannya
"I iya...Nayla aja"
"Mama nunggu disini" Kata Agatha
Agatha sangat menikmati pemandangan disini. Pagi hari dengan suasana pantai yang menyenangkan
"Ah....sial" kata Agatha yang sangat menyesali karena sedang tidak mempunyai ponsel, harusnya kemarin ia juga membeli ponsel dengan uangnya
"Sial, kenapa kau baru sampai" kesal Bryan pada Agam
"Ini penerbangan paling awal, aku berangkat pukul 3 pagi"
"Kau pikir aku tidak lelah" sewot Agam yang sudah bersusah payah namun masih tetap disalahkan
"Hah....dasar lamban" cibir Bryan
"Nyahhh" kata Agam sembari melemparkan ponsel milik Bryan, Bryan pun dengan spontan langsung menangkap lemparannya
"Kau menemukannya dimana?" tanya Bryan
"Mobil, jatuh didekat pedal rem" kata Agam
"Sial..." umpat Bryan, bagaimana bisa semalam ia tidak tau sama sekali jika ponselnya jatuh dimonilnya sendiri
"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Agatha" lapor Agam pada Bryan
"Cepat temukan" perintah Bryan
"Brengsekkkk, seenaknya saja" maki Agam, namun hanya dalam hatinya
"Kau suruh anak buahmu untuk menemukan dimana Agatha"
"Selain itu biar aku sendiri yang mengurusnya" perintah Bryan pada Agam
"Oke" jawab Agam singkat
"Pasti dia ingin berlagak seperti pahlawan, agar Agatha merasa tersentuh akibat pengorbanannya" batin Agam
"Kau yakin dia orangnya?" tanya Alex pada Violla yang sedang mengamati Agatha dari kejauhan
"Aku yakin, aku sudah mencari tahunya" kata Violla
"Baik" jawab Alex
"Kalian, cepat lakukan saat situasi aman" perintah Alex kepada dua orang suruhannya
"Baik Boss" jawab dua orang tersebut
"Ma Papa nyusulnya kapan ma?" tanya Nayla pada Agatha
"Emmm mungkin besok, Papa kan masih banyak urusan" bohong Agatha
"Oh" balas Nayla mangut mangut
"Nayla masih lama nggak mainnya?" tanya Agatha
"Kenapa ma?" tanya Nayla
"Nggak papa, Nayla puas puasin aja mainnya" kata Agatha
"Iya ma" jawab Nayla yang kemudian langsung berlari kearah pantai lagi
Hampir satu jam Agatha harus bersabar menunggu Nayla yang masih adik bermain di pantai, begitu juga dengan Alex dan Violla yang sudah merasa sangat jengkel karena sudah terlalu lama menunggu. Tak mungkin baginya untuk menculik Agatha disini, pasalnya pantai saat ini tengah banyak pengunjung
Akhirnya 30 menit kemudian Nayla menyudahi acara bermainnya
"Ma, ayo aku udah puas main dipantainya" kata Nayla
"Yakin?" tanya Agatha was was berharap Nayla tidak akan berubah pikiran
__ADS_1
"Iya ma, udah panas juga" jawab Nayla
"Syukurlah" batin Agatha
Nayla dan Agatha pun bersih bersih terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk pulang, setelah selesai mereka pun segera mencari taksi yang bisa ditumpanginya
"Mana ya? Kok nggak ada sih"
"Coba kita cari disana" ajak Agatha sembari menunjuk ke arah sana
"Ayo ma" Nayla menyetujuinya
"Sialan, kenapa orang orangmu sangat lamban" umpat Bryan
"Mereka orang lokal, jika menyuruh orang lama kita kau pasti sudah tidak akan percaya lagi kan" jawab Agam
"Tentu saja, menemukan Agatha saja tidak becus" cibir Bryan
"Kenapa orang lokal juga lamban" kesal Bryan
Agatha dan Nayla pun akhirnya melangkah lagi untuk mencari taksi, namun tiba tiba....
"Emhhh" Teriak Agatha yang ditahan karena bibirnya kini tengah dibungkam oleh sebuah telapak tangan yang besar
"Emghhh" Begitu juga dengan Nayla, dengan cepat Nayla pun langsung menendang ke belakang
"Ahhh" Penjahat yang tadinya membungkam mulut Nayla pun terjerembab hingga mundur beberapa langkah dari posisi semula
"Brengsek..." unpat penjahat yang sempat terjatuh tersebut
Bughhhh....Nayla pun langsung menendang bagian perut penjahat yang sudah terjatuh tersebut
"Sial" umpat penjahat yang membekap mulut Agatha
Buhg....buhg....bugh....Nayla pun menendang tubuh penjahat tersebut dengan bertubi tubi tanpa jeda, Nayla telah memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik saat penjahat tersebut tengah tersungkur akibat tendangan pertamanya tadi
"Nayla....hati hati nak" teriak Agatha dalam hatinya
"Sial...." umpat penjahat yang tengah membekap mulut Agatha pun langsung melepaskan tangannya melihat rekannya yang sudah tak berdaya dan hendak membantunya
"Nayla awasss" teriak Agatha saat penjahat tersebut telah melepaskannya dan berjalan ke arah Nayla
Nayla yang mendengar teriakan Mamanya pun berbalik arah, ternyata penjahat yang satunya lagi tengah berjalan ke arahnya
Bugh....Nayla langsung menendang lutut pria tersebut dengan sangat keras membuat pria tersebut terseret seret kebelakang. Nayla menyerang bagian bagian yang fatal, bayangkan saja lutut pria tersebut ditendang dengan keras dari depan, kemungkinan terparahnya bisa menyebabkan patah tulang
"Ahhh" teriak penjahat tersebut saat Nayla menginjak wajahnya
"Ahhhhhh" teriak pria tersebut saat Nayla menginjak ulu hatinya dengan durasi cukup lama. Bayangkan gaesss ulu hatinya tertekan pasti rasanya sangat nyeri dari dalam
"Sialan, kenapa anak sekecil itu bisa melakukannya" kesal Alex yang menyaksikan kekacauan dari dalam mobil
"Sepertinya anak kecil itu benar benar anak Bryan" kesal Violla, tentu saja ia tahu jika Bryan memang ahli dalam bela diri, besar kemungkinan jika kemampuan Bryan menurun kepada anaknya
Dengan cepat Violla pun meraih tas nya mencari cari sesuatu yang telah dipersiapkannya untuk berjaga jaga
"ini" jata Violla setelah berjasil menemukan obat bius didalam tassnya
"Bagus" jawab Alex sembari meraih obat bius yang disodorkan Violla
Keberuntungan tengah berpikah kepadanya, ada dua sapu tangan didalam tas Violla, karena memang Violla tidak terlalu suka menggunakan tissue
"Ini, cepat berikan obatnya" perintah Violla sembari menyodorkan 2 buah sapu tangannya pada Alex
Dengan sigap Alex pun langsung meraih 2 sapu tangan yang disodorkan Violla lalu memberinya obat bius dengan asal, bahkan obat biusnya tumpah terlalu banyak di sapu tangannya
"Cepat" perintah Alex yang menyodorkan satu sapu tangannya pada Violla
"Aku akan membius Agatha" kata Violla
Ia harus membagi tugas, untung saja posisi Agatha dan Nayla menguntungkan keduanya. Nayla masih menghajar penjahat tersebut dengan membabi buta, sementara Agatha masih terlihat syok dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Nayla dengan jarak yang agak jauh
Dengan langkah cepat Alex dan Violla pun mendekat. Sasaran pertamanya adalah Agatha karena posisinya ya g dekat dengannya namun jauh dari Nayla. Dengan perlahan lahan Violla melangkah kan kakinya agar tak menimbulakan suara yang membuat Agatha curiga
Bppp....Violla langsung membius mulut Agatha dari belakang
Mmmphhh....mphhh" hanya teriakan tertahan yang keluar dari mulut Agatha, tentu saja dengan suara yang sangat kecil
Dengan susah payah Violla berusaha menyeret tubuh Agatha untuk dibawanya kedalam mobil, Agatha sendiri pun sudah kehilangan kesadarannya
Misi pertama berhasil, sekarang giliran Alex. Dengan langkah berhati hati pula Alex mendekat ke arah Nayla, sungguh malang nasib anak buahnya yang tengah dihajar oleh Nayla habis habisan bahkan memar diwajahnya sudah tak terhitung lagi berapa jumlahnya karena Nayla menghajar tanpa ada sasaran yang penting kena kewajah penjahat tersebut
Cpppp....Alex pun berhasil melakukan aksinya, ia berhasil membius Nayla dari belakang
Mphhh .....mph.....mmmmppphhhh....teriak Nayla yang tidak bisa keluar, suaranya tertahan karena terhalang oleh sapu tangan yang tengah membiusnya
Alex bahkan menekan sapu tangannya lebih dalam lagi, agar Nayla bisa lebih cepat kehilangan kesadaran. Benar saja, tangan yang tadi selalu meronta ronta kini berlahan lahan mulai melemas. Nayla pun segera kehilangan kesadarannya
Dengan cepat Alex pun menggendong tubuh kecil Nayla dan membawanya ke dalam mobil
"Kalian cepatlah pergi" perintah Alex kepada dua orang suruhannya yang masih berbaring dalam keadaan babak belur tersebut
__ADS_1
Karena Violla membaringkan tubuh Agatha di kursi belakang maka Alex pun mendudukkan tubuh Nayla dikursi depat. Dengan lekas ia pun mengambil alih kemudi mobilnya
"Cepat" perintah Violla
"Dia tidak akan sadar secepat itu" kata Alex dengan santainya
"Suruh orang lagi untuk berjaga jaga di markas kita" kata Violla memerintah pada Alex
Dulu Viola bahkan sangat takut dengan Alex, namun beberapa hari ini ia sudah mengurangi rasa takutnya karena berfikiran bahwa ia adalah orang yang paking dibutuhkan eh Alex dalam menjalankan aksinya
"Ini" kata Alex yang langsung melemparkan ponselnya pada Violla, Violla pun menangkap ponsel tersebut dengan tepat
"Sial." batin Violla
Pada akhirnya Violla lah yang turun tangan menghubungi anak buah Alex, mengirimkan beberapa orang untuk berjaga
Hampir satu jam kemudian Alex dan Violla sampai di markasnya, sebuah rumah kosong. Beberapa hari yang lalu setelah Bryan menceraikannya Violla pun bersusah payah mencari tau siapa istri Bryan, tentu saja hal itu sangat susah diketahui karena Bryan bahkan belum mengumumkam siapa istri dan anaknya tersebut
Violla pun mengikuti gerak gerik Bryan, rupanya selama beberapa hari terakhir Bryan sering datang lagi ke Apartmentnya yang sudah lama tidak ditinggalinya tersebut
Keesokan harinya Violla hendak datang mengunjungi Apartment tersebut namun ia malah melihat Mama Henny berbicara dengan seorang wanita muda, Feeling Violla pun mengatakan bahwa dia adalah Istri simpanan Bryan
Violla pun hendak langsung melapor kepada Alex, namun saat itu kesehatannya sedang kembali bermasalah hingga Violla harus kembali kerumah sakit. Dan kemarin sore saat ia dan Alex hendak kembali ke Apartment Bryan namun belum sampai ke Apartment Violla melihat Bryan yang keluar tanpa ada Agatha ia pun mengikuti Bryan yang berkunjung kerumah Mamanya bahkan sampai Bryan keluar dalam keadaan kacau
Setelah mencari tahu ternyata Istri Bryan kabur. Beruntung Alex dengan cepat mencari keberadaan nya dan langsung terbang ke bali dan orangnya baru bisa menemukan keberadaan Agatha saat dipantai tadi
"Kita ikat tangan dan kakinya" kata Alex
Alex dan Violla pun akhirnya mengikat tangan dan kaki Agatha dan juga Nayla dengan erat
"Hahhh....akhirnya selesai juga" kata Violla dengan lega karena rencananya telah berjalan dengan mulus
"Akhirnya tinggal selangkah lagi" kata Alex tak kalah bahagianya
"Aku bahkan harus melewatkan sarapanku demi bedebah sialan ini" kata Violla
"Cepat suruh anak buah kita untuk membelikan makanan, lagi pula aku juga sudah sangat lapar" kata Alex
"Oke, lagipula mereka juga tidak akan sadar dalam waktu cepat" jawab Violla yang kemudian langsung melangkahkan kakinya keluar
Alex memperhatikan wajah Agatha dan Nayla bergantian. Alex berlahan mendekat kearah Agatha dan membelai dengan lembut wajah Agatha
"Kau cantik sekali" kata Alex
"Kenapa kau harus menjadi bagian dari keluarga brengsek tersebut" kata Alex kemudian
Setelah puas mengamati wajah Agataha dan Nayla Alex pun pergi meninggalkannya, pasalnya perutnya kini sudah sangat lapar. Sudah saatnya diisi untuk menghadapi apa yang akan terjadi setelah ini sesuai rencananya
"Brengsekkkk kenapa mereka lama sekali" kesal Bryan mondar mandir kesana kemari
"Bagaimana?" tanya Agam pada orang suruhannya lewat sambungan telepon
"Kami sudah berada di pantai kuta, menurut informasi mereka baru saja kuar dari pantai"
"Kami sedang mencari tau lebih lanjut lagi" kata anak buah suruhan Agam
"Baiklah, cepat selesaikan tugas kalian" kata Agam kemudian mematikan ponselnya
"Sebentar lagi mereka akan menemukan Agatha" ucap Agam pada Bryan
Bryan sama sekali tak menjawabnya, tiba tiba saja hatinya sangat gelisah tak tenang
Tut.....tut.....tut.....dering ponsel Agam, dengan cepat Agam pun menjawab panggilan tersebut
"Bagaimana?" tanya Agam langsung to the point
"Menurut informasi mereka diculik" kata anak buah Agam
"Apa???" terkejut Agam dengan apa yang barusan dikatakan oleh anak buahnya
"Benar, kami masih menyelidikinya lebih lanjut" kata Anak buah Agam
"Cepat cari tauuuu" teriak Agam pada anak buahnya lalu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak
Sungguh ini semua diluar dugaannya, ia sama sekali tak menyangka jika ada orang yang mau menculik Agatha
"Kenapa?" tanya Bryan dengan wajah paniknya saat melihat Agam murka saat sedang bertelepon
"Agatha diculik" jawab Agam kemudian
"Apa???" Bryan pun juga terkejut
"Siapa yang menculiknya" gumam Bryan
Sejurus kemudian otaknya terpikir pada 2 orang
"Violla" gumam Bryan
"Mana mobilmu" kata Bryan
"A...aku tidak bawa mobil, ini di Bali bukan Jakarta" kata Agam dengan gugupnya
__ADS_1
Duarrrr.....Bryan pun juga baru mengingatnya