
Kini ruangan pribadi Bryan agak sedikit berubah fungsi, karena ada wanitanya masing masing maka Bryan pun akhirnya memilih untuk mengungsi ke ruangan Agam
"Lo kapan nikahnya ta?" tanya Milla sembari memasukkan potongan buah kedalam mulutnya
"Bentar lagi" jawab Agatha sembari mengunyah pudding jelly
"Oh...." jawab Milla mangut mangut
"Lo nggak nanya gimana keadaan geray lo apa?" tanya Milla dengan tatapan mendelik tajam
"Buat apa? Kan yang ngelola selama ini lo"
"Gue udah seenaknya, nggak bertanggung jawab" kata Agatha dengan raut wajah sendunya
"Kok lo ngomongnya gitu sih?" kesal Milla, padahal niat awalnya ia hanya ingin memberitahukan perkembangannya saja bukan untuk membuat Agatha merasa bersalah
"Lo pasti kesusahan ya selama ini?" tanya Agatha pada Milla
"Emmm.....awalnya sih iya, tapi beruntung lah ada Agam yang ngebantuin gue" kata Milla
"Agam?" tanya Agatha mendekatkan wajahnya pada Milla
"Agam yang barusan?" tanya Agatha lagi
"He eum" jawab Milla dengan santainya
"Eh, sejak kapan lo kenal sama dia?" tanya Agatha
"Yah....sejak lo pergi, Bryan datengin gue sama Agam. Dan sejak itu kita kenal" Terang Milla
"Ohhhh" balas Agatha mangut mangut
Bagaikan langit dan kerak bumi Dua kubu tersebut pun larut dengan aktivitasnya masing masing, kubu perempuan dengan agendanya bergosip ria kesana kemari dan kubu laki laki yang tampak fokus dengan pekerjaannya masing masing. Hingga tak terasa saat ini waktu telah menjunjukkan jam makan siang
"Maaf pak, sudah waktunya makan siang" kata Agam yang memberitahukan pada Bryan
"Baik" jawab Bryan singkat Yang kemudian langsung beranjak berdiri
"Eh gam" panggil Bryan dengan berbalik arah setelah beberapa langkah keluar
"Iya pak?" jawab Bryan yang juga berbalik arah menatap Boss nya tersebut
"Gimana kalau kita makan di luar?" tawar Bryan
"Kita?" tanya Agam yanh belum mengerti, maklum lah efek belum makan siang yang katanya akan mengurangi konsentrasi kita
"Sial...maksud gue kita bareng Agatha sama Milla juga" jelas Bryan
"Oh, Oke" respon Agam kemudian
__ADS_1
"Kita ke cafe Bulan" ucap Bryan yang kemudian langsung beranjak pergi
Bryan pun melangkahkan kakinya kembali menuju ruangannya, sambil berjalan tangannya dan pandangannya tampak fokus pada ponselnya, entah apa yang tengah ia lakukan dengan ponselnya tersebut
Brak, Bryan memasuki ruangannya begitu saja tanpa mengetuk terlebih dahulu, toh....ini juga ruangannya sendiri bukan
"Astaga" Milla pun sampai terlonjak kaget dengan kedatangan Bryan tersebut, sementara Agatha tampak biasa saja
"Sialan, ngagetin gue banget sih lo" kesal Milla, jangan lupakan pandangan sinis dan marahnya saat berbicara dengan Bryan
"Lebe banget sih lo" jawab Bryan yang acuh tak acuh, kakinya terus melangkah tanpa memperdulikan dua wanita yang berada diruangannya tersebut
"Lebe lebe, seenak jidat lo kalo ngomong" rupanya Milla tak mau mengalah begitu saja
"Lo bisa bisa jantungan deh ta kalau hidup sama orang gila" kata Milla menoleh ke arah Agatha
Mendapat tatapan seperti itu dari Milla, Agatha hanya mengendikkan bahunya. Akan terlalu panjang jika ia ikut berkomentar
Tok....tok....tok, suara pintu yang diketuk oleh seseorang, namun tanpa menunggu sahutan dari dalam, orang yang mengetuk pintu tersebut pun langsung masuk kedalam dengan tenangnya. Yah.....siapa lagi kalau bukan Agam pelakunya
"Eh....sayang" kata Milla yang kemudian langaung berdiri dan menghampiri Agam. Agam oun tersenyum menyambutnya
"Kamu ngapain aja tadi?" tanya Agam sembari tangannya mengacak acak kecil rambut Milla
"Em....gosip, Hahahahaaaa" jawab Milla yang kemudian ksmbali duduk ditempatnya semula
Bryan pun tiba tiba melangkah mengahmpiri Agatha
"Kemana?" tanya Agatha sembari mendongak menatap Bryan
"Makanlah, emang situ nggak laper apa" jawab Bryan yang kemudian langsung menarik lengan Agatha agar cepat berdiri
"Woissshhhh. Kita makan kemana nih Boss" sahut Milla yang ikut beranjak berdiri juga
"Warteg" jawab Bryan singkat
Disinilah mereka berempat menghabiskan waktu makan siangnya, dicafe Bulan sesuai pesanan Bryan
"Lo kan suka banget makan Mie ta, gimana kalau nanti lo kerumah gue"
"Kebetulan gue punya banyak stok Mie, lebih enak kalau makannya ada temennya"
"Orang tua gue lagi keluar kota soalnya" kata Milla menghidupkan suasana
"Hah, Kapan?" tanya Agatha
"Beberapa hari yang lalu" jawab Milla yang tampak sedih
"Gimana kalau misalnya malam ini kita berempat nongki nongki dirumah gue, biar rame" kata Milla yang memberi usul
__ADS_1
"Cocok banget tuh yank, apalagi lagi musim dingin kayak gini" sahut Agam dengan penuh semangat
Pletakkk.....dengan sengaja Bryan pun menjitak kepala Agam
"Aduhhh" keluh Agam yang kepalanya terasa panas akibat jitakan Bryan
"Apa apaan sih" kesal Agam sembari tangannya mengelus elus daerah yang terasa panas tersebut
"Abisnya pikiran lo ngelantur sih" sinis Bryan
"Normal Bebby" jawab Agam yang kembali dengan gaya santuynya
"Emmm kayaknya gue nggak bisa deh mil" kata Agatha tiba tiba
Brak...."Hah? Kenapa ta?" kaget Milla yang malah menggebrak mejanya
"Astaga" kaget Agatha
"Ya Allah" Bryan pun ikut terkejut dengan suara gebrakan meja Milla
"Ayank" Agam pun tak kalah terkejutnya juga
"Eh....maaf maaf" kata Milla yang baru menyadari apa yang telah ia lakukan
"Lagian lo kenapa sih ta? Nggak asik banget" protes Milla pada sahabatnya tersebut
"Gue kan musti jagain Nayla" jawab Agatha dengan senyumannya
Walaupun sebenarnya Agatha pun juga ingin mengikuti usulan Milla, pasti seru bukan jika kita berkumpul bersama dengan ditemani oleh Mie kuah saat suasana dingin. Ah....namun sayangnya Agatha tak bisa melakukan itu lagi, ia harus ingat akan kodratnya yang telah menjadi seorang ibu.
Memang benar kata orang orang, jika sebaiknya kita menikmati masa muda kita dengan bersenang senang dan menghabiskan waktu bersama teman teman kita. Barulah jika kita merasa puas kita bisa melanjutkan hidup kita ke jenjang yang lebih serius
"Heuh.....iya ya, lo udah punya tanggungjawab dan nggak bisa kayak dulu lagi" kata Milla dengan wajah sesalnya
"Makanya lo puas puasin dulu mainnya" jawab Agatha
"Heh, lo nggak usah ngeracunin otak Milla deh" kesal Agam karena ucapan Agatha, ia takut jika nanti Milla malah akan berubah pikiran
"Santay Bro, jodoh nggak akan kemana" kata Bryan menengahi
"Iya bener, tapi saingannya ada dimana mana" kesal Agam menanggapi ucapan Bryan
"Hahahahaaaa" yang lainnya malah tertawa mendengar kekesalan Agam
"Bry" panggil seseorang yang datang tiba tiba
"Eh Reyhan?" kejut Bryan. Nggak sih cuma pura pura terkejut aja dianya
Deg......Jantung Agatha terasa seperti berhenti berdetak untuk sesaat
__ADS_1
Agatha sempat menegang sesaat saat Bryan menyebutkan nama orang itu. Agatha tak melihat orang itu karena posisinya dan Milla yang duduk membelakangi orang datang memanggil Bryan tersebut