Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 74


__ADS_3

Bryan dan Agatha pun akhirnya memasuki kamar Bryan yang rupanya telah selesai dibersihkan. Hmmmm kamarnya memang terbilang cukup luas, yang paking menarik adalah pemandangan dari atas balkon pada malam hari, seperti malam ini Agatha yang memandang langit yang bertabur bintang


"Ma, Agatha akan turutin kemauan Mama" kata Agatha dalam hatinya


"Ta, kamu gimana sih kok malah disitu" kata Bryan yang malah melihat Agatha tengah menikmati suasana malam, padahal ia meminta tolong pada Agatha untuk mengganti perbannya


"Iya.. Iya, cerewet banget sih" kesal Agatha yang langsung berjalan mendekat ke arah Bryan. Bryan pun hanya memandang gerak gerik Agatha yang bahkan berjalan melewatinya begitu saja


"Apa?" kesal Agatha saat melihat Bryan tak kunjung duduk dan malah mengamati dirinya


"Ishhh....buruan duduk lo" sentak Agatha yang sudah tidak sabaran


"Sial....kok dia jadi galak gini sih" batin Bryan


"Apa dia emang udah galak dari sononya?" batin Bryan


"Biasa aja kali" kata Bryan dengan gaya datarnya lalu duduk dipinggiran ranjang


"Yeee situ yang minta tolong loh padahal" sungut Agatha


"Mana obatnya?" tanya Agatha yang matanya celingak celinguk mencari keberadaan obat yang dibutuhkannya


"Oh...itu" kata Agatha yang langsung berjalan kearah nakas, karena obatnya terletak disana. Bryan hanya memandang tanpa berkomentar


Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkannya Agatha pun lekas kembali menghampiri Bryan


"Eh....gimana gue ngobatinnya?" kaget Agatha


Pasalnya saat ini pakaian yang masih melekat pada tubuh Bryan adalah kemeja panjang berwarna putih. Sementara lukanya terletak pada lengan Bryan, jadi nggak mungkin dong kalau tangan kemejanya digulung sampai atas😵


"Menurut lo?" Bryan balik tanya


"Cepet bantuin gue buka baju gih" kata Bryan


"Apa???" pekik Agatha


"La emang kalau nggak dibuka ngobatinnya gimana?" balik tanya Bryan


"Eh" kaget Agatha, pasalnya memang benar apa yang dikatakan oleh Bryan


"Buruan gih" perintah Bryan


"Emang lo udah mandi?" tanya Agatha


"Nggak, males gue" jawab Bryan acuh


"Ih....jorok banget sih lo" sinis Agatha


"Biarin" jawab Bryan pendek


"Mendingan lo mandi dulu gih" perintah Agatha


"Susah tau, lo nggak lihat tangan gue" kata Bryan


"Kan yang luka lengan kiri lo, lo bisa kan pake tangan kanan lo"


"Gak usah banyak alesan deh" kata Agatha yang jengah


"Buruan bantu bukain baju gue, terus lo kasih plastik di luka gue" perintah Bryan sembari beranjak berdiri


"Yeh...." sinis Agatha yang tak terima, namun ia juga mengikuti perkataan Bryan


Agatha membuka kancing kemeja Bryan satu persatu, walaupun memang sebenarnya Bryan bisa membuka kancin bajunya, namun pastinya akan susah untuk melepaskan bajunya karena takut mengenai lukanya


Deg....deg....deg....glekkk.....Agatha justru malah deg degan sendiri saat perlahan lahan body Bryan mulai terlihat. Perut dengan roti sobek sobek lah yang pertama kali Agatha libat dengan sempurna setelah berhasil membantu melepaskan pakaian Bryan. Matanya bahkan tak bisa beralih dan sangat menikmati pemandangan syurga bagi wanita tersebut


"Lap liurmu" kata Bryan tiba tiba kemudian langsung berjalan meninggalkan Agatha yang masih terjebak didalam dunia fantasinya


"Eh" kaget Agatha dengan spontan tangannya pun langsung mengelap area bibirnya


"Sial" umpat Agatha saat menyadari bahwa ia telah dibodohi oleh Bryan


"Hahaha" tawa Bryan pecah saat mendengar umpatan Agatha


"Brengsek" sinis Agatha yang sudah tidak dapat didengar oleh Bryan


Tok.....tok.....tok.....terdengar ketukan pintu dari luar. Agatha pun bergegas membukanya


"Mama" kaget Agatha, ternyata yang mengetuk pintu adalah Mamanya


"Bryan mana?" tanya Mama Henny mencari keberadaan Bryan


"Mandi ma" jawab Agatha


"Ohh...Oiya, nanti acara tahlilannya dimulai sehabis isya" kata Mama Henny memberitahu pada Agatha


"Oh, iya ma iya" jawab Agatha


"Kamu juga buruan mandi deh" kata Mama Henny


"Oiya, kamu bisa pinjem baju Ratih dulu deh" kata Mama Henny memberitahu


"Oh iya ma, aku ke kamar Ratih dulu" jawab Agatha yang kemudian berjalan keluar beriringan dengan Mama Henny


Tok.....tok....tok....Agatha mengetuk pintu kamar Ratih beberapa kali


Klekkk.....tak berselang lama Ratih pun membuka pintu


"Kak Agatha" kaget Ratih


"Ada apa kak?" tanya Ratih


"Em kamu ada baju muslim nggak? Kakak mau pinjem" kata Agatha


"Oh....ada kak ada" kata Ratih


"Ayo masuk" Ratih mempersilahkan, Agatha pun masuk ke kamar Ratih


"Bentar kak aku cari dulu" kata Ratih kemudian berjalan menuju lemarinya, mengotak atik isi lemarinya dan tak berselang lama Ratih pun berjalan dengan membawa pakaian

__ADS_1


"Ini kak" kata Ratih menyodorkan pakaiannya


"Kakak mandi disini aja" kata Ratih


"Oke" jawab Agatha yang kemudian berbalik arah


"Eh...kak" panggil Ratih menghentikan langkah kaki Agatha


Ratih pun kembali berjalan kearah lemari tanpa berbicara lagi pada Agatha, entah apa lagi yang tengah dicarinya itu


"Ini kak" Ratih menyodorkan pakaian dalam untuk Agatha


"Tenang kak, ini masih baru kok" kata Ratih, Agatha pun menerima apa yang telah disodorkan Ratih untuknya


"Makasih" kata Agatha sembari tersenyum


Akhirnya Agatha pun melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, butuh waktu sekitar 10 menit bagi Agatha untuk menuntaskan acara mandinya tersebut


Ceklek....Agatha membuka pintu kamar mandi


"Udah selesai kak?" tanya Ratih yang sembari mengoleskan sesuatu pada wajahnya


"Iya, makasih ya bajunya pas" kata Agatha


"Sama sama kak, oiya....Kakak bisa make up an disini"


"Aku udah selesai, mau turun dulu" kata Ratih yang kemudian langsung beranjak berdiri dari kursi riasnya


"Makasih tih" kata Agatha


"Oiya kak, itu jilbab buat Kakak juga jdah aku siapin" kata Ratih sembari menunjuk pada jilbab yang ia letakkan diatas ranjangnya


"Oke" jawab Agatha


Agatha pun duduk dikursi rias, ia hanya ber make up natural saja agar wajahnya tidak terlihat kusam dan pucat


Sementara didalam kamar Bryan, Bryan juga baru menyelesaikan acara mandinya karena ia sedikit kesulitan dalam memakai celana. Namun untuk memakai baju ia lebih kesulitan lagi karena takut jika mengenai lukanya, lagi pula lukanya juga belum diganti perbannya


Ceklek....Suara pintu kamar mandi yang ia buka


"Ta...." panggil Bryan yang mencari keberadaan Agatha


"Agatha...." panggil Bryan lagi karena tak kunjung ada sahutan atau kehadirab Agatha


"Ta...." Bryan pun berjalan ke arah balkon, siapa tau saja Agatha berada disana


"Kemana dia?" gumam Bryan saat melihat tidak ada Agatha di balkon


Ceklekkk....suara pintu kamar yang terbuka, sengan segera Bryan pun hendak menghampirinya


"Kau" kaget Bryan melihat penampilan Agatha yang menggunakan gamis berwarna army dan jilbab pashmina yang membuat penampilan Agatha menjadi berbeda dengan biasanya


"Biasa aja kali, baru pertama kali liat speak Bidadari loh" kata Agatha dengan sinisnya sembari berjalan mendekat ke arah Bryan


Akhirnya ia bisa membalas perlakuan Bryan padanya tadi. Agatha kemudian mengambil handuk yang tergeletak diatas nakas


"Sial" batin Bryan yang baru menyadarinya


"Lo nggak lihat apa penampilan gue?" balik tanya Agatha


"Cepetan lo bantuin gue" kata Bryan yang kemudian langsung duduk dipinggir ranjang


"Bentar, gue ambil air anget dulu buat bersihin luka lo" kata Agatha


Agatha pun berlalu keluar dari kamar, Bryan hanya memandang kepergian Agatha. Tak berselang lama Agatha pun kembali dengan baskom berisi air hangat ditangannya, Agatha pun membawanya mendekat ke arah Bryan yang tengah duduk dipinggiran ranjang


"Sini gue bukain" kata Agatha yang kemudian meraih lengan Bryan dan membuka plastik yang membungkus luka Bryan, lalu membuka perbannya


Dengan telaten Agatha pun membersihkan luka Bryan perlahan lahan menggunakan Air hangat yang tadi dibawanya, lalu memberikan obat yang khusus dipakai sebagai obat Bryan


"Akhirnya tinggal pasang perban" kata Agatha, Agatha pun dengan telaten memerban luka Bryan


"Gimana? Kekencengan nggak?" tanya Agatha pada Bryan


"Nggak" jawab Bryan, Agatha pun kembali meneruskan memerban luka Bryan


"Oke, udah selesai" kata Agatha


"Makasih" kata Bryan


"Yups, sini gue bantuin pake bajunya" kata Agatha yang kemudian mengambil baju Bryan dan membantu memakaikannya secara perlahan lahan


"Makasih ta" kata Bryan begitu Agatha selesai membantunya


"Makasih mulu dari tadi lo" jawab Agatha


Tok.....tok....tok.....y


"Yan, buruan turun. Acaranya udah mau mulai" teriak Mama Henny dari luar pintu


"Iya ma" jawab Bryan


"Udah ayo" kata Agatha yang kemudian berjalan keluar sendiri meninggalkan Bryan yang masih pada tempatnya


Acara yang diadakan pun berlangsung dengan khidmat, mendoakan kepergian Violla.


"Non, non Nayla nyari non dari tadi" bisik salah satu pembantu yang mendekat ke arah Agatha


"Baik bi, makasih" jawab Agatha


"Ma, aku ke atas dulu dicari Nayla" bisik Agatha pada Mama Henny. Mama Henny pun membalasnya dengan anggukan kepala


Agatha pun pamit undur diri dan berjalan ke atas untuk mencari keberadaan Nayla


"Bi, Nayla dimana?" tanya Agatha pada salah satu pembantu yang ada dirumah tersebut


"Ada dikamar non Ratih non" jawab Pembantu tersebut


"Oh....makasih bik" kata Agatha yang kemudian berlalu menuju kamar Ratih

__ADS_1


Ceklek.....Agatha membuka pintu kamar Ratih, terlihatlah Nayla yang tengah berbaring diatas ranjang


"Nayla" panggil Agatha yang lekas mendekat kearah Nayla


"Nayla, kamu nggak papa kan?" tanya Agatha, namun tak ada jawaban dari bibir Nayla yang membuat Agatha tampak khawatir


Agatha pun mengecek suhu tubuh Nayla, ditempelkannya telapak tangannya pada dahi Nayla


"Astagfirullah" kaget Agatha saat merasakan telapak tangan yang diletakkan oada dahi Nayla terasa panas


"Kamu demam nay" kata Agatha dengan paniknya, ia pun segera keluar untuk mengambil air yang akan ia gunakan untuk mengompres Nayla


"Kenapa non?" tanya salah satu pembantu yang melihat Agatha keluar dari kamar Ratih dalam keadaan panik


"Nayla demam bi" jawab Agatha yang masih meneruskan langkah kakinya


"Biar bibi yang ambil air buat kompres non" jata pembantu tersebut


"Bibi buatin air madu bi" kata Agatha dengan paniknya


"Iya non" jawab pembantu tersebut


Agatha pun mengambil air dengan cepat, lalu kembali ke kamar Ratih dengan membawa sebaskom air untuk mengompres Nayla


"Nayla kok bisa sakit sih" gumam Agatha sembari menempelkan kain yang telah ia bahasi dengan air lalu meletakkan nya ke dahi Nayla


"Maaa" panggil Nayla dengan lirih


"Iya sayang" jawab Agatha dengan cepat


"Kaki nay cape ma" keluh Nayla


"Biar Mama pijitin sayang" Agatha pun segera memijit kaki Nayla secara bergantian


Tok....tok....tok....


"Non, mau anterin air madunya" kata seseorang dari luar


"Masuk bi" jawab Agatha, tak berselang lama pembantu tersebut pun datang dengan membawa segelas air madu ditangannya


"Ini non" kata pembantu tersebut seraya menyodorkan gelas yang ia bawa pada Agatha


"Makasih bik" kata Agatha sembari meraih gelas ya g disodorkan oleh pembantu tersebut


"Sama sama non" jawab pembantu tersebut


"Kalau begitu bibik pamit dulu non" kata pembantu tersebut pamit undur diri


"Iya, makasih bik" jawab Agatha


"Nay sayang, minum ini dulu ya" kata Agatha pada Nayla


"Iya ma" jawab Nayla dengan suara lemahnya


Perlahan lahan Agatha pun meminumkannya pada Nayla hingga hanya tinggal setengahnya saja


"Sekarang Nayla istirahat ya"


"Biar besok bisa cepat sembuh" kata Agatha pada Nayla


"Iya ma" jawab Agatha


Akhirnya Agatha pun harus menemani Nayla didalam kamar Ratih, Agatha bahkan berbaring disamping Nayla hingga ia sampai tertidur disamping Nayla


"Agatha dimana ma?" tanya Bryan pada Mama Henny usai acara


"Tadi pamit mau nemuin Nayla" jawab Mama Henny


"Dimana?" tanya Bryan lagi


"Nggak tau" jawab Mama Henny


Kebetulan ada pembantu yang sedang membereskan sisa acara tengah lewat dihadapan Bryan


"Eh bik" panggil Bryan pada seorang pembantu


"Iya den" jawab pembantu tersebut menghentikan langkah kakinya


"Bibi lihat Agatha nggak?" tanya Bryan


"Oh non Agatha lagi nemenin non Nayla den"


"Tadi non Nayla demam" kata pembantu tersebut


"Apa?" kaget Bryan


"Nayla demam?" Begitu pula dengan Mama Henny yang tak kalah terkejutnya


Sisisi kota yang lainnya, seorang pemuda tengah duduk dipinggiran balkon dengan rokok yang terselip diantara jari tengah dan telunjuknya, menghisap rokok perlahan lahan kemudian menghembuskannya ke udara. Sama seperti beberapa malam sebelumnya yang ia habiskan dengan kesendirian, sembari menikmati pemandangan angkasa


"Kalian dimana?" lirih laki laki tersebut


Dari nada suaranya terdengar seperti orang yang tengah berputus asa, tak menerima takdir yang menghampirinya. Bahkan beberapa botol berisi minuman keras pun telah habis, isinya pun telah berpindah kedalam perut laki laki tersebut


Bryan pun bergegas menuju kamar Ratih, hatinya dipenuhi rasa khawatir bagaimana bisa ia tidak tahu jika Nayla tengah sakit


"Kak" panggil Ratih menghentikan langkah kaki Bryan


"Kakak ngapain mau ke kamar aku?" tanya Ratih heran, pasalnya Kakaknya tersebut tak pernah datang berkunjung kekamarnya


"Nayla demam, dia ada dikamar kamu" kata Bryan dengan khawatir


Bryan pun lekas memasuki kamar Ratih, dilihatnya Nayla dan Agatha tengah tertidur dengan posisi Agatha memeluk tubuh kecil Nayla. Bryan mendekat kearah Nayla, mengambil kompres yang sudah cukup mengering lalu mencelupkannya di air lagi tak lupa untuk diperasnya kemudian diletakkan diatas dahi Nayla kembali


"Kak. Kakak jagain Kak Agatha sama Nayla disini" kata Ratih pada Bryan


"Kakak nggak perlu pindahin mereka" lanjut Ratih


"Terus kamu tidur dimana?" tanya Bryan

__ADS_1


"Aku mah gampang kak" jawab Ratih


Tanpa menunggu lama Ratih pun keluar dari kamarnya meninggalkan Kakaknya untu menjaga Agatha dan Nayla, setelah kepergian Ratih Bryan pun perlahan lahan naik keatas ranjang dan berbaring disisi kanan Nayla


__ADS_2